Pakai Online, Beli Sayur Jadi Akur

Tukang sayur keliling di Surabaya yang mau patuh sama protokol kesehatan itu bisa dibilang langka. Makanya ketika saya nemu tukang sayur online yang harganya semurah tukang sayur di pasar, saya girang banget.

Nggak ada yang semurah belanja sayur di pasar. Sayurnya murah, dagingnya murah, seafoodnya murah. Tapi ketika wabah Corona bikin Surabaya tergempur, dan pedagang-pedagang pasar pada bandel nggak dengerin pritikil kisihitin, saya mulai resah. Apa gunanya ngejar harga murah, kalau keselamatan saya jadi terancam gegara orang-orang pakai masker di dagu doang?

Maka mulailah saya berusaha akur sama aplikasi belanja sayur online. Biar nggak usah ketemu orang. Tapi ternyata harga sayurnya di aplikasi kok mahal. Ada juga aplikasi yang sayurnya lengkap, tapi lauknya nggak lengkap. Yaah.. terpaksa mondar-mandir ke banyak aplikasi yang berbeda dong.

Sampai kemudian, saya ketemu sama aplikasi belanja sayur bernama Om Sayur.

Om Sayur: Tukang Sayur Online

Om Sayur adalah aplikasi belanja sayur online buat orang-orang di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Produk-produk yang dijual berasal dari pasar, bukan dari supermarket. Pengguna aplikasi tinggal milih-milih produk, masukin alamat pengiriman, bayar, lalu tinggal tunggu aja produknya dianter.

Karena asal produknya dari pasar, maka praktis harga di Om Sayur ini juga ngikut sama harga produk di pasar. Kayak saya beli brokoli nih, harganya ya Rp 20k aja per 0,5 kg, seperti brokoli di mlijo-mlijo Surabaya pada umumnya, nggak di-marked-up kayak di aplikasi sebelah. Wortel impornya juga normal, Rp 10k per 0,5 kg.

Yang menyenangkan dari Om Sayur ini, dia seperti halnya tukang sayur di dunia nyata. Dia juga jualan daging ayam, daging sapi, sama khewan laut juga, pokoknya nggak cuman sayur. (Di Surabaya, jarang aplikasi sayur yang juga jualan seafood lengkap.) Wes, akur.

Surabaya ini meskipun kota pantai, tapi nyari seafood murah kudu kulakan ke pasar Pabean. Banyak aplikasi belanja sayur yang mark up harga karena memang buat mengimbangi harga transpor ke kulakannya. Untungnya, Om Sayur juga jualan seafood mentah, dan harganya masih kayak harga di pasar. Sekilo udang yang saya beli misalnya, cukup saya bayar dengan Rp 80k aja.

Sayur Segar dari Om Sayur

Berbagai sayur segar yang saya pesen dari Om Sayur.

Saya pesen produk pada Om Sayur ini jam 8 malem, dan belanjaannya itu tiba di rumah saya besoknya, jam 9 pagi.

Brokoli yang saya beli itu dijual oleh sebuah lapak milik sepasang pedagang bernama Mas Dadang dan Mb Mia. Brokolinya tiba dengan warnanya yang masih ijo kayak zamrud gitu, bukan ijo yang kayak warna zaitun alias pertanda udah lama.

Pada pasangan ini, saya juga pesen wortel dan cabe rawit. Wortelnya masih oranye mencrang, dengan serat-serat putih yang minim, dan batang yang besar-besar. Cabe merahnya seger-seger juga, meskipun campur juga dengan cabe yang warna kuning dan oranye.

Saya beli tomat kecil juga, sebanyak 0,25 kg. Yang dateng adalah 5 butir tomat merah candy sebesar bola pingpong dengan kulit yang mulus-mulus.

Kualitas Lauk dari Om Sayur

Saya juga pesan ayam lho pada Om Sayur, pada sebuah lapak bernama Sujarwo Susi Daging. Jadi selain sayur, saya juga pesen 1 kg ayam, jenis petelur. Sujarwo Susi ini mengirimi saya potongan-potongan ayam horn yang ototnya gemuk-gemuk, berwarna krem kemerahan segar. Ada dada, paha, sayap, semuanya mulus mengkilap, siap disemur.

Belanja sayur online sekaligus beli daging.

Terus saya juga beli iga sapi. Iga yang dateng ke saya adalah potongan-potongan tulang iga setebal 3 mm yang ditempeli daging-daging merah tua tebal-tebal dan masih segar juga. Dalam 1 kg ini, kayaknya ada sekitar 12 atau 14 potong gitu yang saya dapatkan.

Dan saya juga pesen lauk kesukaan saya dong.. udang! Udangnya saya beli pada toko bernama Endang Kusmiwati Ikan Syueb, sebanyak 1 kg. Dan udang yang saya dapetin kira-kira sepanjang 10-12 cm, warna putih bersih segar-segar, di-pack dalam kantong plastik.

Beli Buah Online

Ada banyak juga buah di Om Sayur, termasuk pisang Sunpride kesukaan saya juga dijual di situ.

Cuma kali ini saya baru pesen anggur doang, karena anak saya lagi seneng makan anggur. Saya beli anggur hitam 1 kg, dan toko Rupiyani Buah Barokah mengirimi saya beberapa tangkai anggur berwarna hitam keunguan yang seger-seger dalam packing styrofoam.

Rasanya manis, dan anak saya langsung menghabiskannya lantaran nggak ada bijinya.

Cara Belanja di Om Sayur

Buka aplikasi Om Sayur hasil download-an dari Play Store.

  1. Masukkan alamat pengiriman dulu, lalu tekan Saring.
  2. Akan nongol daftar produk (berurutan berdasarkan abjad) yang bisa dibeli.
  3. Pilih produk yang mau kita beli, lalu pilih option satuan-nya, antara 1 kg, 500 gram, atau 250 gram.
  4. Tekan gambar kereta belanja, supaya produknya masuk ke kereta belanjaan kita.
  5. Kalau sudah selesai milih-milih produk, tekan Bayar.
  6. Jika kita sudah login sebagai anggota, kita akan diberi pilihan mau bayar lewat transfer BNI, BRI, Mandiri, Permata Bank, atau menggunakan dompet elektronik OVO, Dana, LinkAja, atau QRIS.
  7. Baru tekan Buat pesanan.
  8. Akan ada e-mail dari Om Sayur yang menunjukkan bahwa pesanan kita sudah diterima, lalu tunggu aja belanjaan sayur kita datang ke alamat yang udah kita request. 🙂

Happy Belanja Sayur Online di Om Sayur

Dengan adanya aplikasi belanja online kayak Om Sayur, bikin saya jadi bersyukur. Soalnya, harganya setara sama harga di pasar langganan saya. Kayaknya saya nggak akan ke pasar lagi dalam waktu dekat. Soalnya dengan belanja di Om Sayur, saya jadi bisa meminimalisir kontak dengan orang-orang, sehingga lebih aman dari risiko ketularan Corona.

Lagian dengan belanja di Om Sayur, saya nggak perlu menclok dari pedagang satu ke pedagang lain demi memburu lauk yang saya cari. Cukup manteng di satu layar HP aja, udah bisa menggaet semuanya. Foto-foto produknya jelas pula, nggak kabur. Asik kan?

Selama masa pembukaan ini, Om Sayur kasih diskon Rp 50.000,- jika belanjaan kita minimal senilai Rp 200.000,-

Kalian yang masih kerja kantoran, juga bisa lho tetep mengendalikan bahan makanan di rumah dengan Om Sayur. Om Sayur juga bisa kirim belanjaan ke kantor kalian, selama kantor kalian masih berada di wilayah Surabaya. Yaa pokoknya dalam radius 50 km deh dari Pasar Citraland.

Yang saya respek juga, aplikasinya update dengan ketersediaan produk mereka sendiri. Jadi semua barang yang dipajang di aplikasinya memang beneran ready. Nggak ada ceritanya kita lagi nunggu-nunggu belanjaan dateng, tetiba ada personal shopper nelepon, “Bu, maap, ternyata ikan kakapnya kosong..”

Calon Pasar Sayur Online

Bisa jadi, Om Sayur bakalan jadi pasar sayur online pertama di Surabaya.
Terbuka kemungkinan bahwa ke depannya pasar pemasok sayur di aplikasi ini nggak cuma Pasar Citraland.
Sebab kemampuan aplikasi ini bisa menjangkau konsumen hingga 50 km dari pasar yang dituju, sehingga kontribusinya bagus sekali untuk memajukan industri pangan di Surabaya.
Tinggal kaum pedagang sayur yang mau menentukan, apakah mau gabung juga dengan Om Sayur.

Saya sendiri melihat, dengan adanya Om Sayur, para mlijo nggak perlu banyak bertempur. Pasalnya, kalau mereka jualan secara manual, mereka tuh ada risiko kudu keliling-keliling ke rumah-rumah konsumen (dan itu makan tenaga banget). Juga ada risiko barang nggak laku, sehingga ada produk yang bosok. Terlalu banyak dagangan bosok, usaha bisa mundur.

Padahal, kalau tukang sayur keliling ini gabung sama Om Sayur, dia nggak perlu keliling buat distribusiin sayur-mayur. Cukup nunggu booking-an aja dari konsumennya Om Sayur, lalu dia tinggal jualin ke konsumennya Om Sayur dan Om Sayur yang akan mengantarkannya ke rumah konsumen. Dan jangkauan Om Sayur jelas lebih luas (50 km) ketimbang jelajahan tukang sayur keliling yang paling-paling cuma 5 km doang.

Praktek begini bahkan udah dimulai tahun lalu, bahkan mungkin lebih lama lagi. Saya ingat, awal pandemi, ketika saya masih berani ke Pasar Pucang, saya nanya ke bakul ayam horn, “Mas, semenjak PSBB, jadi sepi nggak, Mas?”

Penjualnya njawab, memang pengunjungnya yang ibuk-ibuk rumah tangga kayak saya ini lebih sedikit. Tapi permintaan jualan daging dia malah lebih banyak. “Yang dateng ke sini, rerata mau jual dagingnya lagi pake online, Mbak. Selain mereka, juga lebih banyak yang mborong daging buat katering atau rumah makan,” begitulah ujarnya bertutur.

Jadi, kebanyakan pengguna aplikasi belanja sayur online ini memang kalangan pengusaha, makanya belanjanya bisa berkilo-kilo daging. Tapi aplikasi kayak Om Sayur ini juga bisa dipakai sama kalangan perorangan kayak saya, kelihatan dari opsi porsi belanjanya yang boleh 500 gram daging aja, atau bahkan hanya 250 gram sayur.

Om Sayur memang jadi kabar baik buat para keluarga Surabaya, karena posisinya yang jadi aplikasi tukang sayur online dengan harga terjangkau.

Aplikasinya sederhana pula, nggak kebanyakan fitur. Cocok apalagi buat orang-orang yang sudah berumur, yang kalo lagi pandemi gini sebaiknya isolasi teratur dari virus yang campur-baur.

Komentar dong di bawah, wahai kaleyan warga Surabaya, apakah kaleyan juga tergiur, buat belanja di tukang sayur online bernama Om Sayur?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

29 comments

  1. Idenya keren banget nih. Saya tahunya ada aplikasi seperti ini, tapi belanjanya di supermarket, jadi harganya lumayan lebih mahal kalau dibandingkan pasar tradisional.
    Kalau aplikasi Om Sayur ini langsung ambil di pasar tradisional ya? Solusi pas buat pembeli dan penjual pasar di masa pandemi ini.
    Semoga pasar yang dilayani bisa semakin bertambah ya.

    1. lisa lestari says:

      Wah, mantul nih aplikasi Om Sayur. Saya masih mengandalkan wa saja dari tukang sayur langganan yang nantinya akan mengantarkan ke rumah. Apakah di Bogor ada ya, aplikasi sayur lengkap kayak om sayur ini?

    2. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, produknya Om Sayur ini langsung ambil dari pasar tradisional. Memang sengaja dibikin supaya pasar tradisional tidak kehilangan pembeli selama pandemi ini.

      Dan developer Om Sayur punya misi kepingin melibatkan lebih banyak lagi pasar tradisional di Surabaya, syukur-syukur bisa memperluas sampai ke Sidoarjo dan Gresik juga.

  2. Aku baru tau lho ada aplikasi Om Sayur, mbak. Coba sih tak cek jarak rumahku atau kantor suami dari Pasar Citraland.

    Enaknya belanja di pasar itu selain lebih murah, jenis sayur, lauk pauk, dan buah yang ditawarkan bisa lebih bervariasi timbanh aplikasi belanja online. Cuma pandemi gini emang riskan buat ke pasar apalagi sambil bawa anak. Om Sayur ini emang solusi banget buat yang ngefans dengan belanja ke pasar tapi waswas belanja langsung. Selain itu malah jadi membuka jangkauan pedagang pasar lebih luas lagi, gak cuma yang rumahny dekat Citra Land aja.

  3. Riska Ngilan says:

    Om Sayur nggak buka cabang di Bangkalan ya? Kan dekat tuh sama Surabaya, hehehe. Jadi si Om ini ngumpulin banyak pedagang lalu bantu menjualkan dan mengantar begitu ya mba? Mana masih bisa pesan sampai jam 8 malam lagi, cocok banget buat ibu muda macam aku yang masih suka bingung besok masak apa ya?

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Berhubung sekarang sumber produknya masih di Pasar Citraland thok, maka Bangkalan masih belum terjangkau, RIS, karena jarak Bangkalan-nya lebih dari 50 km.

      Tapi kalau pedagang pasar di Bangkalan mau kerja sama jadi supplier untuk Om Sayur, maka bisa banget kirim produk ke konsumen di Bangkalan 🙂

  4. Eni Rahayu says:

    sayangnya di wajak belum bisa beli sayur secara online, biar aku gak ke pasar. Pasar di wajak dah gak ada yang pakai masker. Meskipun harga sayur murah karena banyak petani tapi was-was juga dengan virus

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Aku ikut prihatin dengernya. Semoga masyarakat di Wajak mau belajar pakai masker. Sehingga semua orang bisa pergi ke pasar tanpa harus ngeri ketularan virus.

  5. Aku tuh bersyukuuuuur bangat Ama semua aplikasi online yg ada sejak pandemi :D. Kalo dulu belanja online hanya utk beli baju dan aksesoris thok, sekarang, sampe beli sayur, daging, buah dan semua keperluan bulanan rumah, harus online. Aku udh ga tertarik datang langsung ke tokony juga Vic.

    Aku pake tukang sayur, ato sayurbox ato happyfresh dan pilih toko tiptop untuk belanja. Semuanya juga kompliiit dan muraah.

    Aku sampe mikir, ini kenapa ga dari duluuuu aku belanja begini. Onkir toh cm 35rb, anggab aja itu biaya bensin, parkir dan biaya capek kalo belanja sendiri. Karena toko aku biasa belanja itu ruameeeeny ga ketulungan, antrian ga ush ditanya, tempatnya juga ga nyaman. Hanya Krn dia jauh LBH murah drpd swalayan lain aku bela2in tetep belanja. Padahl dipikir, capeknya ga sebanding :p. Blm lagi kdg jajan dulu abis belanja. Tekor..

    Jd sepertinya walopun pandemi nanti selesai, rasanya utk belanja kebutuhan rumah, aku bakal tetep online :p.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Aku pernah pakai aplikasi-aplikasi tetangganya Om Sayur juga buat belanja. Yang satu itu harga sayurnya murah juga, tapi harga udangnya mahal untuk warga Surabaya (kalau untuk warga Jakarta sih kayaknya masih setara).
      Terus aplikasi yang satu lagi itu agak kurang bagus user experience-nya, karena katalognya nggak update dengan stok di supplier-nya.

      Aku juga udah lama nggak ke pasar. Masih lebih seneng belanja di supermarket karena nggak umpel-umpelan. Aku takut penyebaran virusnya itu kalau umpel-umpelan nyamperin tukang sayur di pasar.

  6. fika anaira says:

    aku mau coba om sayur nih mba buat makanan dietku yang serba godong hehehehehe… Btw semoga masih bisa menjangkau daerah Sidoarjo pinggiran.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Masih bisa, Mbak Vika. Sudah kuitung jarak dari pasar supplier-nya Om Sayur ini ke rumahmu di Sidoarjo sana, dan ternyata masih covered up 🙂

  7. Biasanya aku pake aplikasi sebelah. Tapi pernah sayurnya kurang bagus deh. Jadi pengen coba Om Sayur ini. Selama ini sih belanjanya masih ke pasar. Kalo lewat aplikasi kan lebih praktis.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Aku pernah pakai aplikasi sebelah juga. Sayur mereka kebetulan segar, tapi mereka nggak jualan udang. Kalau pakai Om Sayur ini, aku jadi gak perlu belanja dua kali.

  8. Ria Rochma says:

    Kalau dilihat dengan harga sayurnya segitu, ya sama ajah ya sama tukang sayur di kompleks rumahku, mbak. Ya terhitung murah, hanya dengan modal klik klik ajah tanpa repot jalan. Apalagi dilihat dari fotonya, keliatan kalau sayurnya segar-segar. Nggak usah ragulah ya istilahnya sama kualitas sayur dan layanan aplikasinya.

  9. Dedew says:

    Iya sekarang menjamur ya usaha sayur online ini, aku beberapa kali pesan sama teman yang punya usaha ini menyenangkan sih karena lengkap dan nggak repot…tapi aku juga tetap beli di tukang sayur keliling..

    1. Ugik Madyo says:

      Enak banget ya belanja di Om Sayur. Bisa tiap hari belanja. Pasar dekat rumah selalu ramai. Kalau belanja rasanya kayak mau masuk Medan perang. Deg-degan dan pengen segera pulang saja.

      Di Om Sayur ada nama toko yang jual. Jadi enak bisa niteni. Tiap belanja bisa langsung njujug di toko tersebut. Waktu belanja jadi lebih cepat. Kayak belanja di pasar secara offline.

      1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

        Bener, belanjanya memang lebih cepet karena nggak perlu nungguin tukang sayur dateng, nggak perlu ngantre sambil umpel-umpelan sama konsumen lain 🙂

  10. Oh, ini toh Om Sayur yang ada ceritanya di IG mbak Vicky? Wah, asik juga ternyata belanja online sayur2an dll kayak gini, praktis ya. Ada diskon 50K nih ya dengan belanja minimal 200K? Ooooh, pilihannya tertentu ya kita klik 250 gr, 500 gr atau 1 kg sip2 😀

Leave a Reply to Nurul Sufitri Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *