Anak Alergi Susu Sapi? Masih Bisa Minum Susu Kok

Alergi pada anak 2 tahun sering jadi kasus yang masuk ke kliniknya dokter anak. Dan dari sekian banyak jenis alergi pada anak-anak sekecil ini, jenis yang paling sering terjadi adalah alergi susu sapi.

Sebagian orang tua di Indonesia memilih pasrah aja kalau anaknya tidak tahan minum susu. Sayangnya ketika mereka milih pasrah, banyak anak kehilangan kesempatan untuk dapat nutrisi yang berharga buat badan mereka. Karena, suka nggak suka, susu (dan turunan-turunannya, macam kue, cokelat, dan lain sebagainya) masih menjadi sumber gizi tinggi yang paling murah harganya buat anak Indonesia.

Saya bakalan cerita sedikit-sedikit tentang alergi terhadap susu pada anak umur 2 tahun ini dan bagaimana mengurangi gejalanya. Soal mengurangi gejala ini perlu, karena kalau reaksi alergi lagi timbul, dan ternyata berat, jadinya membahayakan buat anak.

Apakah Alergi Itu Berbahaya?

Tergantung ya. Kalau reaksinya cuman ringan-ringan aja, macam gatel, atau bersin, sebetulnya nggak berbahaya. Paling ya mengganggu kehidupan sehari-hari.

Apakah alergi makanan berbahaya?

Tapi kalau reaksinya berat, misalnya nafas jadi sesak, tentu bisa mengancam nyawa. 

Reaksi yang berat itu ditandai sekumpulan gejala yang terjadi sekaligus: Nafas jadi sesak, mata jadi bengkak, anak jadi nggak bereaksi ketika dipanggil-panggil, dan ketika diperiksa ternyata tekanan darahnya sudah turun dari normal. Kejadian ini disebutnya syok anafilaksis.

Kalau syok anafilaksis tidak segera ditolong, organ tubuhnya bisa rusak semua, sehingga anak akan meninggal. Whoaa.. Serem..

Kapan Alergi Susu Muncul?

Sebetulnya hipersensitivitas terhadap susu itu bawaan lahir, jadi sudah ada dari sononya. Cuman orang tua baru memastikan anaknya ini menderita alergi terhadap susu setelah didiagnosis oleh dokter melalui serangkaian tes. 

Yang merepotkan, anak baru dibawa ke kliniknya dokter itu pasti setelah ada keluhan dulu. Dan umumnya keluhan ini baru muncul setelah anak mulai diberi minum susu formula. Jadi bisa dipastikan bahwa alergi terhadap susu ini ketahuan setelah anak tidak lagi diberi ASI eksklusif.

Di Indonesia, anak-anak yang diberi ASI eksklusif, umumnya baru ketahuan mengalami hipersensitivitas terhadap susu setelah usianya 6 bulan. Karena setelah usia itu, mereka mulai disuapin MPASI, di mana MPASI-nya itu kecampuran susu formula.

Anak-anak yang nggak mendapatkan ASI eksklusif, tentu sudah bisa ketahuan bahwa mereka sensi terhadap susu itu sebelum umurnya 6 bulan (dan tentu ini sangat merepotkan). 

Terus, diagnosis alergi itu nggak mak jreng langsung ketahuan begitu orang tua membopong anaknya tiba pertama kali di pintu ruang praktek dokter. Dokternya harus ngerjain tes-tes dulu, dan masing-masing tes ini punya jeda beberapa minggu. 

Perjalanan dari awal orang tua mengadu kepada dokter pertama kali tentang gatel-gatel anaknya, sampai keluar diagnosis bahwa anak ini mempunyai alergi, mungkin akan makan waktu berbulan-bulan. Apalagi kalau orangtuanya tipe shebook yang susah bikin janjian sama dokter, maka penegakan diagnosisnya bisa ketahuan lebih lama lagi.

Jadi, penegakan diagnosis alergi susu sapi itu sangat tergantung pada lelet-cepatnya sifat waspada (baca: parno) orang tua akan anaknya, dan ketelatenan orang tua untuk mengunjungi dokter anak. Maka nggak heran, di Indonesia, umumnya alergi terhadap susu itu kebanyakan ketahuan baru pada usia 2 tahun.

Gimana Sih Gejala Alergi Itu?

Gejalanya alergi susu sebetulnya sama aja dengan gejala kasus-kasus hipersensitivitas yang lain. Pertama-tama ya kulitnya dulu yang bermasalah, antara lain ruam alias bintik-bintik merah  dan gatel.

gambar alergi pada anak

Kedua, sistem pencernaannya akan terganggu, sehingga anak ini sering mencret atau sakit perut.

Ketiga, sistem pernafasannya akan bermasalah, ditandai bersin-bersin, sering pilek, karena banyak ingus di hidungnya. Ingusnya turun ke tenggorokan, maka anak ini jadi batuk-batuk. Kalau ingusnya makin banyak di idung dan parunya, maka dia akan sering mengi ketika bernapas, termasuk ketika tidur.

Dan ketika anaknya sudah mulai terganggu tidurnya ini, orang tua mulai nelangsa, kenapa dari sekian banyak anak di dunia ini, harus anaknya yang ketiban alergi?

Kenapa Orang Bisa Mengalami Alergi?

Sebetulnya Tuhan sudah menganugerahi manusia sistem kekebalan tubuh. Fungsinya sistem ini: Jika tubuh berhadapan dengan protein benda asing, sistem ini akan membuat macam-macam sel untuk mengusir atau mematikan protein asing tersebut.

Dan seharusnya sel-sel ini sudah matang ketika anak itu lahir.

Tapi tidak semua manusia diatur begitu oleh Tuhan. Beberapa persen manusia diatur oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga sel-sel sistem kekebalan tubuhnya belum matang-matang amat ketika lahir. 

Sebagai akibatnya, selama sel-sel kekebalan tubuh ini belum matang, ketika dia berhadapan dengan protein asing, maka tubuhnya akan bereaksi secara lebay: Jadi bruntusan, jadi batuk-batuk, jadi diare. Inilah yang disebut hipersensitivitas. Tapi kalau sudah jelas apa penjahat yang menyebabkan dia bereaksi seperti ini (misalnya susu), maka hipersensitivitas ini bisa lebih spesifik disebut alergi.

Batuk alergi tak kunjung sembuh

Apakah Alergi Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Beberapa anak, akan mempertahankan alerginya selama masih balita. Tapi setelah usianya agak gedean, mungkin 5 tahun, sistem kekebalan tubuhnya sudah matang, sehingga dia bisa melawan protein-protein asing itu sendiri, alias reaksi alerginya menjadi hilang. 

Tapi sebagian anak lainnya, sistem kekebalan tubuhnya tidak berkembang matang, sehingga dia akan terus-menerus memiliki alergi sampai dewasa. Inilah yang namanya keragaman pada manusia.

Menangani Reaksi Alergi

Anak (dan orangtuanya) sebetulnya bisa tetap hidup nyaman meskipun punya alergi. Pendeknya, meskipun punya alergi, tapi masih ada kemungkinan anak Alergi Tetap Berprestasi optimal. Syaratnya, tentu saja dia harus mau berteman dengan alerginya.

Pertama-tama, dia harus tahu dulu apa yang menyebabkan dia alergi, supaya dia bisa menghindarinya dulu selama beberapa waktu. Contoh, jika dia alergi susu sapi, maka dia perlu menghindari makan makanan apapun yang berasal dari susu sapi.

Kemudian, kalau sampai dia tidak sengaja memakan makanan yang mengandung hal yang membuatnya alergi itu, dia harus siap dengan obat-obatannya. Contoh, jika dia gatel-gatel, dia perlu menyiapkan diri dengan obat salep antihistamin. Kalau napasnya jadi mengi, dia perlu menghirup inhaler supaya bisa segera bernapas.

Bahkan jika perlu, orangtuanya siaga mengantarkan ke unit gawat darurat jika anaknya sampai bengkak-bengkak mendadak.

Berapa Lama Reaksi Alergi Akan Hilang?

Sebetulnya reaksinya kalau cuman ringan-ringan doang, nggak akan sampai membuat anak dibawa ke rumah sakit. Gatel-gatel bisa hilang dengan salep antihistamin dalam 3-5 hari. Bersin-bersin bisa hilang dalam kurun waktu serupa.

Bahkan yang masuk rumah sakit lantaran matanya jadi bengkak, sebetulnya bengkaknya bisa mengempis dalam 2 hari. 

kulit gatal panas dan bengkak

Cuman yang repot memang kalau anafilaksis itu menyerang ginjalnya sehingga ginjalnya jadi terganggu. Nah, gangguan ginjal inilah yang membuat anaknya sampai perlu diopname berhari-hari.

Nutrisi yang Hilang sebagai Akibat Alergi

Susu sebetulnya masih menjadi sumber nutrisi yang bagus sekali. Karena dalam seporsi susu, ada banyak kalsium dan vitamin D yang diperlukan untuk pertumbuhan anak dan metabolisme jantung anak. 

Anak alergi susu tentu tetap perlu kalsium. Alternatif sumber kalsium sebetulnya bisa berasal dari makanan-makanan lain, misalnya brokoli, ikan salmon, atau pisang. Tapi pada prakteknya, pengolahannya nggak segampang menyajikan susu. Coba dipikir-pikir aja, berapa buah pisang yang perlu kita berikan kepada anak supaya nutrisi kalsiumnya bisa setara dengan susu?

Karena kehilangan konsumsi susu, maka praktis seorang anak yang alergi terhadap bahan ini akan perlu input vitamin D yang selama ini didapatkan dari susu juga. Vitamin D bisa berasal dari ikan, daging merah, atau kuning telur. Tetapi, masuknya makanan-makanan ini belum tentu efisien juga jika kebetulan saluran cerna anak tidak optimal.

Anak Alergi Susu Sapi Sebaiknya Minum Susu Apa?

Ada banyak alternatif makanan yang sama-sama mengandung kalsium dan vitamin D seperti susu sapi, antara lain susu soya. Sama-sama susu, tapi susu soya ini dibikin dari kedelai. Sama-sama mengandung kalsium dan vitamin D, tapi susu soya ini nggak bikin gatel-gatel bagi anak yang alergi susu sapi.

#SusuAlergi dari soyanya juga perlu dipilih dengan hati-hati. Sebisa mungkin pilih susu soya yang punya kandungan bakteri probiotik. Bakteri probiotik ini esensial, karena sifatnya bakteri probiotik ini membuat usus anak jadi nyaman menerima nutrisi apapun, termasuk kalau-kalau anaknya diberi susu.

bakteri probiotik
Ilustrasi bakteri Bifidobacterium di dalam usus.
Keberadaan bakteri ini mencegah reaksi alergi, termasuk alergi susu sapi.
Anak-anak yang alergi susu sapi tidak memiliki kemewahan bakteri ini, karena jumlah Bifidobacterium yang mereka miliki terlalu sedikit, makanya saban kali usus mereka ketemu susu sapi, usus mereka ngamuk-ngamuk.

Sebetulnya bakteri probiotik itu sudah lumrah dimiliki oleh anak-anak normal sejak lahir. Beberapa bakteri probiotik yang cukup beken itu antara lain Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M-16V

Tapi pada anak-anak yang alergi, populasi Bifidobacterium pada saluran cerna mereka tidak sebanyak populasi pada usus anak normal. Makanya usus mereka agak sensi terhadap protein-protein tertentu (termasuk protein susu), karena juru tameng alerginya nggak ada. Kabar baiknya, bakteri-bakteri probiotik begini masih bisa dimasukkan ke dalam usus anak, dalam bentuk susu (dan tidak melulu harus berupa susu sapi).

Menurut Chyn Boon Wong (2019), B. longum BB536 memperbaiki mikrobioma usus, dengan menghambat imunoglobulin E yang selama ini memicu reaksi alergi. Maka, ketika B. longum BB536 ini berada dalam saluran pencernaan, gejala alergi pun menjadi menghilang.

Mirip seperti hasil penelitiannya Tadao Enomoto (2014), pemberian B. breve M-16V dan B. longum memperbaiki mikrobiota usus, sehingga mengurangi gejala alergi pada anak-anak. Penelitian ini terbukti pada anak-anak alergi yang berusia 10 bulan dan 18 bulan.

Alhasil, kalau anak mengonsumsi bakteri-bakteri Bifidobacterium ini, frekuensi reaksi #AlergiAnak-nya jadi berkurang deh. Jadi #AllergySolution banget kan?

Beberapa susu soya yang mengandung bakteri-bakteri Bifidobacterium ini ialah Morinaga ChilKid Soya dan Morinaga ChilSchool Soya.

 

susu alergi susu sapi

Morinaga ChilKid Soya untuk Alergi Susu Sapi

Morinaga #ChilKidSoya ini adalah salah satu susu soya yang dikhususkan sebagai #SusuAlergiAnak, yang dibikin oleh PT Kalbe Nutritionals (bisa dilihat tentang #SusuMorinaga ini di Facebook Morinaga Platinum maupun Instagram @Morinagaplatinum.

Ada bedanya ChilKid Soya ini dibandingkan merk-merk susu soya lainnya. Merk ChilKid Soya, seperti halnya merk #Morinaga lainnya, punya formula paten bernama Moricare+ Prodiges.

cara mengatasi alergi protein

Isi Moricare+ Prodiges ini bisa ditelaah berikut ini:

100% protein soya. Terdiri atas L-metionin, karnitin, asam amino esensial, vitamin, dan mineral. Alhasil, meskipun ini susu soya, tapi kualitas nutrisinya sama kayak susu sapi.

Asam lemak, zat besi, dan asam amino, buat pertumbuhkembangan otak. Sebab, tujuan akhirnya, adalah supaya kecerdasan multitalenta anak alergi tetap berkembang.

Bakteri probiotik B. longum BB536 dan B. breve M-16V, yang saya ceritain di atas. Ditambah Prebiotik FOS yang mengembangbiakkan bakterinya, dan nukleotida yang mematangkan saluran cerna si anak, membuat pertahanan tubuh anak tetap mantap meskipun anaknya punya alergi.

Kalsium dan vitamin D, yang membuat anak alergi tetap tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Maka, dengan masuknya Bifidobacterium ini sebagai #SolusiAlergi dalam Moricare+ Prodiges pada susu-susu soyanya, tak heran bahwa 100% Bunda SETUJU Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges Mengurangi Gejala Alergi dan Alergi Tidak Muncul.

#ChilKidSoyaSolusiAlergi

Edukasi Susu Soya pada Morinaga Allergy Week

Merk Morinaga itu punya acara tahunan bernama #MorinagaAllergyWeek untuk memberitahu khalayak ramai bahwa meskipun punya alergi, tapi anak #AlergiTetapBerprestasi. 

Nah, pada bulan-bulan Juni-Juli 2019 ini, merk Morinaga bikin acara edukasi bernama #BekalPrestasi (lihat ya di Twitter @MorinagaID atau di YouTube MorinagaPlatinum). Di acara ini, konsumen yang membeli susu Morinaga bisa ikut kontes foto yang berhadiah asuransi pendidikan.

Anak berusia 2 tahun yang memiliki alergi susu sapi, masih bisa minum susu untuk memperbaiki tumbuhkembangnya.

Mau tahu cerita-cerita lain dari saya tentang alergi pada anak 2 tahun? Boleh follow Instastory saya di @vickylaurentina ya..

28 pemikiran pada “Anak Alergi Susu Sapi? Masih Bisa Minum Susu Kok”

  1. Walaupun belum punya anak hehe, tapi informasi ini sangat membantu utk ak share ke kakak2 saya supaya notice akan hal ini dan tambah sayang sama anak2 nya. Terimakasih yah mbak 🙂

    Balas
  2. Memang kasihan juga anak yang alergi susu sapi ya, Mbak. Jadi menghambat pertumbuhannya. Dan walau bisa hilang dengan sendirinya, tapi waktunya lumayan lama.
    Untunglah sudah ada susu yang bisa mengatasi soal ini.

    Balas
  3. Anakku minum susu ini juga, Mbak. Dulu jaman anak mbarep juga. Sekarang yang varian rasa baru malah lebih enak ketimbang yang lama. Jadi tenanglah ya, ibu-ibu yang anaknya punya masalah alergi susu sapi. Nggak perlu khawatir bekal prestasi si kecil nggak lengkap

    Balas
  4. Alergi itu memang bikin tak nyaman ya
    Kasian anak-anak jadi terhambat pertumbuhan dan perkembangannya hanya karena konsumsi makanan dan minuman yang terbatas
    Untunglah sekarang ada Morinaga Soya
    Galau karena alergi hilang sudah

    Balas
  5. Kalau kurang cocok susu sapi yang jadinya menimbulkan alergi pengaruhnya kurang menyenangkan ya untuk anak-anak, sampai pilek dan pasti rewel karena badannya lagi nggak nyaman

    Balas
    • Betul. Karena susu sapi ini memicu sel-sel ketahanan tubuhnya untuk bereaksi. Padahal reaksi sel-selnya itu berupa pilek yang tentu mengganggu si anak. Makanya anak yang alergi susu sapi jangan dipaksa minum susu sapi, tetapi diminumkan susu soya yang mengandung probiotik untuk mencegah gejala pilek alerginya kumat.

      Balas
  6. Tetangga saya, anak-anaknya semua minum susu soya. Bukan karena alergi, tetapi mereka memang keluarga vegetarian. Anak-anaknya tumbuh kembang dengan sehat dan pintar. Makanya saya gak menganggap kalau susu soya jadi kalah kelas dengan susu sapi karena melihat tetangga.

    Tetapi, informasi seperti ini memang penting. Masih banyak yang belum tau kalau alergi susu sapi, bisa tetap minum susu. Ganti aja dengan susu soya seperti Chil-Kid Soya supaya tumbuh kembangnya tetap baik

    Balas
    • Terima kasih, Mbak Chi. Memang itu sebetulnya tujuan utama saya menulis ini. Ada sekitar 7% dari seluruh anak balita Indonesia yang masih menderita alergi susu sapi, dan sebagian besar dari mereka dibiarkan orangtuanya untuk tidak minum susu apapun, karena saking takutnya orang tua mereka.
      Saya mengharapkan, melalui informasi di halaman ini, orang tua mulai berani memberikan susu soya sebagai pengganti susu sapi. Karena, meskipun punya alergi susu sapi, anak tetap berhak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. 🙂

      Balas
  7. Betul banget mom. Alergi susu sapi jangan sampai menghalangi si kecil berprestasi. Syukurlah ada susu soya dari Mariana yg bantu memenuhi kebutuhan susu si kecil yaa.

    Balas
  8. Tidak semua anak bisa menerima susu formula dari sapi. Oleh karena itu jika sudah timbul gejala alergi orang tua harus tanggap terhadap produk yg dikonsumsi anaknya. Susu saya ini memiliki kandungan yg dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi anak pun disebut juga susu anti Alergi

    Balas
  9. Sepupuku alergi susu sedari kecil. Dulu susunya harus khusus yg belinya di toko tertentu dan harganya mihil. Alhamdulillah ya sekarang ada morinaga soya yang produknya aku pernah lihat di supermarket dan harganya cukup terjangkau.

    Balas
    • Memang ada orang yang alergi terhadap susu, dan jenis susu yang paling sering membuat alergi adalah alergi susu sapi. Untuk pengganti kalorinya, maka diperlukan susu soya atau susu partial hydrolized protein. Dan, kedua macam susu ini memang mahal karena produksinya juga mahal. Jadi, Morinaga Soya ini memang sangat menolong sekali.

      Balas
  10. Aku punya teman yang anaknya alergi susu sapi, sering sakit, ternyata saat diperiksa alergi dr susu sapi. Gejalanya juga hmpir sama, seperti yg mbak tulis, sering flu, idungnya jdi merah-merah.
    Dan dr dokter diberi resep susu morinaga soya, sudah mau 6 bln konsumsi alhmdulillah cocok katanya.

    Balas

Tinggalkan komentar