Buah Aja Pilih-pilih

Memilih buah bukan cuman sekedar selera. Tahu nggak, gimana cara milih buah yang bebas pestisida sekaligus bikin rakyat lokal jadi maju?
Buah yang Bikin Badan Lebih Sehat

Suatu hari, saya lagi menghadiri sebuah acara pesta sarapan dengan keluarga besar. Saya masuk dan menyalami semua tamu di sana, lalu saya mengantre ambil makan di meja hidangan. Nggak seperti tamu-tamu lain yang cenderung ngambil nasi dulu, saya malah ambil fruit platter dulu, lalu langsung duduk di pinggir meja makan.

Apakah buah itu makanan pembuka atau makanan penutup?
Apakah buah itu makanan pembuka atau makanan penutup?

Seorang tante menegor saya, kenapa saya nggak ambil nasi dulu. Saya ini sudah langsing, ngapain pakai diet segala?

Lalu saya jawab, “Nanti (saya) ambil nasinya. Sekarang saya mau makan semangka dulu.”

Semenjak saya intensif belajar tata krama makan, dan ngerti bahwa buah sebetulnya adalah makanan pembuka, maka saya cenderung ngambil buah dulu sebelum makan main course. Belakangan kebiasaan itu tidak saja bikin saya jadi mirip baratoid (alias punya kebiasaan makan mirip orang Barat), tetapi juga ternyata jadi terus-terusan lebih langsing.

Buah rata-rata mengandung gula cukup banyak. Ketika kita makan buah dulu sebelum makan nasi, otak kita akan lebih cepat mengirim sinyal bahwa kita sudah kenyang. Akibatnya, setelah memakan buah, kemudian lanjut makan nasi, kita cenderung cuma makan nasi secukupnya dan tidak terdorong untuk nambah porsi nasi.

Bandingkan dengan kalau kita makan nasi dulu, baru kita makan buah. Setelah menghabiskan seporsi nasi, mungkin kita akan tergoda untuk nambah nasi lagi, apalagi kalau masih ada sisa lauk di piring kita. Buahnya akan kita jadikan prioritas terakhir untuk dimakan, kalau masih ada sisa space di perut kita, bukan begitu?

Padahal, buah itu mestinya selalu ada di dalam menu kita, dan mestinya jadi prioritas wajib. Bukan sebagai dessert, atau sebagai suplemen alias pelengkap yang hanya dimakan kalau masih ada sisa space.

Kenapa?

Jansen Ongko, dietician dari PT Sewu Segar Utama, menceritakan manfaat buah-buahan bagi kesehatan kepada saya bulan lalu dalam sebuah acara selenggaraan perusahaan agribisnis itu.

  1. Buah adalah sumber potensial kalau kita ingin dapat antioksidan.
  2. Kalau Anda seperti saya yang beberapa tahun lagi masuk ke usia angka 40 tahun dan sudah mulai mesti mengendalikan diri terhadap kolesterol, buah punya peran gede untuk bikin kolesterol jadi stabil.
  3. Buah bikin badan kita jadi lebih kuat menghadapi berbagai macam kuman penyebab penyakit.
Ibu-ibu Indonesia yang Segan Beli Buah

Malam itu, saya sempat ngobrol dengan Luthfiany Azwawie (@ayufiany), manajer markomnya Sewu Segar. Kami ngerumpi tentang banyak hal, soal kenapa ada perusahaan agribisnis yang mau keukeuh sureukeuh ngontrol produksi buah-buahannya mulai dari cara penanamannya, pengepakannya, sampai pengantarannya yang dijaga ketat ke supermarket-supermarket di Surabaya.

Dan salah satu hal menarik obrolan kami malam itu adalah tentang kebiasaan ibu-ibu Indonesia selaku menteri rumah tangga di rumah masing-masing yang masih pilih-pilih kalau urusan prioritas beli buah-buahan.

Manfaat buah-buahan bagi kesehatan
Ibu-ibu masih setengah hati kalau pilih buah untuk menu, padahal sudah tahu manfaat buah-buahan bagi kesehatan.

“Mbak Vic nyadar nggak, Mbak,” kata Mbak Luthfiany malam itu. “Ibu-ibu itu kalau pergi ke pasar, pegang duit belanja, yang mereka beli pertama-tama adalah daging, ikan, pokoknya lauk gitu deh, baru sayur. Beli buah itu baru kalau duitnya ada sisa. Iya kan? Coba kalau duit belanja tinggal sisa 10-20 ribu, bisa dapet buah paling cuma dapet dikit, sekali makan langsung abis. Tapi kalau duit segitu dibelanjain buat beli lauk, bisa buat makan berkali-kali..”

Saya ngegaruk leher saya sembari bengong. Lha, kebiasaan saya juga begitu.. Saya kayaknya lebih rela duit saya habis untuk beli cumi bangka ketimbang beli sesisir pisang.

“Pasalnya begini, Mbak..” kata saya bicara dari sudut pandang ibu-ibu rumah tangga. Mbok ya sekali-kali saya singkirkan sudut pandang saya sebagai ilmuwan. “Buah itu susah ngerawatnya di rumah. Sekali beli, harus cepet dimakan. Di dunia ini sedikit sekali jenis buah yang bisa awet biarpun didiemin berhari-hari di dalam kulkas. Kenapa isinya kulkas itu cuman jeruk lagi, jeruk lagi? Bandingin dengan beli daging atau seafood. Asalkan ditaruh di kulkas yang ada freezer-nya aja, ayam atau ikan itu nggak akan bosok biarpun nggak disentuh selama berhari-hari, iya toh?”

Pada akhirnya, ini adalah masalah efisiensi tempat penyimpanan makanan.

Merawat Buah Setengah Mati

Lalu Mbak Luthfi pun cerita ke saya, makanya di perusahaannya diciptakan buah-buahan dengan pengepakan sedemikian rupa supaya awet kalau disimpen di rumah. Apel Pink Lady-nya Sunpride contohnya, semenjak keluar dari pabrik pengepakan itu sudah dibungkus rapi pakai plastik, ditaruh di toko yang disinari lampu mencrang-mencrang pun kulitnya tetap nggak akan berkerut, hingga dibeli konsumen dan digeletakin di rumah pun nggak akan bosok selama waktu penyimpanannya tetap normal. Pisang cavendish pun dikemas tunggal dalam plastik, supaya tetap awet, sehingga nggak akan bosok biarpun kita masih lama memakannya setelah beli dari toko.

Dos-q juga cerita kalau perusahaannya setengah mati berusaha menjaga buah-buahan mereka di perkebunan mereka, supaya selama ditanam itu nggak tercemar polutan-polutan berbahaya. Ada tiga item yang paling dicemaskan oleh semua perusahaan perkebunan di seluruh dunia kalau sudah berurusan dengan pencemaran lingkungan, yakni pestisida organoklorin, heavy metal, dan formalin.

Formalin adalah pengawet yang populer di kalangan petani miskin untuk bikin buah-buahan mereka tidak gampang layu setelah keluar dari perkebunan mereka hingga dijual di truk-truk buah. Zat ini dipakai dalam segala skala kuantitas untuk mengawetkan makanan di masa kini (contohnya bakso, tahu, you name it).

Heavy metal yang saya omongin ini bukanlah aliran musik yang dipopulerkan oleh Metallica atau Sepultura (Anda nggak tahu Sepultura? Duh, duh..kalian pasti masih bayi waktu saya masuk kuliah). Tapi heavy metal adalah zat-zat logam berat yang biasa mencemari sungai-sungai dan airnya itu malah dipakai untuk menyuburkan perkebunan. Misalnya tembaga, timbal, air raksa, arsenik, dan timah.

Pestisida organoklorin adalah obat-obatan yang umum dipakai para petani miskin untuk garansi supaya buah-buahan mereka nggak sampai diliputi hama wereng ketika ditanam. Mungkin perlu sedikit saya singgung bahwa masalah utama dari perkebunan di Indonesia ini adalah banyak banget buah-buahan para petani yang tewas lantaran dikerubutin hama ketika masih di pepohonan. Petani terpaksa meliputi buah mereka yang belum matang itu dengan pestisida. Akibatnya ketika dimakan oleh konsumen pun, pestisidanya ikutan termakan.

Buah-buahan Sunpride hasil perkebunannya Sewu Segar disertifikasi secara teratur sebagai jaminan bahwa buah mereka bebas dari zat-zat berbahaya itu. Akibatnya, harga jual buah cenderung sedikit lebih tinggi ketimbang buah-buahan kompetitornya, tetapi ini terbayar dengan konsumen yang membeli buah yang lebih sehat. Plusnya lagi, buah-buahan mereka nggak akan kalah saing dengan buah-buahan dari negara lain ketika diekspor, karena selain mutu bibitnya bagus, bebas dari zat berbahaya, juga pengemasannya pun membuat buah-buahan Sunpride tetap terjaga.

“Orang Indonesia sering mengira buah Sunpride itu buah impor. Padahal enggak, kebonnya Sunpride itu ya di negara kita sendiri,” kata Mbak Luthfiany.

Buah lokal
Buah lokal bermerk Sunpride yang menjelma menjadi makanan pembuka yang bikin seger.

Jadi, memilih buah Sunpride itu, selain memilih buah lokal yang berkualitas bagi keamanan tubuh kita, juga sekalian bikin sejahtera para petani kebon buah di Blitar dan Lampung sana.

Saya menulis ini sembari mengunyah sebatang pisang cavendish Sunpride. Memakan pisang Sunpride yang cantik ini bikin saya kenyang selama beberapa jam ke depan sekaligus buat jagain jantung saya.

Cerita dong, gimana pertimbangan Anda kalau mau memilih buah-buahan buat dimakan sehari-hari?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

8 comments

  1. Aku sudah praktekin juga makan buah sebagai pembuka. Memang terasa, makan nasi jadi sedikit, dan kulit wajah bersih.. Cuma pernah sarapan pisang, perut langsung perih mba, apa ga boleh ya pisang kalau pertama kali makan di saat sarapan? Trims

  2. eva arlini says:

    alhamdulillah, usia yang makin lanjut menyadarkan saya kalau perlu rutin makan buah.. dan dari berbagai artikel di dumay akhirnya paham kalau buah baiknya dimakan sebelum makan berat.. berhubung emang belum punya kulkas, jadi nggak nyetok bahan makanan sih mbak.. belanjanya tiap hari saya. kebetulan rumah dekat pasar.. ya udah, tiap hari beli buah yang murah meriah seperti salak pondo, mangga, jeruk, semangka dan lain-lain.. salam sehat mbak

  3. Ria AS says:

    Itu dia mbak susahnya ngrubah kebiasaan. Aku ingetnya juga makan buah setelah makanan utama. Habis itu nyetok buah banyak jg kesusahan. Akhirnya jarang banget makan buah

  4. Dulu aku jg kira sunpride itu produk luar :p, krn namanya pake english gt sih.. Tp akhirnya jd tau stlh banyak blogger yg promosi buah ini, dan cerita kalo sunpride asli dr negara kita.. Dr dulu udh suka ama buahnya mba. Fav ku jambu kristalnya dan nenas hony :D. Memang sih aku blm di tahap gila2an beli buah drpd lauk, krn suami yg blm bisa.. Makanya pelan2 dulu mba ksh tau ke keluarga kalo buah itu seharusnya diutamain drpd lauk :). Cendrung ke anak2 sih aku biasain.. Babysitternya udh aku wanti2 utk slalu beli buah tiap hr utk anak2 dr uang yg aku ksh.. Ortunya mungkin blm bisa tiap hr makan buah, tp anak harus 🙂

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya atuh.. mosok merknya mesti diganti jadi Bangga Matahari :))

      Fanny mendelegasikan urusan belanja menu makanan ke asistennya? Wah, menarik. Jadi baby sitter-nya sering beli buah apa dong?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *