Manuver Marketing yang Belum Terpikir oleh Banyak Pebisnis Catering Rumahan

Kebanyakan catering merasa akan mudah memperoleh pelanggan hanya dengan mendirikan account Instagram, tapi kemudian sadar bahwa punya follower saja belum tentu bisa menghasilkan pelanggan baru. Padahal pemasaran catering pada masa pandemi kini tidak melulu hanya bersandar pada Instagram. Butuh banyak unsur yang mesti dikerjakan untuk membuat calon pelanggan menyadari keberadaan usaha catering tersebut. Maka kali ini, saya akan bercerita tentang beberapa strategi pemasaran catering di musim pandemi ini.

Solusi Jualan Makanan Online dalam Pandemi

Sebagian besar orang, tak selalu bisa memasak meskipun sudah langganan Yummy Apps atau aplikasi-aplikasi masak lainnya. Sebagian ngekost dan dapur tempat kostnya nggak leluasa dipakai masak. Sebagian nggak bisa leluasa cari makan dekat rumah karena pandemi membuat banyak warung bangkrut. Maka salah satu penyelamat perut mereka, antara lain ialah penjual makanan online, terutama catering rumahan.

Di Surabaya tempat saya kini tinggal, pengusaha catering rumahan bisa mencapai 40 unit. Sebanyak itu, tetapi mayoritasnya masih dipusingkan dengan pemasaran. Followers account Instagram mereka bejibun, tapi yang nge-like masih sedikit (jika tidak nge-like, bagaimana mau beli?). Sudah endorse so-called-selebgram, tapi follower tidak nambah-nambah. Di internet, pangsa catering rumahan masih dikuasai oleh catering untuk acara pesta, yang seringkali gagal memuaskan pencari catering rumahan itu sendiri.

Faktor kompetitor membuat persaingan catering rumahan makin sengit. Semua penjual sekarang sama-sama mengaku unggul. Foto-foto makanan mereka sama bagusnya, bahkan mungkin ng-endorse foodie yang sama. Pemasaran dapat membuat mereka boncos, kalau tidak efektif menciptakan pelanggan yang loyal dan bisa berfungsi sekaligus sebagai agen word of mouth.

Caterng rumahan rerata sama.
Sama-sama mengaku sudah banyak pelanggan, bebas ongkir, bebas MSG, dan bebas entah apa lagi.
Perlu strategi pemasaran yang lebih efektif untuk membuat catering satu lebih populer daripada yang lain.

Inilah yang saya dengarkan dari keluhan para pengusaha kecil ini dalam banyak webinar digital marketing yang saya ikutin akhir-akhir ini. Lalu saya paham problem dasarnya: Strategi pemasaran mereka dipelajari otodidak, tapi lupa melakukan branding usahanya sendiri. Dan ini nggak cuma terjadi pada pebisnis catering rumahan, tapi juga pada pelaku UMKM lainnya. Maka ini yang sebaiknya dikerjakan dalam memasarkan suatu bisnis kecil, jika ingin dapat banyak pelanggan setia.

Branding, Awal Strategi Pemasaran Catering

Meskipun merupakan bagian dari pemasaran, tetapi branding bukanlah melakukan promosi. Misi dari branding, adalah membuat orang ingat akan nama usaha tersebut bila menyebut suatu kegiatan.

Contoh: Jika seseorang ingin dikirimi makan siang tiap hari ke rumahnya, dia langsung ingat sebuah UMKM bernama Mulia Catering. Ini artinya, Mulia Catering telah berhasil melakukan branding atas usahanya.

Seperti bisnis lainnya, untuk bisa menciptakan branding, suatu catering perlu mendefinisikan DNA dari brand-nya (karakter, preferensi, talent, dan voice). DNA dari brand catering-nya ini yang nanti akan mengarahkan isi dari konten pemasaran dan pelayanan catering-nya. Sehingga, calon konsumen yang mendengar promosinya akan mudah membedakan catering ini dari catering-catering lainnya. DNA brand juga membantu pelanggan tetap loyal meskipun nanti banyak catering pesaing bermunculan.

Apa saja isi DNA dari brand Itu?

Karakter

Di sini, suatu bisnis perlu menunjukkan:

1. Visi, yaitu tujuan jangka panjang yang diinginkan dari bisnis tersebut. Misalnya, Mulia Catering punya visi ingin memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 

2. Misi, yaitu usaha yang ingin dikerjakan oleh bisnis tersebut agar visinya tercapai. Misalnya, Mulia Catering ingin menyediakan makanan bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu/sempat memasak.

3. Value, yaitu nilai yang ditonjolkan oleh bisnis tersebut dari misinya. Misalnya, Mulia Catering hanya menyediakan makanan yang sehat dan nutrisinya sudah dihitung dengan tepat.

4. Sejarah, yaitu kejadian yang menyebabkan pemilik bisnis tersebut untuk menciptakan bisnisnya. Misalnya, Mulia Catering didirikan tahun lalu karena semula pemiliknya ingin menolong para tetangganya dengan memasak secara kolektif karena kebanyakan tetangganya pulang malam akibat bekerja, sehingga tidak bisa memasak untuk masing-masing keluarganya.

5. Keunikan, yaitu hal yang membedakan bisnis tersebut dari bisnis-bisnis sejenisnya. Misalnya, Mulia Catering selalu menganggap setiap pelanggannya itu unik dengan kebutuhan dietnya sendiri-sendiri, sehingga setiap menu yang dikirimkan oleh Mulia disesuaikan dengan kadar kolesterol pelanggannya.

Kepribadian

DNA dari suatu brand catering akan menjadi pedoman bagaimana produk catering itu disajikan: menu, penataan, bahkan hingga pengemasannya.

Untuk memperlihatkan kepribadian brand-nya, bisnis perlu menunjukkan:

1. Preferensi Positif, yaitu hal-hal yang disukai bisnisnya. Contoh: Mulia Catering selalu memberdayakan petani lokal untuk menyuplai bahan-bahan makanannya.

2. Preferensi Negatif, yaitu hal-hal yang dihindari bisnisnya. Contoh: Mulia Catering menghindari bahan-bahan yang tidak halal, sehingga catering ini tidak menjual menu berbahan dasar daging babi.

Talent

Bisnis juga perlu mendefinisikan layanan apa yang dikerjakan.

Contoh: Mulia Catering menyediakan layanan catering rumahan untuk orang-orang yang sedang diet anti kolesterol. Atau menu MPASI untuk bayi. (Yang jelas, tidak melayani catering untuk acara-acara rapat atau pesta.)

Voice

Bisnis tersebut harus bisa menyuarakan suaranya melalui:

Logo ini simbol dari suatu perusahaan yang membedakannya dari perusahaan-perusahaan lain. Contoh: Mulia Catering punya logo berjudul mangkok dan serbet. Maka jika orang melihat mangkok diletakkan di atas serbet, maka orang akan selalu mengingat Mulia Catering.

Contoh logo catering, buatan Zillion Design.
Logo-logo seperti ini dapat dipesan secara online, atau bahkan didesain sendiri menggunakan Canva di smartphone.

Warna

Warna menunjukkan pesan yang dibawa bisnis itu. Misalnya, logo Mulia Catering berwarna hijau, menyiratkan semua bahan menunya dibikin secara alami, tanpa bahan pengawet.

Nada

Nada menunjukkan nuansa yang ingin dibawa oleh bisnis itu, dan akan mengarahkan kata-kata yang digunakan dalam konten promosinya.

Contoh Kata-kata untuk Promosi Catering

Moms, capek masak MPASI? Yuk biar kami yang masakin, Moms tinggal main sama si Kecil!” Nada ceria begini cocok untuk catering yang servisnya menyediakan MPASI dengan target pelanggan berupa para mahmud alias mamah muda.

Nikmati sajian lezat penuh selera, dijamin bebas asam urat dan bebas gula. Kami hadir untuk kesehatan keluarga Anda.” Nada formal ini lebih cocok untuk catering dengan target market lansia yang banyak pantangan makan ini itu.

Nah, jika branding-nya sudah jelas, alias DNA dari brand bisnis catering itu sudah terbentuk, baru mulai melakukan taktik pemasaran.

Jasa catering semakin banyak dicari orang di masa pandemi, sehingga penawaran akan jasa catering pun makin meningkat.
Para pemain bisnis catering perlu mendefinisikan DNA brand-nya dulu sebelum melakukan strategi pemasarannya, supaya brand-nya tetap memperoleh loyalitas konsumen meskipun banyak kompetitor.

Taktik Strategi Pemasaran Catering

Kebanyakan orang tentu sudah tahu bahwa pemasaran itu bisa dilakukan offline maupun online. Saya akan ceritakan bagaimana pemasaran online bisa menjadi efisien, dan pada kondisi bagaimana pemasaran offline tetap dipertahankan.

Cara Memasarkan Catering Rumahan Offline

Memasarkan offline berarti memasarkan tanpa mengandalkan sinyal internet. Dikerjakan jika calon konsumen yang dituju tidak bisa terpapar internet. Ada beberapa kanal yang bisa digunakan, antara lain berikut ini.

SMS

Karena alasan geografis dan usia, maka sekitar ⅓ penduduk Indonesia masih belum bisa internetan dan baru bisa SMS-an. Sehingga, konten promosi yang disampaikan melalui SMS harus efisien, bahkan meskipun dalam bentuk SMS blast sekalipun. Harus jelas, tidak boleh terlalu singkat, dan jangan terlalu sering dikirim supaya tidak terkesan nyepam.

Contoh Iklan Catering Makanan pada SMS

Hanya hari ini, mengajak teman berlangganan Mulia Catering menu anti kolesterol, dapat gratis menu 7 porsi. Yuk, boleh tanya dulu dengan balas pesan ini.

Radio

Cara Memasarkan Catering Melalui Radio 

Radio yang dipilih sebagai tempat iklan sebaiknya memiliki segmen pendengar radio yang sesuai dengan segmen target pelanggan catering ini. Misalnya, catering untuk lansia memilih radio yang banyak didengarkan lansia. Atau catering yang berjiwa muda memilih radio yang banyak didengarkan orang ketika menyetir dari/menuju kantor. Juga lebih baik jika radio tersebut bisa didengarkan secara streaming melalui internet.

Lebih baik lagi jika radio punya program siaran yang khusus membahas tentang makanan, sehingga audiens pendengarnya memang peminat makanan. Staf marketing catering akan punya kesempatan luas untuk bicara tentang brand yang dibawakannya. Selama siaran, nomor telepon bisnisnya perlu diulang-ulang agar pendengar langsung dapat bertindak untuk memesan catering tersebut.

Brosur

Brosur juga masih efektif untuk menjaring target pendengar lansia. Syaratnya, brosurnya harus menarik secara visual, dan bahan kertasnya kuat tanpa gampang lecek.

Contoh brosur catering makanan ini sederhana, tapi efektif karena mengandung nomor telepon, website, dan mencontohkan makanan yang dijual.
Brosur semacam ini bisa didesain sendiri di smartphone kita menggunakan aplikasi Canva.

Jika brosur disebarkan secara acak ke rumah-rumah yang belum jelas akan memesan catering, sebaiknya brosurnya sederhana, hanya sehalaman. Lebih baik desain halamannya fokus pada gambar makanan (maksimal 6 buah), bukan pada rincian jadwal menu yang dijual bulan itu. Ini untuk membuat calon pembeli lebih mudah memilih.

Nah, jika orang yang tertarik dengan brosur selembar ini sudah jadi pelanggan, baru bisa dikirimi brosur yang berisi rincian detail tentang menu pada bulan itu.

Cara Memasarkan Catering Rumahan Online

Semenjak pandemi, meskipun satu per satu bisnis berjatuhan akibat kampanye physical distancing, ternyata terbukti bahwa bisnis yang masih kuat bertahan adalah bisnis yang dipasarkan online. Sifatnya yang tak memerlukan banyak-banyak kontak antar manusia, menjadikan pemasaran online sebagai harga mati bagi banyak bisnis. Nah, jalur potensial untuk memasarkan catering secara online ini ialah melalui media sosial dan website.

Instagram Marketing

Instagram saat ini terbukti banyak berhasil bagi bisnis catering, asalkan penggunaannya memang tepat sasaran.

Pengguna Instagram rerata berusia di bawah 45 tahun, maka jika catering rumahan menyasar pangsa target di bawah usia ini, kemungkinan pemasarannya lebih berhasil.

Inilah feature dari Instagram yang perlu dimanfaatkan untuk pemasaran:

Feed

Feed pada suatu account brand catering terutama menampilkan konten-konten menu makanan yang disajikan, sehingga orang bisa langsung membayangkan penampilan sajian dari brand tersebut. Desain feed perlu dirancang dengan cermat supaya tampilan feed sesuai dengan warna yang sudah diusung oleh DNA brand tersebut (contoh: jika warna brand ini berwarna hijau, maka tone pada feed diupayakan jangan terlalu kebiruan pastel atau terlalu kecokelatan a la earthy).

Feed juga dapat divariasikan dengan menampilkan tips edukasi merawat bahan makanan supaya tidak rusak. Ini menimbulkan kesan bahwa brand pemilik account ini memang ahli mengolah makanan, sehingga bisnis tersebut makin dipercaya. 

Perhatikan caption promosi catering pada account Instagram ini.
Pembaca digiring untuk ke website milik brand-nya dulu sebelum timbul transaksi.
Instagram Ads

Instagram Ads ini, efektif untuk menarik calon pembeli potensial bagi brand.

Ads untuk Iklan Catering

Feature Ads bisa disetel agar iklan ini bisa tampil bagi orang-orang yang menjadi target brand ini, misalnya orang-orang yang peminat makanan, atau orang-orang berusia 25-45 tahun saja yang suka diet. Ads sebaiknya mengundang penonton untuk melakukan Action berupa kunjungan menuju website milik brand catering tersebut. 

Catering sebetulnya cukup unik untuk menjadi pengiklan, karena catering memerlukan konsumen yang berkomitmen agak lama untuk dapat menikmati jasanya dengan optimal. Maka iklan Ads oleh catering sebaiknya jangan ditujukan untuk menciptakan transaksi penjualan, tapi lebih baik ditujukan untuk menciptakan lead menuju website milik bisnis catering tersebut.

Kenapa masih perlu website untuk pemasaran jika sudah ada Instagram? Nanti saya jelaskan.

Highlight Story

Tatkala suatu brand mendefinisikan DNA karakter dari brand-nya, maka definisi karakter tersebut bisa ditampilkan di feature Highlight karena feature tersebut yang pertama kali sering dipencet orang ketika membuka sebuah profil Instagram. 

HIghlight untuk Menampilkan Profil Usaha Catering

Contoh: Suatu account brand catering bisa menampilkan Highlight sebanyak 6 buah dalam account-nya. Highlights ini bisa berupa Profil (berisi visi, misi), Sejarah (dari bisnis pemilik account tersebut), dan Tim (berisi foto/video kegiatan staf pendukung bisnisnya).

Ketiga Highlights lainnya bisa menyangkut layanan yang dikerjakan catering tersebut. Antara lain pilihan menu bulan ini, cara pemesanan, dan testimoni. Tak perlu terlalu banyak post dalam sebuah highlight, yang penting jumlah Impresi dari masing-masing highlight selalu bertambah.

Facebook Marketing untuk Catering

Contoh posting pada Fan Page sebuah brand catering, didominasi foto dan copywriting untuk menarik perhatian pembaca.
Perhatikan sebelah kanan atas, nampak tombol Telepon Sekarang untuk mendorong pembaca langsung berinteraksi dengan penjual, yang kemudian diharapkan akan diakhiri dengan transaksi.

Facebook cukup efektif untuk dijadikan alat pemasaran apabila feature yang digunakan adalah Fan Page. Fan Page ini mirip seperti halaman profil Instagram, dan Menu-menu pada Fan Page sangat mirip dengan feature Highlight pada Instagram. Hanya saja jika tampilan Instagram lebih banyak berupa gambar/video ketimbang tulisan, maka tampilan gambar/video dan tulisan pada Facebook lebih seimbang.

Post pada Facebook Fan Page dapat berupa menu produk catering tersebut. Contoh postnya: “Ayam lodho ini bisa Anda nikmati untuk makan siang di rumah Anda, dengan memesannya pada link http://muliacatering.com/formulir-pemesanan

Beriklan dengan feature Ads pada Facebook juga cenderung lebih murah dan tepat sasaran, terutama jika riset beriklannya menggunakan feature Audience Insights milik Facebook. Dengan beriklan di Facebook Ads, brand bisa mengatur agar iklannya hanya dilihat oleh orang yang jaraknya maksimal 40 km dari lokasi brand-nya, sehingga iklan ini efisien bagi UMKM catering yang kemampuan kurirnya masih terbatas.

Sisi unik Facebook adalah segmen penontonnya yang beragam, antara usia 25 tahun hingga lansia, berbeda dengan pengguna Instagram yang lansianya minim sekali. Maka jika brand catering merasa target pembelinya adalah lansia, menggunakan Facebook tentu lebih efisien.

Twitter Marketing untuk Catering

Cara pemasaran pada Twitter cenderung unik meskipun kanal ini jarang digunakan oleh para brand catering. Feature utama dari Twitter adalah Tweet, di mana brand UMKM bisa mengisi Tweet ini dengan konten-konten edukasi tentang cara mengolah makanan atau bahkan sejarah makanan. Konten-konten berfaedah ini mampu menarik minat pengguna Twitter niche FnB, sehingga mereka dapat menjadi follower brand itu.

Follower tersebut bisa dijadikan target pembaca untuk kanal lainnya, yaitu website dari brand tersebut. Caranya, dengan menyelipkan konten teaser dalam tweet. Contoh tweet-nya, “Banyak sekali menu kuliner jadul asal Jawa yang enak sekali di lidah, misalnya pecel semanggi yang disiram kuah kacang. Simak yuk cara pembuatannya di link http://muliacatering.com/pecel-semanggi..”

Karakter unik dari pengguna Twitter adalah tidak menyukai konten hard selling.

Karena pengguna Twitter tidak suka disodori jualan, maka kurang bijak jika menampilkan promo dalam Tweet. Promo perlu diletakkan secara halus di kanal lain (misalnya website, atau WhatsApp), baru pembaca Twitter dibelokkan untuk membaca kanal tersebut.

WhatsApp Marketing untuk Catering

Contoh iklan catering melalui WhatsApp.

Jangkauan dari WhatsApp marketing sebetulnya lebih luas daripada jangkauan pada Facebook atau Instagram, karena saat ini WhatsApp digunakan oleh segala usia. Namun hindari menghujani para kontak dengan konten promo setiap hari, karena dituduh nyepam malah membuat Kontak akan memblokir nomor brand tersebut.

Feature yang cukup bermanfaat adalah feature Status. Feature Status ini bisa menampilkan foto/video seperti Instagram Story, dan di sinilah promosi bisa ditampilkan secara elegan. Status WhatsApp juga dapat menampilkan link yang bisa mengarah pada halaman di website milik brand.

Dengan WhatsApp juga dapat melakukan promo blast pada kontak, namun cukup lakukan maksimal sebulan sekali saja agar tidak disangka nyepam. Bagaimanapun, WhatsApp hanya perlu digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan konsumen menuju website, bukan untuk menyebarkan promo hard selling.

Pemasaran Catering melalui Website Makanan

Website justru menjadi alat paling kuat dalam menggalang calon pembeli. Karena website berfungsi sebagai alamat brand tersebut di dunia maya, dan website inilah yang terbukti menyelamatkan para pebisnis dari keterpurukan selama pandemi.

Bagi strategi pemasaran, website ialah tempat untuk menampilkan seluruh inti dari DNA brand yang telah terdefinisikan tadi, sekaligus juga sebagai tujuan akhir dari promosi yang telah dibangun di kanal-kanal sosial media tadi.

Website juga dapat menampilkan sarana  customer service yang lebih dipercaya konsumen daripada menyampaikan keluhan melalui direct message di social media.

Saya rasa, kunci dari keberhasilan website sebagai alat pemasaran antara lain, yaitu:

Desain Pengalaman Pengguna (UX Design)

Website perlu memiliki navigasi yang lincah agar pengunjung nyaman membuka-buka halamannya. Loading pada website brand catering harus ringan, jangan sampai terlalu berat oleh banyak foto makanan yang besar-besar. Pengunjung juga harus bisa langsung menemukan menu cara memesan melalui website.

Ada empat halaman yang paling sering dicari orang ketika menginginkan jasa catering, yaitu: Beranda (halaman utama website), Produk (menu-menu yang disediakan oleh jasa catering tersebut), Tentang Kami (keunikan yang membedakan brand catering tersebut daripada brand  lainnya), dan Kontak Kami (formulir untuk memesan menu dan nomor telepon untuk dikontak jika perlu).

Beberapa macam cara untuk melayani penjualan produk catering di website:

  1. Buat halaman berisi Formulir Pemesanan yang menanyakan email, alamat pengiriman, nomor telepon, dan paket makanan yang dipesan. Tugas pemilik website ialah merespons dengan mengirim invoice. Setelah invoice dibayar, antarkan makanannya.
  2. Buat halaman Formulir tadi, tapi pasang gateway payment dalam Contact Form. Gateway payment ini membuat pembeli tak perlu transfer manual untuk membayar.
  3. Buat halaman berjudul Kontak Kami dengan mencantumkan nomor WhatsApp dari UMKM cateringnya. Calon pembeli diminta mengontak WhatsApp apabila ingin memesan. Cocok untuk pemilik website yang tak paham cara membuat formulir pemesanan.
Keyword

Website catering umumnya sudah memiliki konten yang taktis dan tidak bertele-tele, sehingga pengunjung langsung dapat memutuskan apakah ia ingin memesan catering itu hanya dengan melihat menu yang disajikan saja. Namun kegagalan website catering umumnya karena gagal terbaca oleh mesin pencari Google, Yahoo, atau Bing, sehingga brand tersebut tidak dikenali oleh orang-orang yang mencari catering di internet. Di sinilah gunanya juru marketing brand tersebut menguasai Search Engine Optimization, alias membuat website ini mudah terindeks di mesin pencari.

Staf marketing perlu mengetahui query yang dicari oleh para peminat jasa katering, kemudian mencocokkannya dengan keyword tertentu untuk disisipkan dalam konten website. Keyword ini disisipkan agar mesin pencari yang bekerja berdasarkan query berhasil membaca keyword website ini dan mengindeks websitenya. Contoh query tentang catering yang saat ini populer di kota saya adalah “catering di daerah Rungkut”, “catering harian Surabaya Utara”, atau “catering daerah Ketintang Surabaya”.

Backlink

Selain dengan keyword, suatu website akan lebih mudah dipertemukan dengan peminatnya di search engine jika website ini memperoleh backlink dari websites lain yang relevan, misalnya dari website direktori dan blog milik food blogger.

Contoh website direktori, misalnya direktori.lkpp.go.id, yaitu website Pemerintah yang mempromosikan berbagai klasifikasi bisnis, termasuk bisnis penyediaan makanan.

Blog milik para food blogger juga berfungsi penting bagi website catering, terutama karena blog itu berisi artikel-artikel genre makanan.

Untuk bisa direkomendasikan pada halaman pencarian Google, upayakan selalu untuk memperoleh backlink dari artikel pada websites milik para food blogger.

Selalu pilih food blogger yang memiliki Domain Authority tinggi, pageview yang banyak, atau kolom interaksi dalam blognya padat,  agar biaya yang diperlukan untuk menyewa blogger ini tidak boncos.

Domain

Agar bisa terbaca di kolom pencari Google, para UMKM juga perlu cerdik memilih nama domain bagi website-nya. Domain yang mengandung nama brand ternyata saat ini lebih diprioritaskan untuk diindeks oleh mesin pencari Google, daripada domain yang mengandung keyword. Contoh: Domain muliacatering.com masih lebih mungkin tampil dalam kolom pencari Google daripada domain jasacateringsurabaya.com, misalnya.

Salah satu trik yang cukup layak dicoba juga menggunakan ekstensi yang mencerminkan bisnis itu sendiri. Para UMKM catering bisa menggunakan domain dot catering untuk websitenya, alih-alih menggunakan domain dot com seperti bisnis kebanyakan. Contohnya, www.mulia.catering, www.healthyfood.catering, www.enakberkat.catering. Ketersediaan domain dot catering ini bisa kita cari dengan cek domain incaran kita pada situs-situs yang menjual hosting murah

Cara mencari domain dot catering pada layanan penyedia domain

Menggunakan website sebetulnya cukup efektif untuk mempertahankan eksistensi para UMKM di tengah persaingan bisnis catering yang selalu penuh pemain baru. Bahkan marketing melalui website masih lebih efektif daripada menggunakan social media saja, asalkan kontennya selalu mengikuti perkembangan zaman dan websitenya selalu siap untuk interaktif dengan pengunjung yang datang. 

Ya, jadi ternyata strategi pemasaran catering itu tidak melulu memikirkan harus melakukan marketing di kanal yang mana, tapi perlu dimulai dengan mengidentifikasi DNA brand itu sendiri, bukan? Mari bangun dari pandemi ini dan mulai menyebarkan manfaat ke orang banyak dengan memaksimalkan teknologi informasi bagi bisnis FnB kita. Apakah Anda punya kawan yang ingin memulai bisnis kecil? Yuk sebarkan artikel ini kepada kawan Anda 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

33 comments

  1. Sebagai anak yang ibunya punya usaha katering aku baru ngeh bahwa usaha ibu belom dimaksimalkan promosinya. So far orang tahu dari mulut ke mulut dan sebar brosur aja.

    Keren banget pembahasannya, mbak. Lengkap dan sangat berfaedah. Jadi kepikiran untuk menjadikan usaha katering keluarga more bigger karena tulisan ini. Makasih sudah berbagi informasi.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, Yayan, promosi mulut ke mulut dan sebar brosur itu belum mengoptimalkan teknologi informasi. Keberadaan Yayan sebagai generasi muda di keluarga itu strategis banget buat meningkatkan kinerja pemasaran untuk catering milik ibunya, supaya bisa bertahan kalau-kalau nanti banyak kompetitor. 🙂

  2. Lasmicika says:

    Ini udah kupas tuntas, komplit dan menyeluruh strategi yang dibahas, sampai ke dalem-dalemnya, sampai DNA-nya. Dan ini bisa diterapkan buat jenis usaha apa aja ya mbak ngga cuma catering.

    Oh ya,menambahkan sedikit, selain strategi di atas, catering (atau usaha jenis apapun sebenarnya), bisa saling bergandengan tangan dengan jenis usaha lain yang saling berkaitan tapi tidak sejenis. Berpatner. Ini sangat efektif berdasarkan pengalaman saya.

    Sebagai contoh WO Rumah Tsabita, lebih sering berpatner dengan studio foto Triyan Photograph untuk job-job klien pengantin, meski tidak menutup kemungkinan berpatner juga dengan studio lain.

    Nah, hal ini membuat kami bersinergi. Job foto studio Triyan sering datang dari WO saya, begitu pula job WO sering datang dari Triyan Photo. Di mana ada Rumah Tsabita di situ ada Triyan Photo.

    Catering pun bisa bersinergi dengan WO atau EO. Makin banyak patner makin baik. Atau berpatner dengan apapun dan siapapun. Kaitannya dengan branding juga, apakah catering spesialis hajatan, atau spesialis apakah dia. Kira-kira begitu.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Oh iya, berpartner dengan bisnis lain itu cukup baik juga untuk pemasarannya ya. Semacam sister-business gitu. Lebih bagus lagi kalau websitenya bisnis itu diberikan backlink dari website milik bisnis lain yang jadi partnernya. Dengan demikian calon konsumen makin percaya bahwa bisnis ini profesional.

  3. Nchie Hanie says:

    Keren banget tulisannya, tapi lebih keren kalo pembahasannya strategi pemasarannya di pisah tiap kanal, biar pembaca awam mudah memahami.
    Sumpah baru tadi dibahas masalah branding kuliner ini, aku jelasin kurang lebih sama.

    Memang yang rame pasar onlen sekarang IG yang teratas, berlomba2 jualan di IG yang ga segampang dipikiran bikin akun IG, web dll.
    Butuh di edukasi tentang hal diatass mulai dari DNA branding dan tektekbengeknya, hahaa. Belom lagi kalo mau buka akun IG mau dibawa kemana akunnya, apa katalog ato awarness. Build akunnya itu butuh waktu dan mendatangkan foll organik. Percuma juga kan yaaa kalo follower gede tapi ga closing ato ga ada interaksi.

    Semoga kita ga lelah mengedukasi ke setiap klien f n b ato yang lainnya yang mau fokus jualan memanfaatkan teknologi secara onlen ini, ga segampang itu, Marimar!
    Dan edukasi ini memberikan peluang buat pekerjaan sampingan kita sebagai Blogger, bisa mengelola akun2nya. Ayoo..
    Aku salut sama Catering Mulia yang menyelipkan konten dengan memberdayakan para petani untuk usahanya. Sukses selalu buat Catering Mulia yaa.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Terima kasih, Ceu.. ya memang tujuanku begitu, bilang bahwa memasarkan menggunakan teknologi 4.0 ini nggak segampang ngomongnya.

      By the way, sebetulnya Mulia Catering ini cuma nama fiktif yang kukarang sendiri hanya demi konten ini..

  4. Sudah saya bagikan ke 11 grup DM komunitas Indonesia Saling Follow waktu baru baca beberapa paragraf.
    Terasa bermanfaat banget jadi langsung bagikan dulu, urusan baca tuntas dan komen mah belakangan soalnya sibuk terus jadi buka blog sesekai.
    Ini juga bisa leluasa komentar setelah dini hari begadang untuk mecahin masalah akun yang default di tablet Palung. Akhirnya bisa setelah gagal terus ganti akun sendiri untuk blog di tablet.
    Senang banget beroleh ilmu bermanfaat setelah baca tuntas.
    Jadi admin media sosial juga harus punya ilmu untuk bantu peserta yang kebanyakan punya usaha skala kecil.
    Terima kasih, Mbak Vicky.
    Tulisannya memang mengena dan sarat value.

  5. Inna Riana says:

    tengkiyu tips2nya budok :* penting banget buat yg mau jualan produk makanan kayak akuh ini.
    belum bisa efektip nge up ke medsos. krna gadget aja masih rebutan ama anak yg sekolah online hehehe
    btw aku pake qwords buat 2 blog n puas dg pelayanannya 🙂

  6. Banyak juga ya Mbak hal-hal yang perlu dipikirkan oleh pemilik catering untuk melakukan strategi pemasaran catering, terutama yang secara online. Karena di saat pandemi sekarang ini memang strategi pemasaran online adalah yang paling tepat ditingkatkan.
    Dan, peran bloger terutama food blogger enggak boleh diremehkan juga untuk membantu usaha mereka 🙂

  7. Heizyi says:

    wah, milenial banget pemasarannya ya mbak. Sekarang apa-apa emang online. jadi harus ngeri marketing digital juga biar gak ketelan sama yang pinter main sosmed hehe

  8. Kalau kata orang Sunda mah artikelnya munel, alias lengkap,padat, dan berisi. Wajib nih dibaca pengusaha katering rumahan atau yang sedang memulai usaha juga. Seperti biasa, suka deh sama tulisan mba Vicky, selalu kece dan orisinil.

  9. promosi pakai sms zaman sekarang memang dilihat agak kuno tapi cujkup berpengaruh, kadang saya kalau ngasi tau promo jualan di Marwah style suka pake sms juga sih, dan responya juga lumayan.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Betul. Pemasaran melalui SMS sebetulnya masih punya pengaruh bagi Sales, asalkan memang SMSnya dikirim ke orang-orang yang relevan (dan masih giat membaca SMS). Kita bisa banget mengoptimalkan teknologi melalui SMS untuk pemasaran ini, misalnya dengan melakukan blasting pada SMS.

  10. Wah total banget nih tulisannya

    Istri dirumah juga sedang belajar usaha ini, sudah mulai beli oven dan perlengkapan lainnya.

    Belajarnya lihat video masakan di youtube

  11. Echaimutenan says:

    Kupas tuntas website buat umkm ya vicky. Lengkaaap banget sharingnya.

    Nah, sekarang tinggal milih domain dan hosting yang kece bagaimana. Biar bisa dukung website umkm dan lebih mudahkan baik penjual plus pembeli.

    Aku sendiri dah qwords-an dah hampir 10 taun. Cepat di sana

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Domain yang kece untuk catering itu ya domain yang ekstensinya kusebut di atas. Hostingnya tidak perlu besar-besar kalau unitnya masih UMKM yang pelanggannya masih sedikit, yang penting hosting-nya masih terjangkau dengan budget 🙂

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Betul. Karena sudah terbukti di masa resesi ini, ternyata perusahaan yang paling kuat bertahan adalah perusahaan-perusahaan yang marketing-nya sudah digital, meskipun usaha itu masih kecil-kecilan.

  12. Liswanti says:

    Wiiih komplit nih, kan jadi pengen bisnis kuloner. Kalau dah dibahas lengkap begini.

    Sebenernya ku juga udah kepikiran jualan makanan nih, tapi paling jualan cemilan dulu. Thank you mba tulisannya, jadi ada ide nih.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Yap, catering rumahan yang khusus cemilan juga ada, sepupunya suamiku tuh bikin. Biarpun hanya jualan cemilan, tapi brandingnya juga harus jelas sebelum mulai dipasarkan.

  13. RACHMANITA says:

    Usaha catering seperti ini apalagi rumahan masih sangat di butuhkan sekali apalagi saat ini kalau di beberapa kebiasaan keluarga sering ngadain syukuran kecil2an buat berbagi ke tetangga juga….jadi kayak gini tuh sangat membantu sekali …

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Bener, bahkan di tengah pandemi gini, kebiasaan bikin syukuran masih tetap ada meskipun hanya dalam bentuk hantaran berkatan. Jadi catering rumahan begini akan terasa sekali kegunaannya 🙂

      1. Hani S. says:

        Aku bacanya sampai bolak balik, menarik banget bahasannya. Ini tuh kayak pencerahan atas pikiranku belakangan ini yang tiba-tiba pengen bisnis makanan, tapi bingung pemasarannya harus mulai dari mana.

        Dari tulisan ini aku jadi ada bayangan, agak tricky memang, tapi itulah stratregi bisnis, apalagi ditengah para Senior² yang sudah sukses duluan. Pasti harus punya kuncian sendiri ya.

        Keren tulisannya, runut dan lengkap bangeeet. Btw aku sampai penasaran dengan Mulia Catering deh padahal itu fiktif ya :))

        1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

          Iya. Yang namanya bisnis pasti ada kompetitornya yang lebih senior, maka pemain bisnis yang masih baru harus punya DNA sendiri supaya9 brandnya dapat dibedakan dari brand senior.

          Mulia Catering itu memang fiktif, cuman karanganku doang untuk mendemonstrasikan penjelasanku aja 😀

  14. Airlangga says:

    Kali ini tulisan kamu kepanjangan deh rasanya . Males scroll kebawah berkali-kali

    Tapi kamu ada benarnya, harus ada pembeda …. Banyak katering menu sama , tampilan juga sejenis

    Padahal wong lawas kayak aku wes emoh makan model ayam geprek atau cap jay

    Inginnya serba ndeso model botok , brengkesan , dll yang mana katering susah menyiapkannya

    Nah itu harus dibidik.

    Termasuk catering khusus orang diabetes atau dengan kebutuhan khusus ( pengen diet misalnya )

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya yah, catering dengan sajian model lawas kayaknya masih ada demand-nya. Tapi bisa jadi mungkin demand-nya dikit, sehingga dapurnya catering kurang efisien kalo mau mengambil ceruk demand kayak gitu. (Tapi menurutku sih bisa dibikinin divisi produksi sendiri, dengan syarat pembuatannya kudu pre-order.)

      Terima kasih, Mas Elang, sudah mampir. Mohon maaf kepanjangan, sudah 2 bulan aku nggak nulis sepanjang ini, nggak nyadar kalo ngoceh kayak gini bisa banyak banget.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *