<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Jiplakan Sistemik	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2015 15:57:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7618</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 00:42:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7618</guid>

					<description><![CDATA[Cara yang cerdas ya, Mbak? Suruh orang lain mbaca, dosennya tinggal ndengerin. Mungkin dosennya sendiri adalah tipe yang mendengarkan lebih baik ketimbang membaca sendiri. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara yang cerdas ya, Mbak? Suruh orang lain mbaca, dosennya tinggal ndengerin. Mungkin dosennya sendiri adalah tipe yang mendengarkan lebih baik ketimbang membaca sendiri. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: reni		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7614</link>

		<dc:creator><![CDATA[reni]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 15:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7614</guid>

					<description><![CDATA[Dulu dosenku yang sedang tugas belajar, pasti nyuruh mahasiswanya utk membuat rekap sebuah buku (Bhs. Inggris lagi!) secara berkelompok...&lt;br /&gt;Jadi tuh dosen tak perlu repot-2 lagi baca buku tebal dan cukup baca rekap dari para mahasiswanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu dosenku yang sedang tugas belajar, pasti nyuruh mahasiswanya utk membuat rekap sebuah buku (Bhs. Inggris lagi!) secara berkelompok&#8230;<br />Jadi tuh dosen tak perlu repot-2 lagi baca buku tebal dan cukup baca rekap dari para mahasiswanya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7612</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 10:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7612</guid>

					<description><![CDATA[Malu-maluin ajah!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malu-maluin ajah!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: PRof		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7610</link>

		<dc:creator><![CDATA[PRof]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 06:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7610</guid>

					<description><![CDATA[Kayaknya yang beginian dah biasa dah..., copy sana paste sini, kasih tanda tangan biar dikira karya pribadi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya yang beginian dah biasa dah&#8230;, copy sana paste sini, kasih tanda tangan biar dikira karya pribadi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7604</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 01:04:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7604</guid>

					<description><![CDATA[Tanpa maksud menghina, aku sering melihat akhir-akhir ini dosen-dosenku waktu kuliah dulu, sekarang sudah banyak yang berangkat jadi guru besar. Semula aku terheran-heran bin kagum, coz terus terang aja, aku sempat meragukan dedikasi mereka terhadap pendidikan, kalau mengingat dulu mereka-mereka jarang banget masuk buat ngajar kuliahku atau kasih tutorial pas aku jadi mahasiswa magang.&lt;br /&gt;Sekarang baru dapetlah ide bahwa ternyata mendapat gelar doktor atau bahkan guru besar itu sangat gampang, asal tahu cara triknya copy-paste dari sumber yang tepat dan oleh tenaga kerja yang tepat.&lt;br /&gt;Mendadak, aku jadi kesiyan sama para guru besar yang mendapatkan gelar mereka dengan sungguhan tanpa mencontek. Mereka hampir kehilangan segala-galanya untuk itu: kepala nyaris gundul, rumah nggak terurus, anak mereka sendiri terabaikan coz mereka banting tulang baca buku buat cari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya mahasiswa jangan dibiasakan mikir a la copy paste gitu. Belajar dari buku teks sungguhan, baca jurnal sungguhan. Peredaran jurnal-jurnal dalam bentuk e-book itu lama-lama mengikis mental kita untuk menulis karya ilmiah dengan jujur.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa maksud menghina, aku sering melihat akhir-akhir ini dosen-dosenku waktu kuliah dulu, sekarang sudah banyak yang berangkat jadi guru besar. Semula aku terheran-heran bin kagum, coz terus terang aja, aku sempat meragukan dedikasi mereka terhadap pendidikan, kalau mengingat dulu mereka-mereka jarang banget masuk buat ngajar kuliahku atau kasih tutorial pas aku jadi mahasiswa magang.<br />Sekarang baru dapetlah ide bahwa ternyata mendapat gelar doktor atau bahkan guru besar itu sangat gampang, asal tahu cara triknya copy-paste dari sumber yang tepat dan oleh tenaga kerja yang tepat.<br />Mendadak, aku jadi kesiyan sama para guru besar yang mendapatkan gelar mereka dengan sungguhan tanpa mencontek. Mereka hampir kehilangan segala-galanya untuk itu: kepala nyaris gundul, rumah nggak terurus, anak mereka sendiri terabaikan coz mereka banting tulang baca buku buat cari ilmu.</p>
<p>Mestinya mahasiswa jangan dibiasakan mikir a la copy paste gitu. Belajar dari buku teks sungguhan, baca jurnal sungguhan. Peredaran jurnal-jurnal dalam bentuk e-book itu lama-lama mengikis mental kita untuk menulis karya ilmiah dengan jujur.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: didut		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7600</link>

		<dc:creator><![CDATA[didut]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 19:30:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7600</guid>

					<description><![CDATA[makanya salah satu (atau salah dua) temen dari eropa sempet bigung, mahasiswa disini kok jarang yg keliatan baca buku yah :p &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mahasiswa aja keliatan jarang baca buku tapi gak tau juga mahasiswa jaman sekarang, ini memang mengenai culture]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>makanya salah satu (atau salah dua) temen dari eropa sempet bigung, mahasiswa disini kok jarang yg keliatan baca buku yah :p </p>
<p>Dari mahasiswa aja keliatan jarang baca buku tapi gak tau juga mahasiswa jaman sekarang, ini memang mengenai culture</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sri Riyati		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7597</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sri Riyati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 15:52:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7597</guid>

					<description><![CDATA[Iya sih Vic, aku juga ngerasa, kebanyakan orang (di lingkungan akademisi lho) cuma kejar setoran. Bukan mikirin minat atau ketertarikan pada suatu subyek. Kalo ditanya kenapa neliti ini, ya karena adanya ini dan yang dapet biaya dari luar ini jadi dikerjain aja ini. Jadilah si-ini semata pekerjaan yang &#034;cepat selesai semakin bagus&#034; bukannya ada keingintahuan/ide/ketekunan untuk memecahkan masalah. Tambah lagi, dokter apalagi spesialis, memang sibuk praktek (harap dipertimbangkan juga, pasien=uang) dan terus terang saja, mengembangkan ilmu terlalu berat kalo disambi praktek. Delegasi itu OK2 saja asal ide dan editor/reviewernya si spesialis sendiri (dan diperiksa ketat, bukan terima jadi). Bukankah memalukan untuk mempresentasikan sesuatu yang tidak diketahui karena dikerjakan orang lain? Ini seperti lipsing. Dan kalau itu artikel lama, sungguh, kita berhak protes (ingat konsumen adalah raja). Ada juga yang menerbitkan artikel lama, artikel orang lain, artikel &#039;daur ulang&#039; demi ajang cari gelar ini. Aku ngerasa banget, sekitar kita ini maunya instan, langsung dapet gelar, langsung jadi guru besar. Tapi kalo kita tidak menjalani prosesnya benar-benar, ibarat bunga kembang tak jadi (apaan coba). Ya ibarat mangga karbitan. Kulitnya kuning buahnya masam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iya sih Vic, aku juga ngerasa, kebanyakan orang (di lingkungan akademisi lho) cuma kejar setoran. Bukan mikirin minat atau ketertarikan pada suatu subyek. Kalo ditanya kenapa neliti ini, ya karena adanya ini dan yang dapet biaya dari luar ini jadi dikerjain aja ini. Jadilah si-ini semata pekerjaan yang &quot;cepat selesai semakin bagus&quot; bukannya ada keingintahuan/ide/ketekunan untuk memecahkan masalah. Tambah lagi, dokter apalagi spesialis, memang sibuk praktek (harap dipertimbangkan juga, pasien=uang) dan terus terang saja, mengembangkan ilmu terlalu berat kalo disambi praktek. Delegasi itu OK2 saja asal ide dan editor/reviewernya si spesialis sendiri (dan diperiksa ketat, bukan terima jadi). Bukankah memalukan untuk mempresentasikan sesuatu yang tidak diketahui karena dikerjakan orang lain? Ini seperti lipsing. Dan kalau itu artikel lama, sungguh, kita berhak protes (ingat konsumen adalah raja). Ada juga yang menerbitkan artikel lama, artikel orang lain, artikel &#39;daur ulang&#39; demi ajang cari gelar ini. Aku ngerasa banget, sekitar kita ini maunya instan, langsung dapet gelar, langsung jadi guru besar. Tapi kalo kita tidak menjalani prosesnya benar-benar, ibarat bunga kembang tak jadi (apaan coba). Ya ibarat mangga karbitan. Kulitnya kuning buahnya masam.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7594</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 13:21:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7594</guid>

					<description><![CDATA[Mungkin aja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin aja.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: gayuh		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7593</link>

		<dc:creator><![CDATA[gayuh]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 13:10:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7593</guid>

					<description><![CDATA[wah yang sering nyontek mesti orangnya suka sontek]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wah yang sering nyontek mesti orangnya suka sontek</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/jiplakan-sistemik/#comment-7591</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 09:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/02/10/jiplakan-sistemik/#comment-7591</guid>

					<description><![CDATA[Ikutan misuh-misuh juga sama Eka.. :D]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikutan misuh-misuh juga sama Eka.. 😀</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
