<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Jalan Menjadi Pengusaha di Bazaar Gaul	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Mar 2017 15:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19890</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2015 15:17:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19890</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19889&quot;&gt;D Sukmana Adi&lt;/a&gt;.

Iya, betul, Mas Sukmana. Apakah di Solo juga sering ada ruang kreatif seperti ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19889">D Sukmana Adi</a>.</p>
<p>Iya, betul, Mas Sukmana. Apakah di Solo juga sering ada ruang kreatif seperti ini?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: D Sukmana Adi		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19889</link>

		<dc:creator><![CDATA[D Sukmana Adi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2015 15:09:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19889</guid>

					<description><![CDATA[kreatif spacenya keren, disini bisa menuangkan hobby dan ide jadi duit pastinnya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kreatif spacenya keren, disini bisa menuangkan hobby dan ide jadi duit pastinnya..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19849</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2015 09:55:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19849</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19848&quot;&gt;Mukhofas Al-Fikri&lt;/a&gt;.

Saya mengharapkan pedagang yang miskin untuk tetap kreatif. Sebab kreativitas membuat orang yang semula miskin bisa menjadi maju. Tetapi jika pedagang tidak kreatif, pedagang tersebut akan mudah tersingkirkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19848">Mukhofas Al-Fikri</a>.</p>
<p>Saya mengharapkan pedagang yang miskin untuk tetap kreatif. Sebab kreativitas membuat orang yang semula miskin bisa menjadi maju. Tetapi jika pedagang tidak kreatif, pedagang tersebut akan mudah tersingkirkan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Mukhofas Al-Fikri		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19848</link>

		<dc:creator><![CDATA[Mukhofas Al-Fikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2015 09:37:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19848</guid>

					<description><![CDATA[mereka makin cerdas dan kreatif saja dalam mengolah ide bisnis termasuk usaha gaul ini deh. tapi juga punya efek menyingkir para pedagang yang kreatif dan miskin. kasihan sekali melihat yang miskin itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mereka makin cerdas dan kreatif saja dalam mengolah ide bisnis termasuk usaha gaul ini deh. tapi juga punya efek menyingkir para pedagang yang kreatif dan miskin. kasihan sekali melihat yang miskin itu.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19843</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2015 05:12:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19843</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19838&quot;&gt;@nurulrahma&lt;/a&gt;.

Kamu OOT..!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19838">@nurulrahma</a>.</p>
<p>Kamu OOT..!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: @nurulrahma		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19838</link>

		<dc:creator><![CDATA[@nurulrahma]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2015 04:11:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19838</guid>

					<description><![CDATA[Mbaaak, soriii aku komen blog dikau aja yaaa... KECE BEUDSSS]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mbaaak, soriii aku komen blog dikau aja yaaa&#8230; KECE BEUDSSS</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19817</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2015 04:17:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19817</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19816&quot;&gt;Ceritaeka&lt;/a&gt;.

Awal-awal diadakan, bazaar pop-up begini memang lebih mengejar keuntungan daripada kenyamanan pengunjung. Seiring dengan banyaknya panitia yang punya agenda terselubung di balik penyewaan booth, mereka mulai membangun booth yang lebih nyaman supaya pengunjung betah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19816">Ceritaeka</a>.</p>
<p>Awal-awal diadakan, bazaar pop-up begini memang lebih mengejar keuntungan daripada kenyamanan pengunjung. Seiring dengan banyaknya panitia yang punya agenda terselubung di balik penyewaan booth, mereka mulai membangun booth yang lebih nyaman supaya pengunjung betah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ceritaeka		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19816</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ceritaeka]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2015 03:57:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19816</guid>

					<description><![CDATA[Bazaar po-up ini bikin seneng karena jadi ada pilihan lain waktu ke mall. Tapiiii, kadang sebel kalo pengaturan booth-nya menganggu kenyamanan pengunjung :(]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bazaar po-up ini bikin seneng karena jadi ada pilihan lain waktu ke mall. Tapiiii, kadang sebel kalo pengaturan booth-nya menganggu kenyamanan pengunjung 🙁</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19804</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2015 07:25:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19804</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19796&quot;&gt;Brillie&lt;/a&gt;.

Ya, aku ngerti maksudmu. Kalo ambil makanan-minuman sebagai produk bisnis, risikonya kudu dinamis mengikuti trend. Dan trend jajanan di Surabaya itu, turnovernya cepet banget. *jadi inget kue cubit, aku belom sempat nyobain, tapi trend-nya sekarang udah redup lagi*

Ada sih minuman yang nggak redup sampai sekarang, Brill. Namanya teh. Di Surabaya ada Teh Gopek, Teh Rosela, terus ada macem-macem vendor yang jualan milk tea. Itu berlangsung lama sampai 5 tahun lebih.

Aku sendiri rada selektif kalo mau ajak temen buat hore-hore di bazaar di Surabaya. Makanan yang dijual sangat variatif, tapi aku perkirakan sesorang harus merogoh minimal Rp 20k untuk seporsi snack. Belum lagi kalo makanannya berat, bisa lebih banyak lagi yang harus dibayar.

 Anehnya, hampir semua vendor yang jualan di bazaar ini seringkali out of stock alias
 kehabisan. Dan hampir semuanya buka stand lagi di bazaar lainnya. Bukankah ini pertanda bahwa demand terhadap produk mereka selalu ada? Dan, account Instahram dari masing-masing vendor ini selalu mengandung follower banyak. Saban kali posting foto, pasti aja yang nge-like banyak banget. Berarti kan produk mereka selalu diminta, meskipun mungkin harganya di atas rerata? Kemampuan berbelanja para pengunjung sepertinya sudah meningkat, Brill, meskipun harga di pasaran juga meninggi, hahahaa..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19796">Brillie</a>.</p>
<p>Ya, aku ngerti maksudmu. Kalo ambil makanan-minuman sebagai produk bisnis, risikonya kudu dinamis mengikuti trend. Dan trend jajanan di Surabaya itu, turnovernya cepet banget. *jadi inget kue cubit, aku belom sempat nyobain, tapi trend-nya sekarang udah redup lagi*</p>
<p>Ada sih minuman yang nggak redup sampai sekarang, Brill. Namanya teh. Di Surabaya ada Teh Gopek, Teh Rosela, terus ada macem-macem vendor yang jualan milk tea. Itu berlangsung lama sampai 5 tahun lebih.</p>
<p>Aku sendiri rada selektif kalo mau ajak temen buat hore-hore di bazaar di Surabaya. Makanan yang dijual sangat variatif, tapi aku perkirakan sesorang harus merogoh minimal Rp 20k untuk seporsi snack. Belum lagi kalo makanannya berat, bisa lebih banyak lagi yang harus dibayar.</p>
<p> Anehnya, hampir semua vendor yang jualan di bazaar ini seringkali out of stock alias<br />
 kehabisan. Dan hampir semuanya buka stand lagi di bazaar lainnya. Bukankah ini pertanda bahwa demand terhadap produk mereka selalu ada? Dan, account Instahram dari masing-masing vendor ini selalu mengandung follower banyak. Saban kali posting foto, pasti aja yang nge-like banyak banget. Berarti kan produk mereka selalu diminta, meskipun mungkin harganya di atas rerata? Kemampuan berbelanja para pengunjung sepertinya sudah meningkat, Brill, meskipun harga di pasaran juga meninggi, hahahaa..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Brillie		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jalan-menjadi-pengusaha-di-bazaar-gaul/#comment-19796</link>

		<dc:creator><![CDATA[Brillie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2015 02:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3403#comment-19796</guid>

					<description><![CDATA[makanan2 kekinian biasanya cuma laku di bazar.. tapi biasanya yg beli cuma karena penasaran dan bukan long term buy.
padahal sebagai pelaku bisnis, pinginnya sih produk yang bisa bertahan minimal 5 tahun. aku pernah nyoba ambil franchise startup minuman, ternyata ngejalaninnya nggak mudah. butuh tim yang solid banget.

eh, makanan2 di bazar surabaya ini kurang lebih sama seperti tangerang / jakarta. menurutku mahal kalau untuk ukuran surabaya, hehehe..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>makanan2 kekinian biasanya cuma laku di bazar.. tapi biasanya yg beli cuma karena penasaran dan bukan long term buy.<br />
padahal sebagai pelaku bisnis, pinginnya sih produk yang bisa bertahan minimal 5 tahun. aku pernah nyoba ambil franchise startup minuman, ternyata ngejalaninnya nggak mudah. butuh tim yang solid banget.</p>
<p>eh, makanan2 di bazar surabaya ini kurang lebih sama seperti tangerang / jakarta. menurutku mahal kalau untuk ukuran surabaya, hehehe..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
