<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Dodol Jangan Lulus	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2026 15:29:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2608</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 22:38:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2608</guid>

					<description><![CDATA[Beuh! Orang lain punya 50 negara bagian aja gampang diapalin anak SD, masa&#039; di sini ngapalin 33 provinsi aja nggak bisa? Lha jaman kita sekolah dulu provinsinya cuman 27 lho..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beuh! Orang lain punya 50 negara bagian aja gampang diapalin anak SD, masa&#39; di sini ngapalin 33 provinsi aja nggak bisa? Lha jaman kita sekolah dulu provinsinya cuman 27 lho..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ade		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2602</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 21:44:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2602</guid>

					<description><![CDATA[mungkin cara ngajarinnya harus lebih kreatif biar gampang diinget ya&lt;br /&gt;kayak anak umur 8 tahun di sini udah fasih nyebutin 50 states.. caranya buat ngapalin kreatif2, ada yang dibikin kayak lagu, ada yang dengan ngumpulin koin..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin cara ngajarinnya harus lebih kreatif biar gampang diinget ya<br />kayak anak umur 8 tahun di sini udah fasih nyebutin 50 states.. caranya buat ngapalin kreatif2, ada yang dibikin kayak lagu, ada yang dengan ngumpulin koin..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2575</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 11:10:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2575</guid>

					<description><![CDATA[Memang beda kalo yang dipikirin cuman pisang melulu..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang beda kalo yang dipikirin cuman pisang melulu..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: hryh77		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2569</link>

		<dc:creator><![CDATA[hryh77]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:56:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2569</guid>

					<description><![CDATA[soalnya yang terkenal cuma pontianak doang mbak he..he..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>soalnya yang terkenal cuma pontianak doang mbak he..he..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2565</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 08:57:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2565</guid>

					<description><![CDATA[Makanya aku nggak pernah seneng sistem apalan, ya itu sebabnya. Kalo gurunya mau kreatif ya, coba masing-masing muridnya disuruh nyari tentang satu propinsi, lalu bikin presentasi tentang itu. Ya ibukotanya, tariannya, mata pencaharian penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya murid sekarang cuma dicekokin pelajaran buat diapal tanpa dicerna secara kritis. Merauke itu di mana sih? Kenapa kotanya jadi nama lagu? Kenapa tempatnya jarang masuk koran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya contoh. Tapi kalo guru mau berkreasi bikin murid mencerna pelajaran lebih baik, nggak akan ada kejadian murid nggak bisa ngerjain 55% soal dengan benar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makanya aku nggak pernah seneng sistem apalan, ya itu sebabnya. Kalo gurunya mau kreatif ya, coba masing-masing muridnya disuruh nyari tentang satu propinsi, lalu bikin presentasi tentang itu. Ya ibukotanya, tariannya, mata pencaharian penduduknya.</p>
<p>Pasalnya murid sekarang cuma dicekokin pelajaran buat diapal tanpa dicerna secara kritis. Merauke itu di mana sih? Kenapa kotanya jadi nama lagu? Kenapa tempatnya jarang masuk koran?</p>
<p>Itu hanya contoh. Tapi kalo guru mau berkreasi bikin murid mencerna pelajaran lebih baik, nggak akan ada kejadian murid nggak bisa ngerjain 55% soal dengan benar.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: zee		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2562</link>

		<dc:creator><![CDATA[zee]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 08:25:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2562</guid>

					<description><![CDATA[Hahahaa...&lt;br /&gt;Vick, ini sama ketika aku baru pindah ke Medan dari Biak. Teman-teman di Medan banyak yg gak tahu dimana itu Biak, bahkan menyebutkan Merauke saja masih salah. Muroke. Emosi dengernya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp aku pikir, apa ini gara-2 murid terbiasa menghapal saja tapi tidak dipelajari benar-2, akibatnya ya lupa juga dia lama2.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahaa&#8230;<br />Vick, ini sama ketika aku baru pindah ke Medan dari Biak. Teman-teman di Medan banyak yg gak tahu dimana itu Biak, bahkan menyebutkan Merauke saja masih salah. Muroke. Emosi dengernya..</p>
<p>Tp aku pikir, apa ini gara-2 murid terbiasa menghapal saja tapi tidak dipelajari benar-2, akibatnya ya lupa juga dia lama2.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2556</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 05:30:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2556</guid>

					<description><![CDATA[Mas Karumbu, pernyataan ini mungkin jahat, tapi tidak seharusnya kegagalan murid lulus ujian disangkutpautkan dengan guru yang cuma digaji 200 ribu per bulan. Kita tidak bisa merelakan anak kita diajar oleh guru yang tidak tahu di mana itu ibukota NTT. Sudah saya bilang itu pelajaran anak SD, tak pantas guru tidak tahu jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak layak orang menjadi guru hanya untuk cari pekerjaan. Kalau mau cari pekerjaan, banyak usaha lain yang lebih mendatangkan uang. Tapi guru harus bertanggung jawab kalau tidak bisa mengajari muridnya pelajaran-pelajaran dasar begitu. Di Laskar Pelangi saja murid-muridnya pintar-pintar padahal sekolah mereka reyot, kenapa di dunia nyata tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti anak-anak di desa terpencil sulit untuk mendapatkan fasilitas. Bisa sekolah juga sudah untung. Tapi hendaknya itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak lulus ujian. Guru mesti sekuat tenaga mengajari mereka, coz itu tanggung jawab mereka. Kalau sampai mereka semua tidak lulus, maka Dinas Pendidikan harus bertanggungjawab mengevaluasi sistem belajar-mengajar yang ada. Apakah mereka tidak lulus karena gurunya juga tidak kompeten? Atau apakah karena mereka tidak lulus karena gedung sekolahnya roboh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak desa yang tidak lulus karena tidak berfasilitas. Tapi banyak anak desa yang sekarang jadi ilmuwan di Indonesia. Ini masalah mental. Ya mental muridnya, ya mental gurunya, ya mental Dinas Pendidikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Karumbu, pernyataan ini mungkin jahat, tapi tidak seharusnya kegagalan murid lulus ujian disangkutpautkan dengan guru yang cuma digaji 200 ribu per bulan. Kita tidak bisa merelakan anak kita diajar oleh guru yang tidak tahu di mana itu ibukota NTT. Sudah saya bilang itu pelajaran anak SD, tak pantas guru tidak tahu jawaban itu.</p>
<p>Tidak layak orang menjadi guru hanya untuk cari pekerjaan. Kalau mau cari pekerjaan, banyak usaha lain yang lebih mendatangkan uang. Tapi guru harus bertanggung jawab kalau tidak bisa mengajari muridnya pelajaran-pelajaran dasar begitu. Di Laskar Pelangi saja murid-muridnya pintar-pintar padahal sekolah mereka reyot, kenapa di dunia nyata tidak?</p>
<p>Saya mengerti anak-anak di desa terpencil sulit untuk mendapatkan fasilitas. Bisa sekolah juga sudah untung. Tapi hendaknya itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak lulus ujian. Guru mesti sekuat tenaga mengajari mereka, coz itu tanggung jawab mereka. Kalau sampai mereka semua tidak lulus, maka Dinas Pendidikan harus bertanggungjawab mengevaluasi sistem belajar-mengajar yang ada. Apakah mereka tidak lulus karena gurunya juga tidak kompeten? Atau apakah karena mereka tidak lulus karena gedung sekolahnya roboh?</p>
<p>Banyak anak desa yang tidak lulus karena tidak berfasilitas. Tapi banyak anak desa yang sekarang jadi ilmuwan di Indonesia. Ini masalah mental. Ya mental muridnya, ya mental gurunya, ya mental Dinas Pendidikannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Karumbu		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2555</link>

		<dc:creator><![CDATA[Karumbu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 03:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2555</guid>

					<description><![CDATA[Oia,di NTB ada 5 (atau 6?) sekolah yg mirip kandang,bekas kandang,atau benar-benar kandang ternak.Setidaknya 556 sekolah rusak berat dan ringan.Salah satunya, di Kabupaten Bima,atap sekolah ambruk menimpa ibu guru yg sedang hamil tua dan siswa-siswanya.Benar,ndak ada yg tewas,tp siapa yg bisa nyaman mencari-cari peta Kendari, Samarinda, atau Balikpapan di dlm kelas yg spt itu?&lt;br /&gt;Bagaimana dgn kota?adakah yg ndak punya lab atau UKS?&lt;br /&gt;Sya tkt menyalah2kan mereka...Saya takut menyalahkan korban.&lt;br /&gt;Salam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oia,di NTB ada 5 (atau 6?) sekolah yg mirip kandang,bekas kandang,atau benar-benar kandang ternak.Setidaknya 556 sekolah rusak berat dan ringan.Salah satunya, di Kabupaten Bima,atap sekolah ambruk menimpa ibu guru yg sedang hamil tua dan siswa-siswanya.Benar,ndak ada yg tewas,tp siapa yg bisa nyaman mencari-cari peta Kendari, Samarinda, atau Balikpapan di dlm kelas yg spt itu?<br />Bagaimana dgn kota?adakah yg ndak punya lab atau UKS?<br />Sya tkt menyalah2kan mereka&#8230;Saya takut menyalahkan korban.<br />Salam.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Karumbu		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2554</link>

		<dc:creator><![CDATA[Karumbu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 02:54:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2554</guid>

					<description><![CDATA[sy tinggal di Lombok. masa kecil sy habiskan di pinggir kolam ikan, meramu pakis dan jamur yg nikmat itu, melompat di pematang sawah, bermain dgn sapi...sy tinggal di dkt sekolah,tp sebagian kwn2 sy hrs jln kaki 3 km ke sekolah.gurunya cuma 5 plus penjaga sekolah yg nyambi ngajar olahraga (itupun hanya disuruh maen bola atau lari puter2 lapangan bola). perpustakaan ada tp gak boleh minjem buku,krn guru tkt buku2 itu hilang.beli buku mahal,ongkosnya juga mahal krn belinya di kota.&lt;br /&gt;kalo org kota gak lulus UN,sy kira itu &#034;kebangetan&#034; namanya. Tapi, utk anak2 yg gak mendapat akses pendidikan dgn layak,sy takut menyalahkn mereka...sy takut mempersalahkan korban (argumentum ad hominem).byk anak kampung yg tdk bodoh dn bersemangat utk sekolah.Tp, ya, begitulah...mrk cm bisa 25x25=625,gak ngerti Kendari di mana, KUpang di mana krn gurunya pun blm tentu bisa jawab,&#034;Ibukota NTT apa?&#034;.Byk org menjadi guru krn butuh pekerjaan...lagipula,siapa yg mengawasi mereka--guru2 yg cuma dibayar 200 ribu per bln di daerah terpencil?pejabat Dinas Pendidikan?Gak,mobil mereka tll bgs utk diantuk2an di jln kampung kami yg blm diaspal...Apakah sy berlebihan?Justru sebaliknya, tll byk kenyataan yg ditutup2i demi kemajuan pembangunan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sy tinggal di Lombok. masa kecil sy habiskan di pinggir kolam ikan, meramu pakis dan jamur yg nikmat itu, melompat di pematang sawah, bermain dgn sapi&#8230;sy tinggal di dkt sekolah,tp sebagian kwn2 sy hrs jln kaki 3 km ke sekolah.gurunya cuma 5 plus penjaga sekolah yg nyambi ngajar olahraga (itupun hanya disuruh maen bola atau lari puter2 lapangan bola). perpustakaan ada tp gak boleh minjem buku,krn guru tkt buku2 itu hilang.beli buku mahal,ongkosnya juga mahal krn belinya di kota.<br />kalo org kota gak lulus UN,sy kira itu &quot;kebangetan&quot; namanya. Tapi, utk anak2 yg gak mendapat akses pendidikan dgn layak,sy takut menyalahkn mereka&#8230;sy takut mempersalahkan korban (argumentum ad hominem).byk anak kampung yg tdk bodoh dn bersemangat utk sekolah.Tp, ya, begitulah&#8230;mrk cm bisa 25&#215;25=625,gak ngerti Kendari di mana, KUpang di mana krn gurunya pun blm tentu bisa jawab,&quot;Ibukota NTT apa?&quot;.Byk org menjadi guru krn butuh pekerjaan&#8230;lagipula,siapa yg mengawasi mereka&#8211;guru2 yg cuma dibayar 200 ribu per bln di daerah terpencil?pejabat Dinas Pendidikan?Gak,mobil mereka tll bgs utk diantuk2an di jln kampung kami yg blm diaspal&#8230;Apakah sy berlebihan?Justru sebaliknya, tll byk kenyataan yg ditutup2i demi kemajuan pembangunan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/dodol-jangan-lulus/#comment-2553</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 02:45:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/18/dodol-jangan-lulus/#comment-2553</guid>

					<description><![CDATA[Dear jemaah,&lt;br /&gt;Maaf ya, bukannya gw mau bilang Anda dodol kalo nggak bisa jawab pertanyaan peta di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gw pikir kita mesti ngerti pertanyaan peta sepele gitu? Soalnya itu kan pelajaran SD. SD itu Sekolah Dasar. Kenapa namanya sekolah dasar, ya soalnya materi pelajarannya masih DASAR. Jadi kalo nggak nyantol lagi ya berarti kita nggak kompeten lagi dengan pendidikan dasar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan masalah nggak berminat sama geografi. Pemetaan ibukota propinsi jangan dibandingin sama belajar fisika, kimia, sosiologi, apalagi akuntansi. Itu semua pelajaran anak sekolah menengah dan anak kuliahan yang udah ada penjurusannya masing-masing, beda sama pemetaan ibukota yang dipelajari anak SD. Apa pantas kalo kita nggak bisa jawab pertanyaan yang mestinya dijawab anak SD?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masalah ujian nasional ini, gw nggak sepakat kalo lulus 55% disebut pemaksaan. Kalo emang adek-adek kita dibilang berat dengan beban ujian segitu, ya suruh aja orang-orang birokrat itu nurunin standar kurikulumnya.  Mungkin kurikulumnya yang terlalu memberatkan murid. Mungkin kompetensi gurunya nggak sanggup ngajarin kurikulum seberat itu. Yang jelas ini nggak ada hubungannya dengan gaji guru yang disunat melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gw harus ngakuin, sebagai mantan anak sekolah, gw nggak merasa punya masalah dengan kurikulum. Gw liat apa yang dipelajari anak sekolah jaman sekarang masih sama beratnya dengan apa yang dipelajari anak jaman dulu. Bedanya gw dulu nggak ada kompie apalagi HP, sekarang anak-anak sekolah wajib melek internet kalo mau dicap gaul. Jadi gw nggak terima adek-adek sekarang jadi pada depresi gara-gara dipaksa ngerjain 55% soal dengan benar. Kalo gw bisa sadis, gw mau bilang ke murid-murid yang pada bunuh diri itu, &#034;Cengeng lu semua!&#034;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear jemaah,<br />Maaf ya, bukannya gw mau bilang Anda dodol kalo nggak bisa jawab pertanyaan peta di atas.</p>
<p>Kenapa gw pikir kita mesti ngerti pertanyaan peta sepele gitu? Soalnya itu kan pelajaran SD. SD itu Sekolah Dasar. Kenapa namanya sekolah dasar, ya soalnya materi pelajarannya masih DASAR. Jadi kalo nggak nyantol lagi ya berarti kita nggak kompeten lagi dengan pendidikan dasar itu.</p>
<p>Ini bukan masalah nggak berminat sama geografi. Pemetaan ibukota propinsi jangan dibandingin sama belajar fisika, kimia, sosiologi, apalagi akuntansi. Itu semua pelajaran anak sekolah menengah dan anak kuliahan yang udah ada penjurusannya masing-masing, beda sama pemetaan ibukota yang dipelajari anak SD. Apa pantas kalo kita nggak bisa jawab pertanyaan yang mestinya dijawab anak SD?</p>
<p>Dan masalah ujian nasional ini, gw nggak sepakat kalo lulus 55% disebut pemaksaan. Kalo emang adek-adek kita dibilang berat dengan beban ujian segitu, ya suruh aja orang-orang birokrat itu nurunin standar kurikulumnya.  Mungkin kurikulumnya yang terlalu memberatkan murid. Mungkin kompetensi gurunya nggak sanggup ngajarin kurikulum seberat itu. Yang jelas ini nggak ada hubungannya dengan gaji guru yang disunat melulu.</p>
<p>Tapi gw harus ngakuin, sebagai mantan anak sekolah, gw nggak merasa punya masalah dengan kurikulum. Gw liat apa yang dipelajari anak sekolah jaman sekarang masih sama beratnya dengan apa yang dipelajari anak jaman dulu. Bedanya gw dulu nggak ada kompie apalagi HP, sekarang anak-anak sekolah wajib melek internet kalo mau dicap gaul. Jadi gw nggak terima adek-adek sekarang jadi pada depresi gara-gara dipaksa ngerjain 55% soal dengan benar. Kalo gw bisa sadis, gw mau bilang ke murid-murid yang pada bunuh diri itu, &quot;Cengeng lu semua!&quot;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
