<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Masalah Ndeso pada Dokter Ndeso	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:33:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13053</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 04:54:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13053</guid>

					<description><![CDATA[Hai Irni.&lt;br /&gt;Terminologi &#034;ndeso&#034; di sini bukan berarti desa, atau wilayah pemerintahan yang dikepalai oleh kepala desa. Tapi &#034;ndeso&#034; di sini berarti keadaan mental yang ciri-cirinya minim sarana, minim infrastruktur, minim penghasilan, dan minim segala macam lainnya dibandingkan keadaan di kota. Dalam hal ini bisa dicontohkan dalam kalimat, &#034;Karena di Sambas tidak ada universitas seperti di Pontianak, maka Sambas lebih ndeso daripada Pontianak.&#034; Atau, &#034;Upah minimum regional di Jakarta lebih tinggi daripada upah minimum di Pontianak, jadi Pontianak lebih ndeso daripada Jakarta.&#034; Gitu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kasus, sering kota-kota yang setaraf ibukota propinsi masih sering kekurangan dokter spesialis tertentu. Maksudnya, bukan berarti spesialis X itu tidak ada. Sumber daya manusianya sudah ada, namun jumlahnya belum mencukupi, jadi masih perlu ditambah. Ini biasanya terjadi di kota-kota yang lebih &#034;ndeso&#034; daripada kota lainnya. Sebagai contoh, misalnya jumlah dokter spesialis kandungan di Pontianak ada delapan orang. Jika jumlah perempuan di Pontianak ada 10.000 aja, dokter kandungan yang cuman delapan orang itu nggak cukup dong buat melayani semuanya, karena itu ya harus ditambah. Artinya, kita nggak boleh puas dengan jumlah tenaga yang sudah ada, tapi harus menambah jumlahnya supaya tenaga-tenaga yang ada itu bisa bekerja dengan optimal dalam kualitas terbaik. Kualitas terbaik itu, ditandai pasiennya sembuh tanpa harus bolak-balik berobat untuk penyakit yang sama, serta dokternya juga selalu segar tanpa kecapekan dan punya waktu buat keluarga dan dirinya sendiri. Begitu ya, Irni.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Irni.<br />Terminologi &quot;ndeso&quot; di sini bukan berarti desa, atau wilayah pemerintahan yang dikepalai oleh kepala desa. Tapi &quot;ndeso&quot; di sini berarti keadaan mental yang ciri-cirinya minim sarana, minim infrastruktur, minim penghasilan, dan minim segala macam lainnya dibandingkan keadaan di kota. Dalam hal ini bisa dicontohkan dalam kalimat, &quot;Karena di Sambas tidak ada universitas seperti di Pontianak, maka Sambas lebih ndeso daripada Pontianak.&quot; Atau, &quot;Upah minimum regional di Jakarta lebih tinggi daripada upah minimum di Pontianak, jadi Pontianak lebih ndeso daripada Jakarta.&quot; Gitu ya.</p>
<p>Pada banyak kasus, sering kota-kota yang setaraf ibukota propinsi masih sering kekurangan dokter spesialis tertentu. Maksudnya, bukan berarti spesialis X itu tidak ada. Sumber daya manusianya sudah ada, namun jumlahnya belum mencukupi, jadi masih perlu ditambah. Ini biasanya terjadi di kota-kota yang lebih &quot;ndeso&quot; daripada kota lainnya. Sebagai contoh, misalnya jumlah dokter spesialis kandungan di Pontianak ada delapan orang. Jika jumlah perempuan di Pontianak ada 10.000 aja, dokter kandungan yang cuman delapan orang itu nggak cukup dong buat melayani semuanya, karena itu ya harus ditambah. Artinya, kita nggak boleh puas dengan jumlah tenaga yang sudah ada, tapi harus menambah jumlahnya supaya tenaga-tenaga yang ada itu bisa bekerja dengan optimal dalam kualitas terbaik. Kualitas terbaik itu, ditandai pasiennya sembuh tanpa harus bolak-balik berobat untuk penyakit yang sama, serta dokternya juga selalu segar tanpa kecapekan dan punya waktu buat keluarga dan dirinya sendiri. Begitu ya, Irni.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: niee		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13050</link>

		<dc:creator><![CDATA[niee]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 03:05:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13050</guid>

					<description><![CDATA[waahh,,, ternyata ada yang seperti itu yak.. *baru tahu*&lt;br /&gt;Tapi mungkin desa bukan perlu penambahan dokter spesialis yang telah ada, tapi dokter spesialis yang baru dan belum ada di sana, jadi gak berebut pasien kan yak :D]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>waahh,,, ternyata ada yang seperti itu yak.. *baru tahu*<br />Tapi mungkin desa bukan perlu penambahan dokter spesialis yang telah ada, tapi dokter spesialis yang baru dan belum ada di sana, jadi gak berebut pasien kan yak 😀</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13039</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 07:21:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13039</guid>

					<description><![CDATA[Haiyah, itu neuropati diabetik atau stroke dengan faktor risiko diabetes? Apakah internisnya nggak tahu kalau orang pusing menahun harus dikonsul ke neurolog? Kadang-kadang ketidaktahuan seseorang atas kompetensi bidang ilmu profesi lain bisa bikin celaka pasien juga kan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Haiyah, itu neuropati diabetik atau stroke dengan faktor risiko diabetes? Apakah internisnya nggak tahu kalau orang pusing menahun harus dikonsul ke neurolog? Kadang-kadang ketidaktahuan seseorang atas kompetensi bidang ilmu profesi lain bisa bikin celaka pasien juga kan?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sri Riyati		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13036</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sri Riyati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 05:52:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13036</guid>

					<description><![CDATA[Ini miris tapi nyata. Makasih udah nulis tentang ini. Ada banyak kasus orang &#034;menyimpan&#034; pasien hanya karena alasan gak mau bagi2 rejeki. Betapa piciknya! Ada pasien dengan pusing menahun nggak dirujuk ke dokter saraf, karena dokter penyakit dalam masih mau menangani, padahal sebenarnya sudah di luar kemampuannya. Setelah pasien kehilangan kesadaran barulah dokter saraf dihubungi dan keadaannya sudah terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begini apa ya mosok rejekinya dibilang halal? Jadi dokter kok mentalnya gembel sih, takut gak makan besok kaya pengemis aja...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini miris tapi nyata. Makasih udah nulis tentang ini. Ada banyak kasus orang &quot;menyimpan&quot; pasien hanya karena alasan gak mau bagi2 rejeki. Betapa piciknya! Ada pasien dengan pusing menahun nggak dirujuk ke dokter saraf, karena dokter penyakit dalam masih mau menangani, padahal sebenarnya sudah di luar kemampuannya. Setelah pasien kehilangan kesadaran barulah dokter saraf dihubungi dan keadaannya sudah terlambat.</p>
<p>Kalau begini apa ya mosok rejekinya dibilang halal? Jadi dokter kok mentalnya gembel sih, takut gak makan besok kaya pengemis aja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13014</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 12:02:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13014</guid>

					<description><![CDATA[Yang boleh otopsi kan cuman dokter forensik, jadi ternyata Sarawak juga kekurangan ahli forensik tho?&lt;br /&gt;Kesiyan bener tuh jenazah ngendon dua minggu di ruang mayat, ya nggak akurat lagi dong hasil pemeriksaannya. Hm..sebegitu kurangnyakah distribusi spesialis di Malaysia sampek mayat aja nggak kebagian dokter?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang boleh otopsi kan cuman dokter forensik, jadi ternyata Sarawak juga kekurangan ahli forensik tho?<br />Kesiyan bener tuh jenazah ngendon dua minggu di ruang mayat, ya nggak akurat lagi dong hasil pemeriksaannya. Hm..sebegitu kurangnyakah distribusi spesialis di Malaysia sampek mayat aja nggak kebagian dokter?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Zulfadhli's Family		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13012</link>

		<dc:creator><![CDATA[Zulfadhli's Family]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 11:44:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-13012</guid>

					<description><![CDATA[Ya ampyun, segitu piciknya yah Vic. Padahal rezeki mah udah dikasih Tuhan porsinya sendiri2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw seh kaga tau kalo di Miri ini macam gituh juga kaga. Tapi yang jelas, Dokter spesialis emang terbatas loh. Misalnya waktu tetangga gw ada yang meninggal tiba2, ditemukan di pingir jalan &#038; kudu di otopsi (karena polisi menyangka doski korban perampokan), masa tu jenazah kudu nunggu 2 minggu di ruang mayat secara Dokter Forensiknya lagi ke Kuching. Cuman sebiji boo. Duuuhhhh!! *ini curcol mengenai penyebaran Dokter yang jumlahnya minim di daerah. Padahal Miri termasuk kota besar loh*]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ampyun, segitu piciknya yah Vic. Padahal rezeki mah udah dikasih Tuhan porsinya sendiri2. </p>
<p>Gw seh kaga tau kalo di Miri ini macam gituh juga kaga. Tapi yang jelas, Dokter spesialis emang terbatas loh. Misalnya waktu tetangga gw ada yang meninggal tiba2, ditemukan di pingir jalan &amp; kudu di otopsi (karena polisi menyangka doski korban perampokan), masa tu jenazah kudu nunggu 2 minggu di ruang mayat secara Dokter Forensiknya lagi ke Kuching. Cuman sebiji boo. Duuuhhhh!! *ini curcol mengenai penyebaran Dokter yang jumlahnya minim di daerah. Padahal Miri termasuk kota besar loh*</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: depz		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12984</link>

		<dc:creator><![CDATA[depz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 19:04:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12984</guid>

					<description><![CDATA[waduhh&lt;br /&gt;ada toh yg sperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah2an smua dokter spt yg lo blg vik&lt;br /&gt;ngga ndeso walo kerjanya di desa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>waduhh<br />ada toh yg sperti itu</p>
<p>mudah2an smua dokter spt yg lo blg vik<br />ngga ndeso walo kerjanya di desa</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12982</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 11:00:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12982</guid>

					<description><![CDATA[Mbak Ina, aku bahkan nggak bisa nyebut praktek sampek subuh itu prestasi. Aku sangat meragukan kualitas kerja orang pada jam di mana seharusnya ia sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Stein, kalo mau nyari dokter miskin, carilah dokter yang baru lulus, bukan yang sudah berumur di atas Mas Stein. Atau carilah dokter yang tiap hari naik sepeda motor, bukan yang dianter pakai supir. Coba cari yang rumahnya di gang-gang kecil, bukan yang rumahnya di Jalan Dieng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik bener itu kolega saya yang nanyain sampeyan sudah punya obat apa di rumah. Saya rasa dia memahami bahwa pasien juga mesti ngirit. Pasien biasanya seneng kalau dia dikasih alamat dokter yang lebih expert dari dokter pertama. Tapi biasanya makin expert seseorang, prakteknya pasti makin rame, pasien jadi makin males ngantre, niscaya pasien ya baliknya ke dokter yang pertama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak tahu berapa presentasi dokter yang rajin berebut recehan, Mas. Tapi saya yakin kolega saya yang tidak seperti itu jumlahnya masih sangat banyak. :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Ina, aku bahkan nggak bisa nyebut praktek sampek subuh itu prestasi. Aku sangat meragukan kualitas kerja orang pada jam di mana seharusnya ia sedang tidur.</p>
<p>Mas Stein, kalo mau nyari dokter miskin, carilah dokter yang baru lulus, bukan yang sudah berumur di atas Mas Stein. Atau carilah dokter yang tiap hari naik sepeda motor, bukan yang dianter pakai supir. Coba cari yang rumahnya di gang-gang kecil, bukan yang rumahnya di Jalan Dieng.</p>
<p>Baik bener itu kolega saya yang nanyain sampeyan sudah punya obat apa di rumah. Saya rasa dia memahami bahwa pasien juga mesti ngirit. Pasien biasanya seneng kalau dia dikasih alamat dokter yang lebih expert dari dokter pertama. Tapi biasanya makin expert seseorang, prakteknya pasti makin rame, pasien jadi makin males ngantre, niscaya pasien ya baliknya ke dokter yang pertama lagi.</p>
<p>Saya nggak tahu berapa presentasi dokter yang rajin berebut recehan, Mas. Tapi saya yakin kolega saya yang tidak seperti itu jumlahnya masih sangat banyak. 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: mas stein		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12981</link>

		<dc:creator><![CDATA[mas stein]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 08:47:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12981</guid>

					<description><![CDATA[saya sempet mikir tulisan ini dihapus lho mbak, wong muncul di reader saya tapi begitu saya klik page doesn&#039;t exist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi mikir, kayaknya saya blom pernah nemu dokter miskin. hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo ceritanya karena takut kehilangan pasien yang berujung ndak dapet duit, saya mau cerita tentang seorang dokter spesialis anak di malang. dokter ini tarifnya ndak mahal, paling ndak dia lebih murah dari dokter spesialis anak langganan saya sebelumnya yang pelit ngomong dan suka obral obat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap kali saya bawa anak saya ke sana, sebelum ngresepin obat selalu ditanya, &#034;di rumah sudah ada obat apa?&#034; baru dia resepin yang saya ndak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada lagi mbak, waktu pamitan selalu dipesenin, &#034;nanti kalo masih ada masalah dateng lagi ya.&#034; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang saya dateng lagi, cuma untuk memastikan anak saya sudah ndak papa. dan konsultasi kedua ini selalu gratis, termasuk konsultasi setelah hasil tes lab anak saya keluar. kadang mbikin saya ndak enak, karena konsultasi ndak cuma di tempat dia praktek sendiri, kadang disuruh dateng ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya blom pernah ketemu dokter yang menggratiskan konsultasi macem ini sebelumnya, tapi saya yakin dokter yang ndak melulu mikir rupiah bukan cuma dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo soal rebutan pasien, saya malah pernah direkomendasikan ke dokter spesialis anak lainnya, &#034;Pak, menurut saya anak sampeyan itu begini-begini, tapi kalo mau second opinion silakan dateng ke dokter anu, dia lebih expert di bidang beginian.&#034;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, semoga dokter yang rebutan receh macem yang sampeyan ceritakan itu cuma segelintir mbak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sempet mikir tulisan ini dihapus lho mbak, wong muncul di reader saya tapi begitu saya klik page doesn&#39;t exist.</p>
<p>jadi mikir, kayaknya saya blom pernah nemu dokter miskin. hehe.</p>
<p>kalo ceritanya karena takut kehilangan pasien yang berujung ndak dapet duit, saya mau cerita tentang seorang dokter spesialis anak di malang. dokter ini tarifnya ndak mahal, paling ndak dia lebih murah dari dokter spesialis anak langganan saya sebelumnya yang pelit ngomong dan suka obral obat mahal.</p>
<p>tiap kali saya bawa anak saya ke sana, sebelum ngresepin obat selalu ditanya, &quot;di rumah sudah ada obat apa?&quot; baru dia resepin yang saya ndak punya.</p>
<p>itu saja?</p>
<p>ada lagi mbak, waktu pamitan selalu dipesenin, &quot;nanti kalo masih ada masalah dateng lagi ya.&quot; </p>
<p>kadang saya dateng lagi, cuma untuk memastikan anak saya sudah ndak papa. dan konsultasi kedua ini selalu gratis, termasuk konsultasi setelah hasil tes lab anak saya keluar. kadang mbikin saya ndak enak, karena konsultasi ndak cuma di tempat dia praktek sendiri, kadang disuruh dateng ke rumah sakit.</p>
<p>saya blom pernah ketemu dokter yang menggratiskan konsultasi macem ini sebelumnya, tapi saya yakin dokter yang ndak melulu mikir rupiah bukan cuma dia.</p>
<p>kalo soal rebutan pasien, saya malah pernah direkomendasikan ke dokter spesialis anak lainnya, &quot;Pak, menurut saya anak sampeyan itu begini-begini, tapi kalo mau second opinion silakan dateng ke dokter anu, dia lebih expert di bidang beginian.&quot;</p>
<p>yah, semoga dokter yang rebutan receh macem yang sampeyan ceritakan itu cuma segelintir mbak.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ladyonthemirror		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12979</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ladyonthemirror]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 08:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/04/05/masalah-ndeso-pada-dokter-ndeso/#comment-12979</guid>

					<description><![CDATA[Vicky aku suka kasihan sama dokter yang praktek sampe subuh pasiennya bisa mencapai seratus orang sehari, dokterkan butuh istirahat, butuh tidur, jalan-jalan juga kan? Vic, ditempatku dokter kandungan cewek cuma satu nih, ntar kalo lulus kesini aja yaa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Vicky aku suka kasihan sama dokter yang praktek sampe subuh pasiennya bisa mencapai seratus orang sehari, dokterkan butuh istirahat, butuh tidur, jalan-jalan juga kan? Vic, ditempatku dokter kandungan cewek cuma satu nih, ntar kalo lulus kesini aja yaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
