Ini Lho Tipe-tipe Sushi, Mana yang Belum Kamu Coba?

Supaya nggak cuman sushi roll doang, nama sushi yang kamu tahu 🙂

Berada di restoran sushi kadang-kadang bisa bikin saya merasa terintimidasi lho. Pertama, karena baca buku menunya bikin harganya terasa kemahalan 🙂 

Tapi alasan kedua, karena saya nggak ngerti apa bedanya sushi satu dengan aneka sushi lainnya. Dan saya sungkan nanya ke stafnya karena sepertinya saya kudu les bahasa Jepang dulu supaya ngerti isi buku menunya, wkwkwkk..

Dan karena saya nggak ngerti perbedaan jenis-jenis sushi, saya jadi nggak ngerti kenapa tiap item itu harganya beda, padahal sekilas cuman beda model doang. Saya cuman paham bahwa yang satu isi alpukat, yang satu lagi isi tuna. Yang satu isi seporsi dapet 6 potong, yang satu lagi isi seporsi cuman dapet 2 biji. Heh? Serius?

Akhirnya saya mencoba belajar lebih dalem tentang makanan Jepang satu ini. Untuk itu, saya nekad membeli sekitar 12 macam sushi dari beberapa restoran sekaligus! 

Kemudian saya jadi ngeh tentang cara membikin setiap jenis-jenis sushi. Sushi bukan sekedar pasang ikan mentah yang dimakan bareng nasi. Plus, saya juga mulai paham kenapa ada restoran sushi mahal dan kenapa ada restoran sushi murah. 

Membuat sushi adalah suatu ilmu, dan pengalaman adalah segalanya.

Nobu Matsuhisa, sushi master, 2019.

Berikut ini saya akan jelasin tentang nama-nama sushi dan sejarah masing-masing sushi ini. Kamu boleh cek, kira-kira kamu pernah makan jenis-jenis sushi yang mana?

Maki Sushi

Maki sushi ini adalah bentuk sushi paling umum yang ada di Indonesia, dan mungkin juga paling banyak dikenal di seluruh dunia. Nama sushi yang satu ini yang pertama kali saya makan, karena sederhananya.. model sushi ini yang paling murah, wkwkwk.

Maki sushi pada foto ini terdiri dari kani maki (barisan atas, buatan Peco Peco Sushi), salmon maki (barisan tengah, buatan Sushi Tei), dan tamago maki (barisan bawah, buatan Sushi Tei).

Sushi tipe ini sebetulnya berupa nasi cuka yang diberi isian, lalu digulung, kemudian dipotong-potong menjadi 4-6 bagian. Isiannya bisa macam-macam, mulai dari seafood sampai sayuran.

Waktu pertama kali dalam sejarah penjualan sushi, maki sushi ini dibikin oleh restoran-restoran di kota Tokyo sebelum Perang Dunia. Membuat sushi ini dimulai dengan menyediakan suatu tatakan bambu (namanya makisu), lalu menggelar selembar nori di atasnya. Di atas nori, disebarkan nasi yang sudah dibumbui cuka beras. 

Di tengah hamparan nasi, diberi isian (istilahnya neta) yang diiris memanjang. Isiannya satu buah aja. Ketika itu, neta yang paling banyak dipakai biasanya berupa mentimun atau tuna mentah. Lalu nasinya digulung di dalam makisu, kemudian baru dipotong-potong.

Nah, maki sushi begini disebutnya hosomaki. Kecil diameternya, paling-paling cuman 2-3 cm. 

Kalau isinya cuma mentimun, dinamainnya kappa maki. Kalau isinya cuman tuna, dinamainnya tuna maki.

Cara membuat sushi di Tokyo gini ternyata menyebar ke kota lain, antara lain ke Kyoto. Di Kyoto, mereka bikin maki sushi model gini juga, hanya saja jumlah neta-nya ditambah. 

Akibatnya suatu maki sushi jadi bisa berisi 2-4 neta sekaligus. Alhasil, diameternya jadi bisa sampai melebihi 4 cm. Nah, kalau maki sushi-nya gede begini, namanya berubah menjadi futomaki.

Sushi Roll

Setelah orang Jepang banyak pindah ke Amerika pasca Perang Dunia, banyak orang Jepang mulai membuka restoran sushi juga di Amerika. Masalah nongol, karena ternyata banyak orang Amerika jijay lantaran isian sushi itu lauk mentah, wkwkwk.. 

Nah, orang Jepang pun beradaptasi dengan bikin neta yang berisi lauk goreng, misalnya ikan yang dibumbuin tepung yang dimakan bareng irisan alpukat. Atau udang goreng yang dimakan bareng irisan wortel. Pokoknya isinya matang deh, biar laku dimakan konsumen Amerika. 

Dari sinilah timbul istilah sushi roll, yang artinya gulungan nasi cuka. Jenis-jenis sushi roll itu macam-macam, misalnya California roll, Philadelphia roll, dan lain sebagainya. Tapi nggak ada panduan yang baku soal tiap nama sushi roll, karena isian sushi roll itu tergantung suka-suka restorannya.

Jadi, sushi roll itu sebetulnya ialah sushi dari Amerika yang mengadaptasi sushi Jepang, bukan sushi asli Jepang. Karena sushi asli Jepang itu ya harus berisi makanan mentah, bukan makanan yang udah dimasak (kecuali sih tamago).

Uramaki

Sushi roll juga berdandan untuk menyesuaikan diri dengan selera Amerika. Awal-awal sushi dijual di Amerika, orang Amerika sungkan makan maki sushi karena luarnya itu berupa nori yang warnanya memang item. Maki sushi yang luarnya berupa nori ini disebutnya norimaki.

Kemudian, orang Jepang yang jual sushi-nya, mencoba bikin isian yang dibalik. Caranya, waktu menggelar makisu, nasinya dulu yang ditaruh di atas makisu, baru nasinya ditutupin nori. Setelah dimasukin neta yang berjumlah 2-4 biji itu, baru digulung. Alhasil, ketika udah jadi, yang kelihatan dari luar adalah nasinya duluan, tapi norinya nggak keliatan. 

Sushi yang norinya di dalam begini, disebutnya uramaki. Karena warna luarnya nggak item, uramaki ini ternyata jadi lebih laris di kalangan Amerika, waktu itu.

Uramaki, buatan Tanoshii Sushi.

Kemudian, berkembang lagi konsep lain untuk bikin maki sushi, yaitu membuat sushi yang seperti norimaki, tapi nggak pakai nori sebagai lapisan luarnya. Nori diganti dengan telur dadar yang tipis, alhasil sushi-nya sekilas nggak berwarna item, tapi seolah berwarna emas.

Beberapa chef bahkan mengganti nori pakai salmon untuk melapisi bagian luar sushi supaya lebih menarik. Alhasil sekilas sushinya berwarna merah. Memang sebetulnya membuat sushi itu urusan seni kerajinan tangan kok.

Tapi ya dengan macam-macam inovasi uramaki yang dibikin imigran Jepang di atas, membuat sushi jadi lebih mudah diterima di kalangan orang Amerika. Sekarang, banyak orang Amerika yang udah mau makan sushi dalam bentuk awalnya, yaitu hosomaki, yang pelapis luarnya berupa nori, dan berisi lauk mentah.

Favorit Indonesia

Waktu saya lagi nulis artikel ini, norimaki yang sekarang banyak dicari konsumen Indonesia tuh kappa maki, yang seperti saya bilang tadi, berisi mentimun. Sayangnya, saya susah banget nemu kappa maki di Surabaya tempat saya tinggal, yang isinya memang bener-bener cuman mentimun. 

Terakhir saya beli kappa maki di Tanoshii Sushi, ternyata selain norimakinya diisi mentimun, juga diisi lobak, wortel, terus dilumurin mayonnaise. Pokoknya dari luar nggak kelihatan hijaunya mentimunnya gitulah..

Kappa maki, dari Tanoshii Sushi.

Saya sendiri lebih gampang dapet tamago maki dan kani maki. Tamago maki itu isinya telur dadar, sedangkan kani maki itu isinya crab stick.

Tapi favorit saya sih salmon maki, alias norimaki yang neta-nya berupa irisan daging ikan salmon.

Salmon Maki

Ini sebenarnya unik, karena awal-awal sushi dijualin di Tokyo dulu, nggak ada lho itu orang Tokyo yang makan salmon pada sushi. Pertama, salmon waktu itu cuman ditangkep di lautan Jepang sebelah utara, dan itu letaknya kejauhan dari Tokyo (waktu itu belom ada shinkansen). Sehingga menjual salmon yang masih segar di Tokyo jelas hil nan mustahal.

Tapi alasan kedua yang lebih penting: Waktu itu orang Jepang percaya bahwa salmon itu mengandung banyak kuman parasit. Makanya dulu mereka nggak makan salmon, apalagi membuat sushi dari salmon.

Lha lantas kok bisa sih salmon maki laris di mana-mana sekarang? Nah, ternyata itu gegara orang Norwegia! Lha, kok jauh amat ya dari Jepang?

Jadi gini, di lautan Norwegia itu, banyak banget ikan salmon (yang tentu saja juga ada kuman parasitnya lah). Orang Norwegia bahkan bikin tambak ikan salmon di pantai mereka. Nah, ternyata setelah ditambak gini, salmon dari hasil tambak itu tidak ada kuman parasitnya dan bahkan lebih bergizi daripada salmon liar di laut. Cihuuy nggak sih?

Karena banyak banget hasil tambaknya, Norwegia pun mengekspor salmon mereka ke mana-mana. Termasuk Norwegia nawarin ke Jepang, bilang bahwa salmon mereka bersih endeswei endebrei. 

Akhirnya Jepang mau juga pakai salmon Norwegia buat dimakan jadi neta-nya maki sushi, sehingga terciptalah salmon maki kayak sekarang. Jadi, awal-awal salmon maki dijual di Jepang tuh, bukan pakai salmon Jepang, tapi pakai salmon Norwegia..

Inari Sushi

Konsepnya inari sushi ini, nasi cuka dimasukin ke dalam suatu kantong yang dibikin dari kulit tahu (istilahnya aburaage). Makanya inari sushi sering disebut juga sushi kulit tahu. Waktu saya beliin sushi ini untuk suami saya, komentarnya adalah penampakannya kayak tahu bakso, wkwkwk..

Salmon inari sushi dari Peco Peco Sushi.

Awalnya, orang Jepang jadul bikin inari sushi sebagai sesajen. Mereka nyembah dewa bernama Inari, karena mereka percaya dewa satu ini bikin sawah mereka selalu subur. 

Nah, Dewa Inari ini punya penjaga berupa rubah. Menurut orang-orang Jepang, rubahnya Dewa Inari ini suka banget makan abuurage. Alhasil, setiap musim tertentu, mereka naruh abuurage di patung rubah yang mereka bikin sebagai sesajen. Terus abuuragenya diisi sama nasi, karena nasi merupakan hasil dari kesuburan sawah mereka yang dijagain Dewa Inari itu.

Resep inari sushi versi orang Tokyo, hanya berupa abuurage yang diisi nasi doang. Bentuk kantongnya sederhana, kayak balok (yaa mirip tahu baksolah).

Tapi resep inari sushi versi orang Osaka beda lagi. Mereka ngisi abuurage-nya pakai nasi, ditambahi bahan-bahan lain, misalnya sayuran. Bahkan setelah abuurage-nya ditutup, sudut-sudutnya dibikin runcing, supaya mirip kupingnya rubah, sesuai kuping rubahnya Dewa Inari.

Semula sushi kulit tahu ini disepelekan di restoran Jepang, karena abuurage-nya yang berminyak bikin tangan chef-nya jadi becek, dan lagian bahannya kelewat murah. Sampai kemudian beberapa restoran dapet ide kreatif buat dandanin sushi kulit tahu ini, yaitu membiarkan kantong abuurage-nya terbuka dan nasinya diberi topping macam-macam, misalnya seafood atau salad. 

Inari sushi yang paling saya sukain itu salmon inari sushi, alias inari sushi yang ditutupin cincangan ikan salmon, seperti bikinan Peco Peco Sushi. Lumayan lah ya, kalau di-topping-in gini, sushi kulit tahu pun nggak jadi kayak tahu bakso, wkwkwk…

Nigiri

Sushi roll mungkin nama sushi paling populer buatmu, padahal sushi yang lebih autentik itu adalah nigiri lho.

Awalnya, membuat sushi itu nggak ditata-tata dulu di atas makisu kayak model maki sushi gitu. Orang Jepang membuat sushi berupa nasi cuka yang dikepal dulu, lalu nasinya ditindihi ikan, selesai. Dinamain nigiri, yang artinya dua jari, soalnya sebetulnya makannya pakai dua jari doang.

Aburi salmon nigiri
Salmon nigiri (kiri, dari Sushi Tei) dan aburi salmon nigiri (kanan, dari Peco Peco Sushi).

Ikannya sendiri mentah, diambil dari sungai, lalu dibumbuin kecap asin, gula, dan garam. Baru ikannya ditaruh di atas nasi kepal.

Ketika imigran Jepang jualan nigiri di Amerika Serikat, mereka bikin macam-macam nigiri sushi dengan topping selain ikan mentah. Ada yang pakai tamago, makanya dinamain tamago nigiri. Ada juga yang pakai udang rebus, dinamainnya ebi nigiri. Malah banyak nigiri yang toppingnya dihias-hias lagi, misalnya dikasih telur pollock, di-garnish cheese cream, dan sekarang yang lagi musim tuh, saos mentai.

Beberapa nigiri disajikan dengan topping-nya diikat ke nasi menggunakan nori, supaya topping-nya nggak jatuh, contohnya kayak nigiri sushi Kimukatsu. Waktu saya pesan salmon nigiri dari restoran Sushi Tei, salmon nigiri mereka nggak diikat nori, tapi packing-nya dijaga ketat untuk pesan layan antar supaya nggak jatuh.

Nigiri, menurut saya ialah senikmat-nikmatnya sushi, karena saya bisa menilai sendiri rasa lauknya. Daripada norimaki atau sushi roll yang rasanya lebih berat di nasi doang.

Jika kamu nggak suka ikan mentah di nigirimu, sebetulnya kamu bisa pesan nigiri yang ikannya dipanggang (istilahnya aburi). Nigiri berupa aburi salmon nigiri termasuk lagi trendy sekarang, karena pada nigiri ini, konon salmonnya dipanggang pakai torch.

Saya bilang konon, karena saya sendiri belum nyobain. Beberapa hari lalu saya pesan seporsi aburi salmon nigiri, yang datang malah salmon nigiri yang ditutupin mayonaise. Saya mau nyari bekas panggangan di salmonnya, tapi ketika saya lengah, anak saya keburu melahap salmon nigiri itu, nyam nyam nyam..

Nggak enaknya bikin nigiri ini, cuman topping-topping yang gede aja yang bisa ditaruh di atas nasi. Padahal orang-orang Jepang juga suka topping kecil-kecil, kayak ikura. Kalau toppings kecil gini ditaruh di atas nasi, pasti berhamburan jatuh kan? Makanya mereka menciptakan sushi lain, yaitu gunkan.

Gunkan

Konsep dari gunkan adalah bikin nigiri, tapi bagian samping nasinya itu ditutupin nori, sehingga mirip norimaki tanpa isian. Norinya selebar 3 cm, melebihi kepalan nasi, sehingga tercipta rongga di atas nasi yang bisa jadi wadah untuk menaruh neta yang kecil-kecil.

Gunkan sushi dengan macam-macam topping: Gunkan kani mayo (paling kiri, dari Peco Peco Sushi), tuna gunkan (tengah, dari Peco Peco Sushi), dan tobiko gunkan (paling kanan, dari Sushi Tei).

Neta yang jadi pilihan awal orang Jepang adalah ikura, yaitu telur ikan yang kecil-kecil dan berwarna merah.

Badannya yang agak tinggi dan berwarna hitam, bikin hybrid nigiri-maki ini sekilas mirip kapal perang. Dalam bahasa Jepang, kapal perang itu disebut gunkan, makanya sushi jenis ini disebutnya gunkan sushi.

Pada perkembangannya, nggak cuman telur ikura yang dijadiin topping, tapi juga makanan lain, misalnya rumput laut atau sea urchin. 

Kalau di Indonesia, yang laris itu tobiko gunkan, yaitu gunkan yang diberi topping tobiko (telur ikan pollock, mirip ikura tapi lebih mungil). Banyak juga orang Indonesia yang nyari tuna gunkan, yaitu gunkan yang dikasih topping cincangan daging ikan tuna.

Ada gunkan yang cukup populer di seluruh dunia, yaitu gunkan kani. Gunkan kani yang asli di Jepang sebetulnya pakai topping daging kepiting (karena kani itu artinya kepiting). Tapi entah kenapa, kebanyakan restoran di negara lain malah pakai cincangan crab stick yang jelas-jelas bukanlah kepiting. 

Di Surabaya, restoran sushi malah jualnya gunkan kani mayo. Toppingnya berupa cincangan crab stick yang dilumuri mayonaise, sehingga warnanya malah nggak jadi mirip kepiting lagi.

Temaki

Umumnya aneka sushi yang saya sebut di atas adalah sushi-sushi yang banyak beredar di restoran. Tapi nggak banyak restoran Jepang di Indonesia yang jualan temaki. Karena sushi jenis ini lebih banyak dibikin di rumah orang Jepang untuk kepentingan pesta keluarga.

Temaki sushi berisi salmon, dari Sushi Tei.

Nama sushi yang satu ini, temaki, berarti gulungan tangan. Makanya banyak juga yang nyebut temaki ini sebagai hand roll sushi. Soalnya dibikinnya memang cuman pakai tangan doang.

Cara bikin temaki, cukup gelar lembaran nori, lalu tutupin separuh kiri norinya dengan nasi cuka yang disebar merata. Di tengah nasi, taruh neta. Netanya umumnya 2-3 biji, minimal mengandung satu macam ikan, biasanya ada sayurnya, dan semua neta harus diiris memanjang.

Neta harus diletakkan di atas nasi cuka secara diagonal. Lalu gulung norinya dari kiri bawah secara diagonal, sampai membentuk suatu kerucut. Jadi deh temaki.

Di Surabaya, meskipun banyak restoran sushi, tapi cuma beberapa aja yang berani jualan temaki. Mungkin karena bikinnya menuntut kerapian meskipun sekilas cara bikinnya gampang-gampang aja. 

Saya sih paling suka salmon temaki, yaitu temaki berisi salmon. Suka aja gitu lihat neta beraneka warna mencuat-cuat keluar dari dalam nori.

Beberapa restoran bikin temaki nggak berupa kerucut, tapi berupa silinder sehingga malah jadi mirip pot. Ada juga yang nggak membungkus pakai nori, tapi menggantikannya dengan crepe.

Salmon Hana Roll

Saya nggak pengen mengakhiri artikel ini tanpa nyebut menu sushi favorit saya, yaitu salmon hana roll! Saya nggak tau salmon hana roll ini sushi bikinan negara mana, tapi saya suka banget. 

Salmon hana roll, dari Kimukatsu.

Konsep hana roll adalah nasi cuka yang dikepal jadi bundar seperti bola, lalu sekelilingnya dibungkus irisan daging ikan (biasanya salmon). Di atas nasi dikasih topping macam-macam sesuai selera chefnya, dan biasanya toppingnya ditata cantik banget sehingga seolah jadi mirip kembang. Nama sushi hana roll artinya “gulungan kembang”.

Jarang restoran sushi di Surabaya yang jual salmon hana roll. Dan kalau pun ada yang jual pun, harganya mahal. 

Kira-kira seporsi hana roll tuh harganya 2-3 kali lipat seporsi maki sushi deh. Ya abis gimana ya, soalnya beli hana roll itu sama dengan beli hasil kerjaan seni, yang nggak semua orang bikin.


Nah, segitu dulu cerita saya tentang sushi-sushi yang pernah saya makan. Jangan lupa share artikel ini ke temenmu yang sering bingung dengan nama-nama sushi kalau mau pesan makanan Jepang satu itu. Jika kamu pingin dapet update tentang cerita saya di blog ini lagi, silakan follow Instagram saya @vickylaurentina ya.

Dan akhirnya, saya juga pingin tahu nih, dari sekian nama sushi yang saya sebut di atas, sushi yang mana sih yang belum pernah kamu makan?

40 comments

  1. Renayku says:

    Sushi roll sm sushi inari nih favoritku. Aku setuju sm org2 amrik yg jijik sm makanan mentah. Aku pun gitu jadinya kalo makan sushi pasti aku pilih yg matang isiannya.

  2. Mpo Ratne says:

    Inari sushi lucu juga kaya tahu bakso kalau Mpo bilang kaya dimsum karena pakai kulit tahu. Beraneka macam sushi Mpo suka sushi yang sudah matang/goreng. Eneg kalau makan yang mentah

    1. Udah semuaaaa aku coba. Karena aku pecinta berat sushiiii ;). Di Jakarta kebetulan banyak restoran jepang premium yg menjual komplit semua jenis sushi di atas Vic, contohnya kayak sushi Hiro, sumire restoran di Hyatt. Itu komplit jenis sushinya, tapi so far yg aku liat paling banyak pilihan itu sushi Hiro.

      Tapi anehnya, tiap kali ke jepang, dan mencoba sushi, itu aku jarang Nemu jenis sushi yang aneh2, selain maki sushi, nigiri, atau sashimi sekalian :D. Itu doang. Jangan harap ketemu sushi yg pake mentai ATO mayo di atasnya :D. Mungkin di restoran yg lebih modern ada, tapi tiap kali ke Jepang, aku memang LBH suka makan di restoran kecil yg otentik, yg menunya aja jarang ada bahasa Inggris :D. Dan di situ, ga banyak macam pilihan sushi, tapi anehnya pilihan sashimi banyaaaak banget. Kayaknya orang di sana lebih suka yg sashimi sih drpd sushi. Cuma aku suka geli aja kalo mentah, apalagi kalo kulit ikannya masih ada hahahahha. Pernah Nemu yang begitu pas di Kanazawa. Haduuuh mana chef nya pas tahu kita orang asing dia semangat banget nyajiin. Trus nanya, gimana pendapat kita. Suami yg jadi korban makanin sashimi berkulit, sambil pasang muka ceria pura2 doyan wkwkwkwkwk. Aku cukup yg sushi2 nya aja :D.

      Kangen juga Ama sushi nih jadinyaaa .. cuka Jepang yg untuk bikin sushi ini, aku udah beli padahal, tapi sampe skr blm ada mood bikin sushinya . Bikin yg gampang aja, maki sushi, kalo yg lainnya, mendingan beli ajalah

      1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

        Nah, Sushi Hiro itu nggak ada di Surabaya, padahal aku penasaran pengen nyicipin juga, fufufu..

        Aku rasa maki sushi dan nigiri itu emang paling autentik karena nggak pakai hiasan neko-neko gitu. Gunkan dibikin karena sushi master-nya berkreasi terhadap selera tamu, temaki apalagi.. Tapi mosok dirimu nggak nemu inari sushi juga di Jepang? Di desa-desa yang penduduknya masih memuja dewa lokal gitu, nggak ada juga?

  3. hamimeha says:

    dududuuddu, setelah mencoba menghapalkan nama2 yang hampir mirip akhirannya, aku paling menikmati ketika mbak vicky cerita ttg “viralnya ikan salmon” yang urpanya di bawa dari Norwegia hehehe
    baca ini kayak di dongengin mbak, tapi aku jadi “ngeh” banyak juga ya jenisnya. meski jujur tak ada satupun menu di atas yang pernah aku incipi.

    aku tahu nori tuh awalnya dari nasi kepal buatan temanku semasa kuliah. dia membuat inisiatif jualan dengan namanya nasi kepal onigiri. isiannya jamur. di benakku makanan jepang amis dan aku gak suka amis. alhasil ini alasan aku nyaris hingga sekarang tak pernah mencoba sushi-sushian ini 🙁

  4. Liswanti says:

    Aku belum nyobain semuanya. Suka liat sushi dan macem-macem ya, apalagi sering nganter temen makan sushi. Akhirnya aku ga pernah makan. Cuma bisa liatin dan aku pilih menu lain hehe.

  5. Mbak Vicky, saya jadi tahu ragam sushi dan sejarahnya juga.
    Alhamdulilah makasih pencerahannya mbak, membuat diri ini nggak kudet2 amit kalo diajak tim kantor makan di resto ala Jepang.
    Btw yang pernah saya makan hanya Maki Sushi dan Sushi Roll dengan isian sayur saja sepertinya mbak. Lainnya belum pernah nyoba karena nggak suka ikan mentah sih mbak.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, Mbak Nanik. Lain kali kalau pergi ke restoran sushi, coba pilih sushi yang isiannya tempura. Karena tempura ini artinya “digoreng tepung”, jadi pasti sudah matang.

  6. atiqoh says:

    mbak jadi ngiler hehe.. kalau aman aku pasti pilih yang matang hehe.. pernah nyoba yang salmon fresh hmm.. kurang menerima rupanya lidah Indonesia tulenku wkwkwk

  7. Mbak, serius, pas ke sini dan baca postingan ini auto laper aku tuh. Mana aku juga penyuka sushi. Namun, setelah baca tulisan Mbak Vicky, aku baru tahu kalau ternyata masih banyak jenis sushi yang belum pernah aku cobain.

  8. Ulfah Aulia says:

    Duhh samaan mba Vicky, kalau beli sushi bingung bedanya tu apa, eh liat artikel ini aku baru ngeh kalau aku pernah coba yg maki sushi sama waktu itu padahal cuma penasaran aja. Tapi rasanya masih belum pas di lidah, mungkin lain kali mau coba jenis sushi di restoran yg rasanya lebih Indo, apalagi sekarang dah jadi lebih tau nih mba Vicky…

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Oh iya. Sekarang banyak restoran sushi yang isian sushi-nya punya cita rasa khas Indo, misalnya maki sushi isi daging rendang, atau nigiri sushi yang ditutupin irisan ayam goreng. Tinggal dicari aja, yang penting udah tahu ini sushi jenis apa 🙂

  9. Visya says:

    Aku sangat jarang makan sushi, paling pas lagi ads pemberian aja hehe. Somehow aku lebih suka sushi yang udha dimasak (?) Ya macam sushi roll berarti yaah.

    Yang nomor dua belum ada fotonya, kak Vicky?

  10. Dian says:

    wah mbak Vicky ini doyan banget ya sama sushi
    sampai mau beli beragam jenis sushi dari berbagai restoran sushi buat dipelajari satu satu.
    Aku suka sushi hanya g terlalu, makanya pilih yg bisa lebih ramah di lidah dan kantongku, hehe
    yang pernah ku makan adalah maki sushi dan sushi roll
    belinya juga di homemade atau teman yg jualan
    g pernah makan di restoran sushi, selain eman harganya juga orang rumah g ada yg suka sushi
    hehe
    wah kok malah curhat aku,

  11. Fenni Bungsu says:

    Kalau dijabarkan begini, nyabak eh banyak juga ya kak Vicky jenis sushi.
    Pengen juga sambil diicip satu-satu menyesuaikan apakah sesuai dengan selera hehe.
    Walau sih untu yang neta mentah daku belum coba. Pernahnya yang matang.

  12. ghina says:

    Aku cuma pernah nyicip sekali doank sama makanan sushi ini mbak. iya karena ikannya mentah dan harganya yang mayan menguras isi dompet sih. Dulu pun nyicip gegara punya anak kos yang hobi banget sama sushi ini. Enak dan aneh di lidah, mungkin karena kali pertama ya. Tapi mengenyangkan ya ternyata sesuap doank pun. hoho

    Soal jenis jenis nama sushi dan bentuknya ini mah pengetahuan baru buat aku. Oh, ternyata ada asal usulnya juga yaa. Unik-unik dan kreatif. Jadi besar kemungkinan akan ada nama lainnya juga ya mba seiring dengan kreatifitas si pemilik tokonya nanti?

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Bener. Kalau pemilik restoran sushinya lebih kreatif lagi, sangat mungkin akan berkembang nama-nama baru. Kayak temaki dan gunkan itu juga sebenarnya hasil kreativitas sushi master-nya.

      Kalau anak kost nyobain sushi, memang rasanya menguras dompet. Ya iyalah, karena beli sushi itu beli kreativitas, bukan beli rasa, ahahhahahaa.. Kalau yang kerasa mahal tapi worthy itu ya beli sashimi lah..

  13. Nchie Hanie says:

    Hahhaaa, semuanya aku belom pernah makan, karen ga suka sushi atulaah.
    Tapi kalo lihat penampakan dan nama2nya familiar, karena kalo pas liputan sushi aku doyan motonya aja. Trus beliin buat kk Olip yang suka banget sama segala jenis sushi , terlebih favoritnya salmon ngiri dan hana

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Kakak Olip makan sama Tante Vicky sini yuk.. Tante Vicky juga suka salmon nigiri sama hana roll 🙂

      Mama Nchie di meja tetangga aja, ngembat karaage, hahahahhaha….

  14. Ternyata sushi banyak banget ya mbak jenisnya, Temaki paling unik sih bentuknya menurutku. Beberapa kali pernah liat di vlog orang-orang yang suka masak gitu, tapi agak jarang liat yang bikin Temaki ini.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Temaki itu jarang dijual karena emang menuntut kreativitas tinggi, nggak semua restoran sushi bisa bikin. Bentuknya bisa aja sama, tapi isinya itu yang menentukan keistimewaan sang restoran.

  15. Maria G says:

    jadi harus nasi cuka ya?

    selama ini saya sukab mantengin YouTube untuk bisa bikin sushi sendiri

    ternyata ada yang dicampur cuka , ada yang enggak

    ada yang pakai beras Jepang, ada yang beras seadanya

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, sushi itu harus pakai nasi yang ada cukanya. Sebab kalo nggak pakai cuka, maka itu bukan sushi, tapi lemper, ahhahahahah..

      Bikin nasi pakai cuka itu ada ilmunya sendiri, saya belum bisa. Ada yang masang cuka ke nasi, tapi nggak merata. Ada juga yang masang cuka ke nasi, dan berhasil merata. Itu sebabnya sebagian konten YouTube yang bikin homemade sushi itu pakai cuka, dan sebagian lagi enggak.

      Terus kenapa ada konten YouTube yang pakai beras seadanya? Karena harga beras Jepang sebetulnya terlalu mahal untuk bikin sushi 1-2x doang. Mosok belain beras Jepang hanya demi konten sesaat, hahahaha…

  16. Ina Tanaya says:

    Komplit pemaparan tentang Susi , sampai bingung sendiri , kok bermacam-macam jenisnya. Iya yang paling kenal cuma satu saja, Maki Sushi. Hiks yang ada di kepala saya ketika mau beli Sushi adalah bahan dasarnya semua mentah. Jadi serasa enggan makan karena anggap belum matang. Padahal di Jepang semua seafood di sana tidak ada pencemaran spt di sini. Thanks atas pemaparannya.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, mudah-mudahan setelah baca tulisan saya di atas, Bu Ina sekarang jadi paham bahwa nggak semua bahannya sushi itu mentah. Tergantung gaya sushi yang dianut restorannya juga, apakah ikut gaya Jepang atau gaya Amerika 🙂

      1. Eka FL says:

        Mba Vicky, kayanya aku mah baru nyobain Makki sushi sama nigiri. Yang lain belum pernah coba. Aku pernah makan Sushi yang toppingnya kaya telur ikan gitu warna oranye, itu juga enak. Gak tau apa namanya.

        Btw, cuka nasi itu yang kaya gimana mba? Yang dicocolin pas makan sushi bukan?

        1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

          Kalau sushi yang toppingnya kayak telur ikan warna oranye, maka toppingnya itu bisa berupa tobikko, bisa juga berupa ikura.

          Cuka nasi sebetulnya ya cuka biasa aja. Tapi nasi cuka berarti nasi yang ditetesin cuka, dan proses penetesan ini terjadi sebelum nasinya diberi isian atau diberi topping. Yang melihat cukanya itu koki sushinya, bukan konsumen sushinya 🙂

          Cukanya bukan dicocolin sama sushi 🙂 Sushi itu dicocolinnya ke saus. Sausnya bisa berupa kecap asin, wasabi, atau jahe. 🙂

Tinggalkan komentar