Aplikasi Produktif bagi Pengoleksi Video Masak

Pernah nggak nangis gegara laptop rusak? Saya pernah, sekitar 10 tahun yang lalu.. Sedih banget, bukan karena laptopnya nggak bisa dipakai lagi, tapi lebih karena di dalamnya banyak video dan foto yang jadi hilang. Semenjak itu, saya jadi parno kalau laptop ilang, karena takut datanya ilang juga. Sampai kemudian, saya berkenalan dengan macam-macam aplikasi produktif yang bikin saya nggak tergantung sama laptop lagi.

Saya ini tipe orang yang lebih paham belajar kalau dicontohin prakteknya. Semisal saya kepingin belajar masak gitu, saya lebih suka nonton video masak ketimbang koleksi buku resep yang penuh kata-kata. Apalagi kalau fotonya cuma foto cantik hasil jadi, bukan foto tutorial masak.

Makanya kalau ada video masak di internet tentang menu yang saya suka, saya langsung download. Supaya bisa saya lihat lagi videonya, untuk saya tiru cara masaknya di rumah.

Video memasak itu memberi lebih banyak detail daripada sekedar membaca teks. Contoh kecil aja, di resep suka ditulisin bahan-bahan setumpuk lalu dilanjutkan dengan “tumislah bawang putih”. Ditumis itu minyaknya seberapa, setetes dua tetes doang, atau kira-kira 1-2 sendok makan. Dan detail itu penting semua untuk menentukan hasil akhir masakannya nanti.

Setelah saya download itu, biasanya videonya saya simpan di laptop. Nah, di sinilah awal persoalannya. Video-video yang saya simpan itu makin lama kan makin banyak, sementara kapasitas ruang penyimpanan laptop makin sedikit. Padahal laptop nggak dipakai buat nyimpan video doang, tapi juga dipakai buat nyimpan files lain dan program lainnya. Belum lagi urusan kepraktisan, mosok iya buat bikin bumbu rujak itu saya kudu buka laptop dulu? Nanti layarnya kecipratan kecap..

Sampai kemudian, suami saya memperkenalkan saya kepada Google Drive.

Kegunaan Google Drive sebagai Aplikasi Produktif

Kata suami saya, berhubung sehari-harinya kita lebih sering pegang smartphone ketimbang pegang laptop, mendingan files video masak itu disimpan aja di Google Drive.

Google Drive itu sudah diinstall di dalam smartphone Android kita, tinggal dibuka dengan tekan icon sekali aja.
Aplikasi penyimpan data ini cukup praktis, sebab kalau mau buka file, nggak usah buka laptop dulu lagi.

Keamanannya juga oke. Kalau sampai smartphone kita yang sudah di-install Google Drive ini hilang/dicuri orang, cukup kita akses account Google kita dari gadget lain, lalu hapus nama device smartphone kita yang hilang itu dari account Google kita. Maka files yang ada di dalam Google Drive kita itu pun nggak akan bisa dibuka orang lain deh.

Sebagai Aplikasi Penyimpan Data

Semenjak itu, saya selalu simpan video-video download-an saya ke dalam Google Drive di smartphone saya. Kalau saya lagi masak untuk recook resep yang saya tonton di internet dan butuh recall, saya tinggal taruh smartphone saya di pojok ruangan, buka Google Drive saya dan saya tonton videonya sambil meniru.

Yang menyenangkan, saya jadi nggak tergantung kepada satu smartphone doang untuk membuka files yang saya simpan di dalam Drive-nya. Pernah suatu ketika nih, smartphone saya nge-hang. Lalu saya pun pinjam smartphone suami saya, lalu saya masukin account Gmail saya di sana, dan saya langsung bisa membuka files dalam Google Drive saya di smartphone saya. 

Saya sendiri dalam 10 tahun terakhir kayaknya udah gonta-ganti smartphone sampai minimal 4x, dan selama itu files Google Drive saya semenjak bertahun-tahun yang lalu pun masih bisa dibuka sampai sekarang.

Terus, saya perhatiin juga, Google Drive itu nggak cuman berfungsi sebagai gudang penyimpanan di dalam smartphone doang. Salah satu fungsi penting Google Drive ini adalah bisa sharing files

Membagikan File dari Google Drive

Ceritanya, saya pernah bikin video cara membuat perkedel. Mulai dari mengganyang kentang sampai plating hasil gorengannya dengan garnish. Panjang kan videonya, jadi ukurannya gede. Terus saya simpan di Google Drive.

Eeh, kedengaran sama temen saya, lalu temen saya pingin lihat videonya. Duh, berat tuh kalo file-nya dikirimin pake e-mail, mana koneksi internet sering byarpet pula di tengahnya loading.

Akhirnya, saya kirim aja link dari file video ini di Google Drive kepada teman saya. Wah, dia seneng banget, karena dia bisa nonton videonya tanpa kudu download segala.

Kolaborasi Data dengan Google Drive

Contoh percakapan kolaborasi data dengan Google Drive.
Cukup menggunakan komentar pada file yang tersimpan di Google Drive.

Dan tau nggak, Google Drive ini juga enak buat jadi alat diskusi lho. File di Google Drive bisa diberi komen oleh orang yang bukan pemilik file-nya, asalkan ada orang lain yang di-share link file-nya juga.

Caranya tinggal pencet icon file-nya, lalu add comment.

Nah, ternyata lebih enak buka file di Google Drive ini kan daripada buka-buka laptop? 🙂

Kalau Kapasitas Google Drive Penuh?

Yep, tentu saja Google Drive saya pernah kepenuhan, lha wong gratis. Setiap account Gmail itu dianugerahi Drive gratis cuma 15 GB, yang hanya cukup untuk 150 video masak berdurasi 10 menit.

Ssst.. apakah kamu bisa masak sampai 150 macam menu masakan?

Seringkali saya sedang bingung mau meniru video masak di YouTube, lalu saya mau simpan saja videonya di Google Drive.
Tapi ternyata kapasitas Google Drive saya penuh.

Ini sebetulnya problem klasik yang dimiliki orang-orang yang seneng baca dan nonton kayak kita. Seperti kepingin beli buku lagi padahal lemari buku di rumah udah kepenuhan. Dan menurut saya sih, hard disk portable juga bukan solusi pas, sebab yang namanya barang fisik itu pasti makan tempat.

Untungnya, kapasitas Google Drive kita yang cuma 15 GB itu bisa di-upgrade lho menjadi Google One. Dengan Google One, kita bisa upgrade Google Drive minimal sampai 100 GB, malah bisa sampai 30 TB segala. Harganya nggak sebesar biaya kita ngopi di cafe tiap bulannya, tapi kita udah dapet ruangan banyak buat nyimpan video-video download-an kita, dan karya-karya kerjaan kita, tanpa kudu kuatir storage kepenuhan. Bayarnya juga gampang, nggak butuh kartu kredit, tapi cukup pakai GoPay.

Yes, GoPay yang biasa kita pakai buat sewa GoCar itu bisa dipakai buat langganan aplikasi di Google Play macam Google One ini. Malah lebih hemat, karena selama bulan Ramadhan ini ada promo cashback antara 70-100% jika kita mau langganan aplikasi di Google Play menggunakan GoPay. Asik kan?

Saya sendiri, akhirnya upgrade Google Drive saya sampai 100 GB aja, dan untuk itu pun saya cukup bayar Rp 26.900,-/bulannya. Bayarnya pakai GoPay, tentu saja setelah saya setting nomer GoPay saya ke dalam account Google saya.

Cara setting GoPay untuk bayar Google Play
Ini langkah-langkah mengatur Gopay supaya bisa digunakan untuk bayar Google Play.
1) Buka dulu aplikasi Google Play.
2) Pilih menu Payment Methods.
3) Di dalam menu Payment Methods, pilih Add GoPay.
4) Pastikan nomor telepon kita yang dipasangi account GoPay tertera di situ.
5) Jika nomor 4) betul, maka tekan Continue.
6) Masukkan PIN GoPay kita. Selesai.
Ini langkah-langkah mengatur GoPay supaya bisa upgrade Google Drive yang kapasitasnya kepenuhan.
1) Buka dulu aplikasi Google Drive.
2) Tekan Buy storage
3) Pilih rencana storage tambahan yang ingin kita sewa
4) Pastikan nomor GoPay yang tertera adalah nomor kita
5) Tekan subscribe. Selesai.

Nggak perlu lagi sebel liat laptop kepenuhan, atau panik beli hard disk portable. Atau lebih parah lagi, koleksi account Google yang password-nya kudu diapalin satu per satu hanya demi storage gratis yang kecil..

Apakah kamu suka koleksi video juga kayak saya? Upgrade juga yuk Google Drive-mu menjadi Google One, cukup pakai GoPay aja 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *