Ketika Tanda Kolesterol Tinggi Tidak Turun-turun

Begitu ayah saya diberitahu tanda kolesterol tinggi, ibu saya langsung puyeng mengganti menu di rumah. Menu yang di rumah seringnya berupa goreng-gorengan, jadi berubah kegurihannya lantaran ibu saya mengurangi minyak goreng demi ayah saya. Yang tadinya sering beli makan makanan yang enak-enak (dan yang enak itu adalah yang berminyak), jadi jarang.

Sedihnya, ternyata diet rendah kolesterol doang nggak bisa menurunkan kolesterol ayah saya.

Hampir semua orang yang punya problem kolesterol, sebetulnya punya problem yang lebih besar daripada sekedar angka yang tinggi. Sebab paling seringnya, badannya memang tidak mau bekerja sama mengubah kolesterol dari makanan untuk menjadi gizi.

Saat kita kebanyakan makan makanan berlemak, plus ada penyakit dalam tubuh kita yang menyulitkan mengolah kolesterol jadi gizi, maka saat itulah timbul kolesterol tinggi.

Apa Sih Tanda Kolesterol Tinggi?

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kolesterol dalam darah itu sebanyak melebihi 200 gram per desiliter.

Itu aja satu-satunya tanda kolesterol tinggi. Kalau belum ada pemeriksaan lab, maka nggak bisa dibilang kolesterolnya tinggi.

Alat untuk mengukur kolesterol untuk mencari adanya kolesterol tinggi.

Ayah saya selama bertahun-tahun jarang banget mengeluh sakit, meskipun kolesterolnya nggak turun-turun. Memang kolesterol bisa meninggi tanpa kudu menimbulkan gejala yang nyusahin penderitanya.

Tapi kolesterol itu baru menyusahkan penderita kalau sudah manifestasi menjadi penyakit lain. Ayah saya, baru merasa kolesterol itu nyusahin setelah ayah saya didiagnosis punya penyakit jantung koroner. Sebabnya, jantungnya tersumbat kolesterol. 

Sebetulnya Kolesterol Itu Makhluk Apa?

Kolesterol ini sebetulnya ialah senyawa kimia yang diperlukan oleh manusia. Fungsi kolesterol ini membentuk hormon buat keperluan manusia.

Kolesterol itu kita dapatkan dari makanan. Sebetulnya manusia cuman butuh sedikit kolesterol aja. Kalau kolesterol kita itu berlebihan, sistem tubuh kita akan mengoper kolesterol ke empedu untuk dihancurkan.

Untuk bisa mengoper kolesterol ke empedu, perlu sebuah protein khusus untuk membawanya, yaitu protein bernama high density lipoprotein, alias HDL. Kalau protein HDL ini sudah membawa kolesterol, maka namanya menjadi HDL kolesterol.

Begitu seharusnya hidup berjalan.

Tapi ternyata, di dalam darah itu, ada juga protein lain yang kepingin membawa kolesterol, yaitu low density lipoprotein alias LDL. Kalau sudah menggotong kolesterol, nama LDL ini berubah menjadi LDL kolesterol.

Nah, kelakuan protein LDL ini sungguh beda dengan HDL. Ibaratnya, HDL adalah protein baik yang suka bantu bersih-bersih dengan membuang kolesterol ke empedu. Sebaliknya, LDL adalah protein bandel yang suka membawa kolesterol jalan-jalan keliling tubuh manusia. Padahal kolesterol yang jalan-jalan doang di tubuh kita itu tiada berguna selain merusak pembuluh darah!

Kolesterol yang menempel bersama protein LDL (ditandai butir-butiran berwarna kuning) sedang berjalan-jalan di dalam pembuluh darah.
Gambar ini menunjukkan bagaimana kolesterol menempel pada dinding pembuluh darah sampai menumpuk menghasilkan lapisan berwarna kuning, sehingga mempersempit rongga pembuluh.
Jika pembuluh makin sempit, maka ruang gerak pun makin sempit untuk darah yang bertugas membawa nutrisi bagi tubuh.

Di laboratorium, kita sering minta ke analisnya untuk periksa kolesterol. Setelah cek lab, ada 3 komponen yang keluar di kertas printer (dan sering pasiennya nggak ngerti), yaitu Kolesterol Total, LDL Kolesterol, dan HDL Kolesterol.

Sebetulnya, kolesterol total = jumlah HDL kolesterol + jumlah LDL kolesterol.

Yang sering terjadi pada para penderita itu, HDL kolesterolnya dikit, sedangkan LDL kolesterolnya tinggi. Jadinya, total kolesterol pun tinggi deh, alias melebihi 200 gr/dl.

Penyebab Kolesterol Tinggi Itu Apa?

Para ahli kolesterol sempat kasih saya bocoran tentang 4 situasi terbanyak di Indonesia yang bikin orang jadi kolesterol tinggi saat ini, yaitu: 1) diabetes, 2) pola makan yang jelek, 3) sindroma metabolik, 4) sindroma ovarium polikistik

Diabetes

Diabetes adalah situasi di mana glukosa sibuk kelayapan di dalam darah seperti preman. Padahal seharusnya, glukosa itu masuk ke sel-sel tubuh sebagai energi.

Situasi menjadi repot kalau glukosa ini sampai ketemu protein LDL Kolesterol. Dengan digandoli glukosa, LDL Kolesterol makin perkasa berkeliaran di dalam darah. Itulah sebabnya kenapa banyak orang diabetes yang kolesterolnya jadi ikutan tinggi.

Kebanyakan Makan Makanan yang Mengandung Kolesterol

Karena kolesterol dalam tubuh itu datang dari makanan, maka praktis kebanyakan makan makanan yang mengandung kolesterol sangat mungkin untuk bikin kolesterol kita tinggi. 

Cumi yang digoreng tepung ini termasuk salah satu makanan kolesterol tinggi, jika sepiring ini dimakan sendirian.

Sindroma Metabolik

Sindroma metabolik adalah situasi di mana terjadi tekanan darah tinggi, lemak yang makin banyak di dalam darah, dan obesitas sekaligus. Dan 20% rakyat Indonesia punya penyakit sindroma metabolik ini.

Obesitas, artinya ada tumpukan jaringan lemak di dalam tubuh.

Jaringan lemak yang menggelambir di perut dan punggung kita itu nggak diem doang lho. Lemak-lemak nakal ini melepaskan senyawa-senyawa khusus dalam darah, yang merangsang nongolnya protein-protein LDL Kolesterol yang rese tadi. Alhasil kalau diperiksa dalam lab, jumlah kolesterol darah menjadi tinggi karena populasi protein LDL Kolesterolnya juga banyak.

Sindroma Ovarium Polikistik (PCOS)

Penyakit satu ini makin trendy semenjak banyak istri mengadu ke dokter kandungan lantaran nggak kunjung hamil. Di Indonesia ini, dari sekian banyak cewek yang belum berumur 40 tahun yang kepingin hamil tapi susah hamil, ternyata 5% mengidap penyakit PCOS. 

Sungguh menarik karena sebagian dari cewek-cewek ini, selain susah hamil, ternyata juga punya kolesterol tinggi. Apa sebab?

Ternyata pangkal masalahnya, badan mereka menyabotase sebuah hormon mereka sendiri yang bernama insulin. Padahal insulin ini protein ajaib yang punya fungsi banyak: 1) membuat kandung telur jadi lancar mengeluarkan sel telur supaya bisa hamil, 2) menahan jaringan lemak supaya nggak sampai merangsang nongolnya protein LDL Kolesterol.

Berhubung insulinnya keok, jaringan lemak pun jadi bebas keluarin senyawa macam-macam, sehingga nongollah LDL Kolesterol. Akibatnya, kolesterol di darah pun jadi tinggi.

Akibat Kolesterol Tinggi, Ayah Dioperasi

Hampir 20 tahun ayah saya berupaya menurunkan kolesterolnya, tapi masih nggak mau stabil juga. 

Sampai suatu hari, ayah saya nyadar bahwa dadanya sering sakit, terutama kalau lagi jalan kaki yang panjang-panjang. Mengganggu lho ini, soalnya kalau nggak jalan kaki, ayah saya bingung mau olahraga apa. Ketika kemudian diperiksa ke koleganya yang kardiolog, ternyata jantung ayah saya udah tersumbat.

Sebagian penderita terpaksa menjalani operasi akibat kolesterol tinggi.

Ayah saya kemudian dioperasi. Melalui operasi itu, dokter mengeluarkan sumbatan dari jantungnya. Tampang sumbatan itu sangat mirip tusuk gigi sepanjang jari bayi, tapi teksturnya gronjal-gronjal dan udah jadi fosil. Menurut dokter, sumbatan itu terjadi dari LDL Kolesterol yang udah numpuk selama bertahun-tahun di dalam jantung ayah saya..

Saya menghela napas lega. Kolesterol udah jadi fosil sepanjang gitu di dalam jantung ayah saya, untung ayah saya nggak kena serangan jantung..

Padahal ada banyak kemungkinan lain akibat dari kolesterol tinggi yang bisa menyerang orang-orang.

Xanthoma

Kolesterol bisa menumpuk di permukaan kulit, warnanya kuning keemasan. Tidak berbahaya, tapi ya merusak keindahan kulit aja.

Impotensi

LDL Kolesterol yang menempel di pembuluh darah pada penis, bisa menyebabkan penis gagal ereksi. Kalau kata tetangganya Bu Tejo, “Suamiku gak bisa atahiyat.

Nyeri di Tungkai

LDL kolesterol yang menempel di pembuluh darah pada tungkai, bikin aliran darah di tungkai jadi lamban. Akibatnya, tungkai jadi kram, kadang-kadang kesakitan. Ini namanya peripheral artery disease.

Stroke

LDL kolesterol yang menempel di pembuluh darah pada otak, akan menyumbat aliran darah. Alhasil otak jadi mati fungsi, akibatnya ya stroke. Stroke ini bisa bikin meninggal.

Sakit Dada

LDL Kolesterol yang menempel di pembuluh darah pada jantung, akan mengurangi hawa oksigen dalam jantung. Akibatnya, dada jadi sakit. Inilah yang dulu dialami ayah saya. Kalau LDL Kolesterol ini dibiarkan numpuk-numpuk, lama-lama menyumbat pembuluh darah sehingga jantung tidak bisa mengalirkan darah lagi. Ini yang disebut serangan jantung. Kalau tidak cepat ditolong, penderitanya ya game over. Duh..

Ada Nggak Obat Generik Kolesterol Tinggi?

Obat generik untuk kolesterol tinggi yang sekarang banyak dijual di e-commerces adalah simvastatin dan gemfibrozil.

Cuman, penggunaan obat-obatan ini harus hati-hati, karena kalau salah waktu minumnya, bisa bikin ngantuk pada saat-saat yang tidak diinginkan. Dan kedua obat ini nggak boleh dipakai barengan, sebab malah bisa bikin tulang kita jadi rusak.

Intinya, kalau mau minum obat ini, kudu diperiksa dokter dulu.

Mematuhi Pantangan Makanan untuk Kolesterol Tinggi

Berhubung salah satu penyebab kolesterol tinggi ini adalah makanan, jadi keluarga kami sungguh-sungguh mengurangi makanan yang mengandung banyak kolesterol. Ini lho daftar singkat saya tentang makanan yang banyak kolesterolnya..

Makanan Kolesterol Tinggi

Jeroan

Ati ayam yang cuman 1 butir itu, beratnya paling-paling 25 gram doang, tapi ternyata kolesterolnya sampai 300 gram. Alhasil kita cuman makan ati ayam maksimal 1 buah aja sehari.

Telur

Berhubung 1 butir telur ayam seberat 50 gram mengandung kolesterol sekitar 180 mg, maka kita cuman makan telur sampai 2 butir aja per hari.

Cumi

Cumi itu lumayan banyak kolesterolnya, kira-kira 200 mg kolesterol dalam 100 gram cumi. Jadi kita cuman makan cumi seberat maksimal 150 gram aja per hari.

Udang

100 gram udang itu mengandung kolesterol sebesar 140 mg, maka kita cuman makan udang maksimal 200 gram aja per hari.

Steak Daging

Daging sapi yang jenis has luar itu kolesterolnya 120 mg dalam seporsi 200 gram daging. Jadi kita beraninya makan steak sapi paling banyak 2 porsi aja.

Kulit Ayam

Kulit ayam ini rada bikin waswas karena gurih, tapi kolesterolnya banyak. Ada sekitar 90 mg kolesterol dalam 100 gram kulit ayam yang udah digoreng. Jadi kami makan maksimal 300 gram per hari aja.

Saya sendiri sudah merenungi daftar ini semenjak bertahun-tahun yang lalu, ketika ibu saya mulai letih mikirin menu setiap hari yang jangan sampai amit-amit melukai pembuluh darah ayah saya. Makanya saya banyak masak menu-menu yang diusahain minim kolesterol tapi tetep enak.

Resep Masakan Penderita Kolesterol Tinggi

Menu satu ini salah satu kesukaan saya. Gurih, seger, asin, manis, ada di dalam satu piring.

Sambal Jamur Kuping Tahu

Jamur kuping ditumis dengan bawang putih dan garam.
Cabai dan bawang merah diiris-iris tipis, campur dengan cincangan tomat.
Peras jeruk nipis di atas sambalnya
Siram sambalnya dengan minyak goreng panas, saring sambal dari minyaknya.
Campur sambal dengan jamur, sajikan bersama tahu.

Menu ini cukup aman buat penderita yang punya kolesterol tinggi, soalnya bahan-bahannya minim banget kandungan kolesterolnya.

Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi a la Keluarga Kami

Membatasi Konsumsi Makanan Kolesterol Tinggi

Ini cara pertama yang ditempuh ibu saya ketika ayah saya diumumkan kolesterol tinggi. Kami bikin daftar makanan berkolesterol tinggi kayak yang saya sebut di atas, lalu orang tua saya mengurangi makan makanan-makanan tersebut di rumah.

Waktu itu, yang diet itu orang tua saya, tapi saya tetap makan steak. Saya melihat mereka letih nahan godaan kalau saya lagi makan enak. Ayah ibu saya baru bisa lebih leluasa diet sehat dengan membatasi konsumsi makanan yang berkolesterol sejak anak-anaknya pergi dari rumah.

Obat-obatan

Ayah saya mengobati dirinya seperti orang lain, yaitu dengan minum simvastatin.

Simvastatin ini sebetulnya gampang diperoleh banyak orang, di Puskesmas pun udah banyak.

Beberapa dokter sekarang memilih menggantikan simvastatin dengan atorvastatin atau pravastatin, karena dianggap lebih efektif dalam menghambat pembentukan kolesterol dari konsumsi makanan. 

Sebagian dokter lainnya menggantikan statin-statin ini dengan obat-obatan lain, misalnya dengan memilih fenofibrat atau ezetimbe, karena dianggap obat-obatan ini bisa menghancurkan kolesterol yang dalam bentuk LDL kolesterol tadi. Terutama pada pasien yang sudah diet tapi kolesterolnya nggak ilang-ilang.

Tentu saja tidak semua obat yang terakhir-terakhir ini ditanggung asuransi.

Makan Makanan yang Tinggi Soluble Fibre

Makan makanan yang berserat nggak cuman memperbaiki kesehatan mental, tapi juga ikut menurunkan kolesterol lho. Tapi makanan berserat itu ada yang berjenis insoluble fibre, dan ada yang berjenis soluble fibre

Nah, soluble fibre ini menyabotase kolesterol dari makanan supaya nggak sampai terserap oleh sistem pencernaan. Kalau tidak terserap, kolesterolnya tidak akan masuk ke darah, sehingga kolesterol nggak akan jadi tinggi deh.

Soluble fibre ini antara lain ada pada oatmeal, kacang polong, kentang, apel, dan strawberry. Bisa juga kita dapat soluble fibre-nya dari suplemen fitosterol.

Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi dengan Cepat? Ya Olahraga!

Betul. Soalnya, problem utama kenapa kolesterol nggak turun-turun dengan diet, itu sebetulnya karena memang kolesterol ganas ini dalam bentuk LDL Kolesterol tadi.  Berhubung protein LDL Kolesterol ini diproduksi setelah dirangsang oleh jaringan lemak, maka praktis kalau mau menghilangkan kolesterol di darah, ya harus dengan membakar jaringan lemaknya dulu. 

Dan jaringan lemak yang pro LDL-Kolesterol itu, dibakar dengan olahraga.

Seusai operasi jantung, keluarga kami akhirnya beradaptasi lebih intense dengan kebiasaan olahraga. Sebagian dari kami milih treadmill, yoga, dan sepedaan. Sekarang, perjuangan kami adalah supaya olahraganya bisa konsisten.

Kolesterol tinggi itu seperti silent killer, bisa merampas kehidupan keluarga kita sewaktu-waktu. Tanda kolesterol tinggi adalah tanda bahwa kita mesti memperbaiki gaya hidup kita supaya lebih sehat. Kamu sendiri, gimana? Bagaimana kamu bersikap ketika kolesterol tinggi menimpa keluargamu?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

20 comments

  1. Larasatinesa says:

    Ayahku ada 2 minggu belakangan ngeluh dadanya sakit, pas dicek ke dokter dibilangnya kolesterol tinggi. Gimana yaa susah banget dikasih tau jangan sering makan jeroan, eh masih makan aja. Sekarang jadinya dibantu obat resep dokter itu.

  2. lendyagasshi says:

    Deg-degan banget baca tulisan Bu Dokter.
    Berasa sedang ngobrol sama aku dan aku jadi diingetin bolak-balik mengenai kolesterol dan bahayanya.
    Aku pikir, para orangtua selalu bilang “Uda gak apa-apa, makan aja…nanti udahannya bisa minum obat biat kolesterolnya gak tinggi.”

    It’s totally wrong yaa, Bu Dok?

  3. maya rumi says:

    berasa bersalah mba pagi ini aq makan bubur ayam pake gorengan ati ayam dan usus ayam, wl gak menderita kolesterol tapi menjaga diri sendiri kan lebih bijak deh buat gak terlalu banyak makan goreng-gorengan.

    mbak suka banget ini informasinya gampang di mengerti dan lengkap sekali.

  4. Nambah pengetahuan soal kolesterol nih, dan diabetes salah satunya ya Mba.
    Kemarin emak mertua saya dirawat inap karena diabetes gulanya tinggi, kolesterol juga beliaunya, ada asma dan asam urat juga jadi komplikasi sampai kaki kiri dan tangan kiri nggak bisa gerak. Hati-hati banget emang ya mba soal kolesterol.

  5. makanan yang mengandung kolestrol itu makanan kesukaanku semua. soalnya enak. hehe. kolesterol yang tinggi ini bisa menyebabkan bnayak penyakit ya mbak. harus waspada nih.. jaga pola makan agar terhindar dari penyakit kayak gini..

  6. Duh, aku paling ga suka sama jeroan dulu hahaha… Dan sekarang udah jadi vegetarian juga dengan alasan supaya lebih sehat aja. Tp juga jadi vegan or vegetarian gak menjamin kita aman dr diabetes kalo asupan gula juga nggak dikontrol. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiat ya kak. Thanks for sharing

  7. Aku dan suami sebenarnya suka jalan, tapi balik lagi kadang gak konsisten. Kalo rajin seminggu bisa 5 kali, semoga kali ini bisa konsisten. Udah sebulan tapi magernya ada semingguan

  8. Ellyzabeth says:

    Orang tua ku stop makan seafood kecuali ikan karena kolestrolnya tinggi. Memang kolestrol ini penyakit yang gak terdeteksi kalau tidak diperiksa, kata ortu hanya pegal-pegal saja.

  9. Eni Rahayu says:

    Waduh mbak, aku kayak baca dongeng deh. Suka banget dan jadi tahu lah kalau kolesterol tinggi bikin bahaya. Tapi gimana caranya mengurangi makan gorengan yang aku suka ya. Apakah kalau makan gorengan terus olahraga tuh bisa aman dari bahaya kolesterol?

  10. Ria Nugros says:

    Mba Vicky berarti kalau sudah tidak memiliki empedo, kolesterol langsung masuk ke tubuh tanpa disaring ya? btw liat resep sambal jamur kuping tahu kok kayaknya enak ya 😀

  11. Aku suka nih penjelasan yg kamu tulis Vic. Jadi gampang untuk dimengerti Ama orang awam non kedokteran. Akubudh terlalu lama ga medcheck. Jd jujur gabtau skr level kolesterolku berapa. Trakhir sih normal yaa itu 2017. Pasti ada perubahan 3 thn terakhir.

    Suami yg baru2 ini cek, dan Alhamdulillah normal. Wkt itu dia ngeluh leher kaku sampe pundak. Antara salah tidur ato kolesterol aku pikir. Makanya lgs periksa. Tp hasilnya normal. Cm tetep sih, ku udh Batasin banget konsumsi gula dia . Jalan2 enak juga kami lakuin sesekali aja. Ga mau terlalu sering lagi. Seafood, kambing , jeroan, sebulan sekali aja. Jeroan pada dasarnya aku ga doyan, tp suami masih suka -_- . Makanya aku udh bilang ke asisten jgn belanja2 jeroan lagi.

    Nah klo olahraga nih, yg aku mulai rutin sejak pandemi. Tp LBH milih yg bisa dilakuin di rumah aja. Pake bantuan YouTube. Workout2 kayak zumba, plank, yoga, itu aku suka. Aku usahain sih tiap hari, tp kdg timbul males :p. Jd setidaknya seminggu 4x harus ada 😀

  12. Dwi Puspita says:

    Saya termasuk yang memiliki penyakit ini mbak, nilai kolesterol saya sangat tinggi saat di cek ke dokter. Saya disuruh mengurangi makanan ini itu yg memicu nilai kolesterol saya tinggi. Tahun ini saya belum cek nilai kolesterol saya lagi karena masih takut

  13. Bahas hal berat kayak kolesterol gini dengan cara yang mudah dipahami. Kayak baca tulisan Slamet Soesono pengasuh rubrik Flona dan kadang kesehatan di najalah Intisari.
    Saya suka. Ini lebih mudah dimengerti apalagi pilihan diksinya segar. Masalah utama kebanyakan orang justru kolesterol yang tinggi. Dibilang karena hasil endapan makanan enak selama bertahun-tahun. Gak ngerti juga saya pada yang bilang itu. Apakah tubuh tidak bisa membersihkan sel yang tidak perlu di dalam jaringannya. Ternyata jawabannya ada di artikel Mbak Vicky. Jadi tidak perlu merasa tiada harapan karena ternyata ada jalan.

    Umur saya sudah kepala 4 dan sistem tubuh sudah mulai aus, sempat khawatir dengan kolesterol juga. Yah, ada ilmunya untuk jaga-jaga atau atasi lonjakan kolesterol. Pola makan dan olahraga itu penting dijaga.

    Duh, udang. padahal itu makanan favorit saya dan tahun ini hanya sekali makan udang goreng yang dibeli di warung. harus nahan diri banget agar jangan makan banyak udang gara-gara pernah baca status teman di Facebook tentang udang.
    Kalau kerupuk dan terasi udang bagaimana kandungan kolesterolnya? Appakah masih tetap tinggi?.

  14. Mugniar says:

    Wah lengkap pembahasan Mbak Vicky. Ayah saya juga mengidap kolesterol tapi makanannya masih apa saja, eh kecuali daging, udang, dan cumi tidak dimakan lagi.

    PCOS itu pernah saya dengar. Rupanya ada peran kolesterol ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *