Ayam Bakar Arab ChicKing – Pas untuk Lidah Indonesia

Saya kalau cari tempat makan di Surabaya yang jualan fast food  untuk makan bareng keluarga selalu ujung-ujungnya kepentok dengan restoran-restoran waralaba berbau Amerika. Tetapi kali ini saya menemukan alternatif yang cukup nendang dengan cita rasa bernuansa Timur Tengah.

Minggu ini saya dan beberapa teman bersama anak-anak kami nyobain satu lagi tempat makan yang jual makanan enak di Surabaya, namanya ChicKing. ChicKing ini bukan pemain anyar di bidang urusan seni memanjakan isi perut, malah nama restoran cepat saji ini sudah ada di banyak negara di Asia.

Sebetulnya ChicKing dijual pertama kali di Dubai. Tetapi baru kali ini ChicKing buka cabang di Indonesia, dan uniknya, restoran di Surabaya milik mereka ini merupakan cabang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Restoran cepat saji ini saya temuin di lantai dasar Royal Plaza. Gerainya muat untuk sekitar 100 orang, dengan ambience cerah dan jendela menghadap keluar gedung, khas restoran keluarga pada umumnya. Pengunjung yang datang mesti pesan dulu di kasir, baru nanti pesanan diantar ke meja.

Masakan Ayam dengan Bumbu Timur Tengah

Di sini, saya nyobain menu unggulan ChicKing ini, yaitu ChicKing Rice dengan Flaming Grilled Chicken.

Menikmati masakan ayam bakar Arab ChicKing Grill yang disajikan dengan nasi kuning ChicKing Rice, sambil menyeruput minuman segar Dubai Breeze
Menikmati masakan ayam bakar Arab ChicKing Grill yang disajikan dengan nasi kuning ChicKing Rice, sambil menyeruput minuman segar Dubai Breeze.
Hands in frame: @wulankenanga dan @namakuyuka

ChicKing Rice pada dasarnya adalah nasi kuning yang mengingatkan saya akan nasi briyani. Dibikin dari beras basmati yang panjang-panjang, dan ditaburi kapulaga dan potongan bunga cengkeh. Rasanya sedap, dan ternyata anak saya Fidel juga suka. Senang banget lihat Fidel makan dengan lahap, padahal masakan dengan kapulaga dan bunga cengkeh biasanya punya bau menyengat yang cukup tajam.

Nasi briyani
Modifikasi nasi briyani pada ChicKing Rice dibikin dari beras basmati yang bulirnya panjang-panjang.

Yang saya sukai jelas adalah Grilled Chicken-nya. Masakan ayam bakar ini bikin ayamnya ChicKing beda dari ayam dari restoran siap saji lainnya. Bumbu Mediterranean-nya jelas kuat sekali, dan ditambah bumbu pedas spicy yang mengingatkan saya pada masakan India. Anak-anak kami sedikit mengeluh kepedesan, tapi kami memang nggak pernah kasih menu pedas kepada mereka lantaran mereka masih balita.

Saking enaknya ayam-ayam ini, saya akhirnya ke restoran cepat saji ini dua kali dalam seminggu terakhir dengan rombongan yang berbeda. Puas dengan nasi basmatinya, saya pun nyoba menu lain, yaitu Tandoori Burger.

Burger ayam tandoori
Tandoori burger, berupa burger ayam dengan bumbu tandoori

Bisa dibayangkan dari namanya, Tandoori Burger ini adalah burger ayam dari roti bun yang mendekap fillet ayam goreng tepung crispy, dengan ciri khas ayamnya dibumbui rempah-rempah tandoori khas India yang aromanya strong banget.

Ayam goreng tepung crispy
Isi tandoori burger berupa fillet ayam goreng tepung crispy berbumbu tandoori dengan salad dalam saos mayonaise.

Saya pun lebih suka burger ayam India ini ketimbang burger pesanan untuk suami saya, Big Beef Burger yang diisikan patty beef, keju cheddar, dan salad.

Big Beef Burger yang berisi patty beef.

Kalau ke tempat ini, jangan lupa buat nyobain Dubai Breeze. Minuman segar ini adalah mojito mereka yang dibangun dari perasan jeruk nipis, essence buah, sedikit soda, dan diceburin dengan daun mint. Rasanya nyesss, dan nggak bikin lidah jadi seperti dikerubuti pemanis. Ada tiga varian untuk mojito ChicKing ini, yaitu Blue Lagoon (yang berwarna biru, tentu saja), Green Apple (hijau), dan Passion Fruit (warna kuning).

minuman segar Green Apple Dubai Breeze
Dubai Breeze varian Green Apple
minuman segar Blue Lagoon.JPG
Dubai Breeze varian Blue Lagoon
minuman segar Passion Fruit.JPG
Dubai Breeze varian Passion Fruit
Menyenangkan untuk Bareng Keluarga

Tempat makan di Surabaya yang berupa restoran cepat saji seringkali bikin saya males karena pemain-pemainnya umumnya nama-nama lama yang sudah punya nama besar, yang sepertinya sudah terperangkap dalam comfort zone sampai servisnya sucks. Menu yang kelihatannya diiklanin besar-besaran, tapi ternyata produknya nggak siap sedia waktu mau dipesan di kasir. Restorannya kotor. Menu yang lelet sampai di depan customer padahal katanya namanya cepat saji.

Tetapi berada di ChicKing bikin saya puas, soalnya pelayanannya sedikit lebih baik ketimbang restoran cepat saji lainnya. Lay out lembaran menunya nggak bikin pusing, bisa bikin lansia-lansia yang ngantre di depan saya pun bisa menentukan pilihan pesanan mereka dengan cepat. Pelayannya sigap dan informatif, tanpa dibalut make up yang luntur pada wajah yang nampak kelelahan atau pun senyum palsu. Semua makanan dianterin ke meja dalam kurun waktu 5-10 menit. Dan saya lihat juga lantai restorannya bersih, meskipun saya lihat banyak anak makan di high chair (iya, mereka sedia!) dengan remah-remah kocar-kacir.

Menyesuaikan Diri dengan Konsumen Indonesia

Di Indonesia, gerai restoran cepat saji dari Timur Tengah belum begitu banyak. Genre Timur Tengah masih didominasi kebab, dan porsi kebab rerata belum se-hard core kebab aslinya di negeri onta sana, sehingga masih lebih cocok jadi take away snack ketimbang hidangan untuk dining.

Di ChicKing, saya memang bisa menikmati masakan Timur Tengah untuk dining yang serius sambil becanda dengan keluarga, tetapi bumbu Arab-India-nya yang strong tidak bikin lidah saya terkaget-kaget. Jika Anda sedang menghindari lemak banyak-banyak, ChicKing tetap sediakan nasi putih. Nggak hanya masakan ayam bakar, di ChicKing juga disediakan ayam goreng tepung crispy, dan bahkan kita bisa minta request mau sepedas apa ayamnya.

minuman segar makanan enak di Surabaya
Menikmati ayam bakar dan burger ayam goreng bersama anak saya sambil menyesap minuman segar Dubai Breeze (enggak, Fidel nggak minum itu :p).
ChicKing bikin kita jadi punya alternatif lebih banyak untuk menikmati makanan enak di Surabaya.
Gerai Chicking di Kota Lain

Hengki Setiawan, President Director-nya PT Ayam Top Dubai yang memegang waralabanya ChicKing Indonesia, berseri-seri bilang kepada saya bahwa selain di Royal Plaza ini, mereka juga akan buka gerainya di Delta Plaza. Jakarta juga akan kebagian, dan saat ini mereka lagi mau nyiapin counter mereka di Mall Bazzura dan QBig BSD City Mall (Tangerang). Untuk sementara, restoran cepat saji ChicKing masih jadi eksklusif di seantero makanan enak di Surabaya.

Saya bareng direktur restoran cepat saji ChicKing Indonesia, Hengki Setiawan.

Kalau Anda kepingin nyobain tapi nggak sempat jalan kemari, boleh telfonin Go-food untuk pesan. Malah ChicKing bisa sediakan dalam kuantitas banyak. Minggu ini, mereka jadi supplier untuk menu makan kejuaraan bridge nasional di Surabaya.

Saya sendiri masih nungguin ChicKing di Indonesia ini menjual pizza, baguette, dan spaghetti, seperti cabang ChicKing di Dubai. Tetapi saya paham kalau ChicKing butuh waktu sedikit untuk menancapkan branding-nya akan ayam bumbu Timur Tengah di benak orang Indonesia, sebelum konsumen mulai tergoda dengan pasta dan roti ChicKing itu. Saat ini ChicKing masih sibuk mengurus sertifikat halalnya di MUI; tapi Anda bisa memastikan semua bahan yang dijual di restoran cepat saji ini memang halal, karena aturan resminya dari brand ChicKing di negeri asalnya, Dubai, memang mengharuskan semua bahan yang digunakan untuk menyajikannya itu halal. Selain di Dubai sendiri, kita bisa nemuin cabang-cabangnya ChicKing berserakan di Oman, Afganistan, India, Maladewa, Malaysia, dan Pantai Gading.

Baru Pertama ke ChicKing? Simak dulu video ini yaa..

Jika Anda seorang pemula dalam menikmati ChicKing, datang ramai-ramai dengan keluarga, coba Anda pesan ChicKing Rice (Rp 10k++) untuk tiap orangnya, tetapi juga pesan Grilled Chicken dalam jumlah banyak sekaligus. Di ChicKing ini, kita bisa pesan Grilled Chicken langsung dalam kuantitas 3 potong, 6 potong, atau 9 potong ayam bakar sekaligus. Pesan Dubai Breeze sebagai pencuci mulutnya, dan Anda akan langsung senang menikmati minuman segar ini.

Selain burger ayam tandoori yang saya ceritakan tadi, kita juga bisa nyicipin sandwich-sandwich saudaranya, macam Royal Crunchy (burger isi fillet ayam goreng tepung crispy tapi tanpa bumbu tandoori), Crunchy Supreme (semacam hotdog isi fillet ayam goreng tepung crispy), Royal Chicken Burger (burger isi patty ayam), dan Royal Wrap (roti tortilla lipat isi fillet ayam goreng tepung dan salad; oke, Anda mungkin lebih suka menyebutnya kebab).

Restoran cepat saji ini bisa Anda datangi di lantai dasar Royal Plaza, Surabaya, pada peta berikut ini:

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

25 comments

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Di Jogja belum ada cabang ChicKing, Mbak Sulis. Seperti yang tertulis di paragraf tiga di atas, Chicking baru ada di Surabaya 🙂

      Kebab sudah banyak beredar di Jogja, antara lain Kebab Ajib dan Kebab Baba Rafi 🙂

  1. Kapan ini buka di jakarta yaaa :D. Aku slaku suka ama makanan timur tengah mba. Tp kayaknya kalo franchise gini baru the halal guys yaa.. Kalo resto timur tengah banyak, tp kyknya bukan franchise. Moga2 aja pas nanti buka di jkt juga, ga bakal kayak the halal guys yg antriannya gilak banget :p

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Halal Guys justru belum dibuka di Surabaya. Pangsa pasarnya udah dicaplok duluan sama ChicKing, hahahaha..

      Fanny tunggu ChicKing di Bazzura atau Qbic yaa..

  2. Nurulrahma says:

    Malam ini aku ngelilir karena laperr… eh, ga ada makanan yg bisa kugiling… daan baca review ini. Omigoooddd. Malam yg “sempurna”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *