<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Kapan Nyeri Haid Dianggap Serius	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:32:22 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17192</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 15:47:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17192</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17170&quot;&gt;TheBlogg&lt;/a&gt;.

Mbak yang mengidap endometriosis, senang sekali Anda sudah berbagi derita Anda di sini. Selaku asisten dokter kandungan yang mendalami endometriosis, saya lebih setuju jika Anda minta cuti sakit saja, bukan cuti haid. Karena memang endometriosis itu penyakit serius, saya sendiri menganggap endometriosis itu sama dengan penyakit jantung yang sama-sama mengganggu kualitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma penasaran sudah berapa banyak yang Anda lakukan untuk membebaskan diri dari endometriosis ini? Apakah Anda milih suntik Tapros atau histerektomi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17170">TheBlogg</a>.</p>
<p>Mbak yang mengidap endometriosis, senang sekali Anda sudah berbagi derita Anda di sini. Selaku asisten dokter kandungan yang mendalami endometriosis, saya lebih setuju jika Anda minta cuti sakit saja, bukan cuti haid. Karena memang endometriosis itu penyakit serius, saya sendiri menganggap endometriosis itu sama dengan penyakit jantung yang sama-sama mengganggu kualitas hidup.</p>
<p>Saya cuma penasaran sudah berapa banyak yang Anda lakukan untuk membebaskan diri dari endometriosis ini? Apakah Anda milih suntik Tapros atau histerektomi?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: TheBlogg		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17170</link>

		<dc:creator><![CDATA[TheBlogg]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 09:52:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-17170</guid>

					<description><![CDATA[Hello, komentar saya telat nih, tapi nggak papa deh :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau komentar mengenai pentingnya cuti haid.  Untuk perempuan normal, nyeri haid memang masih bisa ditoleransi.  Tapi untuk saya yang didiagnosa endometriosis, cuti haid amat sangat perlu setiap bulannya, minimal 2 hari, karena biasanya sakit berlebihan itu datang dan pergi hingga hari ke-3, namun tidak selalu.   Bagi saya pada saat haid, dinginnya AC menambah sakit semakin jadi sampai saya mual dan muntah hingga nggak ada lagi cairan di badan.  Semua yang masuk secara oral, dalam hitungan detik pasti langsung dimuntahkan lagi.  Kalau sudah begitu saya dibawa ke UGD untuk infus cairan. Sudah langganan hampir tiap bulan ke UGD :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endometriosis bisa diderita oleh semua perempuan yang mengalami menstruasi (bukan yang belum menikah aja loh ya) dan semua obgyn di seluruh dunia tidak tahu penyebab pastinya.  Endometriosis hanya dapat sembuh apabila perempuan tersebut hamil.  Namun kebanyakan penderita endometriosis sulit untuk hamil, tapi bukannya tidak mungkin.  Hanya saja chance untuk hamil tidak sebesar perempuan tanpa endometriosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau Anda bilang cuti haid tidak perlu, mungkin bagi perempuan sehat memang tidak perlu.  Tapi bagi yang punya masalah dengan reproduksi, cuti haid amat sangat perlu :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga informasi ini membantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks a bunch.&lt;br /&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hello, komentar saya telat nih, tapi nggak papa deh 🙂 </p>
<p>Mau komentar mengenai pentingnya cuti haid.  Untuk perempuan normal, nyeri haid memang masih bisa ditoleransi.  Tapi untuk saya yang didiagnosa endometriosis, cuti haid amat sangat perlu setiap bulannya, minimal 2 hari, karena biasanya sakit berlebihan itu datang dan pergi hingga hari ke-3, namun tidak selalu.   Bagi saya pada saat haid, dinginnya AC menambah sakit semakin jadi sampai saya mual dan muntah hingga nggak ada lagi cairan di badan.  Semua yang masuk secara oral, dalam hitungan detik pasti langsung dimuntahkan lagi.  Kalau sudah begitu saya dibawa ke UGD untuk infus cairan. Sudah langganan hampir tiap bulan ke UGD 🙂</p>
<p>Endometriosis bisa diderita oleh semua perempuan yang mengalami menstruasi (bukan yang belum menikah aja loh ya) dan semua obgyn di seluruh dunia tidak tahu penyebab pastinya.  Endometriosis hanya dapat sembuh apabila perempuan tersebut hamil.  Namun kebanyakan penderita endometriosis sulit untuk hamil, tapi bukannya tidak mungkin.  Hanya saja chance untuk hamil tidak sebesar perempuan tanpa endometriosis. </p>
<p>Jadi kalau Anda bilang cuti haid tidak perlu, mungkin bagi perempuan sehat memang tidak perlu.  Tapi bagi yang punya masalah dengan reproduksi, cuti haid amat sangat perlu 🙂 </p>
<p>Semoga informasi ini membantu. </p>
<p>thanks a bunch.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16297</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2012 15:17:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16297</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16257&quot;&gt;Reni N. Palupi&lt;/a&gt;.

Walah, panjang bener.. Saya jawab via e-mail aja ya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16257">Reni N. Palupi</a>.</p>
<p>Walah, panjang bener.. Saya jawab via e-mail aja ya..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16295</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2012 15:03:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16295</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16219&quot;&gt;monic&lt;/a&gt;.

Ah, jangan dibahas di sini.. Panjang nih, sudah 24 komentar, pegel bacanya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16219">monic</a>.</p>
<p>Ah, jangan dibahas di sini.. Panjang nih, sudah 24 komentar, pegel bacanya..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16293</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2012 15:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16293</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16218&quot;&gt;risdania syf&lt;/a&gt;.

Amiinn..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16218">risdania syf</a>.</p>
<p>Amiinn..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Rie Rie		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16277</link>

		<dc:creator><![CDATA[Rie Rie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2012 00:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16277</guid>

					<description><![CDATA[yups ..nyeri paling cuma hari pertama kedua aja. Syukurlah aku gak sampek guling2 nyerinya kayak temenku. Menurutku nyeri itu juga sugesti deh, karena sebelum haid udah kepikir bakalan nyeri n pegel2, jadi pas haid nyeri dan pegel dikit aja jadi tambah luar biasa rasanya... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yups ..nyeri paling cuma hari pertama kedua aja. Syukurlah aku gak sampek guling2 nyerinya kayak temenku. Menurutku nyeri itu juga sugesti deh, karena sebelum haid udah kepikir bakalan nyeri n pegel2, jadi pas haid nyeri dan pegel dikit aja jadi tambah luar biasa rasanya&#8230; </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Reni N. Palupi		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16257</link>

		<dc:creator><![CDATA[Reni N. Palupi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2012 06:12:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16257</guid>

					<description><![CDATA[mbak, saya haid mulai usia 11 tahun (1 smp). awal2 haid, saya tidak pernah merasakan nyeri. saat smp kelas 2, saya mengalami pendarahan hebat (mens terus menerus sampai 1 bulan)sampai harus diopname dan didonorkan darah. cek ke dokter, katanya ada kista. kemudian saya diterapi obat untuk kista dan obat untuk hormon agar mens teratur. setelah beberapa waktu, dicek kembali ke dokter sudah hilang kistanya. :) tapi siklus mens saya blm teratur. tidak lama dari itu, di kelas 1 sma, saya kembali mengalami pendarahan, hanya tidak sampai masuk ke rumah sakit. saya kembali cek ke dokter dan diberikan obat pengatur hormon (semacam pil kb). &lt;br /&gt;setelah itu saya kuliah, siklus mens saya tidak bisa dibilang teratur juga. saat tingkat 3, saya sempat 3 bulan tidak mens. setelah mens, saya pendarahan kembali. cek lagi ke dokter, kata dokter kista tersebut muncul kembali. saya kembali diterapi obat dan diberi obat pengatur hormon sampai kista tersebut dinyatakan sudah hilang tapi siklus mens saya masih juga tidak teratur sampai saya berusia 24 tahun. waktu itu, saya sempat telat 3 bulan jg. setelah mens datang, saya pendarahan hebat lagi sampai harus dirawat di rumah sakit (diopname dan didonor darah). tapi, di sini dokter yang memeriksa saya tidak melihat adanya kista atau apa pun. hanya masalah hormon saja. saya kemudian diberi obat pengatur hormon kembali (seperti pil kb). alhamdulillah sejak bulan februari 2011 tersebut sampai sekarang, saya menstruasi lancar tiap bulan (meskipun lama siklusnya tidak selalu sama tapi masih di rentang 27 - 32 hari). saya menikah di bulan mei 2011. &lt;br /&gt;sejak februari 2011 tersebut, saya memang mendapat mens secara teratur, tapi pada hari ke3, saya selalu merasakan nyeri yang sangat (setelah seminggu sebelum mens ke-1, tanda2 seperti pd bengkak, perut kembung, dan jerawat datang). namun pada hari ke-4 dst, nyeri tersebut sudah hilang. saya sudah cek ke dokter dan di-usg untuk mencari tau apakah kista yang pernah saya derita muncul lagi atau bagaimana, tapi menurut 3 dokter yang saya temui pada waktu berbeda, memang sudah tidak ada. :)&lt;br /&gt;yang saya mau tanyakan, apakah saya baik2 saja? apa kista yang pernah saya alami dulu benar2 sudah hilang seperti diagnosa para dokter tersebut? apakah rasa sakit yang saya derita saat ini wajar? oiya, usia saya sekarang 26 tahun. terimakasih sebelumnya, mbak vicky. maaf panjang.. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mbak, saya haid mulai usia 11 tahun (1 smp). awal2 haid, saya tidak pernah merasakan nyeri. saat smp kelas 2, saya mengalami pendarahan hebat (mens terus menerus sampai 1 bulan)sampai harus diopname dan didonorkan darah. cek ke dokter, katanya ada kista. kemudian saya diterapi obat untuk kista dan obat untuk hormon agar mens teratur. setelah beberapa waktu, dicek kembali ke dokter sudah hilang kistanya. 🙂 tapi siklus mens saya blm teratur. tidak lama dari itu, di kelas 1 sma, saya kembali mengalami pendarahan, hanya tidak sampai masuk ke rumah sakit. saya kembali cek ke dokter dan diberikan obat pengatur hormon (semacam pil kb). <br />setelah itu saya kuliah, siklus mens saya tidak bisa dibilang teratur juga. saat tingkat 3, saya sempat 3 bulan tidak mens. setelah mens, saya pendarahan kembali. cek lagi ke dokter, kata dokter kista tersebut muncul kembali. saya kembali diterapi obat dan diberi obat pengatur hormon sampai kista tersebut dinyatakan sudah hilang tapi siklus mens saya masih juga tidak teratur sampai saya berusia 24 tahun. waktu itu, saya sempat telat 3 bulan jg. setelah mens datang, saya pendarahan hebat lagi sampai harus dirawat di rumah sakit (diopname dan didonor darah). tapi, di sini dokter yang memeriksa saya tidak melihat adanya kista atau apa pun. hanya masalah hormon saja. saya kemudian diberi obat pengatur hormon kembali (seperti pil kb). alhamdulillah sejak bulan februari 2011 tersebut sampai sekarang, saya menstruasi lancar tiap bulan (meskipun lama siklusnya tidak selalu sama tapi masih di rentang 27 &#8211; 32 hari). saya menikah di bulan mei 2011. <br />sejak februari 2011 tersebut, saya memang mendapat mens secara teratur, tapi pada hari ke3, saya selalu merasakan nyeri yang sangat (setelah seminggu sebelum mens ke-1, tanda2 seperti pd bengkak, perut kembung, dan jerawat datang). namun pada hari ke-4 dst, nyeri tersebut sudah hilang. saya sudah cek ke dokter dan di-usg untuk mencari tau apakah kista yang pernah saya derita muncul lagi atau bagaimana, tapi menurut 3 dokter yang saya temui pada waktu berbeda, memang sudah tidak ada. 🙂<br />yang saya mau tanyakan, apakah saya baik2 saja? apa kista yang pernah saya alami dulu benar2 sudah hilang seperti diagnosa para dokter tersebut? apakah rasa sakit yang saya derita saat ini wajar? oiya, usia saya sekarang 26 tahun. terimakasih sebelumnya, mbak vicky. maaf panjang.. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: yustha tt		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16248</link>

		<dc:creator><![CDATA[yustha tt]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2012 11:50:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16248</guid>

					<description><![CDATA[puji Tuhan, nyeri haidnya biasa aja..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>puji Tuhan, nyeri haidnya biasa aja..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: nicamperenique		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16223</link>

		<dc:creator><![CDATA[nicamperenique]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2012 05:35:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16223</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16202&quot;&gt;nicamperenique&lt;/a&gt;.

ya udah dilanjut di email aja deh hehehe ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16202">nicamperenique</a>.</p>
<p>ya udah dilanjut di email aja deh hehehe </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Uli kerenzia		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16222</link>

		<dc:creator><![CDATA[Uli kerenzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2012 09:03:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2012/10/16/kapan-nyeri-haid-dianggap-serius/#comment-16222</guid>

					<description><![CDATA[Dibawa istrahat saja jangan minum sering minum obat2 ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibawa istrahat saja jangan minum sering minum obat2 </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
