<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Mualaf Belajar Pelan-pelan	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:31:58 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16800</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2013 07:04:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16800</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16798&quot;&gt;A.S. Dewi&lt;/a&gt;.

Orang-orang pemerintahan ini bekerja jika ada laporan, Dew. Jadi kalo nggak ada laporan input ke mereka, mereka nggak kerja. Nggak ada yang laporin sirip ikan hiu atau kosmetik mercury lagi, mereka ya nggak oprak-oprak. Makanya di komentar-komentar sebelumnya gwbmau tahu, nih BPOM punya Twitter nggak? Supaya kita bisa lapor, gituu..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16798">A.S. Dewi</a>.</p>
<p>Orang-orang pemerintahan ini bekerja jika ada laporan, Dew. Jadi kalo nggak ada laporan input ke mereka, mereka nggak kerja. Nggak ada yang laporin sirip ikan hiu atau kosmetik mercury lagi, mereka ya nggak oprak-oprak. Makanya di komentar-komentar sebelumnya gwbmau tahu, nih BPOM punya Twitter nggak? Supaya kita bisa lapor, gituu..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16799</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2013 06:59:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16799</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16788&quot;&gt;Indah Kurniawaty&lt;/a&gt;.

Eh, jadi direkturnya batal kirim cake natal? *penasaran*]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16788">Indah Kurniawaty</a>.</p>
<p>Eh, jadi direkturnya batal kirim cake natal? *penasaran*</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: A.S. Dewi		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16798</link>

		<dc:creator><![CDATA[A.S. Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2013 04:57:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16798</guid>

					<description><![CDATA[gw bertanya2 deh soal BPOM itu. Produk2 (makanan atopun obat) yang gak didaftarin ke sana tuh diperhatiin gak sih sama mereka? Ya kayak sirip hiu ini contohnya, ato kosmetik2 yg banyak pake mercury (masih banyak beredar kan itu?)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>gw bertanya2 deh soal BPOM itu. Produk2 (makanan atopun obat) yang gak didaftarin ke sana tuh diperhatiin gak sih sama mereka? Ya kayak sirip hiu ini contohnya, ato kosmetik2 yg banyak pake mercury (masih banyak beredar kan itu?)</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Indah Kurniawaty		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16788</link>

		<dc:creator><![CDATA[Indah Kurniawaty]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2013 14:41:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16788</guid>

					<description><![CDATA[Sebelum gw pake jilbab banyak yang nyangkain gw non muslim. Sampe di kantor lama sempet mo dikirimin Salah satu direktur cake natal. Makanya ada baiknya juga gw sekarang berjilbab, &#039;menjadi pengenal bagimu&#039;. Kalo sirip hiu emang gak tertarik siu. Alasannya ya kasian aja hiu ditangkap diambil siripnya terua dibuang lagi ke laut. Itu kan sama aja penyiksaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum gw pake jilbab banyak yang nyangkain gw non muslim. Sampe di kantor lama sempet mo dikirimin Salah satu direktur cake natal. Makanya ada baiknya juga gw sekarang berjilbab, &#39;menjadi pengenal bagimu&#39;. Kalo sirip hiu emang gak tertarik siu. Alasannya ya kasian aja hiu ditangkap diambil siripnya terua dibuang lagi ke laut. Itu kan sama aja penyiksaan.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16775</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 12:58:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16775</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16774&quot;&gt;julie&lt;/a&gt;.

Salam buat para petinggi BPOM, tolong tanyain kapan mereka mau bikin account Twitter supaya mereka lebih gampang dijangkau masyarakat..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16774">julie</a>.</p>
<p>Salam buat para petinggi BPOM, tolong tanyain kapan mereka mau bikin account Twitter supaya mereka lebih gampang dijangkau masyarakat..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16773</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 12:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16773</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16772&quot;&gt;Hoeda Manis&lt;/a&gt;.

Kementerian kesehatan, dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan, itulah yang bertugas menentukan bahan apa yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan (termasuk mungkin sirip ikan hiu olahan). Itu isinya sarjana-sarjana farmasi, mereka yang lebih berkompeten untuk membredel sirip ikan hiu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adooh..call out for chemists!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16772">Hoeda Manis</a>.</p>
<p>Kementerian kesehatan, dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan, itulah yang bertugas menentukan bahan apa yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan (termasuk mungkin sirip ikan hiu olahan). Itu isinya sarjana-sarjana farmasi, mereka yang lebih berkompeten untuk membredel sirip ikan hiu.</p>
<p>Adooh..call out for chemists!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Hoeda Manis		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16772</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hoeda Manis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 11:41:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16772</guid>

					<description><![CDATA[Sebenarnya bahkan lebih berbahaya dari yang kutulis di koment tadi. Di antara &#034;produk olahan&#034; sirip hiu adalah bubuk kapsul suplemen yang dibuat dari tulang lunak sirip ikan hiu, yang banyak dikonsumsi sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ketika sirip hiu diolah menjadi bubuk, racunnya tetap melekat/gak hilang. Ketika ia dikemas menjadi kapsul, orang yang mengonsumsinya tetap akan terpapar racun itu, meski mungkin tujuannya untuk mengobati penyakitnya. Ini seperti gali lubang tutup lubang. Mengatasi satu penyakit sambil memasukkan penyakit yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini rumit, karena melibatkan kapitalis yang bermain dalam industri farmasi. Apakah kementerian kesehatan gak tahu? Mungkin tugas para dokter untuk memberitahu mereka, kalau memang mereka gak tahu. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya bahkan lebih berbahaya dari yang kutulis di koment tadi. Di antara &quot;produk olahan&quot; sirip hiu adalah bubuk kapsul suplemen yang dibuat dari tulang lunak sirip ikan hiu, yang banyak dikonsumsi sebagai obat.</p>
<p>Padahal, ketika sirip hiu diolah menjadi bubuk, racunnya tetap melekat/gak hilang. Ketika ia dikemas menjadi kapsul, orang yang mengonsumsinya tetap akan terpapar racun itu, meski mungkin tujuannya untuk mengobati penyakitnya. Ini seperti gali lubang tutup lubang. Mengatasi satu penyakit sambil memasukkan penyakit yang lain.</p>
<p>Ya, ini rumit, karena melibatkan kapitalis yang bermain dalam industri farmasi. Apakah kementerian kesehatan gak tahu? Mungkin tugas para dokter untuk memberitahu mereka, kalau memang mereka gak tahu. </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16771</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 10:19:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16771</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16770&quot;&gt;Hoeda Manis&lt;/a&gt;.

Hah? Lho, berbahaya sekali sirip ikan hiu itu kalo gitu, Mas. Kenapa nggak sekalian aja dilarang sirip ikan hiu itu oleh Kementerian Kesehatan buat dimakan? Apakah orang-orang Kemenkes nggak tahu bahaya dari makan sirip ikan hiu ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16770">Hoeda Manis</a>.</p>
<p>Hah? Lho, berbahaya sekali sirip ikan hiu itu kalo gitu, Mas. Kenapa nggak sekalian aja dilarang sirip ikan hiu itu oleh Kementerian Kesehatan buat dimakan? Apakah orang-orang Kemenkes nggak tahu bahaya dari makan sirip ikan hiu ini?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Hoeda Manis		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16770</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hoeda Manis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 08:36:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16770</guid>

					<description><![CDATA[Nambah nih, dan sori kalo kepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alasan konservasi, memakan sirip ikan hiu juga riskan karena mengandung racun BMAA (beta-n-methylamino-L-alanine). Racun itu gak cuma terdapat dalam sirip ikan hiu yang dikonsumsi dalam kondisi segar seperti dalam sup, tapi juga pada produk olahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar racun BMAA dalam sirip hiu dianggap mengkhawatirkan, karena cukup tinggi untuk memicu kerusakan saraf otak. Kadar racunnya antara 144 hingga 1.836 nanogram/mg di setiap potongan siripnya. Akibat yang ditimbulkan racun itu, di antaranya, adalah kerusakan saraf, termasuk Alzheimer atau pikun, serta gangguan anyotrophic lateral schlerosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, koment ini niat sekali, dan gak ada hubungannya dengan mualaf. :D]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nambah nih, dan sori kalo kepanjangan.</p>
<p>Selain alasan konservasi, memakan sirip ikan hiu juga riskan karena mengandung racun BMAA (beta-n-methylamino-L-alanine). Racun itu gak cuma terdapat dalam sirip ikan hiu yang dikonsumsi dalam kondisi segar seperti dalam sup, tapi juga pada produk olahannya. </p>
<p>Kadar racun BMAA dalam sirip hiu dianggap mengkhawatirkan, karena cukup tinggi untuk memicu kerusakan saraf otak. Kadar racunnya antara 144 hingga 1.836 nanogram/mg di setiap potongan siripnya. Akibat yang ditimbulkan racun itu, di antaranya, adalah kerusakan saraf, termasuk Alzheimer atau pikun, serta gangguan anyotrophic lateral schlerosis.</p>
<p>Ya, koment ini niat sekali, dan gak ada hubungannya dengan mualaf. 😀</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16769</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 08:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/01/20/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16769</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16768&quot;&gt;risdania syf&lt;/a&gt;.

Ya udah, Ris, ntie tahun depan gak usah ngucapin selamat tahun baru ke aku.. Percuma juga, toh pas tahun baru biasanya aku tidur pulas, zzz..zzz..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/mualaf-belajar-pelan-pelan/#comment-16768">risdania syf</a>.</p>
<p>Ya udah, Ris, ntie tahun depan gak usah ngucapin selamat tahun baru ke aku.. Percuma juga, toh pas tahun baru biasanya aku tidur pulas, zzz..zzz..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
