<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Facebook-mu Bukanlah Dirimu	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:44:22 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3327</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 22:29:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3327</guid>

					<description><![CDATA[Emang dasar lu nggak ditakdirin buat ber-Facebook ria, Man. Hahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Emang dasar lu nggak ditakdirin buat ber-Facebook ria, Man. Hahaha!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Arman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3326</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 16:23:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3326</guid>

					<description><![CDATA[gua males bikin account fb sendiri. jadi nebeng punya esther dikasih nama berdua. huahahaha... :P]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>gua males bikin account fb sendiri. jadi nebeng punya esther dikasih nama berdua. huahahaha&#8230; 😛</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sang Cerpenis bercerita		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3325</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sang Cerpenis bercerita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:49:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3325</guid>

					<description><![CDATA[kalo gak bisa main fesbuk memang lebih baik jangan punya akun fb. bikin penuh akun fb aja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalo gak bisa main fesbuk memang lebih baik jangan punya akun fb. bikin penuh akun fb aja.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3324</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:37:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3324</guid>

					<description><![CDATA[Untungnya Facebook belum bikin gw bosen. Soalnya dengan Facebook, terbukti trafik blog gw akhir-akhir ini meningkat, hehe.. Makanya diurus dong Facebook-nya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untungnya Facebook belum bikin gw bosen. Soalnya dengan Facebook, terbukti trafik blog gw akhir-akhir ini meningkat, hehe.. Makanya diurus dong Facebook-nya!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Budhi		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3323</link>

		<dc:creator><![CDATA[Budhi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3323</guid>

					<description><![CDATA[Memang facebook lagi in banget tapi lama2 kok jadi bosen ya...hehehe...sekarang malah main gamenya aja. Ada kegunaannya juga sih bisa ketemu temen2 lama yang udah sepuluh taunan ngga ketemu...&lt;br /&gt;:)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang facebook lagi in banget tapi lama2 kok jadi bosen ya&#8230;hehehe&#8230;sekarang malah main gamenya aja. Ada kegunaannya juga sih bisa ketemu temen2 lama yang udah sepuluh taunan ngga ketemu&#8230;<br />🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: -3-		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3322</link>

		<dc:creator><![CDATA[-3-]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 10:59:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3322</guid>

					<description><![CDATA[kayaknya gue banget tuh Vick, punya fesbuk buat gaya ama koleksi temen doang gak pernah diurus...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kayaknya gue banget tuh Vick, punya fesbuk buat gaya ama koleksi temen doang gak pernah diurus&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3320</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 10:49:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3320</guid>

					<description><![CDATA[Aku pernah baca di suatu koran bahwa Facebook udah jadi gaya hidup. Jika kau berada di lingkungan kantor yang pegawainya kiri-kanan ngomongin Facebook melulu, lama-lama kau akan merasa terasing coz kau nggak punya. Itu yang bikin orang merasa bahwa punya Facebook itu hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang pada dasarnya punya kepribadian yang direpresi dalam jiwa masing-masing. Entah itu sifat ingin aktual (baca: populer), ingin nampak cakep, dan sebagainya. Di dunia nyata tidak selalu gampang buat mewujudkan itu. Tapi di Facebook, orang bisa melakukannya. Coba amati, ada nggak teman Anda yang friend-nya nampak 500 orang padahal kesehariannya orang itu susah diajak omong? Ada nggak teman Anda yang di fotonya nampak cantik padahal sehari-harinya tampangnya kayak telor ceplok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku setuju bahwa membedah blog seseorang jauh lebih akurat hasilnya untuk mengenal orang itu, ketimbang memercayai profil Facebooknya. Tapi ini tidak berlaku buat blognya artis! Soalnya rata-rata artis tuh, blognya diupdate oleh tim manajemennya, bukan oleh artisnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook punya alasan buat jadi parno terhadap penggunanya sendiri. Kalo monitoring jumlah update status kayaknya sih enggak lah. Tapi apa iya ada orang yang punya temen berupa cowok doang atau berupa cewek doang? Kan aneh tuh.&lt;br /&gt;Tapi soal jumlah friend, aku bisa ngerti. Di negara asal Facebook, orang-orang Amrik nggak biasa punya teman sampai 200 orang, kecuali dia tokoh masyarakat (misalnya sheriff, walikota).&lt;br /&gt;Aku pernah dikomentarin seorang teman bule di Friendster yang asal Michigan. Katanya, &#034;Wow! You have 400 friends! Do you know all of them?&#034;&lt;br /&gt;Aku jawab, &#034;Yes, I know where they went to school, I know how many kids they have, and I know some of their husbands sleep with others..&#034; :-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung kenapa orang mesti terintimidasi dengan kehebatan orang lain di Facebook. Nampaknya orang masih nggak tau gimana membuat dirinya sendiri nampak &#034;hebat&#034; sehingga dia perlu iri kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Hedi, kenapa buka Facebooknya lama? Ganti browsernya, ganti provider internetnya dong..:-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Setiawan, kemaren aku mampir Fatamorgana. Tapi aku nggak ngerti mau komentar apa.. :-)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku pernah baca di suatu koran bahwa Facebook udah jadi gaya hidup. Jika kau berada di lingkungan kantor yang pegawainya kiri-kanan ngomongin Facebook melulu, lama-lama kau akan merasa terasing coz kau nggak punya. Itu yang bikin orang merasa bahwa punya Facebook itu hukumnya wajib.</p>
<p>Tiap orang pada dasarnya punya kepribadian yang direpresi dalam jiwa masing-masing. Entah itu sifat ingin aktual (baca: populer), ingin nampak cakep, dan sebagainya. Di dunia nyata tidak selalu gampang buat mewujudkan itu. Tapi di Facebook, orang bisa melakukannya. Coba amati, ada nggak teman Anda yang friend-nya nampak 500 orang padahal kesehariannya orang itu susah diajak omong? Ada nggak teman Anda yang di fotonya nampak cantik padahal sehari-harinya tampangnya kayak telor ceplok?</p>
<p>Aku setuju bahwa membedah blog seseorang jauh lebih akurat hasilnya untuk mengenal orang itu, ketimbang memercayai profil Facebooknya. Tapi ini tidak berlaku buat blognya artis! Soalnya rata-rata artis tuh, blognya diupdate oleh tim manajemennya, bukan oleh artisnya sendiri.</p>
<p>Facebook punya alasan buat jadi parno terhadap penggunanya sendiri. Kalo monitoring jumlah update status kayaknya sih enggak lah. Tapi apa iya ada orang yang punya temen berupa cowok doang atau berupa cewek doang? Kan aneh tuh.<br />Tapi soal jumlah friend, aku bisa ngerti. Di negara asal Facebook, orang-orang Amrik nggak biasa punya teman sampai 200 orang, kecuali dia tokoh masyarakat (misalnya sheriff, walikota).<br />Aku pernah dikomentarin seorang teman bule di Friendster yang asal Michigan. Katanya, &quot;Wow! You have 400 friends! Do you know all of them?&quot;<br />Aku jawab, &quot;Yes, I know where they went to school, I know how many kids they have, and I know some of their husbands sleep with others..&quot; 😛</p>
<p>Aku bingung kenapa orang mesti terintimidasi dengan kehebatan orang lain di Facebook. Nampaknya orang masih nggak tau gimana membuat dirinya sendiri nampak &quot;hebat&quot; sehingga dia perlu iri kepada orang lain.</p>
<p>Mas Hedi, kenapa buka Facebooknya lama? Ganti browsernya, ganti provider internetnya dong..:-D</p>
<p>Mas Setiawan, kemaren aku mampir Fatamorgana. Tapi aku nggak ngerti mau komentar apa.. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: depz		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3319</link>

		<dc:creator><![CDATA[depz]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 10:47:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3319</guid>

					<description><![CDATA[ahhh&lt;br /&gt;jadi pengen nyanyi lagu jadul (lupa lagu sapa, kalo ga salah dewi yull&#034;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#034;....kau bukan dirimu lagi&lt;br /&gt;..kau bukan yang dulu lagi&#034;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halahhhhh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ahhh<br />jadi pengen nyanyi lagu jadul (lupa lagu sapa, kalo ga salah dewi yull&quot;</p>
<p>&quot;&#8230;.kau bukan dirimu lagi<br />..kau bukan yang dulu lagi&quot;</p>
<p>halahhhhh</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: buwel		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3318</link>

		<dc:creator><![CDATA[buwel]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:20:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3318</guid>

					<description><![CDATA[Hidup facebook wes...hehehehe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup facebook wes&#8230;hehehehe</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: mawi wijna		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3317</link>

		<dc:creator><![CDATA[mawi wijna]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:12:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/24/facebook-mu-bukanlah-dirimu/#comment-3317</guid>

					<description><![CDATA[Sepertinya sifat &#034;ikut-ikutan&#034; rakyat kita ini makin lama makin parah aja. Udahlah kalau emang ndak bisa atau ndak tertarik buat FB ya jangan buat akun FB apalagi diurus sama orang lain. Saya setuju sama mas airbening klo dari Blog lebih mencerminkan si pengguna ketimbang FB. Dan tentu Blog lebih berbobot ketimbang Status Update.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya sifat &quot;ikut-ikutan&quot; rakyat kita ini makin lama makin parah aja. Udahlah kalau emang ndak bisa atau ndak tertarik buat FB ya jangan buat akun FB apalagi diurus sama orang lain. Saya setuju sama mas airbening klo dari Blog lebih mencerminkan si pengguna ketimbang FB. Dan tentu Blog lebih berbobot ketimbang Status Update.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
