Susah Buang Air Besar, Penyakit Kids Zaman Now

Susah buang air besar, penyakit kids zaman now

Kalau saya bilang sih, susah buang air besar seolah sudah jadi keluhan dari banyak anak balita di masa sekarang. Orangtuanya kelimpungan, sementara anak balitanya nggak bilang. Tahu-tahu bocahnya jadi rewel aja dan nggak mau makan.

Bulan lalu, di salah satu bazaar bertema parenting di kota saya, ada seminar rame-rame tentang anak yang susah buang air besar. Panitia yang ngadainnya dari suatu merk bernama Interlac, salah satu suplemen yang lagi ngetrend akhir-akhir ini di kalangan para orang tua yang punya anak balita. Kebetulan saya nonton seminar itu, sambil nungguin suami saya yang lagi nyuapin anak kami di restoran. Sekali-kali lah suami yang nyuapin anak saya, biar anak saya nggak bosen disuapin saya terus).

Fenomena Susah Buang Air Besar

Di seminarnya probiotik Interlac itu, ada seorang dokter anak yang ngomong di sana tentang anak yang susah buang air besar.

Tahu nggak, kalau anak yang nggak BAB itu masalah besar? Anak-anak yang susah pup ini merasa sakit perut, sehingga mereka jadi nggak mau main atau makan.

Padahal kalau anak nggak mau main, nanti mereka nggak pinter. Anak nggak mau makan, tentu nanti dia jadi kurang gizi. Makanya diupayakan bahwa anak itu mesti pupnya lancar.

(Saya sendiri kalau mendapati anak saya demen pup, saya selalu bilang alhamdulillah. Meskipun sebetulnya kesel kenapa bocah ini masih pup di popoknya, padahal saya udah bolak-balik ngajarin toilet training, hihihi..)

Bagian resenya, anak seringkali nggak ngomong kalau mereka susah buang air besar. Mereka kan masih kecil ya, jadi belum begitu komunikatif gitu. Nggak kayak orang dewasa yang sembelit, minimal mereka ngomong ke tetangga mereka kalau mereka susah pup gitu. Lha anak kan nggak gitu, tau-tau mereka jadi murung aja, nggak ngomong-ngomong kalau mereka sakit perut.

Seminar membahas sulit buang air besar
Dokter anak (tengah) sedang membahas peranan bakteri dalam probiotik untuk membantu anak yang susah buang air besar

Terus, dokternya juga menjelaskan tentang beberapa penyebab anak jadi susah buang air besar. Dan.. eng ing eng.. salah satu penyebabnya yang lumayan kentara adalah karena anak ini kurang bergerak. Jadi anak balita yang duduk melulu atau bahkan tiduran melulu, itu rupanya menyebabkan otot ususnya jarang bergerak, sehingga sisa makanan di dalam ususnya pun mampet dan nggak mau keluar menuju anus.

Dan coba tebak, anak balita macam apa yang sebetulnya sehat tapi malah duduk melulu? Yeps.. itu anak yang cuma main gadget. Hahahahhaa..

Nah, lantaran populasi anak-anak yang jarang bergerak begini cukup banyak, makanya banyak orang tua yang mengeluh anaknya jadi susah buang air besar. Sekalinya buang air besar, si anak jadi kesakitan karena kan pupnya keras gitu ya. Akibatnya, pup pun menjadi pengalaman yang cenderung menjengkelkan buat anak.

Sehingga lain kali dia mau pup pun, dia anggap buang air besar itu sebagai kegiatan yang menyusahkan. Padahal, buang air besar itu kan manusiawi yaa..

Di sini sebabnya kenapa Interlac bikin seminar. Untuk kasih tahu, bahwa untuk memperlancar buang air besar, sebetulnya nggak susah-susah amat.

Coba anaknya diberi probiotik secara konsisten, maka pelan-pelan pun buang air besar si anak jadi lancar. Anak akan merasa perutnya lebih plong, sehingga ia mau makan dan main, supaya dia jadi sehat dan pinter. Yaa..seperti harapan kita semua lah, yang sudah pada jadi orang tua ini.

Probiotik adalah
Interlac drop

Jadi Probiotik Itu Apa?

Di kalangan orang banyak, probiotik sebetulnya masih jadi pembicaraan di kalangan terbatas. Terutama orang-orang akademisi yang memang kebanyakan isi risetnya ya tentang probiotik. Orang-orang kalau dengar kata probiotik, umumnya malah inget pakan hewan tambak yang dipakai untuk bikin ikan-ikan jadi gemuk-gemuk dan subur.

Nggak heran sih. Pada hakekatnya, probiotik adalah bakteri yang dimanfaatkan untuk situasi yang bisa menguntungkan manusia. Beberapa bakteri punya sifat-sifat khusus, yang jika dipakai dalam usus manusia bisa membuat feses jadi lunak. Efeknya, manusia yang semula susah buang air besar pun menjadi lancar pup. Termasuk pada anak.

Nggak semua bakteri lho bisa sembarangan dipakai untuk menjadi probiotik. Beberapa spesies bakteri yang sering digunakan menjadi probiotik berasal dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium. Nah, salah satu contoh bakteri Lactobacillus yang dipakai Interlac (penyelenggara seminar ini) untuk menjadi bahan probiotik mereka adalah Lactobacillus reuteri.

Gimana cara kerjanya bakteri dalam probiotik ini? Jadi bakteri probiotik dalam usus akan bergerak menempel pada dinding usus. Kalau sudah menempel, bakteri ini membantu otot usus untuk menyerap zat-zat yang dimakan oleh manusia tersebut. Kenapa butuh dibantu? Karena pada situasi-situasi tertentu (misalnya kelamaan manusianya tidak bergerak), otot usus cenderung diam aja tanpa bergerak untuk menyerap makanan.

Efeknya, kalau usus lebih banyak menyerap makanan lantaran dibantu probiotik, akan lebih banyak zat makanan yang masuk ke tubuh. Karena lebih banyak zat makanan yang masuk, maka lebih banyak zat makanan yang diolah menjadi nutrisi. Sehingga yang tersisa di usus hanya tinggal air dan ampas. Lancar deh pupnya.

Banyak lho probiotik untuk mencegah susah buang air besar yang kini dijual di apotek. Salah satu merknya yang banyak dicari orang adalah Interlac. Interlac ini kebanyakan dicari oleh orang tua untuk diminumkan kepada anak-anaknya, biasanya karena mereka merasa anak-anak mereka punya kesulitan pencernaan.

Int tersedia dalam bentuk Interlac tablet dan Interlac sachet

Saya sendiri termasuk salah satu orang tua yang merasa anaknya sulit pencernaan. Kalian pasti masih ingat tulisan saya tahun lalu, ketika saya curiga anak saya susah naik berat badan padahal dia banyak makan. Yaa..ternyata salah satu penyebabnya ya lantaran makanan di ususnya jarang terserap ini, karena kelainan situasi flora dalam usus. Dan kebetulan Interlac membantu persoalan kelainan flora ini, sehingga berat badan anak saya mulai naik sedikit demi sedikit.

Interlac

Kebetulan di seminar ini, Brand Manager Interlac-nya juga ikutan ngomong di pentas. Jadi, Interlac ini probiotik keluaran perusahaan farmasi di Swedia yang bahan dasarnya Lactobacillus reuteri. Dan mereka mengusung seminar ini sebagai cara mengatasi sulit buang air besar dengan memakai Interlac.

Seperti halnya bakteri probiotik umumnya, Lactobacillus reuteri juga memperbaiki situasi kelainan flora dalam usus anak-anak, supaya pencernaan anak menjadi lancar. Jika pencernaan anak sudah lancar, maka keluhan para orang tua tentang susah buang air besar yang menjadi masalah anak-anak mereka tentu akan hilang.

Dosis Interlac sebetulnya sekali sehari aja. Tapia da kondisi-kondisi tertentu di mana Interlac sebaiknya diberikan lebih sering, dan umumnya pada kasus gangguan pencernaan. Misalnya pada kasus diare, Interlac sebaiknya diminum setiap hari selama seminggu. Pada kasus susah buang air besar, Interlac sebaiknya diminum setiap hari selama 4 minggu.

Ada tiga sediaan dari Interlac yang bisa kita peroleh, yaitu Interlac drop (tetes), Interlac sachet, dan Interlac kunyah. Sediaan ini semua didesain untuk disesuaikan dengan usia anak-anak kita, soalnya kemampuan anak menelan suplemen kan tergantung pada usia mereka.

Interlac drop biasanya ditujukan untuk bayi, karena mereka kan baru bisa nelan doang, dan masih kesulitan mengunyah. Cara memberikannya kepada bayi tinggal meneteskannya ke sendok, lalu sendoknya disuapkan ke mulut bayi.

Interlac sachet
Interlac sachet

Interlac sachet bisa diberikan untuk bayi-bayi yang sudah mulai bisa makan makanan cair. Caranya, isi sachet dicampurkan ke makanan bubur/pure mereka, lalu makanan cair ini tinggal disuapin ke bayi.

Interlac tablet kunyah cocok buat anak balita, karena balita sudah mulai bisa mengunyah. Tinggal diberikan aja kepada balita, dan biarkan balita menganggapnya permen untuk dikunyah. Ada dua rasa untuk Interlac kunyah ini, yaitu rasa strawberry dan rasa lemon. Rasa lemon mungkin lebih cocok untuk orang dewasa, karena cita rasa asamnya lebih kuat. (Iya, Interlac boleh diminum oleh orang-orang dewasa kayak kita-kita juga).

Interlac tablet
Interlac tablet

P.S Cerita lebih banyak lagi tentang Interlac bisa kalian baca di websitenya Interlac, www.interlac-probiotics.com yaa. Atau boleh juga cek sosmednya di Instagram @interlacprobiotics atau Facebook Fan Page @interlacprobiotics

Edukasi Probiotik pada Publik

Menurut saya sih, public sudah mulai familiar dengan probiotik sebagai suplemen untuk manusia. Tetapi mereka masih menganggap probiotik sebagai suplemen yang diperlukan hanya untuk kondisi-kondisi tertentu, misalnya pada keluhan diare, susah buang air besar, gumoh, atau nyeri kolik.

Akibatnya mereka baru beli probotik pas sakit perut doang, sehingga membelinya terasa berat karena anjuran pemakaiannya kan antara 1-4 minggu. Padahal kalau Interlac ini diminum secara konsisten setiap hari selama masih sehat, acara sakit perut itu tidak akan terjadi dan penggunanya nggak akan sampai kaget lantaran mendadak kudu beli probiotik selama 4 minggu.

Beli Interlac juga gampang banget, karena Interlac dijual di Guardian, Viva Health, dan banyak baby shop di kota-kota. Kalau lebih suka belanja online, bisa dibeli di Mothercare.co.id, JD.id, atau Orami.

Pada akhirnya, susah buang air besar mestinya bisa dicegah jika anak mau banyak bergerak dan bukan duduk doang di pojokan. Anak yang sedang dalam transisi perubahan pola makan, tentu ususnya bisa beradaptasi lebih baik kalau komposisi makanannya berubah sedikit-sedikit aja, bukan langsung drastic. Pun juga kalau ganti susu formula, pemberian susu formula yang baru tentu akan lebih gampang diterima anak kalau memberikannya juga bertahap doang.

Interlac ini lumayan lengkap varian produknya dan bisa diminum oleh segala usia. Anak-anak pasti suka minum probiotik yang satu ini.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *