Mau salin kontennya? Kontak saya dulu di vicky.laurentina@gmail.com

Skin Care Spesial untuk Kulit Kering dan Sensitif

Ketika kulit wajah yang bersisik bikin make up jadi susah nempel, barangkali kita perlu mikir kembali tentang cara mengatasi kulit wajah kita yang kering itu.

Struggle dengan Kulit Bersisik

Ketika saya masih remaja dulu, saya ini punya problem ngeselin kalau mau pakai make-up: Bedak nggak mau nemplok.

Kulit saya kadang bersisik di kawasan jidat dan area sekitar mulut. Kalau lagi pakai bedak, bedaknya jadi nggumpal di area yang bersisik itu. Akibatnya, saya jadi nggak pede kalau pakai bedak.

kulit kering kulit bersisik

Ketika saya sudah kuliah kedokteran pada semester lanjut, saya ditugaskan magang pada klinik dermatologist. Di sana, sambil belajar ngobatin pasien-pasien kusta dan eksim, saya pun juga punya misi pribadi: benerin kulit saya itu supaya nggak bersisik-sisik kalau lagi pakai bedak.

Sampai kemudian, saya mulai paham bahwa sisik-sisik itu lantaran kulit saya termasuk kulit kering. Dan kelainan itu, ternyata karena bawaan lahir. Iya, saya ternyata atopi, makanya kulit saya ini kering.

Whaaat?

Penyebab Kulit Kering yang Bikin Kulit Bersisik

Awalnya saya bingung. Apakah saya bakalan ngabisin waktu seumur hidup dengan menjarangkan diri pakai bedak karena takut mukanya jadi keluar sisik-sisiknya? Karena atopi itu kan masalah genetik, jadi saya akan jadi orang atopi seumur hidup. Saya lalu konsultasi ke beberapa dermatologist yang jadi mentor saya, sampai kemudian mereka nyuruh saya belajar tentang kunci pengetahuan dasar akan konsekuensi kulit kering, yaitu “skin barrier”.

Akhirnya, setelah belajar sedikit-sedikit tentang skin barrier, lama-lama saya ngerti. Ternyata kondisi kulit kering yang saya alami itu, memang karena skin barrier yang rusak. Dan genetik saya, plus gaya hidup saya, ikut berkontribusi terhadap skin barrier saya yang rusak itu.

Skin Barrier Itu Apa Sih ?

Jadi simpelnya, kulit kita semua ini dijaga oleh unit barisan sel yang bernama skin barrier. Pembentuk skin barrier ini adalah sel-sel korneosit yang diselubungi lapisan lipid, seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

kulit sehat dengan skin barrier utuh dan hilangnya fungsi ceramide pada kulit
Skin barrier yang normal (kiri) dibangun oleh sel-sel koneosit (berbentuk mirip batu bata) yang tersusun rapi. Sel-sel koneosit ini dikelilingi lemak/lipid (titik-titik kecil berwarna cokelat), biasanya lipidnya berupa ceramide. Lapisan skin barrier ini mampu menghadang perusak dari luar, misalnya kuman (ditandai bintang-bintang hitam) atau panasnya sinar matahari. Sedangkan lemak yang menyelubungi sel akan bertugas menghambat air yang hendak menguap keluar dari kulit, sehingga mencegah dehidrasi pada jaringan kulit. Adapun skin barrier yang rusak (kanan) ditandai formasi sel-sel yang berantakan seperti terkikis. Akibatnya, kuman maupun sinar matahari lebih mudah masuk ke kulit, untuk menimbulkan penyakit. Sementara itu, karena lemak di sini sedikit, maka air jadi lebih mudah menguap keluar kulit. Karena kulit kemudian kekurangan air, sehingga jaringan kulit lebih gampang kena dehidrasi dan terjadi kulit kering. Gambar oleh Tutut Widhiasuti dan Vicky Laurentina

Jaringan skin barrier pada kulit kita ini sebetulnya bagus semua ketika kita masih bayi dulu. Inget kan jaman dulu ibu-ibu kita kayaknya juga nggak rela kalau kulit kita kena matahari sedikit pun? Makanya skin barrier kita utuh, kulit kita hampir selalu lembab. Jarang banget kan kita lihat bayi yang kulitnya kering sampai melintis-melintis gitu. Dan seingat saya, waktu kecil dulu, kulit saya juga baek-baek aja kok, nggak busikan (bersisik, Jawa), pokoknya ya masih bisa dibilang kulit sehat deh.

Tapi ternyata, kemulusan kulit ini nggak bertahan lama. Saya ini aslinya kan atopi, jadi memang skin barrier saya nggak sekuat orang normal (lihat infografis di bawah, mengapa orang atopi cenderung punya kelainan di skin barrier-nya). Sudah gitu dibarengin kesalahan milih facial wash yang ternyata mengandung iritan SLS, membuat kerapuhan skin barrier saya makin menjadi-jadi. Maka jadilah kulit kering yang bersisik-sisik seperti yang saya alamin.

Efek Skin Barrier yang Rusak

Seberapa pentingnya sih skin barrier yang rusak pada kulit kering itu? Woo.. efeknya mengganggu sekali, Sodara-sodara. Mulai dari yang sederhana aja, kulit yang skin barriernya rusak, pertanda lapisannya sudah terkikis. Kulit wajah saya yang mestinya bisa menolak debu dan panasnya sinar matahari seolah-olah keok. Akibatnya kalau saya kena debu dikit, pasti wajah saya gatel-gatel luar biasa. Atau kalau habis panas-panasan sebentar di jalan raya, pasti kulit wajah saya perih banget.

Terus serba salah juga kalau saya lagi ngantor. Kantor saya tempat kerja itu kan ada AC-nya, dan saya jelas butuh AC dong. Ternyata AC itu bikin lingkungan dalam ruangan jadi super humid, sehingga lingkungan akan menarik air dari dalam kulit kita. Efeknya, kulit saya pun jadi makin kering dong.

Pada kulit yang sangat kering, kalau diterawang melalui mikroskop, jaringan kulit kita itu jadi nampak bergurat-gurat kasar. Kulit yang begini ini, kalau ditemplokin pakai make-up, maka make-up-nya susah merata. Kulit begini cenderung bersisik, dan kalau sisik-sisik ini didempul pakai foundation atau bedak, make-up-nya susah nempel. Maka make-up yang seharusnya bikin bentuk wajah jadi terkoreksi, pun gagal mencapai tujuan yang diinginkan. Sedih?

Skin barrier yang rusak menyebabkan kulit wajah menjadi mudah terasa perih, gatal, dan menyulitkan jika wajah hendak diaplikasikan make-up.

Intinya, kalau skin barrier di wajah ini rusak, kulit jadi kering, dan hidup jadi nggak nyaman deh.

Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering

Karena skin barrier nggak boleh dibiarkan rusak terus-terusan, maka sebagai pemilik kulit kering pun, saya bertindak. Ada beberapa hal yang saya lakukan dalam rangka perawatan kulit kering dan sensitif, terutama mulai memodifikasi skin care yang saya pakai.

Membangun Skin Barrier dengan Nutrisi

Karena kulit kering itu lantaran skin barrier-nya rusak, maka saya bertindak pilih skin care yang bisa membangun skin barrier ini kembali. Untuk itu, saya cari skin care yang mengandung bahan-bahan pelembab (moisturizer), dan juga sekaligus mengandung bahan-bahan humektan (penahan air).

Manfaat Pelembab untuk Kulit Kering

Moisturizer ini adalah zat yang punya sifat menciptakan suasana lembab di dalam jaringan kulit. Ada banyak zat sih yang diakuin para pabrik skin care sebagai moisturizer. Salah satu contohnya adalah yang booming belakangan ini, yaitu ceramide.

Fungsi Ceramide untuk Kulit

Sebagai lemak untuk mengisi ruangan di antara sel-sel kulit. Efeknya menciptakan suasana lembab di dalam jaringan kulit, sehingga lingkungan kulit menjadi sehat.
Kulit kita sebetulnya sudah memproduksi ceramide, tetapi kita juga bisa menambahkannya melalui kosmetika yang mengandung ceramide.

Humektan

Sedangkan humektan merupakan zat yang bisa menahan air supaya nggak sampai keluar dari dalam kulit. Saya perlu humektan sebagai adaptasi terhadap pola hidup saya yang memang sangat merusak kelembaban kulit saya (lantaran ruangan kantor saya itu selalu pakai AC).

Dan banyak banget juga produk di pasaran yang mengandung humektan. Saya sendiri paling sering cari produk yang mengandung glycerin.

Mencari Face Wash Tanpa SLS yang Merusak Skin Barrier

Skin barrier sendiri paling sering rusak gegara iritasi dari surfaktan pada face wash, padahal face wash itu perlu banget untuk mencuci wajah, kan? Nah, surfaktan yang paling sering dituding jadi iritan dalam face wash ini adalah sodium laureth sulfate (SLS). SLS ini memang cenderung merusak lemak dalam skin barrier, maka saya pun mulai puasa menghindari zat yang satu ini dalam memilih face wash.

Menghindari Bahaya Sinar Ultraviolet

Saya juga pakai tabir surya di siang hari. Tabir surya ini penting buat menghindari panasnya sinar ultraviolet supaya nggak semakin memperparah penguapan air dari kulit saya. Boleh baca cara menggunakan tabir surya di blog ini ya…

Alhamdulillah, semenjak saya mulai prihatin terhadap kesehatan skin barrier, masa-masa wajah saya nampak bersisik kalau dipakaikan bedak pun berlalu. Skin barrier saya sudah diperiksa lagi sekitar lima tahun kemudian. Dan ternyata, tekstur kulit saya sudah nggak sekering yang dulu, dan sisik-sisik di jidat maupun sekitar mulut saya sudah hilang.

Tentu saja saya masih atopi karena genetik, tapi sekarang kulit wajah saya lebih sehat dan saya pe-de buat memakai make-up apapun.

Review Pelembab untuk Kulit Kering

Kalian tentu jadi penasaran, kan, kira-kira pelembab apa di pasaran yang cocok untuk kulit kering?
Seperti yang saya bilang tadi, karena kulit kering ini punya masalah pada skin barrier, maka kita perlu membangun lagi skin barrier yang sudah rusak tadi. Sehubungan komponen utama skin barrier adalah ceramide, maka pelembab kulit kering dan sensitif tentu sebaiknya mengandung ceramide juga.

Salah satu merk pelembab yang bisa memenuhi kriteria itu adalah Erhalogy Skin Barrier Face Moisturizer. Moisturizer keluaran perusahaan Erha Skin, Hair, and Laser Expert (IG: @erha.dermatology) ini baru saya coba semenjak beberapa minggu yang lalu lho.

Kalau kita perhatikan di daftar bahannya, kita bisa lihat bahwa Erhalogy Skin Barrier Face Moisturizer ini lengkap banget memenuhi kebutuhan pelembab untuk kulit kering. Soalnya, dalam satu produk sudah ada bahan pembentuk skin barrier dan humektan sekaligus, plus dibarengin sama antioksidan dan soothing agent pula. Kedua fungsi terakhir ini yang krusial banget buat para pemilik kulit sensitif yang dikit-dikit rewel kalau diolesin pelembab.

Teksturnya pelembab Erhalogy ini lembut banget. Dipakai sebelum tidur pun enak, dipakai di siang hari juga enak meskipun sesudahnya saya timpa dengan berlapis-lapis make-up.

Cari Merk Sabun untuk Kulit Kering? Erha Bisa Menjawabmu

Sabun wajah sendiri juga jadi concern utama kalau kita memang serius kepingin merawat kulit kering, termasuk juga kulit sensitif lho. Memang banyak merk sabun wajah di pasaran, tetapi sedikit banget yang kandungannya bebas dari sodium lauryl sulfat musuh utama skin barrier ini. Tapi ternyata, Erha punya sabun wajah sendiri dan produk ini nggak mengandung SLS yang saya hindari tadi.

Untuk kulit kering, Erhalogy Skin Barrier Facial Wash lumayan menjanjikan karena surfaktannya bukan berupa SLS, tetapi berupa surfaktan yang sering kita lihat pada produk-produk sabun bayi. Tuh, surfaktannya saya tuliskan di infografis di atas.

Nah, biasanya facial wash itu kan isinya cuman surfaktan doang kan ya. Tetapi pada Erhalogy Skin Barrier Facial Wash ini, selain berisi surfaktan pun juga berisi bahan-bahan humektan plus bahan pembentuk skin barrier yang bertubi-tubi. Jadi, dalam satu produk ini ada surfaktan dan pelembab sekaligus. Kyaaaaa, asyik kan..?

Dan Erhalogy beneran serius bikin facial wash untuk kulit keringnya. Sebab produk ini sudah dilengkapi bahan-bahan anti peradangan segala, untuk mencegah kulitnya kenapa-kenapa kalau disabunin surfaktan.

Saya juga pakai facial wash ini lho, Sodara-sodara, dua kali sehari. Memang terasa lembut, meskipun saya merasa ada butiran scrub-nya gitu (PHA-kah itu?). Dan kulit wajah juga nggak terasa panas sesudah pakai Erhalogy Skin Barrier Facial Wash ini. Okelah!

Mau Coba Erhalogy Series untuk Kulit Keringmu?

Memang punya bawaan atopi yang bikin kulit jadi kering/sensitif terhadap kosmetika bisa bikin penderitaan yang lumayan signifikan. Tapi kalian bisa mencoba mengatasi kulit kering dan sensitif dengan Erhalogy Skin Barrier Series ini.

Produk Erha Skin Barrier Series, baik Erhalogy Skin Barrier Facial Wash dan Erhalogy Skin Barrier Face Moisturizer, termasuk produk Erha yang dijual bebas di counter-counter Erha (sama kayak produk Erha21 yang mungkin sudah sering kalian pakai).
Bisa dibeli di Erha Apothecary (counter drugstore-nya Erha yang ada di mall- mall), atau juga di apoteknya Erha Clinic.

Jangan takut punya kulit kering, ya. Karena sebetulnya, kita-kita ini cuman perlu perbaikan skin barrier dengan tepat. 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

  1. Nining says:

    Hmmm apa aku kudu balik ke ERHA lagi yak, scara ini produk bisa mengandung dua produk sekaligus yg biasa kupake mbak. Pake toner dulu, baru pelembab … belum lagi si sunblock hihihi. Tfs bu dok 😉

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Well, memang Erhalogy Skin Barrier Face Wash ini mengandung skin conditioning agent (yang sering ada di toner) dan mengandung moisturizing agent juga. Jadi sebetulnya nutrisinya cukup lengkap. Tapi untuk sunblocknya ya perlu pakai produk tabir surya tambahan 🙂 Ambil aja di Erha Clinic yang di Malang, supaya kamu bisa jangkau juga 🙂

      1. Nining says:

        btw dia masuk di sociolla jg loh mbak vic….kmrn pas diskon sempet mo checkout hahahahhaa abis baca ini keknya emg disuruh balik pake erha lg

  2. Tori Chu says:

    bgus post nya, g cm review tp informatif bgt pas bgt, akhir2 ini ak jg lg cari produk skincare yg bgus / yg konsen ke skin barier , krna tkut klo salah pilih malah bisa bikkn muka tmbah kering ya

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Thanks a lot sudah baca, Tori. Sedikit banget produk yang konsen sama skin barrier, jadi duo Erhalogy Skin Barrier Series ini sangat membantu. 🙂 Aku setuju semua produk mestinya dipikirkan untuk mempertahankan fungsi skin barrier-nya dulu, karena skin barrier ini juga sekaligus barrier pertahanan untuk seluruh tubuh kita 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *