<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Bekerja dengan Food Blogger tanpa Jadi Bangkrut	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 05:10:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-65343</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 05:10:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-65343</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-65340&quot;&gt;Faye Powell&lt;/a&gt;.

Wah, ini menarik banget manuvernya. Saya malah baru kepikiran juga kalau pola following account bisa jadi sinyal bahwa seorang reviewer itu nggak sungguh-sungguh ngomong yang jujur tentang bisnis FnB yang sedang dia omongin. 

Dengan begini calon kliennya food Instagrammer itu bisa lihat dong ya, apakah konten sang instagrammer memang bisa dipercaya. Jangan-jangan sebenarnya bukan food blogger, tapi cuman kebetulan instagrammer yang suka upload-upload foto makanan doang, tapi nggak punya blog yang bisa bikin restorannya kelihatan di Google, hahahaha....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-65340">Faye Powell</a>.</p>
<p>Wah, ini menarik banget manuvernya. Saya malah baru kepikiran juga kalau pola following account bisa jadi sinyal bahwa seorang reviewer itu nggak sungguh-sungguh ngomong yang jujur tentang bisnis FnB yang sedang dia omongin. </p>
<p>Dengan begini calon kliennya food Instagrammer itu bisa lihat dong ya, apakah konten sang instagrammer memang bisa dipercaya. Jangan-jangan sebenarnya bukan food blogger, tapi cuman kebetulan instagrammer yang suka upload-upload foto makanan doang, tapi nggak punya blog yang bisa bikin restorannya kelihatan di Google, hahahaha&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Faye Powell		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-65340</link>

		<dc:creator><![CDATA[Faye Powell]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 06:40:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-65340</guid>

					<description><![CDATA[Topik ini relate banget, Mbak Vicky. Saya pernah bantu sebuah cafe lokal di Bandung pas evaluasi siapa yang mau diundang — masalah utamanya persis seperti yang ditulis: pemilik nggak bisa bedain mana food blogger yang content-nya benar-benar didukung audience, mana yang cuma foodie collector likes. Cara paling jujur dan murah yang saya pakai: cek siapa saja yang baru-baru ini di-follow oleh kandidat food blogger di Instagram-nya. Kalau dia tiba-tiba follow brand kopi baru, supplier coklat, atau PR agency F&#038;B, biasanya itu sinyal partnership berbayar yang sedang berlangsung — engagement-nya kemungkinan besar tinggi karena reach komersialnya nyata. Saya lakukan ini secara anonim lewat InstaPV, tanpa login Instagram, hanya konten publik. Note penting buat yang baca: tools &quot;analisis blogger&quot; yang minta password Instagram itu pasti phishing, bukan analisis. InstaPV nggak pernah tanya password.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Topik ini relate banget, Mbak Vicky. Saya pernah bantu sebuah cafe lokal di Bandung pas evaluasi siapa yang mau diundang — masalah utamanya persis seperti yang ditulis: pemilik nggak bisa bedain mana food blogger yang content-nya benar-benar didukung audience, mana yang cuma foodie collector likes. Cara paling jujur dan murah yang saya pakai: cek siapa saja yang baru-baru ini di-follow oleh kandidat food blogger di Instagram-nya. Kalau dia tiba-tiba follow brand kopi baru, supplier coklat, atau PR agency F&amp;B, biasanya itu sinyal partnership berbayar yang sedang berlangsung — engagement-nya kemungkinan besar tinggi karena reach komersialnya nyata. Saya lakukan ini secara anonim lewat InstaPV, tanpa login Instagram, hanya konten publik. Note penting buat yang baca: tools &#8220;analisis blogger&#8221; yang minta password Instagram itu pasti phishing, bukan analisis. InstaPV nggak pernah tanya password.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Strategi Pemasaran Catering Rumahan - Vicky Food Blogger		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-54165</link>

		<dc:creator><![CDATA[Strategi Pemasaran Catering Rumahan - Vicky Food Blogger]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2021 06:00:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-54165</guid>

					<description><![CDATA[[&#8230;] milik para food blogger juga berfungsi penting bagi website catering, terutama karena blog itu berisi artikel-artikel genre [&#8230;]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] milik para food blogger juga berfungsi penting bagi website catering, terutama karena blog itu berisi artikel-artikel genre [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-50150</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 03:09:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-50150</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-50049&quot;&gt;Aisyah Dian&lt;/a&gt;.

Ya, kalau ditinjau dari &quot;return of investment&quot;, menyewa seorang food blogger yang bisa memberikan layanan posting di 3 sosmed + 1 blog sekaligus, tentu lebih murah daripada menyewa seorang instagrammer yang cuma posting di 3 sosmed aja. Dengan syarat, operational cost-nya sama. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-50049">Aisyah Dian</a>.</p>
<p>Ya, kalau ditinjau dari &#8220;return of investment&#8221;, menyewa seorang food blogger yang bisa memberikan layanan posting di 3 sosmed + 1 blog sekaligus, tentu lebih murah daripada menyewa seorang instagrammer yang cuma posting di 3 sosmed aja. Dengan syarat, operational cost-nya sama. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Aisyah Dian		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-50049</link>

		<dc:creator><![CDATA[Aisyah Dian]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2020 14:08:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-50049</guid>

					<description><![CDATA[Promo food blogger dan foodie instagram memang mantul foodie instagram ya mbak harganya juga murahan instagram hihihi (ini aku dengar langsung pas lagi chit-chat dengan teman yang punya usaha) aku iya-iya saja. Trus aku bilang enakan blogger dong sudah paket lengkap blog+3 sosmed, jadi food blogger nih sebenarnya masa depan masih cerah ya mbak]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Promo food blogger dan foodie instagram memang mantul foodie instagram ya mbak harganya juga murahan instagram hihihi (ini aku dengar langsung pas lagi chit-chat dengan teman yang punya usaha) aku iya-iya saja. Trus aku bilang enakan blogger dong sudah paket lengkap blog+3 sosmed, jadi food blogger nih sebenarnya masa depan masih cerah ya mbak</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-49443</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 17:08:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-49443</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-49392&quot;&gt;Fanny_dcatqueen&lt;/a&gt;.

Mungkin ya.. target konsumen dari bakery keluarganya Fanny adalah orang-orang tertentu di Medan, dan kebetulan jenis orang-orang ini sama dengan orang-orang di Medan yang senang mendengarkan radio. Makanya jalur marketing yang dipilih ya melalui radio. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-49392">Fanny_dcatqueen</a>.</p>
<p>Mungkin ya.. target konsumen dari bakery keluarganya Fanny adalah orang-orang tertentu di Medan, dan kebetulan jenis orang-orang ini sama dengan orang-orang di Medan yang senang mendengarkan radio. Makanya jalur marketing yang dipilih ya melalui radio. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Fanny_dcatqueen		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-49392</link>

		<dc:creator><![CDATA[Fanny_dcatqueen]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 17:28:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-49392</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46154&quot;&gt;Caroline Adenan&lt;/a&gt;.

Pas baca Foodie yg bawa keluarga sekampungnya ikutan makan, itu aku auto ketawa sih, itu baru aja menunjuk dirinya sebagai  Foodie, ato memang ga tau malu banget :D ? Tapi pas baca yg ambil makanan sampe 10, tapi yg dimakan cuma 2, duuuuuh itu mau marah deh -_- . Paling bencii aku kalo Nemu orang yg buang2 makanan gitu. Dan ga kebayang itu sisa makanan harus dibuang :( 

Seperti biasa, tulisanmu detil bangetttt :). Jadi secara jk panjang, dan untuk resto yg sbnrnya udah dikenal, tp mungkin ada menu baru yg mau diperkenalkan, LBH untung memakai food blogger yaaa, karena masalah keyword di google td. Oke noted.. 

Papaku yg punya usaha bakery di Medan, awal2 dulu memperkenalkan bakerynya lwt promosi radio :D. Menurut dia LBH banyak didenger orang . Tapi mulai dr THN lalu, dia mulai pakai jasa Foodie IG untuk mempromosikan tempatnya. Walopun yg promosi melalui iklan  radio tetep dipake tuh :D. Sempet beberapa kali minta aku nulisin bakerynya di blog, tapi aku blm mau. Ga enak nulis usaha keluarga sendiri hihihihi.. kuatir ga bisa mereview secara jujur :p.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46154">Caroline Adenan</a>.</p>
<p>Pas baca Foodie yg bawa keluarga sekampungnya ikutan makan, itu aku auto ketawa sih, itu baru aja menunjuk dirinya sebagai  Foodie, ato memang ga tau malu banget 😀 ? Tapi pas baca yg ambil makanan sampe 10, tapi yg dimakan cuma 2, duuuuuh itu mau marah deh -_- . Paling bencii aku kalo Nemu orang yg buang2 makanan gitu. Dan ga kebayang itu sisa makanan harus dibuang 🙁 </p>
<p>Seperti biasa, tulisanmu detil bangetttt :). Jadi secara jk panjang, dan untuk resto yg sbnrnya udah dikenal, tp mungkin ada menu baru yg mau diperkenalkan, LBH untung memakai food blogger yaaa, karena masalah keyword di google td. Oke noted.. </p>
<p>Papaku yg punya usaha bakery di Medan, awal2 dulu memperkenalkan bakerynya lwt promosi radio :D. Menurut dia LBH banyak didenger orang . Tapi mulai dr THN lalu, dia mulai pakai jasa Foodie IG untuk mempromosikan tempatnya. Walopun yg promosi melalui iklan  radio tetep dipake tuh :D. Sempet beberapa kali minta aku nulisin bakerynya di blog, tapi aku blm mau. Ga enak nulis usaha keluarga sendiri hihihihi.. kuatir ga bisa mereview secara jujur :p.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46519</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2020 13:32:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-46519</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46516&quot;&gt;Zam&lt;/a&gt;.

Konversi itu tidak selalu harus berupa transaksi, menurutku sih. Aku lebih menekankan tanggung jawab blogger untuk mendorong terjadinya Action. Action ini bisa berupa kunjungan ke restorannya. Ya memang tiap kunjungan pasti menghasilkan transaksi (meskipun cuma beli es teh doang).

Kalau sekedar memasarkan jangka pendek, kurasa kerja instagrammer masih lebih baik daripada blogger. Tapi untuk efek pemasaran jangka panjang, sebetulnya blogger memegang andil lebih banyak. Karena artikelnya bertahan lebih lama daripada sebuah posting Instagram.

Aku juga merasa lebih baik blogger diberi tanggung jawab tambahan untuk terjadi konversi transaksi. Supaya kinerja memasarkannya lebih kencang.

Ya ampun, Ron, masih ada aja ini Liebster Award! :)) Terima kasih yaaa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46516">Zam</a>.</p>
<p>Konversi itu tidak selalu harus berupa transaksi, menurutku sih. Aku lebih menekankan tanggung jawab blogger untuk mendorong terjadinya Action. Action ini bisa berupa kunjungan ke restorannya. Ya memang tiap kunjungan pasti menghasilkan transaksi (meskipun cuma beli es teh doang).</p>
<p>Kalau sekedar memasarkan jangka pendek, kurasa kerja instagrammer masih lebih baik daripada blogger. Tapi untuk efek pemasaran jangka panjang, sebetulnya blogger memegang andil lebih banyak. Karena artikelnya bertahan lebih lama daripada sebuah posting Instagram.</p>
<p>Aku juga merasa lebih baik blogger diberi tanggung jawab tambahan untuk terjadi konversi transaksi. Supaya kinerja memasarkannya lebih kencang.</p>
<p>Ya ampun, Ron, masih ada aja ini Liebster Award! :)) Terima kasih yaaa</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Zam		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46516</link>

		<dc:creator><![CDATA[Zam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2020 12:43:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-46516</guid>

					<description><![CDATA[menarik ini kaitan antara food blogger/foodie dengan urusan peningkatan bisnis. kalo dari istilah marketing, ada conversion rate-nya, dan seperti yang dirimu bahas, tujuan dari menyewa si food blogger/foodie ini apa.

aku sendiri jika jika diundang untuk menulis resto, ya sebisa mungkin memberikan informasi selengkap-lengkapnya, termasuk soal makanan dan pelayanan (kadang dipoles sedikit) dengan tujuan siapa pun yang nantinya mencari informasi terkait dengan si restoran atau menunya, nyangkut dan bisa memutuskan untuk datang atau tidak.

perkara konversi, sudah bukan tugas si blogger sebenarnya, karena memang tugas dia kan hanya memasarkan, ibaratnya memasang poster. kecuali jika si blogger disewa khusus untuk sampai terjadi konversi transaksi, sih.. 

anyway, dirimu mendapat Liebster Award dariku! silakan dicek https://matriphe.com/2020/05/10/mendapat-liebster-award.html]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menarik ini kaitan antara food blogger/foodie dengan urusan peningkatan bisnis. kalo dari istilah marketing, ada conversion rate-nya, dan seperti yang dirimu bahas, tujuan dari menyewa si food blogger/foodie ini apa.</p>
<p>aku sendiri jika jika diundang untuk menulis resto, ya sebisa mungkin memberikan informasi selengkap-lengkapnya, termasuk soal makanan dan pelayanan (kadang dipoles sedikit) dengan tujuan siapa pun yang nantinya mencari informasi terkait dengan si restoran atau menunya, nyangkut dan bisa memutuskan untuk datang atau tidak.</p>
<p>perkara konversi, sudah bukan tugas si blogger sebenarnya, karena memang tugas dia kan hanya memasarkan, ibaratnya memasang poster. kecuali jika si blogger disewa khusus untuk sampai terjadi konversi transaksi, sih.. </p>
<p>anyway, dirimu mendapat Liebster Award dariku! silakan dicek <a href="https://matriphe.com/2020/05/10/mendapat-liebster-award.html" rel="nofollow ugc">https://matriphe.com/2020/05/10/mendapat-liebster-award.html</a></p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46391</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 23:52:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=11224#comment-46391</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46363&quot;&gt;Nidy&lt;/a&gt;.

Ya kan.. makanya mestinya para staf marketing brand jangan tergesa-gesa bikin promosi. Kebanyakan dari mereka memang lebih fokus pada cara promosinya, tapi lupa tujuan promosinya. Alhasil tools yang dipakai jadi nggak nampol deh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/cara-meningkatkan-pengunjung-restoran/#comment-46363">Nidy</a>.</p>
<p>Ya kan.. makanya mestinya para staf marketing brand jangan tergesa-gesa bikin promosi. Kebanyakan dari mereka memang lebih fokus pada cara promosinya, tapi lupa tujuan promosinya. Alhasil tools yang dipakai jadi nggak nampol deh.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
