Melawan Kesemutan Akibat Neuropati

Rasanya seperti cengeng. Memegang bolpen saja rasanya lemah sekali, digenggam beberapa detik saja langsung jatuh. Anehnya yang lemah cuma tangan, tapi badan lainnya sepertinya baik-baik saja. Sepertinya lho, karena rasanya kaki juga kadang-kadang tidak nyaman.

Kadang-kadang ada yang lain lagi. Apakah Anda pernah merasa tangan seperti kegelian? Yes, kegelian seperti ada yang menggelitik. Padahal siapa yang mengitik-ngitik, anginkah?

Anehnya gelitik-gelitik itu cuma sebentar, tahu-tahu hilang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Lalu ganti..jadi kesemutan. Gejala kesemutan di tangan itu seperti diserang satu batalyon semut, dan rasanya mirip kesetrum. Wohooo..menyiksa sekali. Seperti rasa geli dan terbakar bercampur sekaligus.

Kalau terjadinya ketika kita sedang santai, mungkin tak masalah. Yang repot, kadang-kadang hantu-hantu rasa aneh itu terjadi justru di saat-saat penting ketika kita sedang bekerja. Saat sedang mendengarkan orang lain presentasi di tempat meeting. Saat sedang mengetik laporan. Bahkan saat sedang memegang mesin. Sedikit banyak rasa-rasa aneh yang dulu-tak-pernah-ada itu mulai mengusik performa pekerjaan kita. Mengacaukan profesionalitas. Menghalau rejeki. Dan pada akhirnya, mengganggu hajat hidup kita.

Bagaimana tidak mengganggu, pegang bolpen saja tidak bisa? Apakah tidak bisa memegang bolpen di dunia ini masih dianggap normal?

Tangan Sering Kesemutan ialah Problem Serius

Gejala-gejala aneh di atas itu bisa jadi merupakan pertanda bahwa kita sedang menderita penyakit neuropati. Penyakit ini memang tidak beken, tetapi penderitanya banyak sekali.

Banyak yang tidak berobat karena mereka tidak tahu bahwa perasaan aneh yang dulu-tidak-pernah-ada itu sebetulnya adalah penyakit, jadi mereka juga tidak tahu bahwa neuropati ini bisa diobati. Plus mereka sendiri juga tidak tahu mesti cari pertolongan ke mana, karena sepertinya bingung menghadap resepsionis rumah sakit untuk bertanya, “Err..Mbak, saya mau ke dokter. Saya merasa tangan saya ini kadang-kadang lemes, kadang-kadang geli-geli gimana gitu..”

Bingung tapi sungkan. Sungkan tapi geli. Geli tapi tersiksa.

Neuropati menyerang saraf ini
Salah satu fungsi saraf pada tangan ialah menerima perintah dari otak (untuk mengambil minuman) dan melaksanakan perintah tersebut (untuk menggenggam gelas minum). Pada neuropati, saraf gagal melaksanakan perintah otak untuk menggenggam gelas. Gambar diambil dari situs biologi tentang ilustrasi sistem saraf pada manusia.

Neuropati, sebetulnya adalah penyakit kerusakan pada sel saraf (yang bukan berlokasi di otak atau dekat tulang punggung). Sel saraf sendiri, adalah sel yang bertanggung jawab supaya kita bisa berkomunikasi dengan lingkungan kita, dalam bentuk merasakan suhu panas/dingin, merasakan gatal, geli, dan nyeri. Juga sel saraf ini yang membuat kita bisa menggerakkan lengan dan tungkai. Lebih jauh lagi, sel saraf membuat jantung kita bisa berdebar, membuat kita bisa kencing (dan menghentikan kencingnya), dan bahkan orgasme.

Jadi bisa dibayangkan, kalau sampai sel saraf ini rusak alias kena neuropati, penderitanya tidak akan bisa merasakan apapun atau menggerakkan apapun. Lebih repot lagi, kadang-kadang sel saraf yang rusak justru bereaksi berlebihan, mulai dari merasa terlalu gatal, kesemutan, atau malah nyeri seperti tertusuk-tusuk. Jika sel saraf yang rusak itu berada di lokasi-lokasi tertentu, si penderita malah jadi tukang mengompol, atau malah impoten.

Penyebab Kesemutan dan Gejala Neuropati Lainnya

Kolega saya, Willy Wijaya, dokter spesialis saraf yang berpraktek di Rumah Sakit Ummi, Bogor, bilang bahwa rata-rata penderita pada usia produktif memang karena terkait pekerjaan mereka sehari-hari. Sebulan, ia terima sekitar 20 sampai 40 orang yang menderita karena neuropati ini.

Banyak sekali pekerjaan kita yang bisa berpotensi menimbulkan neuropati. Pekerja kantoran biasanya kena neuropati karena keranjingan mengetik. Ibu-ibu rumah tangga lebih sering lagi menderita neuropati, karena mereka memeras baju ketika sedang laundry dan mencuci pel dengan tangan. Buruh-buruh di sektor 3D juga rawan kena neuropati, lantaran disuruh mandornya mengoperasikan mesin dengan sikap tangan yang sama terus-menerus.

Memang ada sebagian lain penderita yang memang sudah berbakat kena neuropati. Terutama mereka yang menderita diabetes, makanya mereka disebut menderita neuropati diabetes. Atau pernah kena kecelakaan. Jika usianya sudah sepuh, biasanya karena memang stroke.

Bagaimana Sampai Terjadi Gejala Kesemutan dan Gejala Neuropati Lainnya

Di sekujur tubuh kita mengalir pembuluh-pembuluh serabut saraf seperti ruas jalan. Jalur pembuluh saraf ini paralel dengan jalur pembuluh darah, pembuluh limfe, dan tulang. Jalur pembuluh-pembuluh ini diapit oleh serabut otot-otot.

Yang merepotkan, dibandingkan limfe dan pembuluh darah, apalagi dibandingkan tulang dan otot, diameter serabut saraf ini paling kecil. Kalau tetangga-tetangganya sedang mengalami bengkak, alhasil saraf jadi tergencet karena dia memang paling kecil.

Pernah dengar kawan Anda cedera, kesakitan, dan mengeluh “Gw rasa saraf gw kejepit?”

Dia tidak lebay. Sebetulnya salah satu pembuluh darahnya atau ototnya membengkak, sehingga saraf yang paralel dengannya menjadi terjepit oleh pembengkakan itu.

Kalau kebetulan saraf yang kejepit adalah saraf di tangan atau kaki, perasaan penderitanya lebih variatif daripada sekedar nyeri. Dia bisa merasa seperti kaki sering kesemutan, atau terasa seperti kesetrum, atau kegelian, atau seperti terbakar, atau malah mati rasa. Dia tidak bisa memegang bolpen karena tangannya seperti tidak mau menggenggam. Dia tidak nyaman berjalan karena kakinya terasa seperti tertusuk-tusuk. Itulah neuropati.

Dan itu terjadi karena pembengkakan pada tetangga sekitar saraf pada tangan atau kaki yang terkena itu. Pembengkakannya sendiri bisa disebabkan macam-macam hal.

Pada orang yang terlalu sering mengetik, mereka mengetik dengan sikap tangan yang sama terus-menerus. Sikap ini menghambat darah di dalam pembuluh yang mengalir, sehingga daerah itu menjadi bengkak akibat darah yang menumpuk di sana. Daerah pembuluh yang membengkak ini akan menggencet saraf, sehingga saraf menjadi rusak, dan inilah yang disebut neuropati.

Penderitanya akan mati rasa di tangan, selama beberapa menit. Ketika ia mencoba menggerakkan tangannya, pembengkakan di dalamnya sedikit mengempes, sehingga saraf yang tergencet itu akan sedikit terbebaskan, dan ia bisa merasakan tangannya lagi. Tapi karena ia terus-menerus mengulang kebiasaan mengetik yang sama, maka pembengkakannya akan berulang lagi, lalu sarafnya tergencet lagi, dan ia akan sering mati rasa lagi. Begitu terus.

Hal yang sama juga terjadi pada penderita neuropati lain, yang mungkin tidak biasa mengetik, tetapi sama-sama biasa mem-bully tangan atau kakinya dengan kebiasaan yang monoton. Kebiasaan monoton ini biasa ditemukan pada mereka yang memang melakukan kegiatan rutin tertentu, misalnya memeras baju cucian atau mengulek bumbu (pada ibu rumah tangga), atau memakai sepatu hak tinggi (pada pekerja kantoran).

Orang-orang yang kena diabetes juga sering kena neuropati ini. Makanya, khusus untuk kasus mereka, keluhan mereka disebut neuropati diabetes. Pun terjadinya simpel saja, ketika gula darah mereka terlalu tinggi, glukosa ini akan merusak saraf juga.

Akibat Sering Kesemutan, Hidup Pun Terganggu

Penyebab kesemutan
Kaki sering kesemutan merupakan gejala neuropati yang dapat disembuhkan dengan bantuan suplemen vitamin B. Gambar diambil dari situs podiatri tentang neuropati perifer.

Saraf yang rusak jelas mengganggu ketenteraman hidup penderitanya sehari-hari. Siapa yang tahan kalau sebentar-sebentar terasa gejala kesemutan?

Teman saya, seorang fotografer, sering tidak pede hunting foto di lapangan karena dia sering merasa tangannya tahu-tahu kesetrum akibat neuropati. Padahal memotret butuh refleks. Dan untuk refleks itu, tangannya butuh bergerak lebih cepat daripada kecepatan berpikirnya.

Tetangga saya, pengusaha olahan kelapa, terpaksa kehilangan salah satu buruhnya karena si buruh sering mengeluh tidak enak badan. Pasalnya si buruh sering mengeluh tangannya tidak nyaman kalau memeras santan, sehingga merasa sungkan lantaran tidak bisa bekerja untuk memenuhi target santan bungkusan yang dipatok oleh bossnya.

Kawan saya, yang umurnya baru 32 tahun, kebetulan menderita diabetes semenjak remaja, sering merasa gejala kesemutan di tangan jika kebetulan glukosa darahnya sedang tinggi. Kesemutan itu datang kapan saja, entah saat dia sedang bekerja atau bahkan ketika dia sedang mandi. Neuropati diabetes ini bahkan sudah mengejar-ngejarnya sampai ke ranjang. Dia bahkan kesemutan ketika mau tidur, sehingga dia tidak bisa tidur semalaman.

Kawan saya lainnya, seorang wanita karier konsultan public relation, bingung bagaimana mau mempertahankan pekerjaannya, karena kebiasaan di kantornya, semua wanita memakai high heels. Padahal sudah setahun terakhir dia sering merasa kakinya seperti ditusuk-tusuk paku tiap kali pakai high heels, dan perasaan itu hilang kalau dia mengganti high heelsnya dengan wedges. Anehnya perasaan nyeri itu baru muncul setahun belakangan, padahal dia sudah biasa memakai high heels semenjak dia remaja.

Pasien-pasien saya yang sudah tua dan kena neuropati lebih banyak lagi. Paling repot kalau saraf yang rusak adalah saraf otonom. Kalau sampai saraf yang kena neuropati ialah saraf yang mengatur kandung kemih, penderitanya bisa jadi tukang ngompolan. Coba tebak, bagaimana kalau saraf yang rusak adalah saraf di organ seksual? Jangankan orgasme, bisa ereksi pun belum tentu. Kenapa orang-orang tua cenderung tidak berhubungan seks lagi? Karena saraf-saraf di alat intimnya sudah kena neuropati..

Menolong Neuropati

Sebetulnya ada banyak cara untuk menolong penderita neuropati, tergantung dari beratnya skala neuropati yang diderita.

  • Memperbaiki Penyebab Neuropati

Willy bilang dalam interview-nya dengan saya, bahwa acara memperbaiki saraf yang neuropati mesti didahului dulu dengan penyebab neuropati itu sendiri dulu.

Contoh, kalau memang penyebab kesemutan ini memang diabetes, maka diabetesnya mesti dikendalikan dulu, baru kita mengobati kesemutannya. Ketika glukosa darah menjadi normal lagi, saat itulah neuropati diabetes itu akan hilang sendiri.

Kalau memang penyebab neuropati ini ialah kebiasaan aktivitas yang berulangan (misalnya dalam kasus memeras cucian, mengetik, pakai sepatu high heels, dan sebagainya), penderita mesti cuti dulu dari kebiasaan ini. Sambil mengganti kebiasaannya dengan aktivitas lain yang kira-kira tidak mencederai saraf.

  • Memperbaiki Gaya Hidup yang Menyebabkan Neuropati

Pada kasus-kasus neuropati yang menyerang para pekerja kantoran penggemar acara ketik-mengetik, Willy sering menyarankan pasiennya untuk istirahat barang 5-10 menit setiap jam. Sambil latihan stretching pada pergelangan tangan. “Posisi monitor, keyboard, dan mouse, juga ada pengaruhnya lho,” katanya.

Saya sendiri memang pernah diberitahu bahwa posisi keyboard itu mesti setinggi siku, ketika kita sedang mengetik. Atau setidaknya keyboardnya lebih rendah sekitar 10 derajat ketimbang siku.

Kalau bisa, pakai mouse yang menggunakan bantalan, sebab memang lebih baik untuk melancarkan peredaran darah di tangan (dan akhirnya tidak akan sampai mengganggu saraf). Lha, mouse bantalan itu ternyata bukan sekedar untuk menjaga kestabilan mouse ketika sedang main game 😀

  • Senam Anti Neuropati

Gerakan senam yang dinamai Senam Neuromove ini sederhana saja, durasinya cuma 10 menit. Gerakannya diciptakan oleh Perdossi (organisasi dokter spesialis saraf Indonesia) dan Merck (produsen vitamin Neurobion) untuk membantu para penderita neuropati, supaya sarafnya lebih fit.

Contoh gerakannya bisa dilihat pada video senam NeuroMove berikut:

  • Bantuan Alat Medis

Sebagian penderita neuropati yang tidak bisa meninggalkan aktivitas monotonnya, akhirnya ditolong dengan menggunakan perban tertentu pada pergelangan tangannya. Perban ini berfungsi supaya posisi tangan tetap stabil ketika bekerja, tanpa sampai mengganggu saraf hingga menimbulkan gejala neuropati.

 

 

Suplemen untuk Neuropati

Suplemen ini berupa vitamin B untuk diminum oleh penderita neuropati. Fungsi vitamin untuk kesemutan ini ialah untuk membentuk selubung saraf, supaya saraf tidak sampai mudah terjepit hingga rusak. Salah satu merk vitamin B yang gampang ditemukan di supermarket ialah Neurobion.

 

Neuropati tidak bikin meninggal, tapi cukup untuk mengganggu kualitas hidup kita. Melawan penyakit saraf yang satu ini masih terhitung mudah, dengan cara-cara yang sederhana. Tanpa rasa kesemutan, rasa kegelian, rasa tertusuk, atau bahkan mati rasa, hidup akan terasa lebih nyaman dan bermakna. 🙂

P.S.

Bahan untuk tulisan ini diambil dari:

  • Interview dengan dr Willy Wijaya, SpS
  • Pengalaman saya pribadi dalam mengobati pasien neuropati

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

12 comments

  1. yelli says:

    Ternyata banyak juga kasus tentang penyakit ini ya!, coba dicegah saat dini dengan melaksanakan pola hidup sehat dan mengkonsumsi vitamin neuropati, pasti banyak yang terselamatkan dari neuropati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *