Vitamin untuk Mempercepat Masa Penyembuhan

Lalu saya pikir, kenapa harus repot-repot mempercepat masa penyembuhan? Kenapa nggak membiarkan badan itu sembuh sendiri?

Tapi ya kenyataannya memang begitu. Kita sedang hidup pada masa ketika kita ini nggak boleh sakit lama-lama.

Saya ingat beberapa waktuΒ lalu, waktu saya lagi sibuk-sibuknya dengan kerjaan baru saya sebagai trader. Saban hari mantengin indeks, menunggu kapan harga saham yang satu turun supaya saya bisa beli di harga yang rendah. Sementara saham yang satunya lagi juga saya pantengin, menunggu kapan harganya naik ke level yang saya targetkan, supaya bisa saya jual dengan harga yang tinggi.

Waktu itu saya masih jadi orang baru di kalangan investor. Kalau terlambat beli, nanti saya rugi. Kalau saya terlambat jual, nanti saya rugi juga. Pusing, sebal, dan sedikit terkurung karena hidup nggak bisa jauh-jauh dari yang namanya aplikasi trading online.

Sampai akhirnya saya bisa menguasai bisnis trading itu. Saya bisa mengatur kapan saat yang tepat untuk beli, dan lebih bagus lagi, saya bisa setting kapan saat yang tepat untuk jual. Itu akibat latihan trading selama berhari-hari dan berjam-jam setiap malam.

Tapi ternyata, kejagoan saya di bisnis saham ternyata harus saya bayar mahal. Suatu malam, saya ambruk.

Saya ingat, sehari sesudah portofolio saya menunjukkan bahwa saya baru merealisasikan profit dalam sebuah saham konstruksi sampai 23%, saya terbangun dengan badan menggigil. Suami saya membangunkan saya ngajak sholat subuh, tapi saya sungguh malas bergerak.

Siangnya hidung saya meler. Saya yang biasanya rewel kepada suami dan selalu memaksanya makan makanan yang sehat, mendadak menggumam kepada suami, “Honey, aku kepingin dibikinin indomi yang ukuran jumbo..”

Suami saya terkejut dan meraba jidat saya. Lalu dia menepok jidatnya sendiri. “Aduh, kamu jangan sakit dong! Kamu kalau sakit flu itu lama!”

Singkatnya, saya jatuh sakit. Kena flu. Berhubung saya punya kelainan sinus bawaan dan rada sensitif berat terhadap debu, setiap episode flu yang saya alami pun selalu berlangsung lama, kira-kira sampai dua minggu gitu deh.

Saya sebal banget kalau sedang sakit. Karena saban kali sakit, mau tidur nggak enak, bangun pun juga nggak enak. Lalu saya bosan dan mau nonton tivi, tapi seperti biasa tivi selalu penuh dengan berita-berita politik menyebalkan dan sinetron-sinetron berisi tante-tante girang yang kalau marah matanya melotot sampai bulu mata palsunya mau copot dan kameranya sibuk zoom in zoom out.

Yang paling repot, dunia masih saja berjalan biarpun saya lagi sakit. Hari itu, saya dapet berita bahwa keluarga besar saya mau bikin reuni keluarga, dan acaranya dalam beberapa hari lagi. Saya pun kemecer kepingin ikutan, karena kangen sama saudara-saudara sepupu. Tapi kalau saya lagi flu gini, gimana?

Akhirnya saya matikan telepon saya yang mengandung WhatsApp berisi acara reuni keluarga itu. Lalu saya ambil gadget saya yang lain, kemudian saya browsing. Yang saya cari adalah..restoran-restoran yang menyediakan layanan delivery dan punya menu sop.

Karena sop mengandung sayur-mayur, sedangkan sayur-mayur mengandung vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan.

Karena saya lagi teler dan nggak cukup bertenaga untuk masak sop sendiri.

Karena suami saya nggak bisa masak sop. In fact, dia cuma bisa masak nasi goreng dan indomi.

Tetapi suami saya punya keahlian bisa membukakan pintu untuk kurir delivery restoran yang bisa mengantarkan sop πŸ˜€

Lalu saya suruh suami saya bikin jadwal kapan kami sebaiknya pesan tom yum ke restoran Thai, kapan kami sebaiknya pesan cream soup ke restorannya Kolonel Sanders, dan kapan kami bisa mengirit dengan pesan sayur asem ke warungnya Mpok Siti. Kemudian saya bilang ke suami saya, “Tolong kamu pergilah sebentar ke apotik. Belikan aku Theragran-M.”

Singkatnya, kami menghabiskan beberapa hari berikut dengan menu sayur-sayuran, dan flu saya mulai membaik. Suami saya mengupaskan saya buah, dan mengejusnya supaya saya berhenti batuk-batuk. Dia juga mengoperi saya video-video stand-up comedy, sehingga saya ketawa terbahak-bahak dan batuk-batuk saya pun kembali kumat. #lah?

Hidung saya masih setengah bindeng sewaktu akhirnya saya pergi ke reuni keluarga itu, tetapi setelah saya mencekoki badan saya dengan sebutir Theragran-M, saya bisa bersenang-senang. Saya masih sempat menemani saudara-saudara saya keliling-keliling piknik. Nyanyi-nyanyi a la Backstreet Boys (iya, kami bukan generasi penggemar One Direction :-p). Begadang malam-malam ke bukit sambil ngemil jagung bakar.

vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan
Saya bersama saudara-saudara sekeluarga.
Nggak nampak ya di gambar itu bahwa saya baru terserang flu?

Saya sembuh πŸ™‚

Sakit memang nggak enak. Tapi ketika sakit, dunia nggak boleh berhenti. Jadi, selalu sediakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan πŸ™‚

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

10 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *