Trik Bikin Anak Mau Makan Serat

Seperti halnya ibu-ibu yang berusaha terbaik buat anak-anaknya, saya juga berambisi kepingin kasih serat sayur buah kepada anak saya. Ya biar sehat gitulah, mosok anaknya dikasih cemilan kripik melulu. Tapi, saban kali saya mau kasih dia buah atau sayur, mesti dia selalu ngajakin saya main kejar-kejaran.

“Mah mau buah! Mah mau buaah!” teriaknya sambil lari kabur mengayuh sepeda roda tiganya menuju teras, ketika saya nongol dari dapur sambil membawa sepiring pepaya potong.

(mah mau, dalam bahasa Fidel yang cadel artinya “nggak mau”)

Saya menarik napas panjang, kecewa. Tapi saya nggak down lama-lama. Besoknya, saya coba lagi trik lain.

Saya bawa Fidel, anak saya itu, ke supermarket deket rumah. Kami ke deretan gang isi buah dan sayur, lalu saya ngajak main tebak-tebakan.

“Ini apa?” tanya saya nunjuk salah satu rak.
“Semangka!” serunya.
“Kalo ini?” saya menunjuk butiran besar-besar warna merah cap New Zealand.
“Apel!”
“Ini?”

“Pisang!”
“Oke, kita beli ini, nanti di rumah Fidel makan pisang yaa..” kata saya sambil memasukkan pisang itu ke keranjang belanja.
“Mah mauuuuu!” seru Fidel dan lari menuju rak kulkas.
“Fidel..” desah saya merana dan mengembalikan pisang ke raknya. Duh, bocah ini hafal nama-nama buah, tapi kok anti makan buah siih?

Demi Pencernaan Anak, Serat Harus Masuk

Waktu saya kecil dulu, saya juga susah kalau disuruh makan buah (dan sayur). Tapi saya nggak kepingin penolakan saya itu diwariskan kepada Fidel.

Pasalnya, keluarga saya langganan obesitas. Bapak saya bahkan punya diabetes. Kedua penyakit itu menyerang keluarga kami, karena kami senang makan hanya semata lantaran kami nggak tahan laper.

Saya pun jadi kepingin mendidik Fidel supaya bertanggung jawab dengan apa yang dia makan. Saya nggak mau Fidel cepat lapar untuk kemudian mengisi ulang perutnya dengan makan karbohidrat kembali. Sebab, itu akan membuat dia jadi calon penderita diabetes lain di keluarga saya.

Jadi, saya berusaha mengakali perut Fidel dengan kasih dia serat. Biar dia nggak jadi tukang laper. Kenapa mesti serat? Serat itu nutrisi yang membentuk gel di dalam saluran pencernaan anak, sehingga rada lamban diserap. Akibat lamban diserapnya, maka makan serat juga cenderung lebih lama kenyangnya ketimbang makan karbohidrat dari nasi.

Manfaat serat bagi anak nggak terlalu terasa jika anak masih kecil, paling-paling dia jadi nggak gampang sembelit. Tetapi manfaatnya baru betul-betul terasa berpuluh-puluh tahun kemudian, ketika dia sudah dewasa dan terjebak dalam pola gaya hidup yang rentan kena diabetes dan obesitas.

Macam-macam Makanan Tinggi Serat

Macam-macamlah makanan yang seratnya banyak itu. Biasanya saya ngandelin buah, sayur, dan oat. Kalau bikin minum pun, saya seneng yang mengandung buah juga. Pokoknya, apapun yang tinggi serat deh.

makanan yang mengandung serat
buah kaya serat untnuk sembelit

Daftar makanan tinggi serat di atas masih panjang.
Tapi umumnya didominasi sayuran dan buah.
Bisa juga diperoleh dari sereal dan kacang.

Problem: “Nggak Mau Ada Ijo-ijonya”

Tapi, yang jadi tantangan berat itu adalah gimana masukin seratnya ke anak saya. Fidel ini masih angin-anginan seleranya terhadap buah dan sayur. Kemaren doyan pisang, hari ini emoh. Kemaren mau makan wortel, hari ini wortelnya dia lepeh.

Terus saya mbatin, “Maaf ya Nak, kayaknya Tante ketuker anak deh. Kemaren Tante nyuapin anak Tante yang disodorin wortel itu mau-mau aja kok..”

Dan dia itu tau aja, yang mana sayur, yang mana bukan sayur. Kalau saya mau nyuapin dia, dia ngintip isi piringnya dulu. Begitu dia mergokin ada sayur dikit aja di situ, dia langsung bilang, “Nggak mau ada ijo-ijonya..”

Emaknya langsung elap keringet.

Saya sampai pasang strategi, sayur brokolinya saya cincang kecil-kecil sampai nyaris jadi bubuk. Lain kali, menjelang nyuapin wortel, wortelnya saya cincang kecil-kecil juga, terus saya umpetin di dalam gumpalan nasi. Ya lumayan sih bisa dimakan sama bocahnya, tapi kan terus Fidel-nya jadi nggak belajar makan sendiri pakai sendok.

Dooh..ini anak kapan mau makan mandirinya seh? Mosok dia cuman mau makan mandiri kalau lagi makan ayam goreng tepung?

Trik Baru buat Memberi Serat

Saya menyusul Fidel ke rak kulkas. Mau ngapain sih bocah itu? Eeeh.. ternyata Fidel lagi ngeliatin macam-macam susu kotak. Kayaknya dia lagi mikir, mau majakin saya yang mana. Mendadak, saya dapat ide!

Saya ngambil sebuah Yo! Yogurt for Kids. “Minum ini yuk? Nih ada gambar monsternya..” rayu saya.

Fidel ngeliatin kemasan Yo! Yogurt for Kids yang covernya berupa monster warna ijo itu. Lalu dia jawab, “..iya.”

Hoke sip! Saya masukin Yo! Yogurt for Kids itu ke keranjang, lalu kami bayar dan pulang.

Sampai di rumah, saya bukakan sedotan kemasan plastik dan saya biarkan Fidel menusukkan sedotan itu sendiri ke yogurt kotak itu. Lalu dia minum.

Fidel minum yogurt anak. Glegup. Glegup. Glegup. Sampai habis.

Saya nyengir dan langsung lega. Alhamdulillah..udah masuk sari pisang dan brokoli ke dalam situ. Saya acungin jempol ke depan hidungnya. “Fidel pinterr..”

Dan Fidel pun menarik-narik baju saya, “Ayo ke toko lagi, beli ini lagi, Maaaa!”

Yogurt Anak, untuk Menu Anak yang Susah Makan Sayur/Buah

Makanya, seperti yang saya ceritakan sekilas dua tahun lalu, saya seneng banget Fidel demen Yo! Yogurt for Kids ini. Soalnya Yo! Yogurt for Kids ini memang salah satu line yogurtnya Heavenly Blush yang didesain buat masukin serat untuk anak. Yogurt ini sebetulnya ya yogurt skim juga, tapi mengandung serat dari sari buah dan sayur.

Saya ambil contoh Yo! Yogurt for Kids rasa mango carrot yang dipegang Fidel di foto tadi ya. Kandungan seratnya dalam 1 kemasan itu 8 gram.

Sekarang, mari kita lihat lagi infografis Buah Tinggi Serat dan Sayuran Tinggi Serat yang saya tulis di atas. Saya tulis di sana, serat sebanyak 3 gram diperoleh dari sebuah mangga seberat 180 gram. Sedangkan, kalau mau ambil serat dari wortel, butuh sebatang wortel seberat 130 gram untuk dapat serat sebanyak 4 gram. Jadi untuk dapat 7 gram serat saja, kita perlu suruh anak kita ngabisin sebatang wortel dan sebuah mangga.

Kebutuhan serat anak untuk umur 1-3 tahun itu sebanyak 16 gram per hari.

Kalau mau kejar target dapat serat 16 gram per hari, jadi sehari butuhnya minimal 2 batang wortel dan 2 buah mangga. Kira-kira mau nggak anak kita makan sayur dan buah sebanyak itu dalam sehari?

Yo! Yogurt for Kids ini malah jadi solusi praktis. Satu kemasan yogurtnya punya kandungan serat antara 6-10 gram. Jadi kalau memang saya mau memenuhi target Fidel untuk dapat 16 gram serat, kan mending saya kasih Yo! Yogurt for Kids 2-3x sehari. Itu jelas lebih gampang ketimbang maksa anak ngabisin mangga dan wortel yang belum tentu dia doyan.

Dan kabar baeknya, lantaran Fidel jadi rajin minum yogurt ini, dia jadi mulai terbiasa terhadap rasa buah-buahan dan sayur. Saya ajarin ke dia bahwa di dalam yogurt anak ini ada buah pisang, buah mangga, sayur brokoli, sayur labu, dan lain sebagainya. Lama-lama dia familiar, dan rasa antipatinya kepada buah dan sayur pun mulai berkurang.

Kelihatan kok, begitu saya mulai nyobain kembali untuk nyuapin dia wortel batangan yang dicincang kecil-kecil, dia mulai kooperatif untuk menelan. Selama saya nyuapin, selalu saya sounding, “Ini wortel yang sama kayak yang di gambar minuman kotakmu itu lhoo..”
Dan karena dia sudah familiar dengan gambar buahnya, dia pun nggak nolak lagi. Dan saya pun bersyukur karena saya nggak usah lagi cincang-cincang wortel kecil-kecil, atau main umpet-umpetin sayur di dalam nasi, hihihihihi..

Merk yogurt anak untuk minuman berserat.
Yo! Yogurt for Kids ini cocok untuk menu anak yang susah makan sayur dan buah.
Tinggal pilih aja mau varian rasa apa: Banana berries broccoli, Lychee spinach, Mango carrot, atau Raspberry pumpkin.

Jadi, kalian sudah coba yogurt anak ini belum? Kalian suka rasa apa? Ceritain dong di kolom komentar 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

28 comments

  1. Kebetulan putriku Yasmin sudah berusia 17 tahun dan alhamdullillah sepulang dari pertukaran pelajar di Hiroshima, Jepang, minat makan sayurnya semakin membaik.

    Mungkin karena gaya hidup keluarga angkatnya ya…?
    Bahkan sekarang doi diyan minum teh tawar jugak

    Baidewei,
    Aku punya cucu, cie… iya cucu yang berusia balita dari keponakan.
    Bisa jadi referensi nih kalau sudah ada yogurt untuk anak.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Seneng banget dengernya, Kak Anna. Yogurt cukup populer di Jepang, terutama yogurt-yogurt yang dibikin dari sayur-sayuran. Kayaknya sekarang pola makannya Yasmin bisa jadi lebih sehat ya 🙂

  2. Ria Rochma says:

    Bolehlah masuk daftar belanjaan. Secara Fatin ini syusah sekali makan sayur. Meskipun ya, akhirnya aku ganti sama buah-buahan, tapi seorang ibu ini tetap ingin anaknya kenal sayur. Pun hanya sepotong wortel. Hehe.

  3. Nining says:

    Ini yusuf kebalikannya mbak Vick, dia lebih suka buah tanpa embel2 rasa kecut dr yogurt. Hmmm keknya kurang suka kecut2 dia tu, dressing salad thousand island dia jg gk suka hihihi.

  4. ellafitria says:

    aakkk aku belum pernah nyicip yogurt ini mbak, jd penasaran rasanya kaya apa.. kebetulan aku susah makan, padahal bukan bayik lagi. wkwk

  5. berasa dapat angin segar baca ini :D. Aku bakal beli utk anakku yg pertama vic . Susah bangettttttt yg 1 itu kalo makan. sayur dipilihin, buah cuma suka semangka ama salak thok. beda ama adiknya. makanya aku suka mikir lebih mau nyuruh si mbak masak apa lagi supaya si kaka doyan makan. vitamin penambah napsu makan udh rutin padahal. memang dia jd banyakan makan, tp ttp bukan sayur dan buah.

    moga2 yaaaa, si kaka doyan yo yoghurt ini :D. kalo suka, bakal aku stok banyak deh

  6. Ikrom says:

    aku yang bukan balita suka kok yo! junior ini
    klo Inara (sepupuku, 2 th) beli aku juba beli satu
    dia juga suka banget apalagi yang mango carrot

  7. Eni Rahayu says:

    Wadooh… kalau yogurt mah anakku pasti suka meskipun ada embel2 sayurnya. Sayurpun dia hanya doyan bayam dan wortel, yang lain emooh. Tapi aku pengen banget anakku mau ayam goreng, hahaha

  8. anak saya buah masih makan mbak kayak pepaya, pisang dan semangka. tapi kalau sayur duh langsung dikeluarin dari mulut kalau dia tahu ada di makanannya. jadi pengen nyobain yo ini juga. tapi ini buat umur berapa tahun ya bisanya?

Leave a Reply to Rosanna Simanjuntak Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *