Emak-emak Blogger Siaran di Radio

Komunitas Emak-emak Blogger sebetulnya sudah cukup beken, tetapi masih ada sebagian orang belum tahu bahwa komunitas ini ada. Maka sebagian emak pun turun ke media untuk menjelaskan apa yang mereka kerjakan, sambil berharap orang-orang sadar bahwa para ibu bisa menuliskan hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak.
Diajak Siaran di Radio

Sore ini spesial, sebab saya dan @lipartic kebagian tugas dari kawan-kawan di komunitas kami, Emak-emak Blogger Surabaya, yang ditanggap untuk jadi bintang tamu (ceileee..bintang tamu nih yee..) dalam acara Radio Mercury FM Surabaya.

Radio Mercury FM adalah radio untuk orang-orang berumur 20-50 tahun di Surabaya, dan tiap hari Jumat sorenya punya show berjudul Lintas Komunitas yang tugasnya mengundang komunitas-komunitas di Surabaya untuk ngoceh tentang korps mereka. Pekan ini radio ini mengundang Emak-emak Blogger Surabaya untuk siaran di acara Lintas Komunitas ini, dan karena teman-teman pada sok sibuk alias tengsin-tengsin maka jadilah saya dan @lipartic yang pergi.

Acaranya cuman sejam aja semenjak jam 17.00, padahal saya tuh udah siap-siap semenjak jam 14.00. Sudah mandi, mandiin anak, dandanin anak, make up diri sendiri, pasang bulu mata palsu, membuat saya bingung sendiri, ini sebetulnya mau siaran radio atau mau manggung di tivi?

Dan seperti biasa, persiapan saya selalu berlebihan, karena ternyata pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penyiarnya ya pertanyaan standar aja padahal saya sudah siap diinterogasi kayak di Mata Najwa.

Emak-emak blogger di Radio Mercury
Saya dan Li Partic selaku representatif Emak-emak Blogger berpose dulu sebelum siaran.
Paling kanan adalah Retno Endah, penyiar Mercury FM.

Cerita berikut adalah hasil interview kami dengan Radio Mercury. Terima kasih buat blogger Fitria Syarifani (@syarifani89) yang sudah merekam siaran ini, sehingga saya bisa merekonstruksi siaran dan menceritakannya kembali. Enggak, saya nggak mau upload rekamannya di artikel ini soalnya suara saya jelek menuh-menuhin drive blog saya aja, hahahaha..

Tentang Komunitas Emak-emak Blogger Surabaya

Penyiarnya sempat tanya asal mula komunitas ini. Saya menjelaskan bahwa sebetulnya Emak-emak Blogger Surabaya merupakan cabang dari Emak-emak Blogger yang merupakan komunitas blogger level nasional yang anggotanya cewek-cewek. Sampai sekarang komunitas KEB sendiri sudah berumur lima tahun.

Emak-emak Blogger Surabaya bukan satu-satunya cabang. In fact, cabang-cabang Emak-emak Blogger tersebar di hampir semua pulau di Indonesia (eh, nanya dong, KEB ada di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur juga nggak sih?).

Komunitas Emak-emak Blogger Surabaya nggak cuman meliputi anggota di Surabaya. Ada juga anggota yang tinggal di Sidoarjo, Gresik, bahkan Madura (saya lupa nyebut Mojokerto, maaf ya, @WulanKenanga 😀). Ada sejumlah anggota Emak-emak Blogger yang juga tinggal di Malang.

Tentang Saya dan @LiPartic

Saya ngeblog sudah lama sekali. Saya menulis semenjak saya masih kecil, hingga sekarang. Sekitar tujuh tahun yang lalu saya pernah bikin buku tentang kehamilan kembar, terkait dengan latar belakang pendidikan saya. Kini dalam beberapa bulan terakhir tulisan saya di blog telah terkonsentrasi pada bidang travel, kuliner, investasi, dan medis.

Adapun @lipartic ngeblog semenjak tahun 2007 ketika masih kuliah. Li sudah membuat tiga buku, antara lain Jilbab bukan Jilboobs terbitan Gramedia (tahun 2014), Perisai Segala Penyakit terbitan Elex Media Komputindo, dan Komunikasi Penjualan Kreatif tentang Branding yang merupakan proyek buku Pemerintah. Blog milik Li sekarang banyak membahas niche lifestyle.

Emak-emak BloggerKenapa Tertarik pada Komunitas Emak-emak Blogger?

Ada banyak komunitas blogger di Indonesia, tetapi saya menilai bahwa komunitas Emak-emak Blogger merupakan salah satu komunitas yang terbesar.

Namun highlight paling terang yang saya lihat dari KEB adalah bahwa anggotanya seringkali saling bertukar ilmu tentang blogging. Ilmu itu bisa disampaikan baik melalui chatting sehari-hari, atau secara sistematis melalui workshop Arisan Ilmu yang diadakan secara berkala. Dan bertukar ilmu itulah yang kasih value lebih kepada anggotanya.

@lipartic sempat cerita, dulu ketika awal dia punya blog, blognya sepi pengunjung dan jarang ada yang berkomentar. Kemudian dia bergabung dengan KEB melalui Facebook, lalu belajar tentang cara memperoleh banyak pengunjung.

Penyiarnya terdengar tertarik dengan Arisan Ilmu oleh Komunitas Emak-emak Blogger ini. Sebab biasanya ibu-ibu kan senengnya arisan duit atau arisan panci, ini kenapa jadi arisan ilmu?

Saya pun ditodong cerita, lalu saya menjelaskan bahwa dalam Arisan Ilmu ini anggota-anggotanya berkumpul dalam sebuah ruangan, lalu salah satu anggotanya ditanggap maju dan menyampaikan kuliah sepanjang 20-30 menit. Setelah kuliah singkat itu, teman-temannya pun bergiliran bertanya.

Topik dalam Arisan Ilmu sudah ditentukan jauh-jauh hari, dan sudah dirembuk bersama anggota-anggotanya. Di Surabaya, sempat beberapa kali pilihan tema digulirkan. Pernah ada yang minta tema cara dandan. Ada juga yang pernah ngusulin tema cara investasi (bukan saya lho ya yang minta). Ada juga yang pernah sarankan tema cara bikin blog supaya menghasilkan uang.

Setelah berjalan beberapa kali Arisan Ilmu, pekan depan tanggal 16 April akan ada Arisan Ilmu babak berikutnya, dengan topik Cara Travelling dengan Hemat.

Apa yang Ditulis oleh Emak-emak Blogger Ini?

Macam-macam. Menurut @lipartic, saat ini kebanyakan emak blogger menulis tentang lifestyle, termasuk dirinya sendiri. Saya pun mengiyakan demikian, tetapi saya menambahkan bahwa saat ini sebagian besar perempuan senang membicarakan keluarganya sendiri. Topik yang paling sering dibahas adalah cara mengasuh anak dan berhubungan dengan suami. Intinya tema yang berurusan dengan tanggung jawab merawat keluarga.

Tetapi survey kecil-kecilan saya juga menemukan bahwa ada sekitar 4% blogger di KEB ini senang menulis khusus tentang travel saja. Ada juga yang bergerak hanya di niche-niche tertentu, misalnya niche investasi, niche buku, niche hobi, dan lain-lain.

Penyiarnya sempat bertanya apakah ada blogger di KEB yang senang ngomong hal-hal berat, misalnya tentang politik. Saya dan @lipartic sama-sama belum pernah ketemu blogger politik cewek (kalau blogger politik cowok sih banyak). Saya sendiri, sekitar tujuh tahun yang lalu masih senang nulis artikel tentang politik di blog, tetapi sudah beberapa tahun terakhir minat saya terkonsentrasi pada bidang yang lain.

Apakah Semua Blogger Itu Eksis?

Lalu penyiarnya juga bertanya, apakah ada blogger yang blognya masih sepi pengunjung. @lipartic dan saya sama-sama ketawa, tentu saja masih banyak blogger yang blognya masih sepi.

Kemudian saya bercerita tentang sebab-sebab kenapa suatu blog bisa sepi.

  1. Blog sepi karena isi blognya memang hanya menarik untuk penulisnya sendiri, tetapi tidak menarik untuk orang lain.
  2. Blog sepi meskipun isi tulisannya bagus, karena blog itu tidak dipromosikan. Kalau seorang blogger ingin blognya dikunjungi orang lain, dia harus berani bilang kepada dunia bahwa dia punya blog.
  3. Blog sepi karena secara teknis blognya memang sulit diakses. Misalnya karena loading-nya lelet. Kalau suatu situs ingin mudah diakses pengunjungnya, situs itu harus bisa dibuka dalam tempo empat detik atau pengunjungnya akan minggat.

Tidak semua anggota dalam KEB itu produktif. Saya sendiri menulis artikel baru sekitar seminggu sekali, sehinga dalam sebulan bisa hanya terjadi empat artikel. Tetapi itu bukan masalah buat saya, karena saya lebih concern menambah jumlah pageview pada blog saya. Jumlah pageview menentukan keberhasilan iklan yang saya pasang di blog, dan iklan itulah yang memberi saya penghasilan.

@lipartic malah cuma menulis artikel baru kalau ada job review atau sedang ikut lomba. Pasalnya, dia sendiri sibuk mengurus bisnis ASI booster tea-nya.

Meskipun demikian, ada juga beberapa anggota KEB yang rajin posting satu artikel setiap hari.

Penyiarnya juga bertanya, apakah KEB merasa tersaingi dengan banyaknya vlogger-vlogger yang sekarang makin marak di YouTube. Kami pun jawab bahwa selain menjadi blogger, kami juga sekaligus vlogger, hahahahah.. Blog dan vlog itu sebetulnya saling melengkapi. Memasang video bikinan sendiri dalam blog kami malah memperpanjang durasi kunjungan penonton, sehingga malah berefek bagus bagi blog kami.

Vicky Laurentina siaran radio
Saya lagi siaran radio, tapi nggak bisa terima titip-titip salam ya.. hahahaha..
Bagaimana Audiens Bisa Berkontribusi terhadap Blog

Menurut saya, setiap orang, termasuk ibu-ibu, punya kelebihan berupa ilmu pengetahuan yang bisa dibagikan kepada orang lain. Pengetahuan itu bisa berupa hal-hal sederhana, misalnya cara mengasuh anak, cara membuat anak mau makan, atau cara mengulek bumbu dengan cepat, pokoknya hal-hal simpel yang padahal tidak semua orang bisa menguasainya.

Alangkah baiknya kalau perempuan-perempuan ini membagikan pengetahuan sederhananya itu melalui blog. Sebab manfaatnya banyak: mendapat pahala karena berbagi pengetahuan, menambah value diri sendiri karena memberikan manfaat kepada orang lain, dan menjadi sumber penghasilan. Karena kalau blog kita bermanfaat, banyak orang akan datang berkunjung. Banyak pengunjung itu akan membuat blog kita menjadi media yang bisa dimanfaatkan untuk dipasangi iklan. Kalau ada orang berani pasang iklan di blog kita, kita berhak untuk dibayar.

Pendengar Mercury FM yang ingin bergabung menjadi anggota Emak-emak Blogger boleh join. Asalkan punya blog, dan menghubungi Emak-emak Blogger melalui social media di Twitter maupun Facebook.


Siaran ini menyenangkan karena memberi saya dan @lipartic kesempatan untuk memperkenalkan kembali komunitas Emak-emak Blogger kepada publik. Saya jadi dapat insight bahwa perempuan yang sudah punya anak seringkali masih dipandang sebelah mata lantaran (hanya) mengurus rumah dan keluarga. Membuktikan bahwa para ibu ini bisa menulis dan memberikan pengetahuan kepada orang lain, telah memberikan value lebih bagi ibu-ibu ini.

Saya berharap bisa lebih banyak lagi dapat kesempatan untuk bicara tentang manfaat menulis blog kepada orang banyak, dan saya siap ditanya-tanyai banyak orang soal itu.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

21 comments

  1. wah keren banget. suka suka dengan tulisan ini. semoga kedepannya bisa intens gabung dengan para emak yang di surabya. selalu terpesona dengan kalian. betah banget nongkrong lama di blog mbk vicky beberapa hari ini. 🙂

  2. Syarifani says:

    Harusnya mba Li Partic promosi bisnisnya juga kemarin..Hihii..
    Semoga kedepannya KEB sering diundang media lain yaa..
    Mba Vic, nama saya sama nama mba Li Partic bisa tolong di link back ke blog kita masing2..Makasih banyak yaa

  3. Jadi, siap-siap untuk ditanyai lebih banyak orang tentang blogging for emaks ya, Mbak. Siapa tau juga bisa diwawancara oleh Mata Najwa.
    Siapin bulu mata yg lebih cetar tentunya 😀

  4. Salute.., memang “tulisan yang paling pudar pasti lebih baik daripada ingatan yg tajam”. ^.^

    Percayalah.., kl tdk ada “rekam jejak” siaran ini.., hanya secuil yg aku ingat.., ketawa renyah nya мϐä Vicky yg paling nyantol :))

    ·♡ τнäиκ чöü ·♡ мϐä. – Barokallah

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Yaa..makasih ya Mbak Mita, sudah kasih jalan buat KEB Surabaya untuk on air kesekian kalinya di radio.
      Semoga ini membersihkan citra ibu-ibu yang stigmanya cuma beres-beres rumah doang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *