<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Mental Daerah Rumahan	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:29:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19581</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2015 09:13:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2015/04/27/mental-daerah-rumahan/#comment-19581</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19504&quot;&gt;Senna Gumilar&lt;/a&gt;.

Senna, apakah tawaran itu mau di-drop atau tidak, yang penting Senna nggak boleh nyesel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19504">Senna Gumilar</a>.</p>
<p>Senna, apakah tawaran itu mau di-drop atau tidak, yang penting Senna nggak boleh nyesel.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Senna Gumilar		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19504</link>

		<dc:creator><![CDATA[Senna Gumilar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2015 17:07:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2015/04/27/mental-daerah-rumahan/#comment-19504</guid>

					<description><![CDATA[(Komen ketiga malam ini) pernah dihadapi masalah yang sama... saat saya harus di mutasi ke luar negeri (which my colleague believed it will boost up my career) saya lebih memilih untuk bersama keluarga.... karena istri saya bekerja di rumah sakit lokal.. akhirnya saya memilih pindah perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan baru ini awalnya saya merasakan kebebasan (pulang bisa sebelum matahari terbenam, good incentive, less work load etc etc etc) dari perusahaan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah tapi manusia gak ada puasnya.. saat saya melamar (secara diam diam tentunya) ternyata saya mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan untuk bertugas di luar negeri dengan jaminan keluarga yang dapat ikut.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah mengingat komen pak wihikan, serta keinginan istri saya untuk melanjutkan ppds, saya sadar sepertinya akan men drop offering perusahaan baru ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Komen ketiga malam ini) pernah dihadapi masalah yang sama&#8230; saat saya harus di mutasi ke luar negeri (which my colleague believed it will boost up my career) saya lebih memilih untuk bersama keluarga&#8230;. karena istri saya bekerja di rumah sakit lokal.. akhirnya saya memilih pindah perusahaan</p>
<p>Di perusahaan baru ini awalnya saya merasakan kebebasan (pulang bisa sebelum matahari terbenam, good incentive, less work load etc etc etc) dari perusahaan sebelumnya. </p>
<p>Yah tapi manusia gak ada puasnya.. saat saya melamar (secara diam diam tentunya) ternyata saya mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan untuk bertugas di luar negeri dengan jaminan keluarga yang dapat ikut.. </p>
<p>Tapi setelah mengingat komen pak wihikan, serta keinginan istri saya untuk melanjutkan ppds, saya sadar sepertinya akan men drop offering perusahaan baru ini.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: wihikan mawi wijna		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19466</link>

		<dc:creator><![CDATA[wihikan mawi wijna]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2015 11:53:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2015/04/27/mental-daerah-rumahan/#comment-19466</guid>

					<description><![CDATA[Saya diberi bekal dua nasihat sama kawan saya Bu Dokter. Pertama, kurangi mengeluh perbanyak bersyukur. Kedua, hidup hanya sekedar jalinan pilihan dan resiko. Tinggal bagaimana manusia berani untuk menerima resiko dari pilihan yang diambil. Itu aja sih Bu Dokter...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya diberi bekal dua nasihat sama kawan saya Bu Dokter. Pertama, kurangi mengeluh perbanyak bersyukur. Kedua, hidup hanya sekedar jalinan pilihan dan resiko. Tinggal bagaimana manusia berani untuk menerima resiko dari pilihan yang diambil. Itu aja sih Bu Dokter&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Fitrian		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19465</link>

		<dc:creator><![CDATA[Fitrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2015 05:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2015/04/27/mental-daerah-rumahan/#comment-19465</guid>

					<description><![CDATA[masing-masing punya piihan ya mba, kalau aku sih milih ikut suami pastinya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>masing-masing punya piihan ya mba, kalau aku sih milih ikut suami pastinya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Arman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mental-daerah-rumahan/#comment-19464</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arman]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2015 04:46:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2015/04/27/mental-daerah-rumahan/#comment-19464</guid>

					<description><![CDATA[ya emang walaupun udah jelas keluarga itu prioritas lebih tinggi dibanding karir tapi kadang tergantung situasi juga ya yang bisa bikin dilema. sampe sebatas mana karir harus diperjuangkan. karena karir juga jatuh2nya demi kesejahteraan keluarga juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo sampe dengan gampangnya menomorduakan karir, dan karirnya anjlok, gak ada duit, trus keluarganya juga kan jatohnya terlantar juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ya emang walaupun udah jelas keluarga itu prioritas lebih tinggi dibanding karir tapi kadang tergantung situasi juga ya yang bisa bikin dilema. sampe sebatas mana karir harus diperjuangkan. karena karir juga jatuh2nya demi kesejahteraan keluarga juga.</p>
<p>kalo sampe dengan gampangnya menomorduakan karir, dan karirnya anjlok, gak ada duit, trus keluarganya juga kan jatohnya terlantar juga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
