<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Akhir dari Insekuritas	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Oct 2019 23:55:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40695</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 23:55:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40695</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40667&quot;&gt;Fanny Fristhika Nila&lt;/a&gt;.

Aku udah periksa baju-bajuku sendiri. Ternyata masih banyak banget bajuku yang dibikin dari rayon. Anakku sering dapet kado baju, ternyata baju yang kado itu dari polyester. Kenapa selama ini kami cuman peduli baju dari warna dan harga doang sih? Aku jadi nyesel.

Suamiku jarang beli baju. Tapi sekalinya beli baju, pasti dia selalu beli yang katun. Nggak sengaja itu dia beli katunnya, hanya merasa bahwa bajunya itu terasa enak. PR besar kalau beli celana sih. Banyak banget celananya yang berasal dari polyester.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40667">Fanny Fristhika Nila</a>.</p>
<p>Aku udah periksa baju-bajuku sendiri. Ternyata masih banyak banget bajuku yang dibikin dari rayon. Anakku sering dapet kado baju, ternyata baju yang kado itu dari polyester. Kenapa selama ini kami cuman peduli baju dari warna dan harga doang sih? Aku jadi nyesel.</p>
<p>Suamiku jarang beli baju. Tapi sekalinya beli baju, pasti dia selalu beli yang katun. Nggak sengaja itu dia beli katunnya, hanya merasa bahwa bajunya itu terasa enak. PR besar kalau beli celana sih. Banyak banget celananya yang berasal dari polyester.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40694</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 23:51:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40694</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40651&quot;&gt;Indah Juli&lt;/a&gt;.

Wah, Mbak, aku senenggg banget kalau remaja-remaja sudah diajari tentang kain yang ramah lingkungan. Ngajak cerdas banget itu :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40651">Indah Juli</a>.</p>
<p>Wah, Mbak, aku senenggg banget kalau remaja-remaja sudah diajari tentang kain yang ramah lingkungan. Ngajak cerdas banget itu 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40693</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 23:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40693</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40640&quot;&gt;Reisha&lt;/a&gt;.

Ya, memang beda pola pikirnya orang Selandia Baru dengan bangsa kita. Bangsa mereka sudah peduli dengan masalah lingkungan, makanya mereka ingin bahan karpet pun yang gampang terurai supaya tidak sampai merusak bumi.

Lain dengan bangsa Indonesia ya, kita baru belajar memilah sampah, belum sampai memilah bahan apa yang ingin kita gunakan.

Kebetulan, bahan kain yang sulit terurai itu antara lain polyester, rayon, nilon, scuba, dan spandex.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40640">Reisha</a>.</p>
<p>Ya, memang beda pola pikirnya orang Selandia Baru dengan bangsa kita. Bangsa mereka sudah peduli dengan masalah lingkungan, makanya mereka ingin bahan karpet pun yang gampang terurai supaya tidak sampai merusak bumi.</p>
<p>Lain dengan bangsa Indonesia ya, kita baru belajar memilah sampah, belum sampai memilah bahan apa yang ingin kita gunakan.</p>
<p>Kebetulan, bahan kain yang sulit terurai itu antara lain polyester, rayon, nilon, scuba, dan spandex.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Fanny Fristhika Nila		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40667</link>

		<dc:creator><![CDATA[Fanny Fristhika Nila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2019 14:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40667</guid>

					<description><![CDATA[vic, aku jd sadar setelah baca ini kalo kainpun ada yg susah terurai. jujur ga pernah mikirin ini sih kalo sedang beli pakaian. dan aku jd pgn meriksain 1-1 bajuku, anak2 dan suami, dari bahan apa kebanyakan.. Ga pgn samasekali aku jd ikutan nyumbang merusak alam dengan membeli baju2 yg bahannya susah terurai :(]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>vic, aku jd sadar setelah baca ini kalo kainpun ada yg susah terurai. jujur ga pernah mikirin ini sih kalo sedang beli pakaian. dan aku jd pgn meriksain 1-1 bajuku, anak2 dan suami, dari bahan apa kebanyakan.. Ga pgn samasekali aku jd ikutan nyumbang merusak alam dengan membeli baju2 yg bahannya susah terurai 🙁</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Indah Juli		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40651</link>

		<dc:creator><![CDATA[Indah Juli]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 12:29:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40651</guid>

					<description><![CDATA[Anakku yang nomor dua sekolah di SMK jurusan tata busana, beberapa kali menemani dia beli kain untuk keperluan tugas sekolah, jadi sedikit tahu tentang jenis-jenis kain. Dan trend sekarang, kain pun harus ramah lingkungan :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku yang nomor dua sekolah di SMK jurusan tata busana, beberapa kali menemani dia beli kain untuk keperluan tugas sekolah, jadi sedikit tahu tentang jenis-jenis kain. Dan trend sekarang, kain pun harus ramah lingkungan 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Reisha		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/akhir-dari-insekuritas/#comment-40640</link>

		<dc:creator><![CDATA[Reisha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 01:24:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=10581#comment-40640</guid>

					<description><![CDATA[Wah mbak, baru ngeh saya soal bahan pakaian ini. Selama ini ga pernah kepikiran, kirain yang namanya pakaian karena dari kain ya bakal bisa hancur semua. Selain polyester dan rayon, bahan apalagi mbak yang sulit terurai?

Jadi keinget juga pas saya meeting di sini dengan para ortu, mereka bahas rencana penggantian karpet di sekolah, dan itu sampai dibahas bahannya apa, sekian persen X sama sekian persen Y. Concern-nya sama dengan ini ya ternyata. Dulu saya kalo beli karpet mikirnya cuma mana yang motifnya disuka sama mana yang harganya cocok, hehe.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah mbak, baru ngeh saya soal bahan pakaian ini. Selama ini ga pernah kepikiran, kirain yang namanya pakaian karena dari kain ya bakal bisa hancur semua. Selain polyester dan rayon, bahan apalagi mbak yang sulit terurai?</p>
<p>Jadi keinget juga pas saya meeting di sini dengan para ortu, mereka bahas rencana penggantian karpet di sekolah, dan itu sampai dibahas bahannya apa, sekian persen X sama sekian persen Y. Concern-nya sama dengan ini ya ternyata. Dulu saya kalo beli karpet mikirnya cuma mana yang motifnya disuka sama mana yang harganya cocok, hehe.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
