Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Laser

Sebete-betenya lihat jerawat nongol di wajah sendiri, masih lebih bete lagi ketika jerawatnya sudah sembuh, tapi ternyata bekas jerawatnya tidak mau hilang.

Bekas Jerawat yang Tak Diundang

Bolak-balik nulis tentang aneka klinik kecantikan dalam blog ini, bikin saya jadi sering ditanyai tentang cara merawat kulit. Yang paling sering ditanyain, apakah klinik itu punya cara menghilangkan bekas jerawat hitam di wajah.

Bekas jerawat itu gimana ya, cukup nyebelin memang. Kita sudah coba macam-macam produk skin care, tapi rasanya nggak ada yang mempan. Bekas jerawat bikin kita jadi benci pada cermin. Bikin kita jadi sulit dapat klien, sulit dapat pekerjaan. Siapa yang pas silaturahmi Lebaran kemaren jadi minder karena muka terganggu oleh bekas jerawat? Yes, I understand your feeling.

Kalau menurut penelitian sih, bekas jerawat itu sangat bikin kualitas hidup kita jadi terganggu. Kita takut orang lain menganggap wajah kita jadi jelak. Bahkan orang-orang yang punya bekas jerawat itu jauh lebih jiper sama wajahnya ketimbang sama asma atau epilepsi. Lumayan prihatin juga ya, soalnya asma itu bisa bikin meninggal, epilepsi juga bisa bikin tewas, dan di dunia ini nggak ada orang yang wafat cuma gegara bekas jerawat. Pendek kata, bekas jerawat itu sangat menurunkan kualitas kehidupan kita.

Jadi, kalau memang dirasa mengganggu, gimana dong cara menghilangkan bekas jerawat hitam ini?

Kenapa Jerawat Bisa Membekas?

Sebetulnya punya jerawat itu normal, karena itu tanda bahwa kita punya kelenjar minyak yang masih bekerja di kulit kita. Tetapi jerawat di kulit kita itu kadang-kadang kita tanggapin terlalu lebay, misalnya kita pencet-pencet sampai pecah, padahal tangan kita nggak steril. Sehingga ketika bakterinya tewas, jerawatnya malah membekas. Kalau kulit kita sehat, ya bekas jerawatnya gampang hilang sih. Tetapi kalau sel kulit kita termasuk yang rada kurang gizi, akibatnya bekas jerawatnya menetap.

lapisan kulit
Tampak kulit dengan bekas jerawat kehitaman di sekujur pipi, hidung, dan dagu.
Lihat potongan kecil gambar ini pada gambar selanjutnya.
lapisan kulit
Skema penampang melintang dari susunan lapisan kulit kita yang kebetulan sedang punya bekas jerawat kehitaman.
Lapisan yang paling atas adalah lapisan yang bisa kelihatan oleh mata kita, berupa lapisan epidermis.
Lebih dalam dari lapisan epidermis ini adalah lapisan dermis, nggak kelihatan oleh mata kita.
Paling dalam adalah lapisan jaringan lemak. Perhatikan pada gambar, melanosit-melanosit di lapisan dermis menghasilkan melanin. Melanin ini memancar sampai ke lapisan epidermis dan permukaan kulit, sehingga pada permukaan kulit nampak bintik-bintik hitam. Bintik-bintik hitam ini yang nongol di muka sebagai bekas jerawat.

Coba lihat gambar skema lapisan kulit di atas.

Bekas jerawat kita bisa nongol di lapisan epidermis, dan kalau lagi sial, bekas jerawat ini akan sedalam lapisan dermis.

Ada tiga bentuk bekas jerawat, tergantung kerusakannya menimbul di atas kulit, atau malah bikin lobang di kulit, dan tergantung tone kulit kita juga sih. Bentuk-bentuk ini adalah:

  1. Bekas jerawat yang kehitaman
  2. Bekas jerawat yang kemerahan
  3. Bekas jerawat yang bopeng
Bekas jerawat yang kehitaman, nama medisnya adalah post inflammatory hyperpigmentation. Bekas jerawat hiperpigmentasi ini menimbul di permukaan kulit, dengan warna yang kehitaman. Diawali reaksi melanin di dalam lapisan kulit ketika melawan bakteri jerawat, dan reaksi ini menetap menjadi penyebab flek hitam di kulit. Banyak terjadi pada orang-orang yang tone kulitnya berwarna gelap, sebab memang orang-orang ini sudah berbakat punya banyak melanin dari sejak lahir.
Bekas jerawat yang kehitaman, nama medisnya adalah post inflammatory hyperpigmentation.
Bekas jerawat hiperpigmentasi ini menimbul di permukaan kulit, dengan warna yang kehitaman.
Diawali reaksi melanin di dalam lapisan kulit ketika melawan bakteri jerawat, dan reaksi ini menetap menjadi penyebab flek hitam di kulit.
Banyak terjadi pada orang-orang yang tone kulitnya berwarna gelap, sebab memang orang-orang ini sudah berbakat punya banyak melanin dari sejak lahir. Gambar diambil dari artikel bekas jerawat.

 

Bekas jerawat yang kemerahan, nama medisnya adalah post inflammatory erythema. Bekas jerawat ini juga menimbul di permukaan kulit, tetapi warnanya kemerahan. Terjadi karena pembuluh darahnya meradang sampai rusak ketika melawan bakteri jerawat. Banyak terjadi pada orang-orang yang tone kulitnya berwarna terang, misalnya keturunan Tionghoa atau Kaukasus, sebab kadar melanin mereka kan memang sudah sedikit sejak lahir. Karena melaninnya sedikit, ketika pembuluh darah mereka meradang pun, jadi gampang sekali kelihatan kemerahan.
Bekas jerawat merah, nama medisnya adalah post inflammatory erythema.
Bekas jerawat ini juga menimbul di permukaan kulit, tetapi warnanya kemerahan.
Terjadi karena pembuluh darahnya meradang sampai rusak ketika melawan bakteri jerawat.
Banyak terjadi pada orang-orang yang tone kulitnya berwarna terang, misalnya keturunan Tionghoa atau Kaukasus, sebab kadar melanin mereka kan memang sudah sedikit sejak lahir.
Karena melaninnya sedikit, ketika pembuluh darah mereka meradang pun, jadi gampang sekali kelihatan kemerahan.
Gambar diambil dari forum jerawat.

 

Bekas jerawat yang bopeng, nama medisnya adalah atrophic scar. Bekas jerawat ini cekung seperti bikin kulit jadi bopeng. Mirip jalan yang penuh kubangan nggak pernah diaspal. Terjadi karena bakteri jerawat mengikis lapisan kulit dan nggak ada cukup kolagen yang mengisi ulang bekas pengikisan ini.
Bekas jerawat yang bopeng, nama medisnya adalah atrophic scar.
Bekas jerawat ini cekung seperti bikin kulit jadi bopeng.
Mirip jalan yang penuh kubangan nggak pernah diaspal.
Terjadi karena bakteri jerawat mengikis lapisan kulit dan nggak ada cukup kolagen yang mengisi ulang bekas pengikisan ini.
Gambar diambil dari artikel klinik jerawat.

 

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Kalau kepingin tahu bagaimana cara menghilangkan bekas jerawat, sebaiknya kita cari tahu dulu gimana caranya jerawat ini bisa membekas, supaya kita bisa paham mekanisme perbaikan yang pas.

Seharusnya, sewaktu jerawat merusak sel-sel kulit, terjadi regenerasi. Alias muncul sel-sel kulit baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak ini. Maka, di sinilah perlunya kolagen. Kolagen adalah protein yang perannya gede banget buat merangsang sel-sel kulit baru ini.

Tetapi ketika orang berada dalam situasi kekurangan kolagen, misalnya karena kekurangan gizi, atau karena sudah mengalami penuaan, maka nggak ada itu yang namanya penggantian sel kulit baru untuk menghilangkan sel kulit mati. Pembuluh darah yang rusak kemerahan pun jadi kelihatan kentara. Melanin yang berkumpul pun kelihatan menonjol. Dan nggak ada sel-sel kulit baru yang mengisi bopeng yang ditinggalkan jerawat.

Jadi, apapun cara menghilangkan bekas jerawat yang kita gunakan, sebaik-baiknya ditujukan buat merangsang kulit supaya kulitnya sudi memproduksi kolagen lagi. Efek yang kita harapkan, adalah kolagen mengganti sel kulit lama dengan sel kulit baru. Dalam konteks bekas jerawat, sel-sel kulit baru akan menyamarkan kulit yang rusak oleh jerawat, sehingga lapisan kulit menjadi mulus kembali. Dan syukur-syukur, sel kulit baru itu adanya di lapisan dermis juga, bukan cuman di lapisan epidermis doang. Mosok kulit luar doang yang jadi mulus, tapi kulit dalemnya tetap rusak kayak telur ceplok?

Ada beberapa cara menghilangkan bekas jerawat yang tokcer, antara lain: 1) Obat-obatan kulit, 2) Peeling, 3) Laser. (Ada metode-metode lainnya juga, tapi saya jelasin yang seperlunya aja dulu.)

Obat-obatan Kulit

Obat-obatan kulit biasanya dibikin dalam bentuk krim, buat diolesin pada bekas jerawat. Kami para dokter sebut obat-obatan ini depigmentation agent, alias obat untuk mengurangi hiperpigmentasi. Tetapi orang awam menyebut zat-zat ini sebagai zat pencerah wajah. Fungsinya mengurangi pertumbuhan pigmen-pigmen melanin di lapisan kulit bagian dermis, supaya bekas jerawat yang sudah kadung item pun nggak makin item.

cara menghilangkan bekas jerawat
Ini saya sedang mengoleskan depigmentation agent.
Selain berisi zat pencerah wajah, obat-obatan krim ini bisa mengandung zat perangsang kolagen juga.
Maksudnya ya supaya kolagen di dalam kulit itu bangun kembali, untuk bikin sel-sel kulit anyar, sehingga seolah menghaluskan wajah.

Selain berisi zat pencerah wajah, obat-obatan krim ini bisa mengandung zat perangsang kolagen juga. Maksudnya ya supaya kolagen di dalam kulit itu bangun kembali, untuk bikin sel-sel kulit anyar, sehingga seolah menghaluskan wajah.

Peeling

Peeling adalah cara merawat kulit dengan teknik mengelupas kulit wajah sambil masukin larutan untuk menghilangkan sel kulit mati (kalau pengelupasannya mau dilakukan di runah, contohnya pakai produk ini). Yang dikelupas adalah lapisan kulit bagian epidermis tadi, sehingga larutannya bisa masuk ke lapisan dermis buat menghambat melanin dan merangsang kolagen. Karena judulnya aja mengelupas kulit, maka lapisan atas kulit akan terangkat.

Sebagai akibatnya, selubung di kulitnya pun ilang, sehingga partikel-partikel kecil macam debu, sinar ultraviolet, dan lain sebagainya yang mikroskopik, akan lebih gampang masuk ke lapisan dermis. Di area lapisan dermis ini, partikel-partikel polutan tadi akan ketemu sel-sel imun tubuh, dan pada beberapa orang tertentu, mereka akan jadi sensitif berat. Reaksi sensitif ini berupa kulit wajah jadi kemerahan, sampai mungkin rada gatel.

Tetapi efek horor ini terjadi karena memang lapisan kulitnya sedang berganti. Lagian, efek ini hanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Setelah acara pengelupasan ini selesai, timbul lapisan kulit yang baru, yang menutupi bekas jerawat tadi dan sekaligus menghaluskan wajah.

Karena namanya aja mengelupas lapisan kulit, maka peeling ini sebaiknya dikerjakan oleh dokter yang terlatih. Dokter umum bisa kerjakan peeling dengan hasil pengelupasan yang ringan. Sedangkan untuk pengelupasan yang lebih dalam, lebih baik dikerjakan dokter ahli spesialis kulit, soalnya dokter kulit ini lebih mampu mengatasi kemungkinan komplikasi yang terjadi akibat peeling yang dalam ini.

Laser

Laser adalah teknik lain untuk cara merawat kulit. Laser ini pakai gelombang cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yang dimaksudkan buat menembus kedalaman lapisan kulit. Dalam konteks sebagai cara menghilangkan bekas jerawat hitam, laser biasanya menyasar pigmen melanin dan kolagen di lapisan dermis juga. Laser ini seringkali lebih disukai ketimbang peeling, karena cuma menghabiskan total waktu yang lebih singkat, lantaran jeda waktu dari laser satu ke laser lainnya paling-paling nggak sampai seminggu. Jadi, cocok untuk pasien-pasien yang nggak bisa sering-sering main ke tempat praktek dokter kulit.

menghaluskan wajah
Ada macam-macam jenis laser, karena tergantung panjang gelombang yang dibawakan laser juga. Untuk menghilangkan bekas jerawat, seringkali yang ditawarkan adalah laser vaskular, laser toning dan laser fraksional. Laser vaskular biasanya untuk kasus bekas jerawat merah (post inflammatory erythema), sementara biasanya laser toning untuk kasus bekas jerawat kehitaman akibat hiperpigmentasi (post inflammatory hyperpigmentation). Sedangkan untuk kasus atrophic scar, lebih cocok dihilangkan dengan laser fraksional.

Berikutnya, saya akan ceritakan lebih dalam tentang laser toning, karena kebetulan saya sudah beberapa kali menjalani laser yang satu ini.

Laser Toning

Laser toning ini sebetulnya sudah sering ditawarkan di banyak klinik kecantikan di Indonesia. Selain dipakai sebagai cara menghilangkan bekas jerawat hitam, laser ini juga diandalkan konsumen-konsumen yang sekedar kepingin wajahnya lebih cerah.

Prinsip dari laser toning adalah menyinari kulit dengan gelombang laser pada panjang tertentu. Panjang gelombang ini ditujukan untuk menembus lapisan dermis kulit tempat bercokolnya para melanin, kelenjar minyak, dan kolagen.

Ketika laser menembak melanin, maka melanin-melanin ini akan hancur sehingga penyebab flek hitam pada kulit pun jadi memudar. Ini menyelesaikan problem orang-orang yang mencari cara mencerahkan wajah dan sudah bosen dengan kulitnya yang item lantaran hiperpigmentasi.

Laser juga menembak kelenjar minyak, sehingga menciutkan kelenjar minyak. Makanya laser ini cocok juga untuk kulit yang gampang jerawatan, sering komedoan, atau sekedar mirip tambang minyak.

Laser toning ini juga merangsang kolagen, menyebabkan kolagen bangkit untuk menimbulkan regenerasi kulit baru, sehingga kulit akan kelihatan lebih muda. Pantes lah kalau laser toning ini dibilang bisa menghaluskan wajah. Bagus untuk orang-orang yang merasa kulit wajahnya banyak kerutan.
Laser toning ini juga merangsang kolagen, menyebabkan kolagen bangkit untuk menimbulkan regenerasi kulit baru, sehingga kulit akan kelihatan lebih muda.
Pantes lah kalau laser toning ini dibilang bisa menghaluskan wajah.
Bagus untuk orang-orang yang merasa kulit wajahnya banyak kerutan. Foto diambil di klinik ini.

Di klinik kecantikan, kita sebetulnya bisa nemu laser toning ini dalam berbagai nama sesuai kebijakan kliniknya. Tetapi selama yang kita temukan itu laser yang memang ditujukan untuk mencerahkan wajah, mengatasi kulit berminyak, atau sekedar mengurangi penyebab flek hitam, pokoknya intinya mengurangi hiperpigmentasi, maka besar kemungkinan yang sebetulnya kita hadapi itu adalah laser toning.

Sebagai salah satu cara menghilangkan bekas jerawat hitam, laser toning ini tetap butuh waktu buat bekerja sampai tuntas. Jadi, bekas jerawat itu memang nggak bisa diharapkan hilang hanya dalam sekali sesi laser. Butuh berkali-kali laser untuk menghilangkan bekas jerawat merah atau kehitaman sampai mulus sama sekali, sehingga total laser itu perlu makan waktu juga. Selain itu antar sesi penyinaran laser yang satu dengan sesi penyinaran berikutnya, butuh waktu jeda alias downtime. Dan downtime di klinik-klinik itu bervariasi. Ada klinik yang downtime lasernya beberapa jam, ada juga yang downtime-nya sampai beberapa minggu.

Saya seringkali ditanyai begini, “Apakah bekas jerawat bisa hilang sama sekali dari muka gw kalau gw pakai laser ini?”

Hm, saya sih jawabnya, tergantung situ.

Menurut saya, agak lebay kalau orang datang ke klinik kecantikan lalu langsung teken kontrak untuk laser berkali-kali demi mengharapkan bruntus-bruntus hitam di wajahnya itu hilang. Kawan-kawan saya sendiri yang menjadi dokter ahli kulit selalu kasih saran, awali dulu suatu perawatan dengan menggunakan depigmentation agent. (Silakan scroll ke atas untuk tahu apa itu depigmentation agent.) Agents ini berfungsi menyiapkan kulit untuk mulai menjalani perubahan yang lebih baik. Setelah kulit itu siap, baru pasien ditawarkan untuk perawatan inti, apakah itu berupa peeling atau mau laser saja.

Gini lho ringkasnya perbandingan antara peeling dan laser sebagai cara menghilangkan bekas jerawat:

  1. Waktu, dari ketika perawatan pertama kali sampai bekas jerawatnya sungguh-sungguh raib.

Sama-sama perlu perawatan peeling atau laser berkali-kali. Jeda antar peeling yang satu dengan peeling berikutnya akan makan waktu sebulan (silakan baca lagi sebabnya di atas). Sedangkan jeda antar laser yang satu dengan laser berikutnya hanya makan waktu beberapa jam atau beberapa hari (tergantung klinik lasernya).

  1. Kedalaman perawatan.

Peeling oleh dokter umum hanya tembus sampai ke lapisan epidermis. Peeling oleh dokter kulit akan tembus sampai ke lapisan dermis. Sementara laser untuk menghilangkan bekas jerawat hanya menembus lapisan dermis (sedangkan untuk lapisan epidermis akan perlu paket laser yang lain, misalnya rejuvenation). Anda yang punya bekas jerawat perlu tahu, apakah kerusakannya sudah sampai lapisan dermis atau cukup di lapisan epidermis saja.

  1. Konsekuensi perawatan.

Peeling menyebabkan pengelupasan yang dalam, sehingga efeknya terutama gatal, kemerahan yang sangat heboh (tidak cocok buat Anda, seandainya Anda adalah sosialita tingkat RT/RW yang mesti mimpin kegiatan Dharma Wanita setiap tiga hari sekali dengan penampilan make up yang paripurna setiap saat.) Sementara efek sampin g begini hampir-hampir jarang terdengar pada laser. Kebanyakan pengguna laser bahkan langsung bisa haha-hihi dengan socialitanya persis setelah keluar dari klinik kecantikan tempat laser itu dikerjakan.

  1. Tenaga yang melakukan pelayanan

Peeling bisa dilakukan oleh dokter kulit, boleh juga oleh dokter umum. Bahkan kalau krimnya tidak terlalu kuat, boleh dilakukan oleh terapis yang bukan dokter. Tetapi laser pasti harus dikerjakan oleh dokter yang bersertifikat.

Salah satu prosedur laser yang manfaatnya dobel: dari yang mencerahkan wajah sampai menyamarkan noda hitam akibat bekas jerawat.
Salah satu prosedur laser yang pernah saya lakukan itu berfungsi ganda, mencerahkan wajah sampai menyamarkan bekas jerawat.

Keempat faktor di atas, akan menentukan jawaban kenapa biaya peeling seringkali lebih murah ketimbang biaya laser.

Persiapan Sebelum Laser

Ada dua hal yang mesti disiapkan oleh pasien sebelum peeling maupun laser, yaitu persiapan sebelum tindakan dan tabir surya.

Persiapan Sebelum Tindakan

Terutama, persiapan ini berupa pemakaian krim khusus berisi depigmentation agents. Apa fungsinya?

Laser maupun peeling sama-sama punya sifat yang bisa mengejutkan situasi dalam lapisan kulit yang sedang rusak dan lagi adem-ayem. Ketika zat peeling atau sinar laser masuk, kulit akan seperti mengamuk, karena bereaksi mengeluarkan sel-sel imunitas (pertahanan tubuh). Bagi pasien, rasanya seperti kemerahan, gatal, sampai perih. Bahkan sel-sel imunitas yang kaget ini akan merangsang melanosit, akibatnya melanosit mengeluarkan banyak melanin, sehingga kulit malah jadi kehitaman akibat hiperpigmentasi. (Sangat lucu bayangin orang pakai laser lalu malah jadi item, kan?)

Maka untuk mencegah reaksi ngamuk sel-sel imunitas lapisan kulit ini, kulit perlu diajak adaptasi dulu sebelum diberi peeling atau laser. Ini fungsinya depigmentation agents, untuk bikin kulit berubah dulu supaya melaninnya nggak ngamuk. Pemberian agents ini nggak lama-lama kok, paling 2-4 minggu aja. Setelah 2-4 minggu ini, baru mulai peeling atau laser.

Kalau pasiennya ngeyel nggak mau pakai krim dan kepingin langsung peeling atau laser aja, bagaimana? Risiko terbesarnya, kulitnya jadi hitam.

Tabir Surya

Terutama, tabir surya dengan kekuatan SPF minimal 30.

cara menghilangkan bekas jerawat hitam
Ketika alat laser ditembakkan ke permukaan kulit, gelombang laser menembus masuk ke lapisan dermis dan menyasar melanosit.
Melanosit yang semula besar-besar, menjadi mengecil.
Akibatnya melanin yang dihasilkan melanosit menjadi sedikit, sehingga tidak kelihatan lagi pancaran hitam-hitam pada permukaan kulit.
Sebagai bonus, laser juga menyasar kelenjar minyak, bikin kelenjar minyak yang semula besar-besar menjadi ciut.
Produksi minyak yang berkurang akan mengurangi kemungkinan terjadinya jerawat di masa datang.
Bonus lainnya, laser juga merangsang produksi kolagen.
Akibatnya, kolagen akan merangsang pembentukan sel-sel kulit baru, sehingga bikin permukaan kulit nampak lebih mulus.

Setelah pasien keluar dari klinik kecantikan pasca peeling maupun laser, sel-sel kulit yang baru umumnya mulai bertumbuhan. Karena pasien ini beraktivitas outdoor dan kulitnya baru “dibuka”, maka sinar ultraviolet akan lebih gampang menembus kulit. Ini sebetulnya adalah malapetaka, karena sinar ultraviolet bisa merusak lapisan kulit.

Normalnya, pada kulit yang belum dilaser, lapisan kulit masih mengandung banyak melanin. Melanin punya fungsi melindungi kulit supaya nggak rusak direcokin sinar ultraviolet. Tetapi jika produksi melanin sudah ditekan (oleh laser), maka tak ada melanin yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet ini. Bahayanya, adalah kanker kulit.

(Jadi bukan laser menyebabkan kanker kulit, tetapi kulit yang sudah dilaser tapi kena sinar ultraviolet itulah yang bisa kena kanker.)

Untuk mencegah kanker kulit, perlu pemakaian tabir surya yang kekuatannya minimal SPF 30. Tabir surya ini bisa menghambat sinar ultraviolet untuk menembus lapisan kulit, sehingga mengurangi kemungkinan kanker. Dengan tabir surya ini, kulit yang sudah dilaser bisa bebas beregenerasi membentuk kulit baru, tanpa kuatir kena kanker.

Pasien-pasien yang mentalnya kurang patuh, akan menganggap prosedur cara merawat kulit begini cenderung bertele-tele (dan menghabiskan duit). Nggak heran banyak orang mengeluh kenapa habis laser tak ada perubahan bagus. Kemungkinannya adalah:

1) sebelum laser, kulitnya belum disiapkan oleh krim depigmentation agents selama 2-4 minggu,

2) memang prosedur lasernya belum selesai, yang mestinya datang berkali-kali tapi hanya datang 1-2 kali,

3) selama masa jeda laser atau sesudah laser selesai, dia tidak pakai tabir surya SPF minimal 30,

4) .. (isi sendiri).

cara menghilangkan bekas jerawat hitam
Contoh kasus menghilangkan bekas jerawat dengan menggunakan laser.
Tampak pada foto kiri terlihat perpaduan antara bekas-bekas jerawat yang kehitaman, bekas-bekas jerawat yang bopeng, dan jerawat-jerawat baru.
Foto kanan menunjukkan wajah yang kembali halus mulus setelah berulang-ulang laser secara telaten.
Gambar diambil dari artikel klinik laser.
Menghilangkan Bekas Jerawat bagi Kesehatan

Orang tidak akan mati cuman gara-gara bekas jerawat. Tetapi, dari banyak penelitian yang sudah saya baca, orang-orang yang memiliki bekas jerawat di wajahnya merasa hidupnya rada tertekan karena merasa punya kesulitan dalam hidup sosialnya. Mereka sendiri mengaku bersedia mengeluarkan duit banyak supaya bekas jerawatnya hilang. Persoalannya, tak banyak orang yang tahu cara menghilangkan bekas jerawat dengan efisien dan steril. Saya ulangi lho ya, STERIL.

Anda mungkin lebih suka pakai krim-krim saja, atau bahkan bumbu-bumbu tradisional di dapur untuk menghilangkan bekas jerawat. Tetapi efeknya mungkin hanya sementara karena hanya memperbaiki apa yang terlihat di permukaan lapisan kulit epidermis, bukan memperbaiki apa yang terjadi dalam lapisan dermis. Sehingga ketika efek “obat”-nya hilang, bekas jerawat seolah-olah kembali timbul (padahal memang tidak pernah diperbaiki sampai tuntas).

Namun, kalau kita tahu sedikit tentang gimana cara kerja laser untuk memperbaiki kerusakan kulit, kita akan ngerti bahwa cara menghilangkan bekas jerawat menggunakan laser ini tentu lebih efisien, lebih aman, dan sekaligus makan waktu lebih singkat.

Gambar-gambar ilustrasi tangan oleh Vicky Laurentina dan dibantu Tutut Widhiastuti.

Updates 17 Juli 2018

Saya iseng tanya di Instastories,

Ternyata beberapa menjawab begini,

@tilasarioggi:

Oke, sebetulnya laser itu ada dua macam, laser yang mengikis (ablasif) dan laser yang tidak mengikis (non-ablasif). Contoh laser yang ablasif itu laser fraksional, misalnya untuk bekas jerawat bopeng. Laser yang non-ablasif itu contohnya laser vaskular dan laser toning, cocok untuk bekas jerawat yang kemerahan atau kehitaman.

Laser yang ablasif mungkin punya risiko mengurangi ketebalan kulit di lokasi lasernya. Tapi saya nggak cerita tentang laser yang ablasif di artikel ini, karena laser ini bukan untuk bekas jerawat kehitaman yang jadi fokus cerita saya. Saya cukup fokus di laser toning dulu, karena laser ini yang berguna untuk bekas jerawat kehitaman, dan laser toning nggak bekerja dengan menipiskan kulit. Sebab prinsip laser toning adalah cahaya laser yang menembus kedalaman kulit, bukan mengikis kulitnya.

Dokter kulit yang memeriksa kulit kita yang akan menentukan apakah bekas jerawat kita ini butuh laser yang non-ablasif atau butuh yang ablasif saja. Lagian kalau memang kulitnya tipis banget sehingga sensitif, dokternya cenderung menyehatkan kulitnya dulu dengan penggunaan krim-krim. Baru nanti setelah kulit sudah cukup baik, akan disarankan untuk laser.

@oelphaaja:

Saya sendiri dapet bocoran dari dokter kulit bahwa orang-orang yang punya kecenderungan keloid lebih baik menghindari laser. Prinsip dari laser pada dasarnya adalah menciptakan luka yang kecil-kecil mikroskopik dan seharusnya luka mikroskopik itu bisa sembuh sendiri.  Tetapi ada orang yang punya kecenderungan keloid, reaksi penyembuhan dari bekas lukanya tidak seperti orang normal, sehingga kalau dilaser malah menimbulkan permasalahan luka baru. Jadi kalau memang punya bekas jerawat, lebih baik peeling saja karena efek sampingnya tidak akan separah efek samping laser wajah.

@nurhayatielis:

Saya sempat ngulik Elis lagi lebih lanjut, kenapa kok katanya sakit. Ternyata lokasi tempat lasernya itu terasa nyeri ketika kena air waktu mandi. Dan lagian, laser yang dialami Elis bukanlah laser untuk ngilangin jerawat, melainkan laser untuk ngilangin keratosis. Tentu saja ini dua macam laser yang sangat berbeda ya.

Laser untuk keratosis adalah laser CO2, dan memang laser ini ablasif, dan menimbulkan luka kecil yang memang harus dikerjakan untuk mengikis bruntus keratosisnya. Karena menimbulkan luka, maka perlu diolesi pereda nyeri dulu sebelum laser dikerjakan. Tentu saja yang namanya pereda nyeri itu hanya sementara, begitu lasernya selesai, obat pereda nyerinya juga sudah nggak ngefek.

Tapi di artikel ini saya hanya membahas tentang laser untuk menghilangkan bekas jerawat, dan laser ini berupa laser toning yang berbeda sama sekali dari laser CO2. Laser toning ini tidak ablasif, tidak mengikis, jadi tidak menimbulkan luka. Cahaya laser akan menembus ke dalam kulit, jadi tidak akan bikin nyeri. Sedikit cekit-cekit atau gatel mungkin bisa aja terjadi, tapi nyeri hampir tidak mungkin.

@novikasmayka:

Hihihi.. tak apa. Lain kali kalau punya duit, bisa cari jalan untuk ngilangin bekas jerawatnya ya. Oh ya, ini caranya supaya bisa punya duit, silakan baca cara belajar manajemen keuangan pribadi.

@angkipedia:

Jawaban gini kadang bikin saya pengen ngelaser udel orang ini..

@instafahmi:

Saya garuk-garuk kepala. Kok bisa ya saya nikah sama orang ini..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

12 comments

  1. rahmi says:

    Aku jerawatan parah tapi kayaknya hormonal krn tiap hamil tua slalu gt. Tapi ini dah melahirkan sebulan lbh kok kagak ilang2 ya jerawatnya perlu laser ga sih, masalahnya kalo brkali2 ngg nganuuu *lirik dompet*

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Gini, Mbak Rahmi. Wanita yang baru saja melahirkan akan mengalami kenaikan hormon estrogen yang cukup tinggi. Akibatnya, ia akan jadi jerawatan. Ini akan berlangsung mungkin sampai sekitar 6 bulan sesudah melahirkan.

      Meskipun aku tidak membahas fungsi laser untuk menghilangkan jerawat (yang kubicarakan adalah fungsi laser untuk menghilangkan bekas jerawat), tetapi ya, laser ini bisa mengurangi jerawat. Aku pernah membahas laser yang mengurangi jerawat itu di artikel ini.

      Menurut pendapatku ya, sehubungan Mbak Rahmi baru melahirkan sebulan, sedangkan kenaikan hormon estrogen masih akan berlangsung sampai sekitar 5 bulan lagi, jadi kalau pun dilaser sekarang juga jerawatnya akan bolak-balik timbul kembali. Jadinya ya kan laser menjadi tidak efisien.

      Kapan-kapan aku akan menulis tentang mengatasi jerawat selama masa nifas. Tunggu, tunggu, aku harus riset dulu untuk itu. 😀

  2. Brillie says:

    Ini bener2 penjelasan yang super lengkap banget!
    Kebetulan aku kepingin bgt nyoba laser, tapi masih maju mundur cantik. Pertama karena biayanya. Eh ternyata baca penjelasan di sini kulit harus disiapkan dulu 2-4 minggu.

    Ada gak sih klinik yang langsung menyarankan langsung laser saja ,(langsung tindakan) tanpa pakai persiapan? Takutnyq ga semua klinik paham. Kan bisa kacau kalau kulit maunya kinclong eh jadi menghitam.

    Total2 budget utk perawatan laser yg bagus hingga selesai mungkin memang biayanya mungkin seharga motor honda beat terbaru kali ya, atau mungkin lebih.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Foto-foto diriku laser di atas, semua dilakukan di klinik-klinik tanpa persiapan obat. Waktu itu, aku BERUNTUNG karena kebetulan aku pakai tabir surya setiap hari, kulitku tidak sensitif, dan aku sedang dilindungi Tuhan Yang Mahaesa. 😀

      Aku menulis ini karena aku ingin pembaca ngerti bagaimana semestinya mereka bersikap sebelum meminta laser wajah.

      Harga Honda Beat itu Rp 24 jutaan ya? (ngintip Google dulu). Aku rasa nggak semua pasien laser butuh mengeluarkan sampai sebesar itu. Mungkin paling banter hanya sampai setengahnya. Karena ada orang yang kondisi bekas jerawatnya bisa dihilangkan dengan laser 4x saja, tapi memang ada orang yang harus sampai 20x. Dan itu kan hasil dari penelitian tentang pasien laser di luar negeri. Kebetulan aku belum dapat hasilnya di Indonesia.

      Jangan minta laser kalau belum punya budget, itu benar.
      Tapi yang lebih penting lagi, jangan minta laser kalau belum paham persiapan non-finansial sebelum lasernya. 🙂

  3. Fanny F Nila says:

    Dulu itu, di kantorku ada staff yg kulitnyanya sbnrnya udh bagus. Putih, bersih. Tp aku pernah kaget ketika ketemu dia beberapa bulan kemudian, mukanya menghitam. Beneran hitam, dan jomplang dr sebelumnya. Cewe ini chinese, jd kalo kulitnya menggelap, itu beneran jelas kliatan. Aku sampe kaget, trus nanya. Dia bilang krn laser. “memang begini fan. Kalo pake laser hitam dulu. Ntr pelan2 jd putih bersih”

    Tau ga, krn dia ngomong gitu, aku lgs remind myself, jgn coba2 laser wkwkwkwkw. Ya emoh aku kalo hrs hitam dulu :p.

    Ternyata setelah baca penjelasanmu, aku yakin nih anak pasti krn ngeyel ga prepare kulitnya dulu dan lgs laser :p. Aku ga tau lg apa bener kulitnya memutih beberapa minggu kmudian ato ga, karenaaa, dia lgs resign 2 hr kemudian. Hahahaha sejak itu sampe skr ga pernah ketemu

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, aku ingat kamu pernah cerita tentang itu di sini. Sebetulnya artikel ini dibangun oleh aku lantaran terinspirasi oleh komentarmu waktu itu. Aku ngerti bahwa laser cukup menakutkan buat para pemula karena beberapa sampel memang menunjukkan hiperpigmentasi pasca laser, jadi aku mencari tahu sebabnya. Dan setelah aku riset sana-sini, jadilah artikel ini. 😀

      Aku harap kolegamu bisa pulih lagi dari hiperpigmentasi pasca lasernya. Semestinya klinik tempat dia laser itu mengedukasi dia dengan benar tentang persiapan sebelum laser dan tabir surya yang mestinya dia pakai sesudah laser.

  4. Wuahhhh selalu takjub sama ulisan mbak Vicky selalu detail dan bikin pembaca paham .
    5W1H nya lengkap.
    Btw aku juga pernah nyobain rejuv , perawatan wajah 3 langkah ,
    Laser, peeling , sama oxy gitu
    Tp baru sekedar “nyoba” jadinya merasa gak maksimal
    Harusnya memang rutin ya. Gak setengah2

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Betul, Qiah, mestinya jangan cuma sekali doang, tapi ya kudu beberapa kali. Tapi wajah Qiah sudah kinclong gitu, mau dilaser buat apa lagi.. 😀

  5. Lia Harahap says:

    Topiknya pas banget sama aku yang masalahnya bekas jerawat. Untungnya aku tipe jerawat yang kehitaman atau kadang merah saja. Gak sampai yang bopeng. Jadi selama ini cuma rajin di skincare untuk ngilanginnya.

    Sampai saat ini aku gak memilih di peeling atau laser. Alasan utama sih karena biayanya hahaha. Alasan lainnya takut ga bisa konsisten dan juga ada kekhawatiran muka bisa iritasi atau sensitif. Jadi sekarang dirajinin aja skincarenya. Dan untungnya bisa ditutup makeup.

    Makasi, Mbak infonya 🙂

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Memang hambatan utama untuk melakukan laser itu ada di biaya. Kalau lasernya cuma 1-2 kali akan bikin biaya jadi kurang efisien. Sebaliknya, kalau lasernya mau optimal, mungkin akan keluar biaya yang cukup banyak bagi seorang pengguna laser pemula.

      Pada dasarnya laser tidak akan mengiritasi pemilik muka yang sensitif. Itulah gunanya depigmentation agent, untuk menyiapkan kulit muka yang belum siap, supaya menjadi siap untuk menerima radiasi laser. Kalau dengan depigmentation agent saja kulitnya sudah iritasi, tentu lasernya tidak akan disarankan oleh dokternya. Plus dokter kulitnya juga memilihkan depigmentation agent yang tidak sampai mengiritasi kulit yang sensitif. Karena memang tidak semua depigmentation agent itu cocok untuk setiap orang, apalagi laser kan?

      Kecuali yah, kalau pengguna lasernya langsung laser tanpa depigmentation agent, dan kebetulan dia tidak paham tentang persiapan sebelum laser. Wajarlah jika sesudah laser, kulit sensitifnya langsung teriritasi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *