<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Pepesan Kosong Bernama Jamkesmas	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Mar 2017 14:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14596</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 19:38:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14596</guid>

					<description><![CDATA[Aku nggak kaget. Sudah terjadi itu dulu waktu aku masih kerja di sebuah rumah sakit tipe B di Cimohay. Distributor SF berhenti memasok obat ke rumah sakitnya gegara utang nunggak. Untungnya masih rumah sakit tipe B, jadi kalau ada pasien yang nggak ada obatnya, pasien itu bisa dirujuk ke rumah sakit tipe A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rumah sakit tempatku sekolah sekarang itu sudah tipe A. Kalau pasien nggak bisa berobat di sini juga, dia mau dirujuk ke mana lagi?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku nggak kaget. Sudah terjadi itu dulu waktu aku masih kerja di sebuah rumah sakit tipe B di Cimohay. Distributor SF berhenti memasok obat ke rumah sakitnya gegara utang nunggak. Untungnya masih rumah sakit tipe B, jadi kalau ada pasien yang nggak ada obatnya, pasien itu bisa dirujuk ke rumah sakit tipe A.</p>
<p>Tapi rumah sakit tempatku sekolah sekarang itu sudah tipe A. Kalau pasien nggak bisa berobat di sini juga, dia mau dirujuk ke mana lagi?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Once in a Lifetime		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14593</link>

		<dc:creator><![CDATA[Once in a Lifetime]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:58:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14593</guid>

					<description><![CDATA[Bener banget. Pas PTT di suatu RSUD di Sumatera, apotek pemasok tiba-tiba menyetop suplai obat2an ke rumah sakit karena gak pernah dibayar hampir setahun. Yang kelimpungan dokter dan pasien, mana ada pasien yang kejang-kejang karena obat epilepsinya terpaksa distop juga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bener banget. Pas PTT di suatu RSUD di Sumatera, apotek pemasok tiba-tiba menyetop suplai obat2an ke rumah sakit karena gak pernah dibayar hampir setahun. Yang kelimpungan dokter dan pasien, mana ada pasien yang kejang-kejang karena obat epilepsinya terpaksa distop juga.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14588</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 02:49:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14588</guid>

					<description><![CDATA[Sebenarnya masalah ini simpel aja solusinya: tinggal bayar aja utangnya, beres. Tapi, San, pelaksanaannya nggak sesimpel itu. Jika Pemkot mau bayar utang, dos-q kudu minta tanda tangan DPRD dulu. DPRD-nya belum tanda tangan soalnya DPRD-nya sibuk jalan-jalan ke Swedia, ke Bunaken, ke Pattaya, dan lain-lain yang nggak ada gunanya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya masalah ini simpel aja solusinya: tinggal bayar aja utangnya, beres. Tapi, San, pelaksanaannya nggak sesimpel itu. Jika Pemkot mau bayar utang, dos-q kudu minta tanda tangan DPRD dulu. DPRD-nya belum tanda tangan soalnya DPRD-nya sibuk jalan-jalan ke Swedia, ke Bunaken, ke Pattaya, dan lain-lain yang nggak ada gunanya..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Zulfadhli's Family		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14583</link>

		<dc:creator><![CDATA[Zulfadhli's Family]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 23:10:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14583</guid>

					<description><![CDATA[Dan bersyukurlah gw karena laki gw ga ngerokok :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin yang kaya begini mah capek Vic. gw ga mo nyalahin orang yang sakit, dokter, ato rumah sakitnya, Karena yang jelas2 salah yah Menteri pariwisata *lho???**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang gw mo tanya ke elu Vic, kenapa seh birokrasi di negara kita amat ruwet bin berputar2?? Pan gampang ajah. Pemrintah bayar utan, tar rumah sakit kembali melayani warga yang ga mampu. Iya kan Say?? Ato salahkah pendapat gw sebagai oang pertanian?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan bersyukurlah gw karena laki gw ga ngerokok 🙂</p>
<p>Ngomongin yang kaya begini mah capek Vic. gw ga mo nyalahin orang yang sakit, dokter, ato rumah sakitnya, Karena yang jelas2 salah yah Menteri pariwisata *lho???**</p>
<p>yang gw mo tanya ke elu Vic, kenapa seh birokrasi di negara kita amat ruwet bin berputar2?? Pan gampang ajah. Pemrintah bayar utan, tar rumah sakit kembali melayani warga yang ga mampu. Iya kan Say?? Ato salahkah pendapat gw sebagai oang pertanian?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14574</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 11:05:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14574</guid>

					<description><![CDATA[Iya, betul, memang siyal aja kalo rakyatnya udah males, kepinginnya ngutang melulu, tau-tau ketiban penyakit genetik yang obatnya mahal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini untungnya Jamkesmas masih bersedia nanggung penyakit genetik umum yang disebutin Wijna tadi. Transfusi darah masih ditanggung, obat kanker masih ditanggung, itu sesuatu yang harus kita syukurin bahwa asuransi membuat penderita tidak harus menanggung semuanya. Tinggal masalah apakah Pemrtinah sebagai pemegang premi (pajak) yang sudah dibayarkan rakyat bersedia menyetorkannya ke rumah sakit atau enggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap keluarga para penderita genetik nggak nambah-nambah masalah dengan menyakiti dirinya sendiri (semisalnya ngebul atau malah ongkang-ongkang kaki menganggur). Sudah cukup satu orang di keluarganya harus bergantung pada obat-obatan untuk kelainan gen yang dia alamin, nggak usahlah keluarganya nambah-nambah penderitaan dengan menabung bakal stroke atau serangan jantung. Buka usaha dong ah, minimal supaya hidup rada berguna.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iya, betul, memang siyal aja kalo rakyatnya udah males, kepinginnya ngutang melulu, tau-tau ketiban penyakit genetik yang obatnya mahal pula.</p>
<p>Saat ini untungnya Jamkesmas masih bersedia nanggung penyakit genetik umum yang disebutin Wijna tadi. Transfusi darah masih ditanggung, obat kanker masih ditanggung, itu sesuatu yang harus kita syukurin bahwa asuransi membuat penderita tidak harus menanggung semuanya. Tinggal masalah apakah Pemrtinah sebagai pemegang premi (pajak) yang sudah dibayarkan rakyat bersedia menyetorkannya ke rumah sakit atau enggak.</p>
<p>Saya berharap keluarga para penderita genetik nggak nambah-nambah masalah dengan menyakiti dirinya sendiri (semisalnya ngebul atau malah ongkang-ongkang kaki menganggur). Sudah cukup satu orang di keluarganya harus bergantung pada obat-obatan untuk kelainan gen yang dia alamin, nggak usahlah keluarganya nambah-nambah penderitaan dengan menabung bakal stroke atau serangan jantung. Buka usaha dong ah, minimal supaya hidup rada berguna.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: bella sirait		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14570</link>

		<dc:creator><![CDATA[bella sirait]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 10:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14570</guid>

					<description><![CDATA[Bener vic, penyakit mental emng dmn2...ga cm rakyatnya, pemerintahnya apalagi...senangnya bergantung sm org lain ato bangsa lain...hasilnya rakyat yg males kerja dan negara yg suka ngutang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bener vic, penyakit mental emng dmn2&#8230;ga cm rakyatnya, pemerintahnya apalagi&#8230;senangnya bergantung sm org lain ato bangsa lain&#8230;hasilnya rakyat yg males kerja dan negara yg suka ngutang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: mawi wijna		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14569</link>

		<dc:creator><![CDATA[mawi wijna]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 02:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14569</guid>

					<description><![CDATA[Hmm, sepanjang yang saya ketahui mbak dokter bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakit itu mahal.&lt;br /&gt;2. Yang bikin mahal itu biaya obat dan fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang miskin yang mendapat Jammkesmas, rata-rata belum mengerti cara hidup sehat. Misalnya ya itu tadi, mayoritas perokok. Kalau hidupnya sudah ndak sehat tentu bakal mengundang penyakit tow?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang buat saya menjadi dilema adalah gimana kalau penyakitnya itu trgolong berat? Seperti Leukimia, Thalasemia, dll yang itu mayoritas bawaan genetik. Jelas toh perawatannya butuh biaya banyak. Jamkesmas pasti ya keteteran kalau mesti menalangi semua.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm, sepanjang yang saya ketahui mbak dokter bahwa:</p>
<p>1. Sakit itu mahal.<br />2. Yang bikin mahal itu biaya obat dan fasilitas.</p>
<p>Orang-orang miskin yang mendapat Jammkesmas, rata-rata belum mengerti cara hidup sehat. Misalnya ya itu tadi, mayoritas perokok. Kalau hidupnya sudah ndak sehat tentu bakal mengundang penyakit tow?</p>
<p>Yang buat saya menjadi dilema adalah gimana kalau penyakitnya itu trgolong berat? Seperti Leukimia, Thalasemia, dll yang itu mayoritas bawaan genetik. Jelas toh perawatannya butuh biaya banyak. Jamkesmas pasti ya keteteran kalau mesti menalangi semua.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14545</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 03:14:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14545</guid>

					<description><![CDATA[Rizky, ide itu bisa banget lho diwujudkan di Indonesia. Persoalannya, berapa persen biaya kesehatan yang sangguup ditanggung Pemerintah? &lt;br /&gt;Bagaimana Pemerintah mau mempercayai sektor swasta akan betul-betul sanggup meng-cover sisa biayanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga akan lebih seneng kalau semua dokter dibayar dengan harga yang sama. Kalau dokter spesialis dibayar dengan harga X, maka semua dokter spesialis harus dibayar dengan harga X, dengan penentu harga yang sama untuk semua dokter spesialis. Dengan begitu nggak akan terjadi dokter spesialis bekerja berlebihan, dan tidak ada ceritanya pasien satu terbengkalai gara-gara dokternya masih mengurusi pasien yang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rizky, ide itu bisa banget lho diwujudkan di Indonesia. Persoalannya, berapa persen biaya kesehatan yang sangguup ditanggung Pemerintah? <br />Bagaimana Pemerintah mau mempercayai sektor swasta akan betul-betul sanggup meng-cover sisa biayanya?</p>
<p>Saya juga akan lebih seneng kalau semua dokter dibayar dengan harga yang sama. Kalau dokter spesialis dibayar dengan harga X, maka semua dokter spesialis harus dibayar dengan harga X, dengan penentu harga yang sama untuk semua dokter spesialis. Dengan begitu nggak akan terjadi dokter spesialis bekerja berlebihan, dan tidak ada ceritanya pasien satu terbengkalai gara-gara dokternya masih mengurusi pasien yang lain.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Cerita Tugu		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14539</link>

		<dc:creator><![CDATA[Cerita Tugu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 15:12:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14539</guid>

					<description><![CDATA[betul, masyarakat kita itu yang miskin mentalnya maunya dikasih mulu tapi kalau suruk bekerja malas]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>betul, masyarakat kita itu yang miskin mentalnya maunya dikasih mulu tapi kalau suruk bekerja malas</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Rizky Doc		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14536</link>

		<dc:creator><![CDATA[Rizky Doc]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 13:17:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2011/12/09/pepesan-kosong-bernama-jamkesmas/#comment-14536</guid>

					<description><![CDATA[nice posting vic, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway, hak kesehatan sebenarny adalah kewajiban negara sesuai dgn preambule UUD 45 &#034;mensejahterakan kehidupan rakyat&#034;. mau orang miskin atau kaya, negara stidaknya mencover sbagian biaya berobat. Rumah sakit jg seharusnya menghentikan &#034;komersialisasi kesehatan&#034;, karna penyakit tidak memandang kelas perawatan &lt;br /&gt;di jepang, 70%   biaya berobat, mo orang asing or native, dtanggung pemerintah. bisa saja gratis, kalo ambil private insurance.dan dsini, stidakny d RS pemerintah tidak ada istilah kelas dan dokter semua dibayar profesional berdasarkan jam praktek, bukan jumlah pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ga yah di indo bisa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nice posting vic, </p>
<p>anyway, hak kesehatan sebenarny adalah kewajiban negara sesuai dgn preambule UUD 45 &quot;mensejahterakan kehidupan rakyat&quot;. mau orang miskin atau kaya, negara stidaknya mencover sbagian biaya berobat. Rumah sakit jg seharusnya menghentikan &quot;komersialisasi kesehatan&quot;, karna penyakit tidak memandang kelas perawatan <br />di jepang, 70%   biaya berobat, mo orang asing or native, dtanggung pemerintah. bisa saja gratis, kalo ambil private insurance.dan dsini, stidakny d RS pemerintah tidak ada istilah kelas dan dokter semua dibayar profesional berdasarkan jam praktek, bukan jumlah pasien. </p>
<p>mungkin ga yah di indo bisa?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
