Bikin Kulit Kering Jadi Lembab Lagi

Dulu saya sering diomelin orang tua saya kalau saya mandinya kelamaan. Waktu itu saya sangka karena orang tua saya takut saya ngabis-ngabisin gas. Sebab saya kan mandinya pakai air hangat, sedangkan pemanas air mandi di rumah kami itu menggunakan gas. Bandung memang dingin banget, jadi saya biasa mandi dengan pancuran air hangat setiap hari.

Ibu saya sering mengingatkan bahwa konon kata orang tua jaman dahulu, kalau keseringan mandi dengan air hangat itu bikin kulit kering dan bersisik. Cuma saya kan orangnya nggak percaya pada mitos begitu, jadi saya nggak percaya ibu saya. Lagipula ibu saya juga nggak bisa menjelaskan kepada saya bagaimana hubungan mandi air hangat dengan kulit bersisik, jadi saya kira itu cuma akal-akalan ibu saya supaya saya nggak berlama-lama di kamar mandi.

Belakangan waktu saya besar, saya baru ngerti bahwa ternyata yang dibilang ibu saya itu benar. Biasa mandi dengan air hangat itu memang merusak kulit.

Memang sekilas nggak kentara, tapi setelah saya melakukan riset ilmiah tentang kulit kering, akhirnya saya menemukan hubungannya.

Mengapa Kulit Kering Itu Tidak Enak

Jadi sebetulnya, kulit itu punya lapisan lipid (atau orang awam menyebutnya sebagai lemak) yang berfungsi menjaga kelembaban kulit. Tetapi ada hal-hal rese yang bisa mengikis lapisan lipid ini, misalnya sabun mandi yang terlalu banyak mengandung zat asam, dan temperatur yang panas.

Ini yang menjelaskan kenapa jangan mandi lama-lama, apalagi dengan air hangat. Terlalu sering mandi akan bikin kulit kita terlalu sering bersentuhan dengan sabun, apalagi sabun-sabun yang kita pakai itu punya tingkat kandungan asam yang tinggi-tinggi. Ditambah lagi kita membasuhnya dengan air hangat. Kalau kamar mandinya terlampau nyaman pun bikin kita kepingin mandi di bawah pancuran air hangat lama-lama. Kloplah sudah buat bikin lapisan lemak di kulit kita jadi kena erosi.

Padahal, kalau lapisan lipid ini hilang, tidak ada lagi lapisan pembatas yang menjaga kelembaban kulit kita. Akibatnya kulit kita jadi kering.

Yang jadi problem dengan kulit kering tanpa lapisan pembatas ini, zat-zat dari luar kulit akan gampang masuk menembus lapisan kulit kita, akibatnya menciptakan iritasi. Maka pantas kalau saya sedang merasa kulit saya kering, saya jadi sering merasa gatal. Kulit kering dan gatal itu ya akibat iritasi itu.

Parahnya lagi, zat-zat dari luar yang masuk seenaknya itu akan berinteraksi dengan zat-zat neurokimiawi dalam tubuh kita, dan tubuh kita akan menolak zat-zat luar itu lantaran menganggapnya benda asing. Ini yang disebut reaksi radang dan penampakan radang ini akan kelihatan jelas di kulit kita, berupa kulit yang gampang kemerah-merahan seperti baru direbus. Jelas rasanya nggak enak. Dalam jangka panjang, kulit menciptakan pertahanan berupa tumbuhnya lapisan yang mirip klontok-klontok alias sisik. Makanya kulit kering pun cenderung jadi bersisik.

Penyebab Kulit Kering

Memang nggak hanya kebiasaan mandi lama-lama dengan sabun dan air hangat yang bisa bikin kulit kering. Kadang-kadang lingkungan kita sendiri juga ikutan bikin kulit kering dan bersisik. Di negara empat musim, pada saat musim dingin, kelembaban udara cenderung berkurang, sehingga kulit penduduk cenderung mengering juga.

Bahkan tubuh kita sendiri juga bikin kulit kita kering. Bayi contohnya, adalah populasi yang kulitnya paling sering butuh pelembab. Pasalnya, Tuhan menciptakan bayi dengan kulit yang paling tipis di antara populasi manusia lainnya, sehingga gampang sekali menemukan bayi dengan kulit bersisik yang mengelontok-ngelontok. Sering lihat kulit anak bayi kita seperti bersisik? Itu merupakan salah satu dari ciri-ciri kulit kering, karena lapisan lemaknya terkikis. Mungkin kita terlalu sering memandikan dia dengan air hangat. Atau mungkin kita salah beli sabun buat bayi.

Semakin besar anak, maka lapisan kulitnya makin tebal, jadi kulitnya lembab sendiri. Tetapi setelah dewasa, gaya hidup dan lingkungan bikin kulit kita terkikis lagi, sehingga kulit kita mulai cenderung mengering lagi.

Ketika usia kita makin jompo, lapisan kulit kita makin tipis setipis-tipisnya. Akibatnya kulit jadi kering banget dan bisa bikin kita merasa nggak nyaman. Kenapa orang kalau sudah tua sering banyak rewel? Bisa jadi salah satu alasannya karena kulitnya nggak terasa enak. Karena mereka jarang pakai hand body lotion pelembab untuk kulit kering.

Lotion yang Mana?

Agar kulit tidak kering, memang mesti pakai lotion pelembab. Sebetulnya lotion pelembab untuk kulit kering di pasaran sudah banyak banget. Anda bisa sering-sering nemu deh di sini. Cuman yang jadi problem, sering banget kita sudah pakai lotion tiap hari, tetapi masih saja kulit bersisik dan kering. Lha salah di mana?

Bisa jadi salah lotionnya. Persoalannya, lotion begitu banyak di pasaran, sehingga pabrik-pabrik lotion mesti berpikir lebih kreatif untuk memenangkan hati pembeli supaya konsumen mau memilih produknya ketimbang memilih produk lain.

Jadi diciptakanlah lotion-lotion itu dengan ingredients tambahan. Maksudnya ya supaya pembelinya senang pakainya, gitu. Misalnya cairan lotionnya diberi warna pink karena konon lotionnya mengandung strawberry sebagai antioksidan. Atau lotionnya diberi wangi sintetis supaya pemakainya mencium aroma harum waktu lagi gosok-gosok. Lotionnya diberi pemutih, yaa..supaya kulitnya jadi putih.

Padahaal..ingredients tambahan itu yang sering banget bikin kulit jadi makin kena erosi. Buat sebagian orang yang kulitnya sudah sensitif berat, bahan-bahan tambahan itu malah bikin iritasi pada kulit yang sudah kering. Sehingga yang semula tadinya memakai lotion pelembab untuk kulit kering pun, tidak dapat kelembaban yang diinginkan. Yang ada malah tetap kulit kering, dan gatal.

Makanya agar kulit tidak kering, paling bagus itu ya pakai lotion itu yang nggak ada zat tambahannya. Kalau mau gampang ya cari lotion yang bahannya didominasi sorbolene. Sorbolene ini adalah sebutan untuk senyawa yang didominasi glyserin, lemak alami yang berfungsi menggantikan lapisan lipid yang hilang pada kulit kering dan bersisik.

Sebetulnya banyak merk lotion yang mengusung sorbolene sebagai bahan utamanya. Tetapi mesti diwaspadain bahwa sehubungan bahan utama sorbolene adalah glyserin, kita perlu pastikan bahwa lemak alami untuk glyserin ini berasal dari lemak yang bukan dari bahan haram. Nah, salah satu merk lotion yang didominasi sorbolene dan bahannya dari lemak yang halal ini, adalah Redwin.

Kenapa Redwin?

Redwin memang sudah beken sebagai merk produk skin care yang membaktikan dirinya buat merawat kulit kering dan bersisik. Kalau saya mengetik kata Redwin pada Google, mesti yang keluar adalah beragam produk untuk kulit kering macam Redwin Sorbolene Moisturiser dan Redwin Sorbolene Cleanser.

Saya sendiri yang mengoleskan Redwin Sorbolene Moisturiser pun mufakat bahwa lotion ini memang bikin kulit kering saya jadi terasa lebih nyaman. Penampakan lotion ini ya biasa aja, putih khas glyserin, dan nggak ada pewanginya. Kulit saya memang jadi lembab, tapi ya lembab terus. Beda dengan lotion-lotion lain yang efek lembabnya cuma terasa 1-2 jam, tapi kemudian setelah itu kembali ada rasa gatal-gatal karena iritasi benda lain.

Kulit sehat dan lembut dengan Redwin Sorbolene Moisturizer
Itu muka Fidel bengong setelah badannya saya semir pakai Redwin.
Imaging oleh Eddy Fahmi.

Ajaibnya, sejawat-sejawat saya yang sesama dokter ternyata juga mengakui kalau Redwin Sorbolene ini adalah produk ciamik sebagai pelembab untuk kulit kering. Kadang-kadang kami para dokter menghadapi masalah pasien-pasien kami yang kulitnya mengering juga. Bukan pasien-pasien yang sok cantik ya, tapi contohnya pasien-pasien traumatik, misalnya baru dioperasi.

Tahu sendiri bahwa operasi pembedahan akan memaksa kulit dibuka kan? Nah, proses pembedahan ini mau tidak mau akan mengikis lapisan lemak kulit juga. Ya memang setelah operasi selesai pun kulit akan dijahit sampai tertutup kembali, tetapi mengembalikan lapisan lipid seperti semula kan butuh waktu berbulan-bulan.

Di sinilah kadang-kadang pasien mengeluh kulit bekas operasinya terasa kaku, padahal bukan kaku, melainkan kulitnya menjadi kering karena lapisan lemaknya belum terbangun lagi. Maka kolega-kolega saya yang dokter bedah sering menyarankan pasiennya mengoleskan lotion sorbolene, agar kulit tidak kering, cepat lembab lagi tanpa iritasi. Dan Redwin adalah salah satu merk pelembab untuk kulit kering dan gatal yang jadi favorit banyak dokter.

Kalau pasien yang kulitnya baru dibedah saja senang pakai Redwin, apalagi saya yang kulitnya belum serusak itu. 😀

Kolega-kolega saya yang dokter kulit pun juga senang memakai Redwin. Pasien-pasien dokter kulit yang mengeluh eksim, atau kulitnya gatal-gatal karena dermatitis atopi, ternyata membaik setelah lotion mereka diganti dengan Redwin.

Dan asyiknya, Redwin Sorbolene Moisturiser sudah dianggap halal di Australia sana. Lembaga ulama Islam di Australia (yang bernama Australian Federation of Islamic Council) yang sudah keluarkan sertifikat halal untuk lotion ini. Jadi saya tenang karena glyserin pada sorbolene-nya Redwin ini tidak mengandung lemak babi. 🙂

Lemak itu harusnya nongkrong di kulit kita saja agar kulit tetap lembab. Karena kulit yang lembab adalah karakter akan kulit sehat. Dan lapisan lemak itu yang bikin kulit kita tetap lembut dan terasa nyaman.

Supaya lemak di kulit kita nggak hilang, untuk pelembabnya ya pakai sorbolene aja..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

  1. wiwid says:

    Dulu aku mengira kulitku tipe badak. Yang kebal kena sgala macam polutan, males pake lotion, tabir surya dan segala macamnya. Hingga suatu hari, aku kena psoriasis. Jangan ditanya gatal dan perihnya. Sudah begitu kulit bersisik seperti ular, dan tebal beneran seperti badak. Segala macam sabun herbal, cream dan lotion tidak membuahkan hasil. Hingga ketika datang ke dokter spesialis kulit, dibilang kulitku tipe sangat sensitif. Tidak boleh menggunakan lotion dan sabun mandi sembarangan. Lebih aman jika pakai sabun mandi bayi, dan lotion khusus. Kata dokter tsb, kalau mau cari perawatan tubuh, indikator yang gampang, cari produk yg aman buat bayi, maka aman juga buat kulitku. Sorbolene ini bisa dipakai bayi juga kah mbak?

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Huh? Psoriasis? Whoaaa..berat banget masalahmu, Wid..

      Padahal sabun mandi bayi itu sendiri juga nggak selalu aman buat bayi. Beberapa masih mengandung zat pengering yang berlebihan, nggak bagus juga buat bayi. Apalagi buat mereka yang kena psoriasis.

      Sorbolene ini sebetulnya bisa dipakai oleh bayi. Tapi beberapa riset bilang, jangan untuk pemakaian rutin pula. Sekali-kali boleh sih. Sebabnya, kandungan paraffinum liquidum-nya kurang cocok untuk beberapa bayi dengan kondisi kulit tertentu.

      Tapi untuk orang-orang dewasa yang lapisan kulitnya sudah tergerus cukup berat (misalnya pada orang psoriasis), aku rasa sorbolene ini boleh dicoba juga. Intinya sebetulnya orang psoriasis mesti rajin pakai pelembab, tapi jangan yang mengandung iritan. Nah, karena sorbolene ini berupa gliserin 10% doang, dan minim sekali zat pewanginya, jadi ya tidak terlalu iritan dibandingkan pelembab-pelembab lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *