Bikin Makanan khas Italia di Rumah

Saya mulai belajar makan makanan khas Italia semenjak 30 tahun yang lalu, ketika pizza masih baru-barunya dijual di Bandung tempat saya tinggal. Waktu itu, restoran kayak warung bergambar atap merah itu belum ada, tapi sudah ada orang berani jual pizza ukuran personal pan melalui mobil caravan nongkrong di Dago. Rasa bumbu paprika yang pungent bikin lidah saya jatuh hati, sehingga semenjak itu saya jadi suka menu-menu yang bau-bau Italia begitu.

Ibu saya mulai belajar masak spaghetti beberapa tahun kemudian. Yang sering dimasaknya, adalah spaghetti bolognese. Ibu saya sampai rajin nyetok 1-2 dus spaghetti di lemari. Bikin stok daging sapi cincang yang udah dibumbuin saus bolognese dan menyimpannya di kulkas, adalah jalan ninjanya kalau sedang tidak kepingin memasak.

Banyak benget masakan Italia yang saya suka, dan saya lumayan familiar dengan cita rasanya yang gurih dan melibatkan banyak rempah-rempah Timur Tengah berbau tajam kayak oregano, basil, dan lain-lain. Posting ini adalah round up tentang menu-menu Italia yang saya sukain. Siapa tau kamu juga suka 1-2 di antaranya?

Fettucini

Fettucini ini adalah pasta yang sekilas mirip spaghetti. Cuman diameternya lebih lebar ketimbang spaghetti, dan juga lebih gepeng. Kalau orang baru pemula banget belajaran masakan Italia, boleh banget nyobain masak fettucini.

Biasanya fettucini disajiin dengan dicampur ke saus. Sausnya macam-macam, seringnya di Indonesia itu pakai saus bolognese, saus aglio olio, atau saus carbonara. 

Topping yang umumnya dipakai adalah daging cincang, antara daging sapi atau daging ayam. Bisa juga toppingnya diganti dengan hidangan laut macam udang pancet. Topping-topping ini sering diberi irisan jamur kancing.

Cita rasa Italia sering ngewajibin untuk naburin buah zaitun dan keju di atasnya. Saya sendiri sering skip buah zaitun lantaran seratnya kurang banyak..

Saya mau kasih bocoran dikit tentang cara bikin salah satu varian fettucini, yaitu fettucini carbonara..

Fettucine carbonara yang saya masak di rumah

Cara Memasak Fettucini Carbonara

Fettucini carbonara adalah fettucini disiram saus carbonara. Saus yang satu ini punya bahan dasar susu yang kental sampai creamy. Generasi awal Italia memasak saus carbonara dengan mencampurkan kuning telur, susu, dan keju sampai menjadi saus yang sebegitu creamy-nya. Tapi kemudian, Revolusi Industri berhasil bikin inovasi berupa heavy cream untuk menggantikan telur, alhasil saus yang dihasilkan pun jadi jauh lebih creamy.

Saya sendiri yang sedang menjalani diet gizi seimbang, waswas kalau memasak saus carbonara pakai heavy cream karena bingung ngebakar lemaknya pas olahraga nanti, wkwkwkkw… Sampai saat ini, saya milih membuat saus carbonara dengan telur, susu UHT, dan keju aja. Kalau ngocoknya rata, lama-lama ya creamy-creamy aja tuh.

Ada 3 tahapan untuk bikin fettucini carbonara, yaitu:

Membuat topping

Toppingnya bisa antara daging cincang, daging asap, irisan sosis, atau udang pancet. Syarat penting untuk daging cincang atau udang pancet, adalah bahan-bahan ini harus matang. Karena kalau belum matang, lalu nanti dicampur dengan susu dari carbonara, maka hasilnya bisa nggak enak.

Membuat saus carbonara

  1. Telur dan susu UHT dikocok sampai rata, campur dengan kaldu. 
  2. Sediakan keju parmesan. Kalau tidak ada, parutlah keju cheddar.
  3. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
  4. Siram tumisan bawangnya dengan kocokan susu tadi, aduk terus dengan rata.
  5. Bubuhi keju tadi, lalu koreksi rasanya dengan gula dan garam. Jadilah saus.

Mengolah fettucini

Fettucini direbus sambil dibubuhi garam, lalu tunggu sampai asat. Sekitar 8 menit. Supaya tidak lengket, tambahkan margarin.

Setelah sausnya jadi, fettucini dicampur dulu ke sausnya sehingga fettucini menjadi berlumuran saus creamy. Kemudian sajikan di piring. Baru topping ditata di atas fettucini.

Tiramisu

Dessert kesukaan saya sejak 20 tahun yang lalu. Berupa kue lapis yang disajikan dingin, dan lapisannya berganti-gantian antara lapisan saus kopi dan lapisan krim keju. Ciri khas tiramisu di Italia ini, di dasar kuenya selalu ada biskuit savoiardi.

Cara buat tiramisu itu triknya, kudu telaten melapisi lapisan demi lapisan.
Foto ini adalah contoh tiramisu yang kebetulan lapisannya kurang rapi.
Saya membelinya pada sebuah toko online dekat rumah saya di Surabaya.

Cara Buat Tiramisu

Ada 2 adonan yang kudu dibikin buat tiramisu, yaitu bikin adonan kopi dan adonan krim.

Membuat adonan kopi:

Kopi espresso bubuk tanpa ampas, lalu dicampur gula sampai kental.

Membuat adonan krim: 

Campurkan kuning telur yang udah matang, dengan keju mascarpone dan whipped cream.

Nah, mulai bikin tiramisunya!

  1. Di wadah tiramisu yang mau disajikan, mulai bikin lapisan dasar pertama berupa adonan kopi.
  2. Benamkan biskuit savoiardi di dalam lapisan kopi ini.
  3. Tumpuk lapisan kopinya dengan lapisan krim keju tadi sampai padat.
  4. Tumpuk lagi dengan lapisan kopi kedua.
  5. Tumpuk lagi dengan lapisan krim keju.
  6. Tutupi dengan bubuk kakao.

Saya sendiri nyerah kalau kudu matengin kuning telurnya. Belum lagi keju mascarpone yang harganya masih lumayan mahal ketimbang beli jadi. Alhasil, saya lebih seneng langsung beli tiramisu aja yang udah jadi ketimbang bikin tiramisu sendiri.

Arancini

Arancini ini cemilan yang bahan bakunya adalah nasi, jadi menu Italia satu ini gampang banget ditiru oleh kita-kita yang tinggal di Indonesia. Pada dasarnya, arancini adalah bola nasi yang digoreng panir. Ciri khas arancini di Italia, biasanya di dalamnya ada keju mozzarella yang melar.

Untuk ibu-ibu kayak saya yang punya anak balita, arancini adalah menu strategis buat masukin sayur pada anak-anak yang nggak doyan sayur, if you know what I mean :p

Resep arancini, makanan khas Italia berisi keju mozzarella

Resep Arancini

Resep ini saya dapat dari aplikasi resep masakan. Ada 2 tahap, yang kudu dibikin:

Membuat adonan arancini:

  1. Sediakan keju parmesan atau keju cheddar parut dulu.
  2. Terigu ditumis dengan margarin, lalu dicampur susu UHT, dan aduk sampai rata.
  3. Masukkan keju tadi dan bubuk bawang putih, aduk lagi di wajan.
  4. Masukkan isian yang kita suka, misalnya irisan daging asap atau sayuran brokoli.
  5. Masukkan nasi dingin ke wajan ini, dan bubuhi garam, lalu aduk menjadi adonan.

Membuat bola nasi: 

  1. Iris-iris keju mozzarella menjadi bongkahan-bongkahan mirip dadu.
  2. Buat kocokan telur di tempat lainnya.
  3. Ambil adonan nasi terigu yang sudah dingin tadi dengan sendok, masukkan sebongkah mozzarella, kemudian bentuk nasinya menjadi bola-bolaan.
  4. Celupkan bola nasi ini ke kocokan telur, kemudian gulirkan ke tepung roti.
  5. Goreng bola-bola nasinya sampai coklat keemasan, lalu sajikan.

Gnocchi

Gnocchi adalah pasta juga. Hanya bedanya, kalau fettucini atau spaghetti dibikin dari tepung gandum, sedangkan gnocchi dibikin dari tepung semolina alias tepung kentang. Gnocchi juga lebih unik, lantaran bentuknya bundar-bundar mirip kerang.

Gnocchi bisa diolah jadi masakan apa aja, boleh ditumis, tapi saya sendiri lebih suka masak untuk jadi sop. Gnocchi bisa dibikin sendiri di rumah, kalau sudah punya tepung kentangnya, asalkan kita bisa mengulennya dan punya alat pemotong untuk membentuk gnocchi. Saya sendiri lebih suka beli gnocchi yang udah jadi di supermarket.

Di bawah ini adalah resep sop gnocchi yang saya bikin di rumah.

Gnocchi

Resep Gnocchi Sapi sebagai Sop

Tahapnya sebetulnya cuma 4 macam, yaitu:

Membuat sop daging:

  1. Potong-potong daging sapi seperti dadu (saya pakai daging has luar, bisa dibeli di tukang sayur online).
  2. Tumis bawang putih.
  3. Rebus daging tadi dengan tumisan bawang ini sampai dagingnya matang.

Mengolah gnocchi, caranya rebus gnocchi dengan garam sampai asat.

Menyiapkan pasta tomat

  1. Cincang beberapa buah tomat, lalu tumis.
  2. Campur tomat ini dengan kaldu sapi dan kecap asin.

Campur semuanya:

  1. Pasta tomatnya dimasukkan ke dalam sop daging, aduk sampai rata.
  2. Masukkan gnocchi-nya ke dalam sop ini, disertai irisan wortel dan kacang polong.
  3. Tambahkan dedaunan seledri supaya harum, lalu sajikan.

Orang Italia biasa masak sop gnocchi ini dengan menambahkan bubuk paprika supaya ada rasa pungent-nya. Tapi saya sendiri skip bubuk paprika ini supaya anak saya bisa ikutan makan.

Gimana? Gampang kan ya menyediakan makanan khas Italia di rumah? Apakah ada sodara atau temenmu yang kepingin masak Italian food tapi bingung caranya? Yuk, sodorin artikel ini kepada mereka 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

54 comments

  1. Andri says:

    Wah bener bangett, khususnya buat cemilan erancini itu dari kecil mamah suka banget masuk-masukin makanan yang nggak saya doyanin dan efeknya sampai saat ini jadi suka banget makanan itu. Mungkin kalau gak dicoba waktu itu, gak bakal ketagihan sampe sekarang. Gatau tuh terinspirasi dari mana, apa mamahku orang italia ya hha ga ga ga..

    Tapi btw, makanan orang-orang italia ini simpel-simpel banget ya. Gak terlalu banyak jenis toping yang ada dalam satu mangkok atau piring. Bahkan satu adonan atau bahan pun bisa dikreasikan ke makanan lainnya. Jadi bisa lebih hemat kalau mau masak-masak dirumah hihi..

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, arancini itu jitu banget buat nyelipin filler yang nggak disukai anak-anak. Cuman mamanya harus telaten ngulenin bolanya supaya bentuknya bagus, hahahaa..

  2. Pas nonton Eat, Pray, Love tuh ada rasa “protes” kok bagian Eat-nya di Italia, sebab aku ngerasa makanan Italia biasa aja lol. Hmm, mungkin karena aku belum pernah ke sana juga dan icip langsung hwhw.

    Iya, ini karena tahunya pizza doang awalnya (dan aku gak terlalu doyan). Eh pas baca ini baru tahu kalau Tiramisu pun asal dari sana. Dan aku suka banget Tiramisu. Nah, sebagai pecinta mi, mi-mi-an dari Italia ini memang enak. Dimasak sederhana aja udah menari-nari di lidah. Dan, aku penasaran sama rasanya gnocchi itu. Bikin mupeng.

  3. Makanan Itali itu favoritku. Bangeeettt :D. Asiiiik ada resep carbonara dan arancini ;). Tx Vic..

    Aku juga g terlalu suka kalo pake heavy cream, Krn suka eneg saking creamynya. LBH enak kalo pake susu, telur dna keju memang. Jd tingkat ke-creamy-an nya bisa diatur :D.

    Kalo fav makanan Italia favoritku lasagna, Risotto dan gelato :D. Walopun ga bisa bikin sendiri. So far aku slalu beli aja dr langgananku yg udh pas bngettt rasa Italia nya :D.

    Baru2 ini aku baca novel ttg sejarah noodles, dan penulisnya bahkan datang sampai ke Italia. Dan dia cerita gimana masakan di Italia itu bener2 beda dari yg selama ini dia rasain di Amerika dan China. Jd ternyata di negara aslinya sendiri, even di rumah makan kecil di pinggir jalan, rasa makananny bener2 fresh dan kalo baca deskripsi dari penulis, dia sampe bilang belum bisa menemukan pizza seenak yg dia rasa di Italia itu. Gimana coba aku g penasaran :p.

    Gara2 buku yg dia tulis, aku sampe bikin target hrs ke Itali setelah aman hahaahaha. Saking penasaran seenak apa rasa makanan aslinya 😀

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, Fan, aku juga selalu bergairah kalo udah ngeliat buku-buku yang membahas masakan Itali. :)) Bawaannya jadi laper dan pingin masak :))

      Aku juga suka lasagna, tapi beli lasagna yang udah jadi aja. Soalnya nggak punya oven di rumah buat masak lasagna, plus lagian aku nggak telaten menata kulit lasagna sendiri, bahan kulitnya masih terlalu mahal, whoaa..

      Risotto aku juga suka, tapi aku kok kadang merasa kayak lagi makan nasi goreng :)) Harus ngerti risotto yang unik, biar nggak ketipu gambar di menu..

  4. Ternyata makanan Italia ada banyak banget jenisnya. Dari tulisan di atas aku cuma pernah tau tiramissu dan fetuccini. Ternyata ada juga yang bukan makanan berat. Bisa dicoba nih. Terima kasih resepnya mba Vicky!

  5. Nita Juwithafina says:

    Yang aku tau cuma sampe tiramisu, sisanya baru tau dari tulisan ini 🙂 btw aku baru jadi tau menyiasati kalau sedang diet, jadi ga bikin heavy creamy 🙂
    Kalau lihat gambarnya semua menggugah selera mba haha

  6. saya masakan italia biasanya bikin spageti, fettucini atau macaroni aja. pernah juga sih bikin pizza tapi sekarang sudah malas ngulenin adonan tepung. jadi penasaran nih sama menu yang dibikin mbak vicky kayaknya enak nih

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Oh, kalau saya bikin pizza, nggak pernah ngulenin tepung, Mbak. Saya langsung beli kulit pizzanya aja di supermarket. Nanti di rumah tinggal ngehias toppingnya aja.

  7. Sekian opsi, belum ada yang familiar 🙂

    Makanan khas italia favoritku cuma dua, lassagna dan spagetti. Kalau lassagna biasanya dapetin di acara-acara wedding gedungan gitu, selalu ngantri paling awal hahaha. Rasanya endeusss sekali.
    Kalau spagetti masak sendiri. Bahannya beli di Giant / Tiptop. Itupun biasanya diomelin ortu soalnya saos bolognesenya selalu cari merek abal2 yang harganya paling murah ahaha.

    Fajarwalker.com

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Wajar sih, soalnya lasagna itu memang bikinnya susah. Saya kalau ke restoran Italia, sebisa mungkin cari lasagna karena nggak bisa bikin di rumah. Seneng gitu lihat hasil kerajinan kokinya melapisi tiap lembaran pasta dengan daging cincang. Makin tebal, makin sip.

  8. Aku… dan keluargaku jauh dari masakan italia. Hahaha

    Cuma kenal pizza doang, itupun karena adek pengen nyoba dan doyan.
    Tapi kemarin aku beli pizza sih, nurutin maunya adek yg lagi stres belajar, haha

    Di mataku jago banget kalau bisa masak masakan italia hmm

    Btw aku baru tau kalau tiramisu dari italia. Kupikir yaaa dari entah dah, hahaha

  9. Ghina says:

    Hai mbak vicky.. Aku salah satu fans makanan Italia, terutama spageti sama tiramisu. Beruntung nya di bulsktore sini aku nemu juga yg jual spageti, enaknya malah warna warni dr sayuran gitu.

    Arancini ini kayaknya aku pernah bikin deh tapi ga pake keju. Terus biar nggak lengket aku celupin ke telur deh.

  10. Ingin sekaliii nyoba bikin tiramisu.. Tapi muzti keduluan insecure setelah lihat tiramisu yg dijual orang-orang hiks. Ngga jadi jadi deh sampai hari ini..

  11. Ya Allah ini postingan iseng baca tapi sukses bikin laperrr kak. hehehe, btw maakan italia enak2..yang bola nasi alias Arancini nampaknya memang layak dicoba.anak2 pasti suka yaa
    thank you kak resepnya

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Pasalnya, memang dari Italinya sendiri pakai biskuit savoiardi, Mbak Lendy. Di sana nggak ada biskuit regal 😀

      Aku sendiri belum pernah ketemu tiramisu yang pakai biskuit savoiardi, cuman tahu bahwa bentuknya biskuit satu itu kayak biskuit lidah kucing..

  12. Gita Sarrah says:

    Makanan Itali favoritku kayaknya pizza sama lasagna. Dua-duanya belum pernah coba bikin sendiri paling beli aja di restoran langganan hehe. Oya saya baru ngeh tuk Tiramisu ternyata cara bikinnya layering gitu ya? btw saya penasaran sama wujud dan rasa biskuit savoiardi..

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, tiramisu itu harus layering. Kalau nggak layering, maka itu bukan tiramisu 🙂
      Saya juga belum pernah ketemu biskuit savoiardi, itu biskuit banyakannya di Italia 🙂 Di Indonesia juga ada, tapi dijual sebagai bahan untuk masakan Italia juga 🙂

  13. Arancini, adalah resep yang baru pertama ini aku baca, mba. Istri aku pernah bikin pengalihan biar anak ngga ngerasa makan sayur… mirip begitu tetapi bukan pakai nasi, tapi pake tahu …

    Coba ah, mayan bisa buat kreasi lagi (dan konten tentunya) 🙂

  14. Kirain ada pizza, soalnya saya tadi bikin pizza
    Nyobain bikin pakai pan

    Masakan Italia emang paling gampang dipadu padan ya?

    Dan soal makanan ngga ada yang benar atau salah

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, aku juga merasa masakan Italia itu sering “seenaknya sendiri” 😀
      Aku pernah lihat pizza dan fettucini dikasih topping yang didominasi daun-daun yang bentuknya macam kemangi gitu, daunnya dipetik dan ditaruh di atas adonan doang, nggak diiris-iris dulu. Kadang-kadang aku merasa kayak lagi disodorin makanan buat sapi :))

  15. Mohammad Ridwan says:

    Wihhh mantap banget ya informasi bisa langsung dicoba dan dipraktekkan dirumah apalagi Lagi kondisi pandemi gini disaranin dirumah aja.

  16. Mini GK says:

    Hampir semuanya pernah coba kecuali yang terakhir, gnocci, Halah aku salah sebut terus Gucci gitu.
    Ya ampun, kakaknya udah tahu pasta sejak 30 tahun lalu? Widih, sejarah banget ini mah. Tadi aku kepikiran apa iya kakak atau ibunya kakak ada punya keturunan Eropa gitu. Hehe, ya soalnya penyajian makanannya ala-ala dan menggoda sangat untuk anak kampung macam aku ini

  17. Mbak Avy says:

    biyuuuh banyak banget se mbak vicky bikinnya
    aku jadi tertarik mau coba bikin arrancini
    kalo dilihat kayak kroket ya tapi ternyata dari tepung
    di ganti kentang kira2 enak nggak ya hehehe

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Boleh aja sih, Mbak, kalau arancini-nya mau dari kentang, tapi kentangnya berupa tepung ya. Pokoknya syarat utamanya harus ada isian nasinya 🙂

  18. ainun says:

    tiramisu aku suka, tapi seringnya juga beli jadi mbak.
    fettucini biasanya aku pilih kalau pas menu lain yang disajikan di cafe kurang menarik hati, dan lagi ga pengen makan nasi

    1. Di rumah biasanya aku cuma nyetok spaghetti, fussili sama macaroni. Biasanya suka-suka aja ngolahnya. Kapan-kapan kayaknya aku tertarik bikin tiramisunya Mbak. Sepertinya enak

  19. Yuni BS says:

    Kayaknya yang bersahabat di lidahku hanya tiramisu dah, Kak. Eh sama fettucini karbonara ding. Pernah dibeliin teman sekos, dan yuni lumayan suka. Hehehe…

      1. Yuni BS says:

        Di kosan ada kulkas kok. Jadi bisalah buat tiramisu sendiri. Tapi itu pas numpukin setiap lapisannya apa kayak numpukin agar-agar gitu kak? Jadi tunggu sampai dingin atau apa dulu gitu.

        Tapi, ini sih bukan jelly ya. Terus itu tumpuk-tumpukin gitu nggak bakal kecampur lapisan satu sama lainnya ya, Kak?

        Maafin, lidah yuni yang nggak familiar dengan masakan Italia ya kak vicky. Jadi, berasa banget katroknya. HEhehehe

        1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

          Iya, betul. Jadi kalau mau menumpuk setiap lapisan, memang harus ditunggu dingin dulu. Jika dipaksakan ditumpuk ketika belum dingin, nanti lapisannya akan bercampur, sehingga kelihatan dari luar lapisannya tidak membentuk garis lurus yang rapi. Padahal tiramisu itu, kecantikannya dinilai dari kerapian garis per lapisannya itu.

          Tiramisu ini urusan kerajinan tangan, bukan urusan perasaan. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *