Takaful Plus Passive Income a la Asuransi Syariah Prudential

Ada berapa jumlah perusahaan asuransi yang terpercaya di Indonesia? Banyak.

Tapi berapa banyak perusahaan asuransi yang sungguhan mengusung nilai syariah di Indonesia? Err..bisa dihitung dengan jari.

Prudential Syariah, Pemain Senior Asuransi Syariah

Prudential, perusahaan asuransi yang satu ini sudah jadi raksasa asuransi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan kinerjanya di Indonesia yang sudah mencapai durasi 20 tahun lebih, Anda pasti gampang menemukan 1-2 agen Prudential di antara tetangga rumah Anda.

Prudential juga merupakan salah satu provider paling berpengalaman, dan mungkin merupakan salah satu asuransi terbaik di Indonesia yang cukup mumpuni dalam urusan asuransi syariah. Tahun ini, divisi asuransi syariah Prudential yang bernama Prudential Syariah, sudah confirm berumur 10 tahun (kompetitornya belum setua itu).

Aset yang sudah dimiliki Prudential Syariah dalam usia ini bahkan sudah mencapai Rp 3,4 trilyun.  Sementara dana tabarru brutonya sudah sampai Rp 2,2 trilyun. (Dana tabarru itu apa? Baca aja terus artikel ini.)

Malah dalam tempo 10 tahun ini, Prudential Syariah sudah menggaet macam-macam penghargaan. Sebut saja Asuransi Syariah Terbaik versi majalah Investor. Belum lagi macam-macam award lainnya, antara lain sebagai Asuransi Jiwa Islami Terbaik, Investasi Paling Menguntungkan, hingga Asuransi yang Paling Ekspansif versi Karim Consulting. (Karim Consulting adalah biro konsultasi keuangan dan ekonomi Islami yang cukup bonafid di Indonesia).

Asuransi Syariah Itu Apa?

Anda mungkin bertanya-tanya lantaran ragu tentang asuransi, bagaimana asuransi yang jualan risiko bisa menjadi asuransi yang syariah?

Sejalan dengan Nilai Syariah

Let’s see, dalam asuransi konvensional biasanya dana para nasabah dihimpun oleh perusahaan dan diinvestasikan untuk menghasilkan profit. Maksudnya tentu supaya bisa dipakai untuk membayarkan manfaat asuransi bagi nasabahnya.

Tetapi dalam asuransi syariah, biarpun sama-sama menghimpun dana para nasabah dan menginvestasikannya, perusahaan asuransi bekerja dengan menginvestasikan dana nasabah pada usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan nilai syariah.

(Contoh usaha yang bertentangan dengan nilai syariah itu, misalnya bank yang mewajibkan nasabahnya membayar bunga. Atau usaha rokok. Atau rumah judi. Atau perusahaan yang kebanyakan utangnya ketimbang asetnya. You name it.)

Dengan prinsip usaha yang tetap syariah ini, nasabah juga lebih happy karena mereka tahu bahwa manfaat yang mereka peroleh nanti bukan berasal dari usaha-usaha yang haram.

Profit Bagi Hasil

Isu yang asyik juga buat di-highlighted tentang asuransi syariah ini, adalah nasabah ikut menikmati hasil pengelolaan dana yang sudah mereka bayar.

Coba ingat, kalau di asuransi reguler, nasabah membayar premi. Perusahaan mengumpulkan premi menjadi dana. Lalu perusahaan mengelola dana ini sehingga menjadi profit. Nanti sebagian profit dipakai untuk membayar manfaat kepada nasabah, sedangkan sebagian lagi diambil sendiri oleh perusahaan. Berapa pun besarnya nilai profit dari hasil kelolaan dana, nilai manfaat asuransi yang diperoleh nasabah akan tetap flat alias segitu-segitu aja sesuai kontrak polis.

Tetapi di asuransi syariah, nggak begitu. Pada asuransi syariah, nasabah sama-sama mengumpulkan premi. Dana premi dikelola perusahaan supaya menjadi profit. Nanti, profit ini selain sebagian digunakan untuk membayar manfaat asuransi kepada nasabah, juga sisanya akan masuk menjadi surplus yang akan dibagi-bagikan kepada nasabah lagi (dan juga dibagikan kepada perusahaan).

Karena surplus ini dibagi-bagikan kepada nasabah maupun perusahaan, maka istilahnya disebut surplus sharing. Nilai total surplus sharing ini sebesar 70% dari profit hasil pengelolaan preminya (karena 30% profit sisanya menjadi dana kas cadangan tabarru untuk dikelola pada tahun berikutnya).

Dari surplus sharing sebesar 70% profit ini, akan dipecah menjadi keuntungan untuk diberikan kepada nasabah maupun perusahaan. Hanya sebanyak 20% dana surplus sharing yang dibagikan kepada perusahaan. Sedangkan sisa 80%-nya, ya dibagi-bagikan kepada nasabah dong.

Jadi kesimpulannya, semakin moncer kinerja investasi dari sang perusahaan asuransi syariah, semakin gede juga profit yang ditelan oleh nasabahnya. Ini adalah kesempatan ketika nasabah nggak cuman terlindungi ketika dapat musibah, tetapi juga dapat penghasilan pasif sepanjang waktu. Manfaat asuransi terasa banget optimalnya di sini.

Takaful Asuransi Syariah

Asuransi syariah juga unik gegara mengandung prinsip saling menolong alias takaful dalam akadnya.

Jadi begini, memang ada dua macam akad dalam asuransi syariah yang mesti diteken oleh nasabahnya, yaitu akad tijarah (mudharabah) dan akad tabarru (hibah).

Akad tijarah sudah kita kenal dalam asuransi umumnya, yaitu akad antara pengelola dana dan pemegang polis. Pengelola dananya ialah perusahaan asuransi, sedangkan pemegang polis adalah nasabahnya.

Akad satunya, yakni akad tabarru itu yang penting. Akad tabarru adalah akad antara sesama nasabah asuransi itu sendiri. Dalam akad ini, nasabah menghibahkan sumbangan dalam bentuk dana (yang nantinya disebut dana tabarru). Dana tabarru ini nanti akan digunakan untuk menolong nasabah lain yang terkena musibah. Pengelolaan dana tabarru ini dilakukan sesuai prinsip syariah, dan proses pengelolaannya dikontrol oleh Dewan Pengawas Syariah.

Jadi, orang ikut asuransi syariah itu dapat manfaat asuransi bertubi-tubi; selain proteksi untuk dirinya sendiri, dapat penghasilan pasif juga, dan sekaligus menolong kawannya sendiri.

Inovasi Bernama PRUprime Healthcare Syariah

Dengan usia yang genap 10 tahun pada tahun ini, angka cantik usia ini langsung disambar Prudential Syariah untuk merilis produk asuransi kesehatan syariah mereka yang didapuk dengan nama PRUprime Healthcare Syariah.

 

PRUprime Healthcare Syariah ini merupakan asuransi tambahan untuk nasabah Prudential yang sudah beli polis produk Prudential sebelumnya. Ada banyak banget manfaat asuransi yang terasa kalau punya polis PRUprime Healthcare Syariah ini:

  1. Dapat perlindungan kesehatan di hampir seluruh dunia (global coverage)
  2. Dibayari rawat inap dan rawat jalan kalau jatuh sakit.
  3. Dapat pertolongan santunan jika ketularan HIV atau bahkan kalau sudah menjadi AIDS

Oke, yang saya tulis di atas itu terlampau mainstream.

Tapi coba lihat hal ajib berikut kalau punya polis produk asuransi syariah yang satu ini:

  1. Ada fasilitas PRUprime Saver. Cocok buat nasabah yang ogah bayar premi terlalu mahal. Nasabah bisa bayar rawat inap sendiri saja, jadi biaya asuransi yang didapat pun juga jadi lebih murah.
  2. Ada feature PRUprime Limit Booster. Cocok buat nasabah yang kepingin memperbesar uang pertanggungan dan tidak kepingin gaya rawat inap yang terlalu mewah. Misalnya nasabah ingin menempati kamar rawat inap yang lebih rendah daripada plan miliknya. Selisih harga yang ia peroleh bisa dipakai untuk meningkatkan nilai Batas Manfaat Tahunan yang dia peroleh. Pendek kata, kalau mau dapat imberse asuransi lebih banyak, ambil saja jatah kamar yang lebih murah.
  3. No claim bonus. Nilai Manfaat Tahunan naik 10% tiap tahun, asalkan tidak ada klaim polis selama setahun itu. Cocok dengan inflasi biaya kesehatan di Indonesia yang saban tahunnya naik 10%.
  4. Kalau nasabahnya meninggal, keluarganya akan mendapatk santunan dana marhamah.

Apakah Anda ingat ada asuransi kesehatan syariah lain yang kasih value seabrek kayak begini?

Launching PRUprime Healthcare Syariah di Surabaya

Makanya minggu lalu, 16 Mei 2017, Prudential Syariah pun meresmikan produk PRUprime Healthcare Syariah ini dalam sebuah konferensi pers di Surabaya. Di acara yang digelar di Pakuwon Center dan didatangi blogger dan wartawan ini, beberapa pejabat Prudential Syariah turun menjelaskan tentang produk asuransi syariah teranyar besutan Prudential ini.

Katanya Nini Sumohandoyo (Corporate Marketing, COmmunications and Sharia Director Prudential Indonesia), Prudential Indonesia berusaha mengerti karakter publik Indonesia. Karakter yang dimaksudnya adalah rakyat Indonesia kepingin proteksi yang berdasarkan prinsip dan nilai-nilai universal syariah. Prinsip syariah kan memang bisa diterima oleh semua orang dari pemeluk agama apapun, bukan cuma untuk pemeluk agama Islam doang.

Paradikma Subawa (Product Planning and Development of Prudential Indonesia), juga menjelaskan bagaimana PRUprime Healthcare Syariah ini bisa dipakai nasabah supaya nasabah boleh mengurus perawatan kesehatannya ini tanpa mesti lagi mikirin keluar uang tunai. Tinggal menunjukkan kartu PRUprime Healthcare Syariah-nya ke petugas rumah sakit, nasabah bisa langsung dapat fasilitas perawatan di rumah sakit itu. Dan ini berlaku di banyak rumah sakit di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.


Mendirikan bisnis keuangan yang murni berlandaskan syariah di Indonesia butuh pengalaman yang mumpuni. Tantangannya lebih besar lagi pada industri asuransi, karena nilai syariah tidak boleh menjadikan risiko sebagai komoditas.

PRUprime Healthcare Syariah menjadi inovasi teranyar Prudential Syariah untuk membangun produk yang bukan semata-mata jualan risiko. Tetapi juga memberi value bagi kualitas muamalah dan kesejahteraan nasabahnya, sesuai dengan tag-nya yang diusung: Anda Layak Dapat Lebih. Dan ini pas dengan hasil perjuangan Prudential Syariah yang sudah malang-melintang selama 10 tahun  menjadi perusahaan asuransi syariah terpercaya di Indonesia.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

7 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *