<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Bikin Bocah yang Global	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jan 2018 15:40:55 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-30100</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2018 15:40:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-30100</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-30075&quot;&gt;Ivan&lt;/a&gt;.

Hai Mas Ivan, lama ya nggak ke blog ini :)

Saya ingat, ada banyak orang yang terlahir dengan aset berkecukupan, tetapi mati dalam keadaan asetnya rusak dimakan waktu. Sebab mereka tidak tahu bagaimana merawat asetnya, karena mereka tidak tahu harus bertanya kepada siapa, itu karena mereka kesulitan berkomunikasi. Maka yang semula lahir kaya, ketika mati pun tidak sekaya ketika lahir.

Ada juga orang-orang yang lahir dari keluarga yang banyak disegani orang lain. Tetapi karena ia tidak supel bergaul dengan orang lain, maka ia menjadi terisolir dan hidupnya jadi tidak bernilai tambah bagi dirinya. Itu juga karena dia tidak terampil berkomunikasi.

Memang itulah inti postingan saya di sini :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-30075">Ivan</a>.</p>
<p>Hai Mas Ivan, lama ya nggak ke blog ini 🙂</p>
<p>Saya ingat, ada banyak orang yang terlahir dengan aset berkecukupan, tetapi mati dalam keadaan asetnya rusak dimakan waktu. Sebab mereka tidak tahu bagaimana merawat asetnya, karena mereka tidak tahu harus bertanya kepada siapa, itu karena mereka kesulitan berkomunikasi. Maka yang semula lahir kaya, ketika mati pun tidak sekaya ketika lahir.</p>
<p>Ada juga orang-orang yang lahir dari keluarga yang banyak disegani orang lain. Tetapi karena ia tidak supel bergaul dengan orang lain, maka ia menjadi terisolir dan hidupnya jadi tidak bernilai tambah bagi dirinya. Itu juga karena dia tidak terampil berkomunikasi.</p>
<p>Memang itulah inti postingan saya di sini 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ivan		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-30075</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ivan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2018 03:24:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-30075</guid>

					<description><![CDATA[Bikin Bocah yang Global... 

Judulnya membuat saya tertarik untuk membaca tulisan mbak. 

Kemudian, menemukan satu fakta yang sangat penting. 

Bahwa keberhasilan atau kesuksesan (terutama secara finansial dan sosial) sangat tergantung dengan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi. 

Seperti halnya jika kita tidak tahu bagimana menguasai percakapan, baik secara tertulis atau lisan,  maka orang-orang tidak akan menanggapi kita secara serius. 
 
Kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk dilatih sejak bocah. 

Terima kasih untuk sharingnya, mbak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bikin Bocah yang Global&#8230; </p>
<p>Judulnya membuat saya tertarik untuk membaca tulisan mbak. </p>
<p>Kemudian, menemukan satu fakta yang sangat penting. </p>
<p>Bahwa keberhasilan atau kesuksesan (terutama secara finansial dan sosial) sangat tergantung dengan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi. </p>
<p>Seperti halnya jika kita tidak tahu bagimana menguasai percakapan, baik secara tertulis atau lisan,  maka orang-orang tidak akan menanggapi kita secara serius. </p>
<p>Kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk dilatih sejak bocah. </p>
<p>Terima kasih untuk sharingnya, mbak.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-29671</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2017 09:25:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-29671</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-29661&quot;&gt;ayahblogger&lt;/a&gt;.

Berapa tahun belajar di EF-nya, Mas Phadli? Ambil kelas general atau kelas business?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-29661">ayahblogger</a>.</p>
<p>Berapa tahun belajar di EF-nya, Mas Phadli? Ambil kelas general atau kelas business?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: ayahblogger		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-29661</link>

		<dc:creator><![CDATA[ayahblogger]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 14:55:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-29661</guid>

					<description><![CDATA[Komunikasi anak, kalau saya lihat dimulai dari lingkungan keluarga inti, yaitu ayah dan ibunya. Anak saya berumur 5 tahun udah bisa banget tuh cas cis cus dalam bahasa sunda dengan teman-temannya. Sementara seorang sepupunya berusia 5 tahun sudah berbahasa Inggris, ya iya ayah ibunya emang menggunakan dua bahasa di rumah. Anak akan belajar bahasa dengan baik dari kedua orang tuanya. Ya kalo orang tuanya ndak bisa, kan ada lembaga bahasa atau les bahasa. Menurut bisa banget juga membantu anak mengenal bahasa luar. Ngomong-ngomong saya pernah belajar bahasa di EF. Asik tuh para pengajarnya, pengajar dan murid belajar dalam dua arah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunikasi anak, kalau saya lihat dimulai dari lingkungan keluarga inti, yaitu ayah dan ibunya. Anak saya berumur 5 tahun udah bisa banget tuh cas cis cus dalam bahasa sunda dengan teman-temannya. Sementara seorang sepupunya berusia 5 tahun sudah berbahasa Inggris, ya iya ayah ibunya emang menggunakan dua bahasa di rumah. Anak akan belajar bahasa dengan baik dari kedua orang tuanya. Ya kalo orang tuanya ndak bisa, kan ada lembaga bahasa atau les bahasa. Menurut bisa banget juga membantu anak mengenal bahasa luar. Ngomong-ngomong saya pernah belajar bahasa di EF. Asik tuh para pengajarnya, pengajar dan murid belajar dalam dua arah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-28082</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2017 02:12:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-28082</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-28065&quot;&gt;muslimin11&lt;/a&gt;.

Iya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-28065">muslimin11</a>.</p>
<p>Iya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: muslimin11		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-28065</link>

		<dc:creator><![CDATA[muslimin11]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2017 05:41:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-28065</guid>

					<description><![CDATA[Ooh gitu ya mbak biar jadi bocah yang global. ntar lw saya punya anak mau tak ajarin tips2 seperti si mbak heheee]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ooh gitu ya mbak biar jadi bocah yang global. ntar lw saya punya anak mau tak ajarin tips2 seperti si mbak heheee</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Paula		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26830</link>

		<dc:creator><![CDATA[Paula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2017 12:57:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-26830</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26815&quot;&gt;Vicky Laurentina&lt;/a&gt;.

Pernah sih kuatir, apalagi pas masa2nya trial playgroup. Anak lain sudah lumayan pinter ngomong, ken sama kay limited kosakatanya. Aku sampe ngitung berapa banyak standard kosakata yg diketahui mereka, dan apakah stoknya cukup untuk dibilang normal dan bukan speech delay? 
Akhirnya, sekolah yg bikin mereka jadi bisa ngomong lbh banyak. Jadi kalo ada yg kuatir anaknya speech delay, aku sarankan disekolahin aja. Kan keliatan benernya ini speech delay karena ga ada yg ajak omong atau krn faktor yg lbh serius. 
Dan iya kalo mau lbh dari satu bahasa, harus via conversation sehari2 dan ga bole putus asa. 
Thanks for the compliment buat kimmy yaaa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26815">Vicky Laurentina</a>.</p>
<p>Pernah sih kuatir, apalagi pas masa2nya trial playgroup. Anak lain sudah lumayan pinter ngomong, ken sama kay limited kosakatanya. Aku sampe ngitung berapa banyak standard kosakata yg diketahui mereka, dan apakah stoknya cukup untuk dibilang normal dan bukan speech delay?<br />
Akhirnya, sekolah yg bikin mereka jadi bisa ngomong lbh banyak. Jadi kalo ada yg kuatir anaknya speech delay, aku sarankan disekolahin aja. Kan keliatan benernya ini speech delay karena ga ada yg ajak omong atau krn faktor yg lbh serius.<br />
Dan iya kalo mau lbh dari satu bahasa, harus via conversation sehari2 dan ga bole putus asa.<br />
Thanks for the compliment buat kimmy yaaa</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26815</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2017 18:53:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-26815</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26793&quot;&gt;Paula&lt;/a&gt;.

Paula, I am so delighted to read your comment.. *big hug*

Pengalamanmu nunjukin kalau banyak-banyak practice mendengarkan itu memang sarana yang paling nampol supaya pinter menguasai bahasa. Saya terkesan banget lihat si Kimi di video-videonya, dia kelihatan pandai sekali; kalau bener dia memang fasih tiga bahasa, maka itu berbanding lurus dengan kepinterannya. Saya nggak kuatir kalau si kembarmu sampai jadi speech delay, beberapa psikolog bilang bahwa ngomong campur-campur bahasa di usia awal itu cuma sementara , dan itu hanya bagian dari proses untuk membentuk kecerdasan.

Apakah dirimu pernah kuatir atau ditakut-takutin tetangga kalau anak kembarmu nanti jadi language delay, Paul?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26793">Paula</a>.</p>
<p>Paula, I am so delighted to read your comment.. *big hug*</p>
<p>Pengalamanmu nunjukin kalau banyak-banyak practice mendengarkan itu memang sarana yang paling nampol supaya pinter menguasai bahasa. Saya terkesan banget lihat si Kimi di video-videonya, dia kelihatan pandai sekali; kalau bener dia memang fasih tiga bahasa, maka itu berbanding lurus dengan kepinterannya. Saya nggak kuatir kalau si kembarmu sampai jadi speech delay, beberapa psikolog bilang bahwa ngomong campur-campur bahasa di usia awal itu cuma sementara , dan itu hanya bagian dari proses untuk membentuk kecerdasan.</p>
<p>Apakah dirimu pernah kuatir atau ditakut-takutin tetangga kalau anak kembarmu nanti jadi language delay, Paul?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Paula		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26793</link>

		<dc:creator><![CDATA[Paula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2017 10:00:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-26793</guid>

					<description><![CDATA[Saya jebolan anak2 yg dulunya getol dilesin inggris dari kelas 2 sd. Baru berani ngomong pake bahasa inggris pas kelas 4 sd gitu tapi patah2 belepotan ga jelas. Cukup fasih berbahasa inggris skrg akibat kebanyakan nonton film bahasa inggris ga pake text bahasa di dvd pada saat diluar negeri selama setaonan. Secara hiburan paling murah ya dvd palsu. 

Anak2 saya dari kandungan udah tiga bahasa. Mamanya ga jelas inggrisan kadang indonesiaan, neneknya mandarinan, pengasuhnya indonesiaan. Alhasil anakku yg pertama fasih 3 bahasa di usia 8. Dan anakku yang lainnya speech delay wkwkwk. Tapi tetep konsisten pake 3 bahasa biarpun artikel bersliweran nyuruh kita pake 1 bahasa aja biar ga bingung. Soalnya udah koleksi dvd barney lengkap. Masak ga disetel. Trus pengasuhnya ga bisa inggris, masak dipecat. Sekarang, anak2ku yang speech delay ketika mereka dua tahun, pas usia 5 skrg ini  ngomongnya campur aduk. Inggris dengan grammar indonesia. Mama, later if i am fall how? 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jebolan anak2 yg dulunya getol dilesin inggris dari kelas 2 sd. Baru berani ngomong pake bahasa inggris pas kelas 4 sd gitu tapi patah2 belepotan ga jelas. Cukup fasih berbahasa inggris skrg akibat kebanyakan nonton film bahasa inggris ga pake text bahasa di dvd pada saat diluar negeri selama setaonan. Secara hiburan paling murah ya dvd palsu. </p>
<p>Anak2 saya dari kandungan udah tiga bahasa. Mamanya ga jelas inggrisan kadang indonesiaan, neneknya mandarinan, pengasuhnya indonesiaan. Alhasil anakku yg pertama fasih 3 bahasa di usia 8. Dan anakku yang lainnya speech delay wkwkwk. Tapi tetep konsisten pake 3 bahasa biarpun artikel bersliweran nyuruh kita pake 1 bahasa aja biar ga bingung. Soalnya udah koleksi dvd barney lengkap. Masak ga disetel. Trus pengasuhnya ga bisa inggris, masak dipecat. Sekarang, anak2ku yang speech delay ketika mereka dua tahun, pas usia 5 skrg ini  ngomongnya campur aduk. Inggris dengan grammar indonesia. Mama, later if i am fall how? </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26778</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2017 21:21:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=7490#comment-26778</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26722&quot;&gt;Maria Soraya&lt;/a&gt;.

Sebetulnya seingatku di EF itu ada program toddler. Sebab keponakanku udah les di sana semenjak umur 3 tahun.

Tapi keponakanku itu tinggal di Bogor. Sedangkan EF yang aku fotoin ini adalah EF cabang Surabaya, dan cabang ini nggak punya program untuk toddler.

Untung ya anaknya Mbak Soraya sekarang udah bisa nyanyi-nyanyi lagu Inggris. Yah itu akung dan simbahnya suruh belajar nyanyi Daddy Finger sekalian dong, supaya nyambung kalau diajak ngomong.. wkwkwkwk..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bocah-global/#comment-26722">Maria Soraya</a>.</p>
<p>Sebetulnya seingatku di EF itu ada program toddler. Sebab keponakanku udah les di sana semenjak umur 3 tahun.</p>
<p>Tapi keponakanku itu tinggal di Bogor. Sedangkan EF yang aku fotoin ini adalah EF cabang Surabaya, dan cabang ini nggak punya program untuk toddler.</p>
<p>Untung ya anaknya Mbak Soraya sekarang udah bisa nyanyi-nyanyi lagu Inggris. Yah itu akung dan simbahnya suruh belajar nyanyi Daddy Finger sekalian dong, supaya nyambung kalau diajak ngomong.. wkwkwkwk..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
