Ritual untuk Orang Kurang Tidur

Selamat malam!

(saya sotoy, padahal yang baca blog ini baru bangun pagi, wkwkwkwk..)

Jadi, saya baru iseng buka-buka laporan Google Analytic saya. Dari sana saya dapet insight bahwa ternyata pengunjung terbanyak blog ini paling sering dateng malem-malem. Yaa kira-kira antara jam 10 malem sampai subuh gitulah. Setelah jam enam pagi, traffic mulai menurun. Membuat saya terbengong-bengong, emangnya kaleyan nggak pada tidur, ya?

Malah yang lebih ajib lagi adalah data yang saya dapet dari data pengunjung mingguan. Kunjungan paling banyak terjadi pada malam Jumat, atau lebih tepatnya Jumat dini hari. Karena saya tahu sebagian besar dari pengunjung blog ini sudah pada punya pasangan sah semua, saya pun makin tercengang, atau lebih tepatnya tersanjung. Jadi..kalian habis melakukan sunnah rosul itu rame-rame pada baca blog saya, gitu? (Why me? Why my blog..?)

Yang membuat saya menarik sebuah kesimpulan penting: My visitors mostly are insomniac.

Saya juga. Maksudnya ya kurang tidur nyenyak. Gimana nggak insomnia, lha saban hari kerjaan saya cuman pindah-pindah antara ngemong Fidel dan bikin proyek tulisan. Sing repot lagi, Fidel sekarang makin cemburu sama gadget-gadget saya, disuruhnya saya main kereta api melulu sama dia. Akibatnya saya baru bisa ngerjain proyek saya setelah bocahnya tidur. Artinya saya baru bisa kerja di malam hari.

Dan saya tahu ini nggak baek buat kesehatan saya. Kulit muka saya seringkali protes kalau saya kurang tidur. Wajah kusam, pori-pori membengkak, kerutan di kelopak mata, dan komedo putih. Anda nyadar nggak, kalau orang yang kurang tidur itu lebih banyak dapet komedo di wajah daripada orang yang sering bobok nyenyak? Yes, ternyata jarang tidur nyenyak itu jadi salah satu penyebab komedo.

Makanya kalau ada orang yang seneng nyalon perawatan kulit malem-malem, saya sendiri mengerutkan kening. Kok bisa-bisanya kapster-kapster itu tetap buka malem-malem, padahal jelas-jelas kerjaan mereka adalah merawat kesehatan kulit. Mestinya jam sembilan malem itu para kapster sudah mulai tutup warung supaya pegawai-pegawainya sendiri bisa istirohat dan bisa bobok cantik. Karena kalau pegawai salonnya sendiri nggak pernah bobok cantik, kelihatan dari kulit mereka sendiri, terus gimana calon klien mau percaya buat perawatan di situ?

Makanya saya ngerti banget, kenapa Gloskin Aesthetic Clinic di Jalan Mayjend Sungkono itu sudah tutup sebelum magrib. Supaya pegawainya bisa istirahat, jadi badan mereka sendiri lebih sehat, termasuk kulit mereka sendiri jadi lebih sehat..

Gloskin Aesthetic Clinic
Gloskin Aesthetic Clinic adalah klinik kecantikan di Surabaya yang melayani jasa facial dan perawatan wajah plus badan.

Lha kok nyambung ke Gloskin? Iya, saya mau cerita tentang pengalaman saya jalan-jalan ke klinik Gloskin yang saya sambangin beberapa hari yang lalu.

Gloskin

Jadi ceritanya klinik ini ngundang beberapa beauty enthusiast untuk cerita-cerita tentang klinik mereka yang baru ini. Saya bilang baru, soalnya di Sungkono ini baru berdiri setahun. (Kalian mungkin sudah sering dengar tentang Gloskin, karena markas utamanya sendiri sudah berdiri di Jakarta semenjak enam tahun yang lalu).

Gloskin ini adalah klinik kecantikan yang utamanya melayani perawatan kulit, dan kadang-kadang tubuh juga. Macam-macam service yang dikerjain, mulai dari facial sampai injeksi asam hialuronat (kalian akan sering dengar tentang senyawa aneh ini kalau kalian sudah mulai berminat untuk mengisi-ngisi wajah kalian untuk bikin kulit wajah jadi kenceng).

Belakangan saya baru ngeh juga bahwa ternyata Gloskin meladeni program pelangsingan badan. Dan banyak pengunjung dari luar Jawa Timur datang ke Gloskin di Surabaya ini untuk ikut slimming program.

Ada dokternya di klinik ini, jadi setiap calon pasien yang ingin mendapatkan perawatan di sini mesti konsul sama dokter dulu. Saya sempat masuk ke ruang konsultasi dokternya, dan ternyata ruangannya sangat nyaman, bikin pasiennya berasa seperti berkelas.

Anda mungkin sering melakukan facial di klinik-klinik yang rasanya seperti dipijet massal, hahaha. Maksudnya satu ruangan dipakai banyak orang gitu, jadinya kan berisik biarpun ruangannya dikasih sekat-sekat juga.

Nah, suasananya Gloskin ini beda lho, sebab ruangan perawatannya besar-besar. Dan setiap ruangan dipakai oleh maksimal dua orang aja. Jadi rasanya lebih private. Ya gimana nggak private, lha jualannya aja program pelangsingan badan. Kalau pas lagi pengukuran lemak diintipin pasien-pasien lain yang seruangan kan ya malu juga..

Di kliniknya Gloskin ini ada area buat bermain anak-anak juga nih, buat menyambut anak-anak balita yang lagi nemenin emaknya perawatan kulit. Mainannya macam-macam, yaa standar Fisher Price atau keluaran Early Learning Center gitu deh. Tinggal bawa orang buat ngejagain anaknya aja.

Saking comfy-nya tempat ini, maka saya akhirnya tertarik buat nyobain facial treatment di sini bareng temen saya @anggi_putri7.

Menghilangkan Komedo Putih

Kenapa kok facial? Simpel aja, karena memang saya kepingin ngetes apakah klinik ini bisa membersihkan komedo di wajah yang jadi problem saya.

Komedo saya nggak banyak-banyak amat. Ini komedo putih aja, dan ini adalah konsekuensi dari pori-pori saya yang buesar-buesar plus akibat saya yang jarang tidur pulas.

Tahukah Anda kalau kulit kita itu berganti setiap hari? Kulit kita itu terdiri atas lapisan sel kulit mati dan lapisan sel kulit yang masih muda. Saban hari, lapisan sel kulit mati ini diganti dengan lapisan sel kulit yang muda, dan pergantiannya makin cepat di malam hari, terutama antara jam 10 malem sampai jam dua pagi.

Facial di Gloskin Aesthetic Clinic
Tidur pulas itu perlu untuk regenerasi lapisan kulit. Makanya kalau saya lagi facial, saya milih tidur.
Tapi di foto ini saya cuma pura-pura tidur, aslinya sih lagi minta Anggi motretin saya, wkwkwkwk..

Persoalannya, kondisi pergantian kulit ini cuman ideal asalkan tubuhnya sendiri sedang dalam keadaan istirahat. Kalau tubuhnya masih bangun, maka ada hormon-hormon stress yang akan memperlambat proses pergantian sel kulit mati tadi.

Akibat dari perlambatan proses, sel kulit mati akan tetap berada di sana, tidak tergantikan oleh sel kulit baru. Sialnya, sel kulit mati ini rese bukan main, sebab sel ini menyumbat kelenjar minyak. Akibatnya lemak alias minyak alias sebum jadi berlebihan di dalam pori-pori. Dan karena sebum-sebum ini nggak bisa keluar lantaran tertutup sel kulit mati, hasil akhirnya adalah komedo putih alias whitehead.

Ngerti kan sekarang, kenapa orang yang jarang tidur pulas itu banyak komedonya?

Harus tidur pulas ya? Iya, bukan tidur ayam-ayam khas para busui, wkwkwkwk.. Pasalnya kalau tidur ayam-ayam itu berarti masih ada bagian otaknya yang terbangun, dan itu artinya hormon stressnya belum tidur. Tanpa hormon stress jatuh tertidur, agak mustahil kita mengharapkan sel kulit mati kita mau diganti sepenuhnya oleh sel kulit baru.

Tentu saja komedo di wajah ini bisa hilang, bisaaa.. Hanya saja menghilangkan komedo sendiri secara akurat itu masih rahasia misteri Ilahi. Rajin membersihkan wajah pakai produk oil-free mungkin bisa mengurangi produksi sebum calon komedo ini. Tapi terlalu banyak memakai itu bisa bikin kulit kehilangan kelembaban alamiahnya (padahal kulit yang lembab alami itu yang bisa mencegah badan dari terserang penyakit).

Plus lagian, belum tentu juga tangan kita steril untuk menghilangkan komedo. Karena tangan yang nggak steril bisa jadi pintu masuk buat kuman-kuman ke dalam pori-pori kulit. Dan akibat jelek yang tidak kita harapkan dari pembersihan komedo yang nggak steril ini adalah infeksi.

Itu sebabnya saya pilih facial secara rutin aja untuk menghilangkan komedo di wajah saya. Bukan cuma karena terapisnya untuk membersihkan komedo itu sudah dilatih secara professional. Tetapi, mereka juga lebih teliti karena mereka bisa mengeluarkan komedo di tempat-tempat yang nggak terlihat oleh saya.

Nah, lantaran suasana di kliniknya Gloskin ini kelihatannya nyaman buat perawatan, makanya saya nyobain facial deh. Begini ceritanya petualangan saya facial di Gloskin..

Facial

Saya dan Anggi datang ke Gloskin itu minggu lalu, sekitar jam 11 siang. Sengaja kami pilih facial jam segitu, soalnya takut tertunda oleh pasien lain kalau datang lebih siang.

Resepsionisnya ready banget ketika kami tiba di sana. Setelah KTP kami difoto dan nomer HP kami dicatet, kami langsung dianterin ke ruang perawatan di lantai tiga. Anggi dan saya akan facial di kamar yang sama.

Kamarnya sejuk dengan AC, dan ada jendela yang menghadap langsung ke jalanan Mayjend Sungkono. Ada tiang untuk menggantung baju di pojok ruangan, dan lengkap dengan hanger-nya supaya bajunya nggak kusut.

Kami gantung baju kami, lalu kami memakai kemben yang sudah disediakan di atas tempat tidur.

Beautician-nya mulai facial dengan tanyakan apakah saya mau mempertahankan make up mata saya apa enggak. Saya bilang, eyelinernya dibersihkan aja. Maka dia mengusapkan kapas berisi eye make up remover ke mata saya, lalu menghapus eyeliner saya.

Cara menghilangkan komedo putih di hidung
Muka saya sebelum mulai facial, masih full make up

Dia kelihatan hati-hati sekali, menghindari menggosok mata saya terlalu keras. Anda bisa lihat di video saya di bawah, kalau sisa eyeliner-nya masih sedikit membleber setelah diusapi kapas.

Lalu ia bersihkan wajah saya pakai susu pembersih dulu. Dia tuangkan susunya di dagu, lalu dia olesin susunya dengan gerakan memutar ke arah pipi. Dalam sekejap pun sekujur wajah saya sudah dipijetin pakai susu yang lembut itu.

Berikutnya ya standar lah, wajah saya diluluri dengan scrub. Biarpun tekstur butiran scrub-nya cukup terasa, tetapi rasanya masih soft juga.

Setelah residu scrub-nya dibersihkan, ia mengoleskan krim pijat ke wajah saya. Cara memijat wajah itu begini ya.. Pertama ia menekan dagu saya yang tembem ini dulu dengan tangannya yang sejuk. Kemudian ia suruh saya merem, lalu ia menutup pipi dan mata saya dengan telapak tangannya selama beberapa detik. Lalu ia mengurut pangkal hidung saya ke arah ubun-ubun, kemudian kedua tangannya mengurut dahi saya ke samping.

Berikutnya ia menekan pangkal alis saya, lalu menekan pelipis, dan sudut mata. Jarinya ditekankan pula di bawah kantong mata saya untuk membebaskan aliran darah di daerah itu. Kemudian ia menekan dagu saya pula dengan stroke yang terasa sedikit lebih keras.

Dia tuangkan lagi krim pijatnya, lalu mengurutkan krimnya itu ke dahi saya. Dia pijat-pijat dahi dan alis agak lama, sebelum kemudian dia focus memijat otot-otot pipi saya. Pipi saya yang sudah mulai menggantung ini terasa menikmati olahraga kecil yang memang buat merangsang jaringan kulit baru ini.

Setelah cuping telinga saya dipijat juga, tangannya turun ke bahu saya dan memijat-mijat sebelah atas dada saya. Tangannya yang licin mengurut pijatannya ke lengan atas saya sampai siku, lalu lanjut ke belakang punggung.

Selesai, baru ia membasuh wajah saya dengan facial wash.

Cara menghilangkan komedo secara cepat
Saya sedang menjalani mikro dermabrasi, bagian dari proses facial sebagai cara menghilangkan komedo secara cepat.

Bersih-bersih ini pun lanjut dengan diamond peeling menggunakan vakum mikrodermabrasi. Mikrodermabrasi ini memakai vakum untuk mengeluarkan komedo-komedo besar yang biasa menyumbat pori-pori wajah kita. Rasanya sedikit kasar ketika mulut vakum ini ditempelkan ke kulit, tapi saya merasa nyaman aja.

Kemudian, beautician-nya minta ijin untuk menutup mata saya dengan kapas. Sebuah alat uap dihadapkan ke kepala saya, dan rasa hangat pun menerpa ke sekujur wajah. Dengan uap ini, pori-pori akan membuka, sehingga gampang untuk mengerjakan ritual berikutnya, yaitu menghilangkan komedo dengan manual.

Saya iseng banget main InstaLive selama acara membersihkan komedo ini. Sudah rahasia umum bahwa orang itu takut facial soalnya takut pas diangkatin komedonya, hahahaha.. Kalau saya sih sudah bolak-balik facial di klinik sana-sini, makanya saya udah nggak serem sama angkat komedo. Jadi biarlah se-Indonesia nontonin saya diangkatin komedo, wkwkwkwk..

Cara menghilangkan komedo putih yang dikerjakan beautician-nya: Mulai dengan membersihkan komedo di jidat dulu. Nyadar kalau saya sering pakai foundation, makanya lumayan banyak komedo putih di sana. Cara mengangkat komedo di sini ialah pakai alat pemencet komedo seperti biasa, lalu mereka mengeluarkan komedo yang menonjol dengan pinset khusus.

Tidak terlalu banyak komedo di jidat yang dia dapetkan, tapi dia cukup banyak dapet komedo di pelipis dan di lipatan hidung. Memang saya mesti akuin kalau saya lebih jarang menggosok daerah itu ketimbang menggosok daerah jidat dan pipi. Untuk menghilangkan komedo di hidung sendiri, dia pakai kapas lalu dipencetnya hidung saya.

Oh ya, membersihkan komedo di wajah ini nggak sakit lho..

Berikutnya, wajah saya disterilin pakai sterilisator yang disapukan ke sekeliling wajah. Lalu wajah saya ditetesin serum menggunakan tabung spuit 0,1 cc, lalu serum itu digosokin ke seluruh jidat memakai alat pemancar gelombang ultrasound. Serum ini buat mencerahkan wajah.

Paket perawatan Gloskin
Masker, bagian terakhir dari paket perawatan facial Gloskin yang paling saya sukai selain pijat. Sayang cuma 10 menit.

Setelah serumnya diolesin semua ke seluruh wajah, barulah muka saya dimasker. Beautician-nya memasang masker khusus yang katanya merupakan masker wajah untuk memutihkan. Dia ramu dulu maskernya dalam sebuah mangkok, lalu diolesin ke wajah saya dengan menggunakan spatula.

Kemudian, saya ditinggalin dengan masker dingin itu selama sekitar 10 menitan.

Adegan maskeran adalah adegan yang selalu saya nanti-nantikan saban kali saya facial, di tempat mana pun. Buat saya, dilukisin pakai adonan masker (bukan masker kertas) adalah suatu kemewahan sendiri. Pasalnya, kalau saya sendiri yang pakai masker bubuk, pasti hasilnya selalu acakadut. Entah karena adonannya yang mesti nggak rata kalau saya yang ngaduk. Atau karena anak balita saya menyangka masker adalah sama dengan menggambar di wajah.

(Makanya di rumah saya lebih senang pakai masker kertas, karena menghindari acara masker netes-netes di depan cermin. Lagian kalau saya ngelukisin muka saya pakai masker di depan Fidel, pasti Fidel kebelet kepingin memegang kuas maskernya juga.)

Saya sempat iseng melirik Anggi yang lagi di-facial di sebelah saya. Lucu lihat dia lagi maskeran kayak gitu, sambil mainan HP. Saya fotoin dia dengan adegan itu. Pas dia lihat fotonya, komentarnya, “Kayak hantuuuu..” Wkwkwkwkwkwwk…

Facial yang saya jalanin ini namanya glowing facial. Ada lagi sih paket facial yang lebih premium di sini yang juga pingin saya cobain lain kali, yaitu Oxyjet Light Therapy. Dengan Oxyjet Light Therapy ini, pasien nggak cuman di-facial doang, tapi juga dapat Photo Dynamic Therapy. (Harganya sekitaran Rp 900k-an.)

Gimana wajah saya sendiri setelah di-facial? Coba lihat di video cara menghilangkan komedo ini ya..

Paket Perawatan Gloskin yang Cocok dengan Anda

Jadi, problem apa aja yang kira-kira bisa diselesaikan di Gloskin?

  • Mencerahkan wajah

Gloskin punya berbagai program facial yang sebagian besar memang ditujukan buat bikin wajah lebih glowing. Selain Oxyjet Light Therapy dan Glowing Facial yang saya sebut sebelumnya, ada juga beragam paket facial dengan essence dari berbagai tanaman obat, misalnya Himalayan Gojiberry Facial dan Organic Passion Fruit Leaf Facial.

  • Mengencangkan wajah

Saya mungkin lebih senang menyebutnya mengencangkan kulit pada bagian-bagian tertentu wajah. Untuk urusan ini, Gloskin mengusung program Gloskin Italian Lift dan Gloskin 3D/4D Thread Lift. Dari namanya aja sudah kebayang bahwa Gloskin menggunakan benang-benang khusus yang fungsinya untuk merangsang pembentukan kolagen yang sudah melambat pada usia di atas 25 tahun, sehingga bikin sel kulit baru menggantikan sel kulit mati

  • Melangsingkan badan

Tujuan ini yang sering banget bikin orang-orang dari luar Jawa beterbangan ke Surabaya untuk konsul di Gloskin, kata Marketing-nya kepada saya. Gloskin punya program Hollywood Body Sculpting, yang memakai gelombang radiofrekuensi dan gelombang ultrasound sekaligus, yang memang ditujukan untuk merangsang pembakaran lemak pada lokasi-lokasi yang sulit dibakar dengan olahraga.

 

Kepingin menghilangkan komedo putih di hidung Anda seperti yang sudah saya kerjakan? Cobalah kemari. Gedungnya Gloskin Aesthetic Clinic tempat saya facial ini beralamat di sini:

Gloskin Prime Surabaya, Ruko Grand Sungkono Blok A8 nomor 176-178, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Telepon 031-566-3379 / 031-566-3288 / 0812-2259-9908.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. Brillie says:

    Yaa… Gak dikasi tau kisaran harganya berapa sekali datang untuk facial

    Beauty is pain. Facial itu bikin trauma, apalagi waktu nyabutin komedonya. Terlebih lagi ada beautician yg terobsesi dengan kemulusan kulit wajah. Jadi disela2 lipatan hidung, dibawah dagu itu mesti bersih. Akibatnya sakit banget.

    Kalau udah 30an pingin kulit mulus bebas flek itu mustahil gak ya? Ada laser juga ga ya di klinik itu?

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Sengaja nggak nulis harganya, supaya kamu nanyain harganya, wkwkwkwwk..

      Untuk sekali facial di sini, sebaiknya kita menganggarkan antara Rp 300-900 ribuan. Harga persisnya tergantung jenis facial yang kita inginkan. Juga tergantung kelengkapan prosedur facialnya.

      Memang ada beberapa klinik yang facialnya membuat nyeri ketika angkat komedo. Alhamdulillah dalam tempo enam bulan terakhir, aku nggak pernah kesakitan ketika angkat komedo ketika facial.

      Kulit bisa aja lho bebas flek meskipun usianya bahkan sudah 50 tahun. Solusinya adalah:
      1. Menghadang penyebab flek dengan pembersih wajah dan tabir surya secara teratur.
      2. Mengangkat flek yang sudah telanjur ada melalui facial dan/atau laser secara teratur.

      Di Gloskin ada laser juga kok. Fungsinya untuk bikin warna kulit lebih cerah dari kehitaman akibat flek-flek dan menghilangkan kehitaman akibat “aging”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *