Bikin Buah Pisang Indonesia Layak Masuk Jepang

Orang awam sering menyangka pisang cavendish Sunpride adalah buah impor. Padahal, siapa sangka bahwa kebun Sunpride itu berlokasi di Lampung?

Anggap saja kamu berbelanja di supermarket dan tiba di deretan rak buah. Jika kamu menemukan outlet berwarna kuning cerah yang memajang pisang dan nanas yang segar-segar, kamu bisa langsung menebak bahwa outlet itu adalah outletnya Sunpride.

Nggak banyak merk buah yang diingat oleh publik di masa kini. Tapi untuk urusan buah pisang cavendish, orang langsung ingat pada merk ini. 

Nggak salah sih itu. Pada tahun 2016, brand satu ini sudah memboyong penghargaan dari majalah Swa sebagai Top Brand untuk Buah Bermerek Lokal.

Saya pingin cerita nih, gimana ya prosesnya, kok bisa nama pisang cavendish Sunpride berkibar sesegar itu di ingatan para konsumen buah. Hal ini jelas nggak lepas dari cara mereka memproduksi buahnya, yang melewati sederet proses quality control produk yang rumit.

Kebun Sunpride

Sunpride sendiri merupakan merk milik suatu perusahaan distributor buah bernama PT Sewu Segar Nusantara. Buah-buahannya dihasilkan dari suatu perusahaan perkebunan bernama PT Nusantara Tropical Farm.

Lokasi kebun PT Nusantara Tropical Farm ini sendiri ada dua buah. Lokasi pertama ada di Lampung.

Sedangkan lokasi kedua ada di Blitar, Jawa Timur. Saya akan lebih banyak bercerita tentang kebun yang berada di Lampung, karena memang luasnya lebih besar, sehingga kapasitas produksinya juga lebih banyak.

Kebun di Lampung itu menghasilkan pisang. Sebetulnya nggak cuman pisang doang sih, tapi mereka juga menghasilkan buah-buahan lain seperti nanas honi, pepaya calina, dan buah naga. Tapi memang dominasi produk utamanya adalah pisang.

Pisang yang dihasilkan oleh kebun mereka sendiri ada dua macam, yaitu pisang cavendish dan pisang mas. Tapi Sunpride lebih memprioritaskan pisang cavendish lho di kebunnya. 

Soalnya, perusahaan ini punya misi mau mengekspor pisang Indonesia, dan selera masyarakat di seluruh dunia ini banyak berpihak kepada pisang cavendish, bukan pisang mas. Dan kebetulan, nggak banyak negara penghasil pisang cavendish di dunia ini, selain Filipina dan Thailand. Indonesia punya potensi yang gede banget untuk menghasilkan pisang cavendish, jadi sayang kan kalau disia-siakan?

Produksi Pisang di Kebun Sunpride

Sama seperti perkebunan pisang cavendish pada umumnya, pisang cavendish di PT Nusantara Tropical Farm ini dibudidayakan dengan metode kultur jaringan. Metode kultur jaringan ini, dalam pemahaman saya sih ya, dikerjakan dengan cara mengisolasi sel-sel atau jaringan dari tanaman pisang cavendish yang sudah ada, lalu dibiakkan dalam kondisi aseptik.

Sebelum lahan ditanemin pisang, lahannya dipupukin dulu. Kebun itu setahu saya pakai pupuk dolomite, supaya pH tanah-nya cukup baik untuk ditanemin bibit. 

Nanti kalau bibit sudah ditanemin, mereka pakai pupuk urea untuk mengoptimasi pertumbuhan tanaman dan memperbanyak jumlah anakan buah. Akar pohonnya juga dioptimasi pakai pupuk phonska.

Perawatan Buah Pisang di Kebun Sunpride

Selama pisang ditumbuhkan, pisangnya dirawat. Buah yang sudah ada dipantau, dilihat apakah ada buah yang bentuknya nggak bagus. Kalau ada buah yang bentuknya agak cacat gitu, ya dibuang (istilahnya, defingering). Maksudnya, supaya asupan gizi yang diberikan kepada si pohon pisang itu hanya diabsorbsi oleh buah yang bentuknya bagus, bukan sia-sia dimakan oleh buah yang cacat.

Di sekitar buah-buahan pisang juga dilihat apakah ada daun atau pelepah pisang yang kira-kira menyenggol buah. Kalau sampai ada penghalang yang menyenggol buah ini, maka daunnya dibuang. Soalnya kalau dibiarkan tersenggol, nanti buahnya bisa luka, sehingga penampilannya jadi jelek.

Perkara luka pada pisang ini juga dicegah meskipun cuman lebam sekalipun. Di antara buah-buahan pisang (istilahnya itu finger ya), diselipin busa supaya antar buah itu nggak sampai lebam.

Dan akhirnya, para buah juga ditutupin kertas atau karung goni. Maksudnya ya supaya buahnya nggak digigit hama.

Nanti kalau sudah mau matang sekitar 80%, pisangnya baru dipanen. Butuh minimal dua orang lho untuk memetik setandan pisang. Satu orang buat mengiris tandanannya, satu orang lagi buat jadi seksi penangkap tandanan supaya pisangnya nggak sampai jatuh terhempas di tanah. 

Pisang itu jangan sampai terhempas di tanah, karena nanti buahnya bisa cacat. Kalau cacat, ya nggak jadi dijual oleh PT Sewu Segar Nusantara.

Quality Control Produk di Area Sortir Kebun Sunpride

Tidak semua pisang yang dibiakkan di kebun itu akan otomatis dijual. PT Sewu Segar Nusantara menyortir pisangnya, menentukan mana yang mau diteruskan ke distributor, dan mana yang tetap tinggal.

Pisang disortir, lalu dicuci dengan air yang bolak-balik diganti. Tujuan pencucian ini, selain untuk membersihkan getah yang kira-kira nempel pada kulit pisang, juga supaya pisangnya nggak kena jamur.

Perusahaan ini sendiri punya standar bahwa untuk dijual sebagai merk Sunpride, pisangnya kudu memenuhi standar kemanisan, kematangan, dan kualitas penampilan tertentu. Harus warna kuning cerah.

Pisang yang punya warna agak hijau, atau mengalami chilling injury, atau jadi bantet, nggak akan lolos sebagai pisang Sunpride.

Selama di area sortir ini, situasi pabrik diperhatikan banget kelembaban udaranya, temperaturnya, sirkulasi udaranya, dan kebersihannya. Cara penyimpanan pisangnya juga diperhatikan, termasuk diukur juga kadar oksigen dan karbondioksida ruangannya. Supaya kualitas pisang tetap bagus sebelum dijual ke agen.

Bagaimana dengan Pisang yang Tidak Lolos Quality Control?

Tidak lantas pisang ini dibuang tentu saja. Pisang-pisang yang tidak lolos sebagai pisang Sunpride, masih tetap akan dijual, tetapi dengan merk lain, yaitu Sunfresh.

Inilah perbedaan signifikan Sunpride dan Sunfresh. Sunpride dijual untuk pangsa pasar retail. pasar modern, dan bahkan untuk diekspor.

Sedangkan Sunfresh dijual untuk pangsa pasar tradisional (dan tentu saja harganya lebih murah).

Pengepakan di Kebun Sunpride

Kalau sudah lolos sebagai pisang Sunpride, pisang pun dipak menjadi tiga bentuk. Ada tiga macam produk pisang mereka yang bisa kita temukan di supermarket, yaitu cavendish cluster, cavendish finger, dan cavendish single.

Cavendish cluster, berisi antara 3-8 fingers. Cavendish finger, berisi maksimal 2 fingers. Cavendish single tentu saja terdiri atas 1 finger saja.

Lalu produk pisangnya dikirim deh.

Quality Control pada Distribusi Sunpride

Pisang yang dikirim masih tetap dijaga quality control-nya. Terutama suhu di dalam proses pengiriman nih, dipantau terus. Buahnya kadang-kadang ditusuk untuk mengecek suhu. Suhu pisang harus antara 14-16 derajat Celcius, supaya buahnya tetap bagus.

Pisang dikirim dari kebun ke luar kota, bahkan ke luar pulau. Untuk luar pulau, mereka menggunakan kapal ASDP, kapal Pelra, kapal perintis, dan kapal niaga.

Seperti yang saya bilang tadi, kebun pemasok pisang untuk mereka ini ada di Lampung dan di Blitar. Kebun di Lampung itu seluas sekitar 3.500 hektar. Sedangkan kebun di Blitar baru sekitar 300 hektar. Kebun yang di Blitar ini untuk memasok distribusi buah ke Indonesia timur, misalnya kawasan Surabaya, Bali, Balikpapan, dan Makassar.

Posisi kendaraan yang dipakai untuk mengantarkan pisang juga dipantau menggunakan Global Positioning System. Maksudnya ya supaya pisang jangan sampai kelamaan di jalan. Karena kalau kelamaan, bisa-bisa begitu tiba di toko, pisangnya sudah rusak.

Buah pisang
Gambar diambil dari artikel tentang pisang

Quality Control Eksternal

PT Sewu Segar Nusantara sendiri juga minta tolong bantuan pihak luar untuk memantau quality control-nya. Tiap 6 bulan, mereka mengirim sampel produknya ke Sucofindo, untuk dicek kualitas buahnya.

Dan hasilnya, sekarang buah pisang Sunpride sudah dapat sertifikat dari Sucofindo sebagai buah yang bebas residu pestisida, logam berat, dan formalin. Nomer sertifikatnya 48318/DBBPAI.

Hasil Quality Control Kebun Sunpride

Dengan rentetan quality control yang dikerjakan dari kebun Sunpride hingga proses pengirimannya ini, nggak heran mereka bisa dapat macam-macam sertifikat yang bonafid. Sejauh ini, yang saya tahu, merk ini sudah dapat sertifikat ISO, sertifikat Global Good Agricultural Practices, dan sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point.

Sertifikat ISO

Untuk memperoleh sertifikasi ISO, perlu audit yang makan waktu sekitar dua tahun. Sunpride berhasil dapat sertifikat ISO ini, yaitu sertifikasi kualitas mutu ISO 9001: 2008.

Sertifikat Global Good Agricultural Practices (GAP)

Global GAP adalah sistem pertanian yang menghargai praktek budidaya yang aman, sustainable, dan ramah lingkungan. Tanda lolos sertifikasi Global GAP ini adalah adanya kode nomor Global GAP, dan kode ini terlihat pada label produk. 

Untuk bisa lulus sertifikat Global GAP, suatu pertanian itu harus punya syarat-syarat kayak gini:

Produknya harus higienis. Proses produksi harus menerapkan sistem yang higien pada produk maupun tenaga kerja pada setiap tahapan produksinya.

Produknya harus bebas residu pestisida. Proses produksinya harus menerapkan sistem keamanan produk, dan sistem keamanan ini harus diakui di skala internasional. Risiko keamanan produk harus teridentifikasi, dan pengendalian terhadap risiko keamanan ini harus dikerjakan.

Produknya harus bisa ditelusuri, dari proses produksi hingga tiba di tokonya.

Produknya harus memenuhi kualitas ekspor, ditandai dengan produk yang aman, sehat, dan diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan.

Sistem produksinya harus memberikan fasilitas kepada tenaga kerja yang sesuai standar. Pekerja harus diberikan alat perlindungan dan diperiksakan kesehatannya secara berkala. Harus ada serikat pekerja yang menjamin hak-hak setiap pekerja.

Proses produksinya harus menerapkan praktek yang ramah lingkungan. Ada pengaplikasian sistem pengendalian hama terpadu, manajemen limbah terpadu, dan juga konservasi lingkungan (termasuk konservasi satwa liar).

Sewu segar nusantara
Kebun pisang milik afiliasi PT Sewu Segar Nusantara merawat buah pisang mereka sesuai standar Global GAP.
Gambar diambil dari situs Sewu Segar Nusantara.

Dan kebun Sunpride, alias PT Nusantara Tropical Farm, mendapatkan sertifikat Global GAP ini dong. Kalau kamu nemu buah pisang Sunpride yang dikemas cantik, coba cari labelnya. Di sana akan tercantum nomer sertifikat Global GAP-nya yaitu, nomor 4056186911537. Nomer ini bisa kita cocokkan dengan website Global GAP, yaitu http://database.globalgap.org/globalgap/search, lalu masukkan nomor sertifikatnya di sana. Jika diklik, kita akan temukan bahwa nomer ini adalah milik buah-buahan yang diproduksi di PT Nusantara Tropical Farm.

Nggak semua perusahaan buah di Indonesia ini punya sertifikat Global GAP. Sebetulnya, cuma ada 6 perusahaan agraris di Indonesia yang punya sertifikat elite ini, dan Sunpride adalah salah satunya. Satu perusahaan lainnya yang punya sertifikat Global GAP ini adalah perusahaan buah strawberry, dan 4 perusahaan lainnya adalah perusahaan perikanan.

Sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point

Sertifikat ini adalah jaminan mutu akan pengendalian bahaya kontaminasi pada suatu produk pangan. Ada macam-macam kontaminasi yang bisa terjadi pada produk pangan, misalnya kontaminasi bahan kimia, kontaminasi fisik, kontaminasi mikroba, dan kontaminasi bahan alergen.

Sunpride tidak mengalami kontaminasi semua ini sejak proses produksi hingga distribusi, makanya mereka mendapatkan sertifikat HACCP ini.

Ekspor sebagai Bukti Quality Control

Dan hasil dari macam-macam sertifikat ini nggak main-main. Buah-buahan Sunpride ini menjadi salah satu dari sedikit buah lokal Indonesia yang berhasil diekspor ke Jepang. Lho, apakah Jepang ini penting?

Penting banget, soalnya masuk pasar Jepang itu susah banget karena negara itu menerapkan quality control yang ketat. Standar quality control mereka jarang bisa dilewati oleh eksportir-eksportir buah lainnya, makanya prestasi perusahaan ini termasuk langka.

Hanya memang buah-buahan Sunpride tidak dipasarkan di Jepang dengan nama Sunpride, melainkan dengan nama Origi. Pekerjaan ekspor ini dikerjakan oleh PT Trans Pacific, yang mana masih merupakan anak usaha dari PT Sewu Segar Nusantara sendiri.

Sejauh ini, pisang menjadi 70% produk mereka yang diekspor. Sedangkan 15% produk ekspor lainnya ialah jambu kristal.

Selain ke Jepang, PT Sewu Segar Nusantara juga mengekspor buah-buahannya ke negara-negara lain lho, misalnya Malaysia dan Dubai.

Buah pisang Sunpride
Produk buah pisang cavendish Sunpride yang saya beli di supermarket dekat rumah ini sebetulnya sama dengan pisang Origi yang dijual di Jepang.

Ciamik banget ya produknya kebun Sunpride ini. Pantesan kalau perusahaan ini mejadi tolok ukur buat perusahaan-perusahaan buah lainnya di Indonesia. Kalau kamu punya teman yang ingin mendalami bisnis buah lokal, coba bagikan artikel ini kepada mereka ya 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

17 comments

  1. Fanny F Nila says:

    Panjaaang ya jalannya untuk bisa masuk ke Jepang :D. Kalo buah, aku sendiri juga udah lama lebih milih sunpride. Tp baru tahu kalo buah ini sudah diekspor ke Jepang. Pas ke Jepang kemarin, seringnya aku sekeluarga beli buah2an termasuk pisang di sana. Tapi kyknya ga ngeh itu termasuk pisang yang berasal dari Indonesia ato bukan :p. Yg pasti, buah2an yang dijual di sana rasanya memang seger, manis trutama strawberry, dan ga mahal2 amat sih sebenernya. Makannya berasa tenang, karena mikirnya, ini Jepang gitu loh. Mereka kalo makan aja sangat perhatian ama kebersihan dan bahan2 yang digunakan. Jadi pasti untuk buah udah bebas pestisida. Ternyata, beberapa buahnya malah dari Indonesia yaa :D. Bangga sih jadinya..

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Sebagian buah yang dijual di Jepang dipanen di Jepang sendiri, sebagian lagi diimpor. Banyak negara sumber impornya, dan Indonesia salah satunya. Tetapi Jepang selektif sekali dalam memilih asal impor makanan, dan hanya sedikit perusahaan perkebunan di Indonesia yang terpilih untuk diimpor oleh Jepang. Ya salah satunya ya Sunpride itu 🙂

  2. Sebagai orang Indonesia Saya bangga sekali punya buah buahan bersertifikasi Global GAP.
    Semoga budaya makan buah yang tidak terkontaminasi zat Kimia berbahaya bisa ditularkan ke paling nggak keluarga deket dulu aja lah ya, baru ke temen, tetangga, masyarakat luas. Jadi PR besarnya Sunpride nih.

  3. @nurulrahma says:

    Wow, artikel yg dibikin dengan riset mumpuni, standing ovation buat mamah Fidel! Memang mayoritas masyarakat Indonesia (baca: saya) kerap terjebak pada semboyan: Gapopo onok pestisida nang buah/sayur, sing penting murah 😛
    Ya abis… harga sayur organik ngeri2 amat yak. Dalam hal kualitas produk (dan kebawelan) orang2 Jepang emang JUARA.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Memang repot kalau pertimbangan dompet mengalahkan pertimbangan rasional. Kita kepinginnya keluar duit itu minim aja, dan pertimbangan keamanan produk itu dikesampingkan.

      Sebetulnya, tidak selalu buah yang murah itu berarti non-organik. Sebaliknya, buah yang aman dari polutan berbahaya pun tidak selalu harus buah organik.
      Itu sebenarnya inti dari artikel ini 😀

  4. Mustikasv says:

    Nice info bgt Mbak!!! Aku jd paham kenapa Sunpride lebih mahal dari pisang lain krn emg penanamannya semua standar Internasional. Dan emg saat ini “sunpride” sdh jd icon buah pisang dg kualitas sangat baik di Indonesia.

  5. Nining says:

    That’s why pak suami keukeuh bgt nyuruh aku nyuci sayur, buah dgn ozon. Karna ya ini ya, mskpn beli buah di supermarket yg kinyis-kinyis itu residu pestisida gk terlekakkan 🙁

  6. Fakhruddin says:

    Wah ternyata negara kita yg bergelar negara agraris selama ini ndak mikirin standard ginian. Semoga pemerintah bisa turun gunung membina para petani.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Petani sudah tahu kok dari dulu bahwa buah itu mesti bebas dari pestisida. Persoalannya, kalau nggak dipakaikan pestisida, nanti tanaman mereka jadi kena hama. Hama itu asalnya dari lingkungan yang nggak seimbang, dan mereka sulit memindahkan lokasi pertanian mereka dari lingkungan yang sedang rusak itu.

      Memang negara kita bergalar negara agraris, tetapi itu jaman dulu, ketika lingkungan di negara kita belum serusak sekarang oleh polusi.

  7. triana dewi says:

    Lha mbaak tulisanmu bagus sangat, membuka wawasanku, memang jepang sangat keren ya menyortir semuanya.. adduh jadi minder tulisanku ecek-ecek banget deh, tengkyu sharingnyaa mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *