<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Bosan Pura-pura Melarat	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:32:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Zizy Damanik		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16092</link>

		<dc:creator><![CDATA[Zizy Damanik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2012 06:02:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16092</guid>

					<description><![CDATA[Ada aja emang yg pura-pura miskin demi hemat beberapa ratus ribu, tapi kemudian begitu tahu kenyataannya, kan badannya memang gak terbiasa miskin toh makanya mengeluh. Dan dia gak malu juga...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada aja emang yg pura-pura miskin demi hemat beberapa ratus ribu, tapi kemudian begitu tahu kenyataannya, kan badannya memang gak terbiasa miskin toh makanya mengeluh. Dan dia gak malu juga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Arman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16025</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2012 16:14:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16025</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16001&quot;&gt;Arman&lt;/a&gt;.

iya disini di LA. gua gak ngerti juga kok gak dikejar ya. udah lewat bertahun2 tuh dia kagak bayar. gelo juga ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak heran california jadi bangkrut gara2 yang beginian ini kali ya... :P]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16001">Arman</a>.</p>
<p>iya disini di LA. gua gak ngerti juga kok gak dikejar ya. udah lewat bertahun2 tuh dia kagak bayar. gelo juga ya&#8230;</p>
<p>gak heran california jadi bangkrut gara2 yang beginian ini kali ya&#8230; 😛</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16023</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2012 13:02:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16023</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16019&quot;&gt;Cahya Legawa&lt;/a&gt;.

Jampersal bikin tekor semua rumah sakit karena perjanjian awalnya tidak dilaksanakan dengan betul.&lt;br /&gt;Kan awal perjanjiannya Jampersal hanya untuk wanita-wanita yang hamil anak pertama atau anak kedua. Tapi pada prakteknya Jampersal dipakai juga untuk wanita yang hamil anak kelima bahkan anak ketujuh. Gimana nggak tekor rumah sakit bayarin Jampersal kalo kayak gitu caranya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16019">Cahya Legawa</a>.</p>
<p>Jampersal bikin tekor semua rumah sakit karena perjanjian awalnya tidak dilaksanakan dengan betul.<br />Kan awal perjanjiannya Jampersal hanya untuk wanita-wanita yang hamil anak pertama atau anak kedua. Tapi pada prakteknya Jampersal dipakai juga untuk wanita yang hamil anak kelima bahkan anak ketujuh. Gimana nggak tekor rumah sakit bayarin Jampersal kalo kayak gitu caranya?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Cerita Tugu		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16021</link>

		<dc:creator><![CDATA[Cerita Tugu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2012 13:45:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16021</guid>

					<description><![CDATA[yang ngaku miskin bukan hanya pasien saja, banyak kok yang ngaku miskin terus pada masuk penjara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yang ngaku miskin bukan hanya pasien saja, banyak kok yang ngaku miskin terus pada masuk penjara</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ria Tumimomor		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16020</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ria Tumimomor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 07:44:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16020</guid>

					<description><![CDATA[tobat yeee... Ternyata mampu pindah ke VIP kok ngaku2 miskin. Nanti miskin beneran begimana tuh...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tobat yeee&#8230; Ternyata mampu pindah ke VIP kok ngaku2 miskin. Nanti miskin beneran begimana tuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Cahya Legawa		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16019</link>

		<dc:creator><![CDATA[Cahya Legawa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 05:12:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16019</guid>

					<description><![CDATA[Lha, saya juga sering kok melihat sesuatu yang seperti itu. Geleng-geleng dah jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saja, nanti kalau merasa kan mereka bakalan lebih bijak dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana-mana katanya (sejak ada jampersal), unit persalinan dan kebidanan bikin tekor rumah sakit pemerintah, dan mesti disokong dana lebih dari unit lainnya. Ha ha..., ya subsidi silang gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok ya orang mampu itu ndak berpikir mengasuransikan kesehatannya ya kalau begitu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lha, saya juga sering kok melihat sesuatu yang seperti itu. Geleng-geleng dah jadinya.</p>
<p>Biar saja, nanti kalau merasa kan mereka bakalan lebih bijak dengan sendirinya.</p>
<p>Di mana-mana katanya (sejak ada jampersal), unit persalinan dan kebidanan bikin tekor rumah sakit pemerintah, dan mesti disokong dana lebih dari unit lainnya. Ha ha&#8230;, ya subsidi silang gitu.</p>
<p>Tapi kok ya orang mampu itu ndak berpikir mengasuransikan kesehatannya ya kalau begitu.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16018</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 06:31:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16018</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16017&quot;&gt;Dian Jauhari&lt;/a&gt;.

Bagaimana menyampaikan konsekuensi dari pilihan itu kepada pasien? Saya rasa itu sudah disampaikan dalam informal consent. Sebelum menandatangani perjanjian rapat inap, rumah sakit selalu punya surat tanda tangan dari keluarga pasien bahwa pasien bersedia dirawat di kelas 3 di mana konsekuensi dari bersedia dirawat di kelas itu adalah ini, ini, dan itu. Omong kosong jika di kemudian hari pasien mengklaim tidak tahu apapun tentang perjanjian padahal dia sendiri yang tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kok lama-lama saya jadi kedengaran seperti pengacara rumah sakit ya? Hihihi..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16017">Dian Jauhari</a>.</p>
<p>Bagaimana menyampaikan konsekuensi dari pilihan itu kepada pasien? Saya rasa itu sudah disampaikan dalam informal consent. Sebelum menandatangani perjanjian rapat inap, rumah sakit selalu punya surat tanda tangan dari keluarga pasien bahwa pasien bersedia dirawat di kelas 3 di mana konsekuensi dari bersedia dirawat di kelas itu adalah ini, ini, dan itu. Omong kosong jika di kemudian hari pasien mengklaim tidak tahu apapun tentang perjanjian padahal dia sendiri yang tanda tangan.</p>
<p>Eh, kok lama-lama saya jadi kedengaran seperti pengacara rumah sakit ya? Hihihi..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Dian Jauhari		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16017</link>

		<dc:creator><![CDATA[Dian Jauhari]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 02:43:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16017</guid>

					<description><![CDATA[Pasien mengaku miskin agar tidak perlu bayar saya kira pilihan lebih bijak. Daripada  daftar sebagai pasien umum di kelas III tapi bayar rawat inap, obat, dan jasa medis. Kalau dihitung-hitung semua biaya itu jatuhnya besar juga, apalagi masa rawatnya lama. Yang awalnya mampu bisa jadi miskin juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh sebenarnya itu merupakan kewajiban pemerintah untuk melindungi seluruh warganya, hanya yang miskin dapat prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma konsekuensi dari pilihan itu juga harus disampaikan dan pasiennya sudah siap. Jadi ekspektasinya lebih rasional.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasien mengaku miskin agar tidak perlu bayar saya kira pilihan lebih bijak. Daripada  daftar sebagai pasien umum di kelas III tapi bayar rawat inap, obat, dan jasa medis. Kalau dihitung-hitung semua biaya itu jatuhnya besar juga, apalagi masa rawatnya lama. Yang awalnya mampu bisa jadi miskin juga.</p>
<p>Toh sebenarnya itu merupakan kewajiban pemerintah untuk melindungi seluruh warganya, hanya yang miskin dapat prioritas.</p>
<p>Cuma konsekuensi dari pilihan itu juga harus disampaikan dan pasiennya sudah siap. Jadi ekspektasinya lebih rasional.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16016</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2012 07:57:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16016</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16008&quot;&gt;mikhael&lt;/a&gt;.

..dan dioperasi sama residen :p&lt;br /&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16008">mikhael</a>.</p>
<p>..dan dioperasi sama residen :p</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16015</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2012 07:56:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/08/25/bosan-pura-pura-melara/#comment-16015</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16007&quot;&gt;capcaibakar&lt;/a&gt;.

Suster beda sama penunggu, Mbak Mayra. Penunggu bisa dipajekin minta dibawain kue. Suster nggak bisa dong ah..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/bosan-pura-pura-melara/#comment-16007">capcaibakar</a>.</p>
<p>Suster beda sama penunggu, Mbak Mayra. Penunggu bisa dipajekin minta dibawain kue. Suster nggak bisa dong ah..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
