Merawat Wajah di Aishaderm

Beberapa tahun belakangan ini, saya makin sumpek aja lihat spot-spot hitam berkeliaran di wajah saya. Begini deh konsekuensinya kalau udah sering pakai make up berat hampir tiap hari. Dan kayaknya saya sering khilaf, cuman merawat wajah pakai cleansing oil apa adanya. Padahal skin care kan nggak cleansing oil doang ya?

Makanya saya jadi rajin mondar-mandir ke klinik kecantikan buat facial. Lha kalau mau facial sendirian di rumah, juga nggak becus-becus amat.

Gimana mau becus? Baru gosok-gosok pakai kapas aja, si buyung udah datang narik-narik baju saya.

Sulitnya Mama Kepingin Kinclong

“Mobil! Mobil!” serunya buat ngajak main mobil-mobilan.

Biasanya saya bilangin, “Fidel, jangan ganggu Mama dulu. Mama mau bersih-bersih muka dulu supaya kinclong kayak Nia Ramadhani..”

Terus Fidel malah ambil kapas juga, lalu dia usap-usapin ke mukanya. (Dan spontan hati saya langsung berteriak, “Oh no, tidaak! Kamu anak lakik!” )

Terus kalau dia lihat saya basahin kapas pakai cleanser, maka dia basahin juga kapasnya sendiri. Tapi tentu saja bukan pakai susu pembersih, melainkan pakai diaper cream. (“Oh no, tidaaak lagi!”)

Ini sebabnya saban kali saya mau bersih-bersih muka pakai skin care, langsung dia saya ungsiin ke bapaknya. Dan sambil menggerutu, biasanya saya bilang kepada suami saya, “Bisakah kau menolong jaga dia selama aku bersih-bersih muka supaya aku kinclong seperti Nia Ramadhani? Aku tidak kepingin dia bermain dengan mainan perempuan.”

Yah, kalau suami saya lagi ada di rumah sih, masih mending ya. Tapi lain ceritanya kalau dia lagi nggak ada di rumah. Saya jadi harus nungguin Fidel tidur dulu baru sempat facial. Which is sepertinya lama sekali dia baru akan tidur, hell yeah..

Dan itu sebabnya semulia apapun saya berniat rajin mau bermain skin care, itu sulit terlaksana selama balita ini masih nemplok sama saya.

Klinik Perawatan Wajah Baru Buka

Jadi..ketika Natasha Group kirim kabar ke saya bahwa mereka baru buka line jaringan klinik perawatan wajah syariah mereka yang pertama di Sidoarjo, saya pun bergerak.

Saya evakuasi anak saya untuk boys hang out dengan suami saya, supaya saya bisa enak-enak pijat wajah. Suami saya setuju, dia bawa Fidel ke pengajian, sementara saya pun nyambangin klinik itu, yang ternyata bernama Aishaderm.

Oh ya, sepertinya ini cabang Aishaderm pertama yang ada di Jawa Timur, sebab sebelumnya mereka sudah buka cabang di Jogja.

Nah, kali ini saya mau review Aishaderm, klinik perawatan wajah tempat saya melakukan facial ini.

Kronologi Facial

Selama facial ini saya iseng banget nyuting prosesnya, lantaran saya kepingin membandingkan cara membersihkan wajah di Aishaderm dengan prosedur facial di klinik-klinik kecantikan lainnya. Video selfie selama merawat wajah ini saya shooting pakai smartphone aja. Tonton yaa..tiga menit aja kok 😊

Pembersihan Wajah

Mula-mula wajah dibersihin dulu pakai susu facial cleanser. Terapisnya notol-notolin susunya di sekujur wajah, lalu wajah saya dibersihkan sembari dipijet-pijet.

Scrubbing

Berikutnya wajah saya dibersihkan dengan pakai alat skin scrubber. Ini mungkin bisa saya jelaskan sebagai alat pelulur kulit ya. Cuman alat pelulur ini nggak pakai scrub yang butir-butirannya kayak pasir itu. Fungsinya ya untuk bikin kotoran debris yang mengendap di dalam pori-pori itu supaya terangkat.

Oh ya, alat ini lumayan bisa bikin telinga berdenging. Jadi selama scrubbing ini, saya pakai sumpel telinga.

Pijat Wajah

Kemudian wajah saya dipijat-pijat lagi. Pakai krim pijat khusus untuk wajah. Setelah dipijat tuh krim ini didiamkan sebentar di muka, dan rasanya rada-rada kayak berminyak mengilat gitu.

Oh ya, pas pijat ini, nggak cuman wajah aja yang dipijat, bahkan terapisnya mijat sampai ke leher bagian belakang pula. Sebetulnya saya nunggu-nunggu sampai pijatnya ke punggung kayak di klinik sebelah, tetapi ternyata belum sampai, hihihi..

Vakuum

Nah, selepas pijat wajah ini, wajah saya disedot-sedot pakai semacam alat vakum gitu. Alat vakum ini berupa pipa tekanan tinggi yang ditempel di atas pori-pori muka. Lalu pipa ini akan menyedot kotoran berminyak yang ada di pori-pori.

Menghilangkan Komedo

Ini mungkin adegan yang paling ditungguin oleh semua pelaku facial sak donyo, yaitu menghilangkan komedo.

Di Aishaderm ini, mereka pakai alat pengungkit khusus untuk komedo. Beda dari klinik sebelahnya yang pakai jarum steril.

Sebetulnya saya rada kesakitan waktu menghilangkan komedo ini, tapi saya diem aja karena saya kan lagi shooting, hahahhaa.. Cuman ya gitu deh, air mata saya sampai keluar..

Masker

Dan akhirnya acara raup muka besar-besaran ini ditutup dengan masker. Rasa maskernya dingin, dan ketika diangkat pun nggak protol-protol.

Tabir Surya

Sebetulnya saya ngarep setelah maskeran itu saya boleh ngincipin krim pelembabnya Aishaderm (karena penasaran apakah kurmanya terasa sampai ke tekstur krimnya). Apa daya ternyata muka saya akhirnya cuman diolesin tabir surya.

Oh ya, kalau Anda perhatiin di video di atas, terapisnya ngolesin tabir surya itu tipis-tipis tapi merata. Jadi nggak butuh diolesin tabir surya tebel-tebel supaya sekujur muka kena cream semua.

(Iya, saya langsung tahu Anda puter videonya lagi, wkwkwkwkwk..)

Klinik kecantikan di Sidoarjo

Harga facial treatment di sini Rp 65.000,-. Tetapi kalau kita kepingin facialnya ditambahi serum seperti serum anti aging atau serum untuk mencerahkan wajah, maka harganya menjadi Rp 130.000,-.

Tentang Aishaderm

Aishaderm sendiri adalah klinik skin care kepunyaan Natasha Group. Bisa ditebak dari namanya, ini merupakan sister company dari klinik perawatan wajah yang sudah duluan beken, yaitu Natasha Skin Care Clinic dan Naava Green.

Cuman Aishaderm ini lebih mengkhususkan diri sebagai klinik skin care untuk muslimah. Kelihatan dari konsumennya cuman boleh cewek. Semua pegawainya pakai jilbab. Dan ciri khasnya, semua produknya disisipin bahan dari buah tin dan kurma.

Biar gitu, selama saya lagi facial, saya nggak nyium bau-bau kurma pada lotion yang diolesin ke muka saya..

Karena kliennya cewek semua, praktis cowok-cowok nggak boleh masuk. Ada sih ruang tunggu untuk pria, tapi nggak terlalu luas. Sepertinya tempat ini nggak didesain buat cewek yang ditungguin suaminya lama-lama.

Servis

Sewaktu saya facial sih, saya rasa pijetannya lumayan enak dan bikin betah.

Saya facial dalam satu ruangan yang bisa diisi sampai enam orang klien. Tapi terapisnya nggak berisik tukang ngerumpi khas salon-salon ndeso gitu. Kadang-kadang saya melihat terapisnya ngobrol sembari bisik-bisik tanpa suara.

Oh ya, ada musholla juga di sini. Dan mushollanya lumayan niat bikinnya (bukan cuman sekedar sediain ruang kecil dengan karpet seadanya doang). Wajar lah ya, namanya juga klinik syariah.

Tapi rada susah kalau mau kemari bawa mobil. Sebab lokasi klinik perawatan wajah ini ada di pinggir jalan raya Jenggolo yang padat itu. Dan tempat parkirnya dihabisin sama sepeda motor. Saya sendiri ke sini cuman naik Uber doang.

Satu hal yang saya tandain adalah terapis yang merawat wajah saya berusaha keras main aman. Kalau Anda bisa lihat video saya, Anda pasti ngeh kalau saya pakai eyeliner tahan air. Dari segala macam aplikasi pembersihan yang dilakukan ke muka saya, nggak ada satu pun yang bisa ngehapus eyeliner saya.

Produk Perawatan dari Aishaderm

Iya, mereka jual paket perawatan untuk rambut dan seluruh badan juga. Untuk itu, mereka pun sediakan bahan-bahan skin care macam sampo, body lotion, krim vitamin C, krim tabir surya, dan krim anti penuaan dini, baik untuk pagi maupun malam. Semua produknya bikinan Fredi Setyawan yang punya Natasha Skin Care itu juga.

Tabir suryanya dibikin dari etilmetil metoksisinamat dan titanium dioksida. Tetapi nggak ada tulisannya di kemasannya, tabir surya ini SPF nomer berapa.

Menurut saya sih, Aishaderm ini sama aja dengan klinik-klinik perawatan wajah pada umumnya. Saking aja yang ini dikhususkan untuk perempuan doang. Tetapi untuk konsumen yang tinggal dan sedang mencari klinik kecantikan di Sidoarjo, tempat ini bisa jadi alternatif tempat merawat wajah yang menyenangkan.

Alamat Klinik Aishaderm: AIshaderm Klinik Cantik Muslimah, Jalan Jenggolo 44 B-C, Sidoarjo, Jawa Timur. Telepon 031-9970-6225

Apakah Anda senang facial? Biasanya prosedur mana yang paling Anda tungguin dari suatu facial?

Klinik kecantikan di Sidoarjo yang bagus dan murah

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 comments

  1. hoeda says:

    Natasha Skin Care ini tempo hari ngirim sms promosi ke ponselku. Nggak tahu mereka dapat nomerku dari mana. Tapi lupakan soal itu.

    Selama ini, kalau tak perhatiin, ada orang-orang (cowok maupun cewek) yang karena rutin facial, wajahnya bisa lebih bersih dan berubah jauh lebih “baik”. Itu butuh proses waktu berapa lama ya? Dan selama waktu-waktu itu, jadwal untuk melakukan perawatannya berapa minggu/bulan sekali? (Aku pernah kepikiran mau nanya langsung ke mereka, tapi khawatir menyinggung).

    Waktu googling soal ini, jawaban yang muncul beragam, dan beda-beda, sampai aku bingung sendiri. Aku pernah nanya langsung ke orang di tempat aku perawatan, mereka jawabnya sih standar orang jualan, “Lebih sering lebih bagus.” Tapi penjelasan di artikel-artikel yang aku baca ngasih tahu, “Sering melakukan perawatan wajah (facial) justru kurang baik.”

    Jadi gimana sebenarnya yang baik dan ideal? Mungkin Vicky, sebagai salah satu pelaku, bisa ngasih pencerahan?

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Manfaat facial yang aku rasakan sebetulnya adalah debu-debu yang menyumbat pori-pori jadi berkurang banget. Ini bukan terasa dalam 1-2 kali facial, tetapi baru terasa kalau sudah rajin facial selama 6 bulan. Dengan syarat kita rajin facial setiap 2-4 minggu.

      Tiap klinik punya kebijakan beda-beda tentang frekuensi facial. Karena tiap klinik menggunakan bahan facial yang berbeda juga. Ada yang menyarankan dua minggu sekali untuk facial. Ada juga yang berani mem-facial-kan kliennya hanya tiap empat minggu.

      Yang pasti jangan facial sampai seminggu sekali. Karena kadang-kadang bahan facial cleanser-nya terlalu keras bagi wajah, sehingga malah mengelupas kulitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *