<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Eutanasia Sudah Lama di Indonesia	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:30:54 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18242</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2014 13:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/03/10/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18242</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18239&quot;&gt;Ranger Kimi&lt;/a&gt;.

Penderita dengan PVS atau Persistent Vegetative State tidak mungkin tersenyum. Menyangka pasien tersenyum sama dengan tidak mempercayai diagnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan bertambahnya pengetahuan seseorang, maka orang akan mengetahui bahwa otak yang mati adalah akhir dari kehidupan yang berkualitas. Dengan mengetahui ini, maka sikapnya akan menjadi memahami. Orang yang sudah memahami akan lebih mampu menerima kenyataan bahwa penderita ini sudah tidak mungkin ditolong lagi, sehingga ia akan merelakan orang yang dikasihinya ini meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya kan sebetulnya bukanlah membiarkan orang yang dikasihi itu meninggal, tetapi pada akhirnya kembali kepada pertanyaan, apakah ia sendiri mau menerima kenyataan atau tidak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18239">Ranger Kimi</a>.</p>
<p>Penderita dengan PVS atau Persistent Vegetative State tidak mungkin tersenyum. Menyangka pasien tersenyum sama dengan tidak mempercayai diagnosis.</p>
<p>Seiring dengan bertambahnya pengetahuan seseorang, maka orang akan mengetahui bahwa otak yang mati adalah akhir dari kehidupan yang berkualitas. Dengan mengetahui ini, maka sikapnya akan menjadi memahami. Orang yang sudah memahami akan lebih mampu menerima kenyataan bahwa penderita ini sudah tidak mungkin ditolong lagi, sehingga ia akan merelakan orang yang dikasihinya ini meninggal.</p>
<p>Persoalannya kan sebetulnya bukanlah membiarkan orang yang dikasihi itu meninggal, tetapi pada akhirnya kembali kepada pertanyaan, apakah ia sendiri mau menerima kenyataan atau tidak.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18241</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2014 13:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/03/10/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18241</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18238&quot;&gt;Momzhak&lt;/a&gt;.

Wah, saya belom pernah menyaksikan euthanasia yang dilakukan diam-diam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18238">Momzhak</a>.</p>
<p>Wah, saya belom pernah menyaksikan euthanasia yang dilakukan diam-diam.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ranger Kimi		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18239</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ranger Kimi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2014 00:02:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/03/10/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18239</guid>

					<description><![CDATA[Pernah aku baca kasus (lupa yg mana) keluarganya mempertahankan hidup si pasien karena merasa pernah melihat reaksi pasien tersenyum ketika melihat salah satu anggota keluarga masuk ke kamarnya. Padahal si pasien sudah dideclared PVS, bagaimana bisa bereaksi tersenyum kalau begitu kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak dari kita yang masih belum mengerti kalau otak sudah mati, ya tidak mungkin lagi bisa punya kehidupan. Jika seandainya atas kuasa Tuhan otak pasien dinyatakan mati kemudian bisa berfungsi kembali, yah seperti yang Mbak Vicky tulis &#034;otak yang mati tidak akan bisa sembuh seperti sedia kala&#034;. Definisi mati bagi kebanyakan dari kita masih berhentinya detak jantung, bukan otak yang mati. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah aku baca kasus (lupa yg mana) keluarganya mempertahankan hidup si pasien karena merasa pernah melihat reaksi pasien tersenyum ketika melihat salah satu anggota keluarga masuk ke kamarnya. Padahal si pasien sudah dideclared PVS, bagaimana bisa bereaksi tersenyum kalau begitu kan? </p>
<p>Mungkin banyak dari kita yang masih belum mengerti kalau otak sudah mati, ya tidak mungkin lagi bisa punya kehidupan. Jika seandainya atas kuasa Tuhan otak pasien dinyatakan mati kemudian bisa berfungsi kembali, yah seperti yang Mbak Vicky tulis &quot;otak yang mati tidak akan bisa sembuh seperti sedia kala&quot;. Definisi mati bagi kebanyakan dari kita masih berhentinya detak jantung, bukan otak yang mati. </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Momzhak		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18238</link>

		<dc:creator><![CDATA[Momzhak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2014 13:45:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/03/10/eutanasia-sudah-lama-di-indonesia/#comment-18238</guid>

					<description><![CDATA[Iya dok, makanya definisi mati yg sebenarnya itu mati batang otak, bukan mati jantung atu berhenti nafas. Cuma orang awam belum banyak yg tahu. Kasian juga kalau ada yg orang hidup yg lebih membutuhkan ICU atau &#039;pipa-pipaan&#039; tadi tapi gak bisa karena kepake sama pasien MBO... -_-&#034;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euthanasia yg pakai obat katanya diam-diam ada dok? Bener gak ya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iya dok, makanya definisi mati yg sebenarnya itu mati batang otak, bukan mati jantung atu berhenti nafas. Cuma orang awam belum banyak yg tahu. Kasian juga kalau ada yg orang hidup yg lebih membutuhkan ICU atau &#39;pipa-pipaan&#39; tadi tapi gak bisa karena kepake sama pasien MBO&#8230; -_-&quot;</p>
<p>Euthanasia yg pakai obat katanya diam-diam ada dok? Bener gak ya?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
