<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Listrik Dulu, Baru Tivi..!	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3070</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 11:43:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3070</guid>

					<description><![CDATA[Makanya kenalin dong, Mas. Hehehe..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makanya kenalin dong, Mas. Hehehe..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: =3=		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3069</link>

		<dc:creator><![CDATA[=3=]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 10:27:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3069</guid>

					<description><![CDATA[gak tahunya masih ada yang gak kenal sama presidennya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>gak tahunya masih ada yang gak kenal sama presidennya &#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3068</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 03:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3068</guid>

					<description><![CDATA[Hihihi! Kayaknya sambungan listrik di Serang nggak tahan air, Ry.. :-P]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hihihi! Kayaknya sambungan listrik di Serang nggak tahan air, Ry.. 😛</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3065</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 01:39:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3065</guid>

					<description><![CDATA[Dilema demokrasi satu-orang-satu-suara sebenarnya bisa diatasi dengan pendidikan kewarganegaraan sejak kecil. Sekarang kita ngerti kenapa waktu SD dulu kita mesti belajar PMP atau PPKN. Buat yang nggak lulus SD kayak Suhei pun masih bisa diajari kewarganegaraan. Misalnya mewajibkan tiap orang punya KTP. Lalu diajak ikut milih Ketua RT, Ketua RW, Lurah, Camat, dan seterusnya. Lama-lama kan ngerti tuh pentingnya milih presiden dengan kemauan sendiri. Jadi nggak cuma milih pemimpin gara-gara disogok beras, karena tampangnya ganteng atau cantik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, saya pikir tetap penting buat tim sukses mengunjungi rakyat sampai ke pelosok. Itulah sebabnya capres diajukan melalui mekanisme partai. Partai itu sendiri kan lambang aspirasi rakyat, yang syarat pendiriannya aja kudu punya DPP cabang di seluruh provinsi Indonesia. DPP-DPP inilah yang tugasnya mestinya jadi tim sukses untuk mempromosikan program-program kerja dari capres yang bersangkutan kepada rakyat di level akar rumput. Kalo tim sukses DPP partai pendukung di tingkat provinsi dan kabupaten nggak mengiklankan sampai level rakyat kecil, ya mana kenal rakyat kepada sang capres?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru kalo DPP tingkat akar rumput rada kreatif, nggak perlu ngandalin listrik atau tivi buat kampanye. Bisa pake metode gambar, selebaran, dan lain-lain. Kan DPP cabang itu lebih kenal sama kondisi rakyatnya, ya mestinya bisa menyesuaikan dong. Mau nungguin PLN ganti manajemen supaya rakyat bisa nonton kampanye di tivi, kapan beresnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh iya, siapa sih tuh yang dibanding-bandingin sama cicak dan buaya? Kok manusia disamain dengan reptil, mbok yang rada bagusan dikit napa? Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ntie kalo saya ketemu Suhei, disalamin deh dari Jemaah semua..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilema demokrasi satu-orang-satu-suara sebenarnya bisa diatasi dengan pendidikan kewarganegaraan sejak kecil. Sekarang kita ngerti kenapa waktu SD dulu kita mesti belajar PMP atau PPKN. Buat yang nggak lulus SD kayak Suhei pun masih bisa diajari kewarganegaraan. Misalnya mewajibkan tiap orang punya KTP. Lalu diajak ikut milih Ketua RT, Ketua RW, Lurah, Camat, dan seterusnya. Lama-lama kan ngerti tuh pentingnya milih presiden dengan kemauan sendiri. Jadi nggak cuma milih pemimpin gara-gara disogok beras, karena tampangnya ganteng atau cantik, dan sebagainya.</p>
<p>Oh ya, saya pikir tetap penting buat tim sukses mengunjungi rakyat sampai ke pelosok. Itulah sebabnya capres diajukan melalui mekanisme partai. Partai itu sendiri kan lambang aspirasi rakyat, yang syarat pendiriannya aja kudu punya DPP cabang di seluruh provinsi Indonesia. DPP-DPP inilah yang tugasnya mestinya jadi tim sukses untuk mempromosikan program-program kerja dari capres yang bersangkutan kepada rakyat di level akar rumput. Kalo tim sukses DPP partai pendukung di tingkat provinsi dan kabupaten nggak mengiklankan sampai level rakyat kecil, ya mana kenal rakyat kepada sang capres?</p>
<p>Justru kalo DPP tingkat akar rumput rada kreatif, nggak perlu ngandalin listrik atau tivi buat kampanye. Bisa pake metode gambar, selebaran, dan lain-lain. Kan DPP cabang itu lebih kenal sama kondisi rakyatnya, ya mestinya bisa menyesuaikan dong. Mau nungguin PLN ganti manajemen supaya rakyat bisa nonton kampanye di tivi, kapan beresnya??</p>
<p>Eh iya, siapa sih tuh yang dibanding-bandingin sama cicak dan buaya? Kok manusia disamain dengan reptil, mbok yang rada bagusan dikit napa? Hahaha!</p>
<p>Ntie kalo saya ketemu Suhei, disalamin deh dari Jemaah semua..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: depz		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3063</link>

		<dc:creator><![CDATA[depz]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 00:40:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3063</guid>

					<description><![CDATA[tapi kayaknya ga mungkin deh vik&lt;br /&gt;maksud gw, ga mgkn tim suksesnya datengin tempat2 yg agak &#034;diujung&#034; gitu satu persatu.&lt;br /&gt;waktu untuk kampanye pilpres kan dikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi gw setuju kalo PLN itu adalah aset terpenting untuk melancarkan upaya mencerdaskan bangsa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tapi kayaknya ga mungkin deh vik<br />maksud gw, ga mgkn tim suksesnya datengin tempat2 yg agak &quot;diujung&quot; gitu satu persatu.<br />waktu untuk kampanye pilpres kan dikit</p>
<p>tapi gw setuju kalo PLN itu adalah aset terpenting untuk melancarkan upaya mencerdaskan bangsa</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: bunga raya		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3062</link>

		<dc:creator><![CDATA[bunga raya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 23:47:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3062</guid>

					<description><![CDATA[hmmm pagi pagi sarapan tentang pilpres nih aku...tapi memang benr juga sih katanya kalau memilih itu kita harus kenal dan harus tau visi dan misinya..memang bner juga bahwa rakyat itu yang penting perut ga keroncongan gt aja mau sapa yang jadi ok2 aja..&lt;br /&gt;nice post]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm pagi pagi sarapan tentang pilpres nih aku&#8230;tapi memang benr juga sih katanya kalau memilih itu kita harus kenal dan harus tau visi dan misinya..memang bner juga bahwa rakyat itu yang penting perut ga keroncongan gt aja mau sapa yang jadi ok2 aja..<br />nice post</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: hryh77		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3066</link>

		<dc:creator><![CDATA[hryh77]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 19:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3066</guid>

					<description><![CDATA[iya nih tempat saya ngekos, di serang.. PLN nya payah.. baru ujan dikit aja udh mati lampu.. T.T]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>iya nih tempat saya ngekos, di serang.. PLN nya payah.. baru ujan dikit aja udh mati lampu.. T.T</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Arman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3059</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arman]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 18:09:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3059</guid>

					<description><![CDATA[kayaknya dendam pribadi nih ama pln... :P]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kayaknya dendam pribadi nih ama pln&#8230; 😛</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Farid		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3064</link>

		<dc:creator><![CDATA[Farid]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 17:54:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3064</guid>

					<description><![CDATA[Bisa saja orang-orang semacam Pak Suhei itu, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, menganggap ada atau tidak adanya PEMILU,tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dilemanya demokrasi one man one vote. Satu suara dari orang semacam Pak Suhei sama nilainya dengan satu suara seorang pemilih kritis yang memilih berdasarkan hasil pengamatan track record dan kapabilitas kandidat presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem perwakilan, hal tersebut bisa diatasi karena yang memilih presiden adalah anggota DPR yang mewakili rakyat, dan diharapkan para anggota DPR yang &#034;notabene&#034; terpelajar ini bisa memilih dengan pertimbangan rasional dan objektif. Tapi ternyata dalam prakteknya, hal tersebut tidak terjadi,karena para anggota DPR ternyata lebih &#034;rawan&#034; sogok. Apalagi lebih mudah &#034;menyogok&#034; dan &#034; dagang sapi&#034; dengan satu anggota DPR daripada menyogok ratusan ribu rakyat yang diwakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini,walaupun anggota DPR sudah tidak lagi memilih presiden karena adanya sistem pemilihan langsung,praktek jual beli suara di kalangan anggota DPR masih sering terjadi dalam fit and proper test pejabat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shogun eh anggota DPR kok dilawan hehehe...jangan-jangan nanti mereka ngomong Cicak Kok Mau Melawan Buaya hahahahaha]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa saja orang-orang semacam Pak Suhei itu, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, menganggap ada atau tidak adanya PEMILU,tidak ada bedanya.</p>
<p>Itulah dilemanya demokrasi one man one vote. Satu suara dari orang semacam Pak Suhei sama nilainya dengan satu suara seorang pemilih kritis yang memilih berdasarkan hasil pengamatan track record dan kapabilitas kandidat presiden.</p>
<p>Dengan sistem perwakilan, hal tersebut bisa diatasi karena yang memilih presiden adalah anggota DPR yang mewakili rakyat, dan diharapkan para anggota DPR yang &quot;notabene&quot; terpelajar ini bisa memilih dengan pertimbangan rasional dan objektif. Tapi ternyata dalam prakteknya, hal tersebut tidak terjadi,karena para anggota DPR ternyata lebih &quot;rawan&quot; sogok. Apalagi lebih mudah &quot;menyogok&quot; dan &quot; dagang sapi&quot; dengan satu anggota DPR daripada menyogok ratusan ribu rakyat yang diwakilinya.</p>
<p>Saat ini,walaupun anggota DPR sudah tidak lagi memilih presiden karena adanya sistem pemilihan langsung,praktek jual beli suara di kalangan anggota DPR masih sering terjadi dalam fit and proper test pejabat negara.</p>
<p>Shogun eh anggota DPR kok dilawan hehehe&#8230;jangan-jangan nanti mereka ngomong Cicak Kok Mau Melawan Buaya hahahahaha</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: RanggaGoBloG		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3058</link>

		<dc:creator><![CDATA[RanggaGoBloG]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 17:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/07/13/listrik-dulu-baru-tivi/#comment-3058</guid>

					<description><![CDATA[hwehwehwewh... betul tuuh mbak... kalo ada gambar mbak vicky paling ya tak contreng langsung... hihihiihih]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hwehwehwewh&#8230; betul tuuh mbak&#8230; kalo ada gambar mbak vicky paling ya tak contreng langsung&#8230; hihihiihih</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
