Salam Manis dari Penggila Teh

Tempat minum yang jualan kopi sih sudah banyak di mana-mana, tapi baru kali ini saya nemu tempat minum khusus jualan minuman teh yang bikin konsumennya betah berjam-jam di situ. Dan alasan betahnya adalah.. karena tempatnya sepi.
Pecinta Teh yang Eksklusif

Orang yang spesifik senang minuman teh adalah tipe orang yang rada-rada sophisticated. Mereka cenderung classy, punya selera yang eksklusif dan agak sulit dibandingkan dengan penggemar kopi. Mereka cenderung tenang dan senang bersenang-senang sendiri, atau maksimal bersenang-senang bareng sesama penggemar teh juga.

Bahkan kalaupun lagi gaul minum teh pun mereka cenderung nggak berisik. Pendek kata, yaah..lebih anggun lah ketimbang peminum kopi.

Makanya di Inggris ada budaya yang istilahnya adalah high tea. Spesial jamuan khusus untuk minum teh sembari duduk mengobrol tentang topik yang manis-manis (bukan bicara tentang pertandingan sepak bola, apalagi bicara tentang hoax anti vaksin). Nggak ada itu istilahnya high coffee, apalagi high beer. Sedemikian tingginya kasta teh itu.

Di Surabaya, masih sedikit tempat minum yang serius menggarap minuman teh herbal sebagai jualan utamanya. Teh yang digarap serius masih dijual bersanding dengan kopi di kafe-kafe, sehingga pengunjung yang dateng akan disuruh memilih mau pesan teh atau minum kopi (dan mereka yang pesan teh biasanya adalah orang-orang yang nggak berselera minum kopi, tapi sekedar ngafe di situ untuk alasan lifestyle). Parahnya lagi, teh paling laris malah dijual di restoran yang jual makanan pedas (es teh manis jumbo ya, Mbak!). Jadi nampak nyata kalau bisnis minuman teh cuma sekedar menghasilkan ornamen, bukan menjual hero product.

Heracate Tea Room and Boutique

Dan kesempatan itulah yang dilirik Heracate (@heracate).

Saya bahkan ragu-ragu menyebut tempat yang baru berdiri delapan bulan lalu ini sebagai kafe, karena nyata-nyatanya kata kafe lebih cocok untuk kedai yang serius menggarap kopi. Kalau dibilang restoran pun rasanya nanggung, meskipun mereka jualan makanan juga. Pemiliknya, Sally Hartono, dengan gagah berani menyebut tempat minumnya sebagai tea room.

Heracate Tea Room merupakan tempat minum teh yang jualan minuman teh herbal untuk menyasar konsumen yang memang mengincar minuman kesehatan. Semula Heracate jualan teh untuk kesehatan dalam bentuk eceran kemasan besar untuk diseduh dalam pot dan konsumennya tinggal bawa pulang ke rumah. Konsumennya bisa menyimpan tehnya di rumah kira-kira sampai masa kadaluwarsanya, yaitu dua tahun.

Tapi kemudian Sally mulai melirik untuk buka tempat minum sekalian buat menampung orang-orang yang kepingin menikmati minuman teh sambil duduk-duduk dengan suasana tenang.

Konsumennya biasanya datang mengincar minuman teh herbal di Heracate karena punya problem kesehatan. Ada yang dateng dengan keluhan nggak bisa tidur. Ada juga yang punya keluhan kepingin langsing. Ada juga yang lemes kurang bergairah. Dan lain-lain.

Teh untuk kesehatan yang dijual di Heracate ini diimpor langsung dari perkebunan teh di Victoria, Aussie sana. Tehnya berasal dari daun teh yang diimpor Sally, dan merupakan teh kualitas whole leaf tea, alias grade 1. Daun teh yang beginian ini kalau di-brewed, nggak akan hancur.

Beda lho daun teh kualitas grade 1, dengan daun teh kualitas grade 2, apalagi kualitas grade 3. Kalau daun teh kualitas grade 2 itu, alias broken-leaf tea, daunnya di-brewed mungkin hancur sebagian. Daun kualitas grade 3 lebih parah lagi, di-brewed langsung ambyar. Justru daun kualitas grade 3 ini sering dijual dalam bentuk kemasan kantong teh dan sering dipakai di kafe-kafe.

Bisa ditebak, daun kualitas grade 3 ini yang paling murah, sementara daun kualitas grade 1 yang paling mahal. Kebetulan, yang dijual di Heracate adalah daun teh kualitas grade 1.

Pilihan Minuman Teh yang Tergantung Request Konsumennya

Biarpun ada 17 macam minuman teh blending di tempat minum teh ini, tapi nggak ada yang jadi best seller. Setiap menu punya jodoh pembelinya sendiri-sendiri.

Basic-nya, minuman teh di sini dijual dalam beragam kualitas fermentasi, antara lain teh hitam, teh oolong, dan teh hijau. Tehnya kemudian dicampur dengan macam-macam essence sesuai kebutuhan pembelinya yang minta minuman kesehatan.

Ambil contoh, kalau pengunjungnya mengeluh kena insomnia dan kepingin bisa tidur, timnya Heracate menyarankan kasih minuman teh sleepy bear. Menu ini dibikin dari teh chamomile dicampur sweet lemonbalm, semak merak, akar valerian, kayu manis, dan lemon.

Kalau lagi pergantian musim dan kita merasa jadi gampang kena pilek, kita bisa coba menu teh immune defense. Tehnya merupakan hasil blending antara teh ginseng Siberia dengan kembang Echinacea, spearmint, buah mawar (bukan bunganya lho ya), kembang sepatu, jahe, dan daun serai.

Ada juga teh weight-loss cinnapple, yang dari namanya aja udah bisa ditebak kalau teh ini merupakan fusion antara apel dan kayu manis. Selain bisa jadi minuman teh untuk diet lantaran bisa nurunin berat badan, teh ini juga bisa untuk melawan virus dan mengendalikan kadar gula darah.

Yang menarik, ada juga teh untuk cewek-cewek yang sudah mulai kehilangan libido, yaitu teh womanizer. Teh herbal ini untuk mereka yang punya gejala-gejala mau menopause, tapi bisa juga kok diminum oleh cowok. Tehnya sendiri dicampur dengan black cohosh, ginseng dong quai, akar manis, ginseng India, St. John’s Wort, bunga red cloverspearmint, peppermint, lemon verbena, putik lavender, kelopak mawar, dan kembang sepatu.

Teh Afternoon Sunbeams

Saya dapet kesempatan ngincipi teh afternoon sunbeams. Teh herbal ini berupa oolong tea yang dicampur dengan semak merak, berry liar, kacang vanila, kelopak mawar, dan bunga calendula.

Tehnya disajikan dalam sebuah pot yang berkapasitas cukup untuk dua orang. Di Heracate ini, pot tehnya boleh diisi ulang sampai dua kali. Pas lah untuk orang yang kepingin berlama-lama di sana hanya untuk minum teh.

Heracate juga lucu waktu menghidangkan tehnya kepada saya. Waiter datang membawa sepoci teh herbal warna oranye plus dua cangkir kosong. Plus sebuah jam pasir. Jam pasir ini untuk menentukan berapa lama tehnya diseduh. Kalau jam pasirnya sudah terisi satu kali, berarti tehnya sudah siap diminum. Kalau jam pasirnya sudah terisi dua kali, berarti tehnya makin pekat. Saya yang nggak pernah praktek fisika dengan jam pasir, nyaris ketawa ngeliatnya.

Minuman teh oolong
Afternoon sunbeams disajikan bareng kurma.
Sepoci minuman teh oolong yang dicampur dengan semak merak dan vanila.
Perhatikan jam pasir berwarna pink di depannya pertanda teh siap diminum.
Pasta Sehat yang Ditumis dengan Minyak Canola

Heracate juga sediain makanan. Macem-macemlah menunya, mulai dari pasta, nachos, sampai salmon bakar dan bebek panggang. Karena tempat minum teh ini punya idealisme kepingin mendukung konsumen yang peduli kesehatan, mereka nggoreng makanan yang mereka jual dengan minyak canola.

Saya pun nyicipin honey and oat dory.

Ikan dori fillet
Dari namanya aja udah bisa ditebak kalau ini ikan dori fillet yang dibalut oatmeal terus digoreng. 
Disajikan bareng kentang french fries yang bumbunya merupakan campuran antara serpihan bawang putih yang asin sekaligus spicy.
Plus saos madu yang dicampur dengan mustar, alhasil rasanya jadi strong banget.

 

Berada di tempat minum teh Heracate
Saya siap makan ikan dori di tempat minum teh Heracate.
Eh eh..tulisan Heracate-nya terbalik kalau pakai kamera selfie, hahahaha..

Dorinya enak, menurut saya. Menurut Fidel juga. Dos-q sampai nunjuk-nunjuk dorinya buat minta saya suapin. Saya mencoba mengakalinya dengan kasih balutan tepung oatmeal-nya doang, dia nggak mau. Berulang-ulang dia minta disuapin dori sampai saya merasa seharusnya saya pesan dua porsi. Haiyaaa..

Es Krim Emas

Untuk pelanggan yang nggak mau makan berat-berat, dateng ke rumah teh ini cuman buat wifian sembari kongkow-kongkow, bisa pesan dessert doang. Heracate sedia macem-macem dessert yang enak-enak juga.

Saya dibikinin oleh waiter-nya es krim dengan topping dari emas. Whoaa..pengalaman yang menyenangkan. Es krimnya sendiri enak kok, nggak berasa seperti menyeruput batu.

Es krim emas
Es krim emas ini malah justru jadi menu favorit saya di Heracate.
Es krim cokelat dengan topping emas food grade 24 karat, dimakan menggunakan sendok emas 18 karat.
Disajikan di atas cornflakes.
Ambience

Heracate merupakan sebuah tempat minum teh dengan interior a la Yunani yang ditebari meja-meja makan yang cantik dengan kapasitas sekitar 60-70 orang. Sofanya empuk buat tidur-tiduran, bkin pengunjungnya betah nongkrong seharian. Ketika saya lagi duduk-duduk menyeruput teh di sana, seorang bapak dateng dan duduk di meja pojok ruangan. Tanpa basa-basi dos-q langsung duduk di sana menunggu teh herbal pesanannya datang. Sally bilang kepada saya bahwa itu pelanggannya, sudah biasa duduk di ruangan itu dan selalu pesan teh yang sama.

Memang tidak banyak pengunjung yang datang, tetapi justru itu suasana yang dicari oleh pelanggannya yang tetap. Beberapa pelanggannya bahkan bisa nongkong di sanaa sampai 4 jam. Ketika semakin hari tinggi pengunjungnya makin ramai, dia malah protes ke waiter-nya kenapa tempat itu jadi ramai, dan dia langsung cabut. Jadi pelanggan Heracate itu cuma senang nongkrong di sana kalau tempatnya sepi 😀

Kenapa teh? Sally bilang kepada saya bahwa aslinya dia punya kelainan asam lambung, sehingga dia sulit mengonsumsi kopi. Dia merasa lebih nyaman dengan minum teh, terutama teh chamomile, dan dia melihat bayak orang seperti dia yang juga susah beradaptasi dengan kopi dan lebih suka teh. Dia ogah bersaing dengan Starbucks dan Excelso untuk bikin tempat minum yang bisa nongkrong-nongkrong, karena itu dia memilih sendiri untuk buka bisnis minuman teh. Dan jadilah Heracate.

Lokasi

Tempat minum teh herbal premium ini berada di lantai dasar mall Marvell City, Surabaya. Anda bisa dapet jalan ke sana di peta yang saya sematkan di bawah ini 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

8 comments

  1. Fakhruddin says:

    Wah teh aja banyak banget cara penyajiannya bahkan bisa dibikin obat2an sesuai keluhan pelanggan 🙂 tempatnya di Surabaya lagi nggak jauh2 dari rumah.

  2. Helma Vania says:

    Penyajian teh nya menarik sekali, ngga heran kalo bisa ngabisin waktu lama disana ya. Menarik.. Penasaran jg sama es krim gold nya, masih jarang yg punya gt..

  3. Ria AS says:

    Aku pernah tanya ke temanku food blogger apa di malang ada tempat yang khusus menyediakan menu teh karena aku lebih suka minum teh daripada kopi. Kata dia belum ada sih. Aku pernah baca kalo ada tea house di bandung. Baru tahu kalo di surabaya ada tea house juga. Kapan-kapan kalo ke surabaya wajib mampir kesini nih !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *