Akhirnya, Berat Anak Saya Naik Juga

Perkenalan saya dengan probiotik terjadi gegara saya gelisah cari cara menambah berat badan bayi saya.
Si Kecil yang Kecil Melulu

Jadi ceritanya, ketika umur bayi saya, Fidel, menginjak usia setahun, saya mulai resah karena berat badannya nggak naik-naik. Berat Fidel kira-kira sekitar 8 kiloan ketika umur 6 bulan (dia lahir dengan berat 2,5 kiloan).

Sewaktu umur Fidel sudah 12 bulan, saya timbang dia lagi. Ternyata beratnya masih di kisaran 8 kiloan dan saat itulah saya mulai desperate.

Yah atuh, saya ngerti kalau sebetulnya berat badan bayi itu nggak penting-penting amat. Soalnya kan, Fidel “membayar”-nya dengan kelebihan-kelebihan yang lain. Tinggi badannya terus-menerus bertambah. Semenjak dia mulai bisa duduk, dia sudah aktif berguling-guling ke sana kemari. Lalu merangkak, kemudian berdiri sungguhan, berjalan tertatih-tatih, dan akhirnya lari.

Poin terakhir ini nggak saya perhatikan dengan baik. Sampai tiba waktunya kunjungan rutin saya ke dokter tumbuh kembang anak. Saya memang biasa ke dokter tumbuh kembang anak semenjak umurnya masih dua bulan. Umurnya Fidel lho, bukan umur dokternya, hihihi.

Ketika dianamnesa susternya, saya jelas-jelas mengeluh, kalau berat badan bayi saya nggak mau bertambah. Dan dia sepertinya tidak senang apapun yang saya masak.

(Ini keluhan desperate antara ibu yang kuatir dengan pertumbuhan anak. Dan dioplos dengan sifat keminderan seorang perempuan yang aslinya nggak bisa masak).

Dokter anaknya diam aja sembari menguping saya mengobrol dengan suster. Ketika dokternya membuka pintu, memandangi bayi saya dan saya, pertanyaan pertama yang dia ajukan bukanlah “Halo Mamanya Fidel, apa kabar?” Tetapi langsung, “Apakah dia lari?”

Saya dan suami saya jawab dengan suara parau, “Lari, Dokter.”

Lalu dokternya menyeringai. Dan berkata, “Kalau begitu, semua makanan yang dia makan itu dia salurkan untuk lari.”

Saat itulah bahu saya dan suami saya langsung merosot dan kami berdua ketawa lega.

Semua Ibu Mengeluh Soal Berat Badan yang Tidak Mau Naik

Dokternya tanya, “Gimana porsi makan anak Anda?”

Saya bilang, “Bahan karbohidratnya saya ambil sebesar kepalan tangan Fidel, Dok. Terus saya oplos jadi bubur. Lalu bahan lauk dan sayur saya lumatin semua ke buburnya.”

Dokternya mengangguk-ngangguk. “Porsi yang Anda terapkan itu sudah betul. Anaknya cuma perlu perubahan suasana makan.”

Lalu dokternya tunjukin kepada saya grafik yang nunjukin pertumbuhan Fidel. Ada empat kurva di sana: Garis pertumbuhan berat badan, garis pertumbuhan tinggi badan, garis pertumbuhan lingkar kepala, garis perkembangan kecerdasan otak. Garis perkembangan kecerdasan otaknya bahkan terdiri atas garis perkembangan kecerdasan motorik kasar, kecerdasan motorik halus, kecerdasan bahasa, dan keterampilan interaksi sosial.

(Oh ya, semua ibu yang rajin memeriksakan anaknya ke posyandu, punya lho garis-garis pertumbuhan anaknya ini. Itu ada di buku warna pink yang sering dibagi-bagikan kepada para bayi di posyandu).

Menurut data di garis-garis itu, tinggi badan dan lingkar kepalanya Fidel sesuai dengan umurnya, jadi normal. Kalau seorang anak itu penyakitan, mestinya tinggi badan dan lingkar kepalanya nggak akan bertambah.

Tetapi di garis itu, kecerdasan otaknya Fidel malah melebihi anak-anak yang masih seumuran Fidel. Fidel lebih pintar ketimbang anak-anak seumurannya.

Kenaikan berat badan bayi
Semenjak Fidel mulai aktif berlari-lari, berat badan Fidel jadi susah naik.
Kenaikan berat badannya melambat.
Tetapi, keterampilan motoriknya berkembang pesat.

Berat badan Fidel memang kecil. Sepertinya, semua makanan yang dia makan, dipakai untuk pertumbuhan otaknya. Pantes kan, karena dia kebanyakan lari dan mengoceh.

Saya jadi lega. Dan mulai berhenti menyalahkan diri sendiri. Karena Fidel ternyata masih termasuk bayi sehat.

“Tapi Ibu jangan terlena,” kata dokternya sambil tersenyum kepada saya. “Anak Ibu tetap perlu naik berat badannya. Untuk jaga ketahanan tubuh dia dari macam-macam penyakit. Ini saya bantu ya. Saya akan berikan resep probiotik.”

Probiotik dan Perbaikan Proses Makan

Dokternya kasih saya resep berisi suplemen berupa probiotik. Tampangnya berisi serbuk, yang saya kasih ke Fidel saban tiga hari sekali. Serbuknya saya masukin ke dalam bubur makanannya sehari-hari, lalu buburnya saya suapin seperti biasa.

Setelah saya coba selama tiga bulan, saya lihat di timbangan, berat Fidel mulai naik perlahan-lahan.

Saya pun oplosin probiotiknya ke minuman es buahnya, dan Fidel mau juga. Lama-lama, saya masukin ke susunya Fidel, dan Fidel minum juga.

Fidel mulai bebas dari bubur semenjak umur 2 tahun. Dia makan makanan berkuah, dan dalam kesempatan itu, saya masukin probiotik ke makanannya. Dan berhasil.

Sekarang Fidel sudah mengonsumsi probiotik selama hampir 1,5 tahun, dan kenaikan berat badannya pun cukup konsisten.

Fidel nggak pernah mencret, nggak pernah muntah, nggak pernah kembung juga. Pupnya juga teratur, 2-3 hari sekali, dan dia nggak pernah sembelit. Masalah bocah ini cuman satu, dia masih aja nggak suka makan sayur. Eiaaa..

Penjelasan Dokter Kenapa Berat Badan Anak Nggak Mau Naik

Hampir semua ibu mengeluh berat badan bayinya tidak naik-naik ketika umur 1 tahun. Soalnya, mereka membandingkannya dengan situasi ketika bayi-bayi ini masih disusuin doang pakai ASI.

Ketika bayi masih cuman ngenyot ASI eksklusif, berat badan bayinya naik dengan stabil. Tiap bulan naik 1 kilo. Nggak heran, pas umur 6 bulan, anaknya sudah bertambah 6 kilo daripada ketika dia lahir. Syukur-syukur lebih.

Tetapi ketika umur 6 bulan, bayinya mulai belajar makanan padat, berat badan bayinya mulai macet. Ibunya mulai curiga macam-macam.

Mungkin bayinya penyakitan. Mungkin ibunya yang nggak bisa masak. Mungkin ASI-nya kurang. Mungkin sudah waktunya perlu susu penambah berat badan bayi. Mungkin merk sufornya salah. Gitu aja terus, yang ujung-ujungnya bikin ibu stress dan nyalahin diri sendiri.

Tapi ada satu teori yang ternyata nggak diketahui banyak orang. Kenapa makanan bisa masuk ke badan, tapi berat nggak mau naik?

Mulut Boleh Menelan, tapi Usus yang Menentukan

Untuk tahu kenapa berat badan bayi kita nggak naik, kita perlu tahu apakah ada gangguan pencernaan pada bayi kita atau enggak.

Gangguan pencernaan pada bayi
Dalam perut bayi, terdapat usus untuk melakukan proses pencernaan makanan.
Jika terjadi gangguan pencernaan pada bayi, bayi akan kesulitan memperoleh gizinya, sehingga beratnya akan sulit naik.
Gambar diperoleh dari artikel tentang gangguan pencernaan.

Makanan itu kan masuk lewat mulut, terus berlanjut masuk ke usus. Usus itu punya dua pilihan: Mau mencerna makanan sebagian aja, lalu sisanya dibuang jadi feses. Atau mencerna makanan seoptimal mungkin.

Kita pasti kepinginnya makanan ya dicetna seoptimal mungkin, ya toh? Bukan makanan ditelan, tapi keluar semua dalam bentuk tokai.

Pilihan mana yang akan diambil usus? Itu tergantung apakah lingkungan usus dalam situasi ideal atau tidak. Dan keidealan lingkungannya ini tergantung pada susunan kuman-kuman bakteri yang berada di dalam usus (kami para dokter menyebutnya mikrobiota saluran pencernaan).

Kalau susunan kuman bakterinya bagus di dalam usus, lingkungan ususnya akan ideal. Ini kelihatan dari pH usus, jumlah produksi enzim di usus, dan lainnya.

Akibatnya, makanan yang termakan mulut, akan tercerna oleh usus menjadi gizi. Gizinya diserap oleh tubuh, dan hasilnya akan seperti yang kita harapkan. Antara lain, berat badan pun naik.

Sebaliknya, kalau situasi lingkungan ususnya kurang bagus, maka hanya sebagian makanan aja yang tercerna. Sementara, lain-lainnya terbuang jadi feses.

Karena makanan yang tercerna cuman sebagian, maka yang berubah jadi gizi untuk tubuh pun juga cuma sebagian. Bisa ditebak, berat badannya cuma naik sedikit sekali, atau bahkan malah nggak naik.

Akibat Lingkungan Usus Bayi yang Jelek

Dan ada lagi akibat yang mesti ditanggung oleh usus yang situasi lingkungannya kurang baik. Lingkungan usus cenderung terlampau asam. Kemudian terciptalah gas-gas yang volumenya sampai berlebihan dalam usus.

Apa akibatnya gas-gas yang berlebihan dalam usus ini? Bayi sering kembung.

Ketika perut cuman penuh gas melulu, rasanya nggak enak. Bayi jadi kepingin ngentut melulu. Bayi jadi mual terus, kepingn muntah melulu. Dan mereka jadi cenderung nggak mau makan.

Usus yang lingkungannya jelek juga bikin makanan nggak tercerna dengan bagus. Bayi jadi sembelit, alias susah buang air besar. Bisa ditebak, dia jadi rewel.

Dan makin rewel aja dia kalau ibunya maksa-maksa dia untuk makan. Perut lagi nggak enak, kok disuruh makan? (Dan dia nggak bisa menyampaikan protesnya karena dia kan belum bisa bicara, hihihi)

Usus yang bandel lantaran kekurangan komposisi bakteri bagus, juga bisa bikin usus gampang terserang kuman-kuman jelek. Contoh kuman jelek ini ya Rotavirus yang sudah jadi penyebab diare pada bayi di sejuta umat.

Makamya kalau bayi sering mencret, bisa jadi susunan lingkungan ususnya didominasi kuman-kuman yang nggak bagus.

penyebab diare pada bayi
Di dalam usus, terdapat bakteri-bakteri yang susunannya menentukan kinerja usus.
Jika susunan bakterinya bagus, maka usus akan bekerja lancer, untuk mengubah makanan menjadi gizi.
Gambar diambil dari artikel tentang flora normal usus.
Memperbaiki Situasi Lingkungan Usus

Jika situasi lingkungan usus ditentukan oleh susunan kuman bakteri di usus, maka usus perlu didominasi oleh bakteri yang baik-baik. Contoh bakteri yang baik-baik ini, misalnya bakteri Bifidobacterium dan bakteri Lactobacillus. Jumlahnya juga nggak boleh sedikit, ya harus banyaklah. Jumlah bakterinya minimal 10 pangkat 7 unit, gitu.

Situasi usus yang susunan bakterinya ideal begini, cuman ada di usus bayi yang hanya dapat ASI (tanpa dicemarin susu formula, yang untuk dikasihnya ke bayi aja masih harus diseduh manusia dulu). Itu sebabnya kenapa bayi-bayi yang minum ASI doang, kenaikan berat badannya teratur (dan jarang banget sembelit. Catet ya, jarang sembelit!)

Tetapi setelah umur 6 bulan, bayi mulai dimasukin MPASI macam-macam oleh orangtuanya. Karena yang masuk ke badan bayi sudah bukan ASI doang, maka komposisi bakteri di tubuh bayi jadi ikutan berubah. Populasi bakteri yang bagus dalam tubuh, mulai terdesak karena bakteri yang jelek-jelek pun ikutan masuk via MPASI.

Akibatnya, lingkungan yang semula ideal untuk mencerna makanan, menjadi nggak ideal. Karena pencernaan itu jadi kurang ideal, maka hasil makanan yang diolah menjadi gizi juga jadi lebih sedikit. Hasilnya, kenaikan berat badan pun jadi tersendat-sendat.

Kalau ini memang salah situasi di ususnya, gimana caranya supaya situasi ususnya kembali ideal, sehingga bisa mencerna makanan lagi? Kalau mau balik jadi ASI eksklusif lagi, nggak mungkin. Karena jumlah kalori dari ASI sudah nggak cukup buat anak berumur enam bulan ke atas.

Maka jalan keluarnya, lingkungan usus diperbaiki. Pertama, dengan kasih makanan yang banyak mengandung serat, supaya kerja ususnya lancar.

Berikutnya, dengan memasok bakteri tambahan yang baik-baik ke dalam usus. Di sinilah, kita mulai perlu peran probiotik.

Bonus Cara Menambah Berat Badan Bayi

Probiotik ini isinya berisi bakteri tambahan tadi, antara lain ya bakteri Bifidobacterium, dan bakteri Lactobacillus dalam kadar sebesar 10 pangkat 7 unit bakteri (atau lebih). Di pasaran, kita bisa nemu banyak banget probiotik dengan isi seperti di atas. Bakteri Lactobacillus sendiri, ada macam-macam spesiesnya, antara lain Lactobacillus reuteri.

Probiotik yang dimasukin ke tubuh, akan diserap oleh usus. Bakteri-bakteri yang bagus dalam probiotik akan bikin lingkungan usus jadi lebih baik, sehingga usus bisa mencerna makanan dengan lebih lancar.

Sudah banyak lho penelitiannya, bahwa anak-anak yang sering dapat probiotik, ternyata jadi jarang kembung. Kok bisa ya?

Sebab, usus yang dipenuhi bakteri-bakteri bagus (termasuk bakteri dari probiotik), nggak akan penuh dengan gas. Akibatnya, anak juga nggak gampang kembung, apalagi menjadi anak yang ngentutan atau bahkan jadi anak yang tukang muntah.

Probiotik juga bikin usus anak-anak ini lebih baik, sehingga makanan mereka pun tercerna. Akibatnya, mereka juga jarang banget sembelit.

Bahkan bagi anak-anak yang sering mencret, ternyata setelah oralit mereka diberi probiotik, diarenya lebih cepat sembuh.

Gizi mereka juga tercerna dengan lebih optimal. Dan kelihatan dong, berat badannya mulai naik deh.

Gimana Cara Mendapatkan Probiotik

Sebetulnya di pasaran, probiotik itu bisa muncul dalam bermacam-macam produk lho. Ada pabrik farmasi yang memasukkan probiotiknya dalam bentuk susu formula. Ada juga pabrik makanan yang masukin probiotik dalam bentuk yogurt. Tetapi ini ada kelemahannya, terutama kalau probiotik ini mau diberikan ke bayi atau anak balita.

Contohnya, dalam bentuk susu formula aja, anak belum tentu senang minumnya, karena problem selera rasa, cara penyajiannya, dan lain-lain. Dalam bentuk yogurt, ada problem kesulitan penyimpanan. Kalau beli terlalu banyak, yogurtnya bisa rusak. Tapi kalau beli terlalu sedikit, jatuhnya terlalu mahal buat konsumen.

Selain itu, memberikan probiotik juga nggak boleh sembarangan. Sebetulnya bakteri-bakteri bagus bisa diekstraksi untuk dimasukin ke susu atau ke yogurt. Tapi sebetulnya probiotik ini bisa berfungsi dengan bagus kalau dosisnya juga dalam ukuran yang memadai. Dosis yang memadai itu ya seperti yang saya bilang tadi, minimal sebanyak 10 pangkat 7 unit bakteri. Lebih banyak pun, lebih baik.

Interlac

Salah satu produk probiotik yang cukup bagus untuk dikasih ke anak-anak, yaitu Interlac. Interlac ini adalah produk PT Interbat yang berisi bakteri Lactobacillus reuteri sebanyak 10 pangkat 8 unit. Fungsinya adalah menjaga susunan formasi bakteri baik-baik di usus supaya usus bisa mencerna makanan.

Interlac sendiri bisa dikonsumsi dalam macam-macam sediaan: tetes, pil, ataupun puyer.

Interlac yang tetes cocok untuk bayi.

Cara menambah berat badan bayi
Probiotik Interlac tetes untuk bayi

Interlac yang puyer cocok dicampurin ke dalam makanan, cocok buat mereka yang susah ngunyah benda-benda padat, misalnya bayi dan lansia (iya, orang dewasa juga bisa mengonsumsi probiotik ini lho).

Mengatasi sembelit pada bayi
Probiotik Interlac sachet

Interlac yang pil bisa dimakan oleh siapa aja, tinggal dikunyah doang.

Bakteri probiotik untuk mengurangi perut kembung pada bayi
Probiotik Interlac tablet kunyah

Interlac – Healthy tummy, happy baby

(Interlac sendiri bisa dibeli di Guardian, apotik terdekat, Halodoc, Go-Med App, dan Lazada. Kalau pingin cari tahu lebih lanjut tentang probiotik yang satu ini, bisa dibaca di www.interlac-probiotics.com, Instagram @interlacprobiotics, dan Facebook Fan Page http://facebook.com/interlacprobiotics)

What I Think

Menurut saya, ibu-ibu yang merasa anaknya kecil terus jangan putus asa. Bisa jadi mereka sebetulnya sudah kasih makan porsi anak mereka dengan cukup. Tetapi kita sering khilaf, tanpa sengaja keteledoran kita bikin bakteri jelek masuk ke tubuh anak kita. Dan kecolongan itu mengubah komposisi microbiota usus anak kita. Sehingga, anak kita nggak mencerna makanan seperti yang seharusnya.

Coba deh berinvestasi sedikit dengan makanan-makanan berserat plus sedikit probiotik. Cukup berikan secara sambil lalu kepada anak. Pelan-pelan, pencernaan anak akan kembali bagus seperti saat kita masih memberi mereka ASI dulu.

mengatasi sembelit pada bayi atau susah buang air besar
Untuk mengatasi sembelit pada bayi, saya biasa mulai dengan kasih makanan-makanan yang berserat macam granola, buah peach, brokoli, atau buah pir.
Dengan bantuan bakteri probiotik dalam Interlac, urusan sembelit biasanya teratasi, bahkan pencernaan bayi pun jadi lebih baik, sehingga nutrisinya terserap, dan berat bayi naik dengan sendirinya.

Nggak ada lagi anak mengeluh mencret, perut kembung, atau sembelit. Bahkan mungkin berat mereka akan bertambah, sampai-sampai kita mengeluh lantaran nggak kuat menggendong mereka lagi.

Apakah Anda sudah mencoba meminumkan probiotik dengan teratur kepada anak? Kira-kira apa kendalanya?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

24 comments

  1. ayahblogger says:

    menurut saya, memadu makanan bergizi seimbang adalah kuncinya. Paduan buah dan sayuran kayaknya bisa bikin perncernaan anak lebih baik ya, jadi ga susah buang air

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Saya setuju, Mas Phadli. Itu sebabnya kenapa di gambar terakhir ini saya pasang buah-buahan dan sayuran yang saya berikan kepada anak saya. Karena menurut saya, buah-buahan dan sayuran itu mengandung banyak serat yang berkontribusi bagus untuk pencernaan si anak.

  2. Azzura lhi says:

    Awal bulan depan baby R Udah mulai MPASI, sekarang aja emaknya agak gimana gitu kalau ditanyain berat badan bayi. Sebenarnya sih gak kecil2 amat, cuma ya gitu, agak sensi bawaannya.

    Oya kalau du klinik atau posyandu di sini cuma berat badan aja yang rutin diperiksa. Lingkar kepala dan tinggi badan gak pernah diperiksa. Miris yak.. Hahah

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Memang jadi sensi kalau kita ragu apakah anak kita ini tumbuh baik atau tidak. Apalagi kalau kita nggak tahu lingkar kepala dan tinggi badannya.

      Saya jujur aja, nggak pernah ke Posyandu. Saya periksakan anak saya ke dokter anak. Susternya di sana selalu periksakan lingkar kepala dan tinggi badannya. Dokternya ikut mengomentari lingkar kepala dan tinggi badannya yang (alhamdulillah) nambah terus. Sehingga saya nggak baper cuma karena beratnya lamban naik.

  3. saya agak bingung nih. kalau di grup mpasi itu kan porsi makan bayi setahun 125 ml atau sekitar 12 sendok makan. tapi dari konsultan gizi ngasih tahu porsi karbonya cuma sekepal tangan bayi. berarti sayur sama lauknya banyak banget ya, mbak

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Hai Mbak Antung, saya biasanya kasih makan Fidel porsi karbonya memang cuma sekepal tangan dia. Memang sayur dan lauknya jadi banyak.

      Tetapi Fidel tidak terlalu senang makan, karena kebetulan dia lebih suka main daripada makan. Jadi saya selalu targetkan cukup sayur dan lauknya sesanggup yang dia makan aja. Yang penting, karbonya masuk minimal sekepal tangan. Namun, saya paksa dia menghabiskan susunya karena di situlah inti gizinya sekarang.

  4. Mildaini says:

    jadi interlac juga bisa membantu bb anak naik ya, sebab memperbaiki kinerja usus…begitukah mak. anakku athifah suka dan praktis minum yang tabur atau larutan, jadi kek berasa minum air putih saja

  5. Nining says:

    Baca probiotik gini ingetku mestiii yaku**, eh ternyata ada produk lain juga ya untuk dewasa yg dikunyah ntuh.

    Si baby jg rutin kuberi probiotik, kukira gk bole terus2an. Ternyata stlh tau cara kerjanya spt itu, hayuuuk lah. Lebih baik mencegah drpd mengobati.

  6. muslimin11 says:

    Bener mbak kata-katanya yang “Mulut boleh makan tapi usus yang menentukan”. dulu kata ibu ku, badan ku tak pernah berisi padahal doyan makan, sedikit-sedikit perut sudah tersa lapar. padahal udah diberi berbagai vitamin dan makanan yang bergizi. sampai saat ini udah dewasa badan ku masi keliahatan langsing heheee .. mungkin takdir ya mbak, yang harus kita syukuri 🙂

  7. Miranti says:

    Wah kami juga sempet punya problem yg sama, saking penasarannya beberapa dokter bdg dan tng disambangi, bahkan belum lama ini sampe terbang ke melaka hehe. Alhamdulillah ternyata hasilnya baik semua.

  8. Selama ini kupikir probiotik hanya diberikan dalam situasi & kondisi tertentu aja semisal lagi sembelit atau mencrets. Ternyata dikonsumsi tiap hari pun sebenernya lebih baik ya untuk saluran cernanya.

  9. Artha Amalia says:

    Iyah ya. Mulut boleh makan tapi usus yg menentukan mau serap makanannya atau tidak. Untung ada interlac yang membantu proses ini. Si kecil jadi makin sehat dehh

  10. Hastira says:

    dulu sih belum ada ini ya, anakku mudah makan gak kayak anak orang lain yg sering susah makan, eh tapi anakku kurus semua, berat bdnnya juga susah naik

  11. Anne Lesmana says:

    Ah.. aq jd tau knp bbrp hari terakhir kok anakku makin anteb, stlh kena biduran kmrn sama dokter dikasih probiotik jg.. aa kira gara2 multivitamin yg ada curcumanya aja, tnyta bs dr probiotiknya ya..
    Ini skrg sdh hbs, mgkn perlu aq beliin lg kali ya, bgs g sih klo dminum terus2an?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *