<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Selamat Datang, Paranoid	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:31:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17738</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2013 12:09:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17738</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17737&quot;&gt;mikhael&lt;/a&gt;.

Lho, kami sudah mulai praktekkan. Sekarang, semua pasien yang mau tindakan operasi, kami beri tahu dulu kalo mereka bisa meninggal cuman gara-gara alergi obat bius. Dan kalau tidak dioperasi, pasiennya pun bisa meninggal. Memang pasiennya jadi ketakutan, keluarganya jadi getir, dan gelombang paranoid pun melanda semua sudut ruang tunggu rumah sakit. Tapi apa mau dikata, kami semua tidak mau kejadian yang menimpa Ayu pun menimpa kami juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menurut saya diuntungkan sekarang justru para investor laboratorium patologi, investor laboratorium radiologi. Gara-gara gelombang paranoid ini, semua paramater lab pun jadi laris. Sampek-sampek yang nggak perlu diperiksa pun jadi ikutan diperiksa. Pasien bayar banyak-banyak hanya untuk membebaskan dokter dari rasa ketakutan. Dokternya sih tenang-tenang aja nyuruh cek ini cek itu, pasiennya yang cekot-cekot mbayar semua pemeriksaan. Lha gimana, maunya Mahkamah Agung-jaksa-polisi-LSM-wartawan kan memang begitu..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17737">mikhael</a>.</p>
<p>Lho, kami sudah mulai praktekkan. Sekarang, semua pasien yang mau tindakan operasi, kami beri tahu dulu kalo mereka bisa meninggal cuman gara-gara alergi obat bius. Dan kalau tidak dioperasi, pasiennya pun bisa meninggal. Memang pasiennya jadi ketakutan, keluarganya jadi getir, dan gelombang paranoid pun melanda semua sudut ruang tunggu rumah sakit. Tapi apa mau dikata, kami semua tidak mau kejadian yang menimpa Ayu pun menimpa kami juga.</p>
<p>Yang menurut saya diuntungkan sekarang justru para investor laboratorium patologi, investor laboratorium radiologi. Gara-gara gelombang paranoid ini, semua paramater lab pun jadi laris. Sampek-sampek yang nggak perlu diperiksa pun jadi ikutan diperiksa. Pasien bayar banyak-banyak hanya untuk membebaskan dokter dari rasa ketakutan. Dokternya sih tenang-tenang aja nyuruh cek ini cek itu, pasiennya yang cekot-cekot mbayar semua pemeriksaan. Lha gimana, maunya Mahkamah Agung-jaksa-polisi-LSM-wartawan kan memang begitu..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: mikhael		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17737</link>

		<dc:creator><![CDATA[mikhael]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2013 11:39:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17737</guid>

					<description><![CDATA[defensive medicine ini akan semakin banyak dipraktikkan. beberapa hari yang lalu pasien kami mendapat kejadian rx anafilaktik akibat ceftriakson di bangsal. Padahal skin testnya negatif. Beruntung nyawanya tertolong. Setelah kejadian itu, para perawat menyarankan untuk membuat penjelasan panjang lebar kepada pasien sebelum disuntik antibiotik (yaitu kalau tidak diberi bisa risiko infeksinya jadi sepsis, kalau diberi bisa anafilaktik, dua2nya bikin mati), bahkan kalau perlu tanda tangan di atas kertas yang disaksikan oleh keluarga dan perawat. Bikin repot saja. Lama-lama dokter akan malas berpikir, lalu mengandalkan semua modalitas pemeriksaan penunjang utk skrining, lalu membuat informed consent panjang2 hanya agar terhindar dari jeratan bui.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>defensive medicine ini akan semakin banyak dipraktikkan. beberapa hari yang lalu pasien kami mendapat kejadian rx anafilaktik akibat ceftriakson di bangsal. Padahal skin testnya negatif. Beruntung nyawanya tertolong. Setelah kejadian itu, para perawat menyarankan untuk membuat penjelasan panjang lebar kepada pasien sebelum disuntik antibiotik (yaitu kalau tidak diberi bisa risiko infeksinya jadi sepsis, kalau diberi bisa anafilaktik, dua2nya bikin mati), bahkan kalau perlu tanda tangan di atas kertas yang disaksikan oleh keluarga dan perawat. Bikin repot saja. Lama-lama dokter akan malas berpikir, lalu mengandalkan semua modalitas pemeriksaan penunjang utk skrining, lalu membuat informed consent panjang2 hanya agar terhindar dari jeratan bui.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17729</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2013 03:32:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17729</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17717&quot;&gt;Ratu SYA&lt;/a&gt;.

Coba Ratu cek lagi ke dokter yang melahirkan sodaranya, apakah betul meninggalnya hanya karena bersin? Kalau cuma &#034;dengar&#034; cerita-cerita, itu tidak akan pernah memberikan informasi yang sebenarnya dan hanya meninggalkan prasangka buruk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah cerclage, jadi saya tidak bisa cerita tentang risiko mati di kamar operasi. Mati itu bisa di mana saja, di kamar operasi bisa, di kamar mandi bisa, di halaman parkir juga bisa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nggak mau miskom, nggak usah nanya. Kalo kepingin dapet komunikasi yang jujur, ya harus berani nanya, Dan berani nanya berarti juga harus berani dapet jawaban yang jujur. Ya, semua tindakan bisa bikin resiko meninggal dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17717">Ratu SYA</a>.</p>
<p>Coba Ratu cek lagi ke dokter yang melahirkan sodaranya, apakah betul meninggalnya hanya karena bersin? Kalau cuma &quot;dengar&quot; cerita-cerita, itu tidak akan pernah memberikan informasi yang sebenarnya dan hanya meninggalkan prasangka buruk,</p>
<p>Saya belum pernah cerclage, jadi saya tidak bisa cerita tentang risiko mati di kamar operasi. Mati itu bisa di mana saja, di kamar operasi bisa, di kamar mandi bisa, di halaman parkir juga bisa..</p>
<p>Kalau nggak mau miskom, nggak usah nanya. Kalo kepingin dapet komunikasi yang jujur, ya harus berani nanya, Dan berani nanya berarti juga harus berani dapet jawaban yang jujur. Ya, semua tindakan bisa bikin resiko meninggal dunia.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Mahlani		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17718</link>

		<dc:creator><![CDATA[Mahlani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2013 14:46:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17718</guid>

					<description><![CDATA[Mari belajar lagi dengan hati nurani yang bersih... hilangkan sifat arogan dan anti kritik demi kebaikan bersama... salam..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mari belajar lagi dengan hati nurani yang bersih&#8230; hilangkan sifat arogan dan anti kritik demi kebaikan bersama&#8230; salam..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ratu SYA		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17717</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ratu SYA]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2013 13:31:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17717</guid>

					<description><![CDATA[setauku sih memang melahirkan itu meregang dan mempertaruhkan nyawa, yang artinya ada peluang/kemungkinan meninggal. waktu diinduksi lahiran lalu sih aku ngerasanya udah pasrah aja kalo emang napas cuma sampe disitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi beneran juga loh, baru tau kalo pas sesar bisa meninggal. &lt;br /&gt;tapi ada juga sih sodara, pas lahiran normal denger2 cerita, dia meninggal gara2 bersin pas lahiran. bisa ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaren pas cerclage juga takutnya setengah mati. takut MATI beneran di kamar operasi. &lt;br /&gt;dokternya sih ga bilang kalo ada resiko itu. kira2 kalo cerclage juga ada ya resiko itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah berarti moral of the story, untuk mencegah miskom, besok2 harus nanya dan siap denger jawaban semua tindakan ada resiko meninggal dunia ya bu dok? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setauku sih memang melahirkan itu meregang dan mempertaruhkan nyawa, yang artinya ada peluang/kemungkinan meninggal. waktu diinduksi lahiran lalu sih aku ngerasanya udah pasrah aja kalo emang napas cuma sampe disitu. </p>
<p>tapi beneran juga loh, baru tau kalo pas sesar bisa meninggal. <br />tapi ada juga sih sodara, pas lahiran normal denger2 cerita, dia meninggal gara2 bersin pas lahiran. bisa ya? </p>
<p>kemaren pas cerclage juga takutnya setengah mati. takut MATI beneran di kamar operasi. <br />dokternya sih ga bilang kalo ada resiko itu. kira2 kalo cerclage juga ada ya resiko itu?</p>
<p>wah berarti moral of the story, untuk mencegah miskom, besok2 harus nanya dan siap denger jawaban semua tindakan ada resiko meninggal dunia ya bu dok? </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: kunderemp		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17716</link>

		<dc:creator><![CDATA[kunderemp]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2013 10:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17716</guid>

					<description><![CDATA[&#034;Mendadak, menolong orang menjadi terdengar seperti kegiatan yang menakutkan. &#034;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho..&lt;br /&gt;Menolong orang itu memang menakutkan, memang punya resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa selama ini anda menganggap enteng nyawa orang yang anda tolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, kalau bawa anak ke dokter, setiap obat langsung kami cek dulu, kami pertimbangkan baik buruknya. Pasti kami cecar, ini obat untuk apa. Namanya memasukkan benda asing ke mulut anak kan pasti was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya, sebelum melahirkan, sampai cari dokter yang benar-benar berani untuk memaksa pasiennya untuk lahir normal. Setiap rumah sakit yang gampang menyarankan caesar langsung dicoret dari daftar. Memang caesar tampaknya lebih aman, tetapi istri saya memilih untuk lebih baik mati saat melahirkan normal daripada kesakitan berbulan-bulan akibat caesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi anda itu profesi mulia, penuh resiko. Kawan saya ada beberapa yang akhirnya keluar dari jalur dokter saat Ko-ass karena gak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justru malah suka pada dokter yang berani ngasih tahu setiap resiko yang dia ambil, yang akan diterima oleh pasiennya. Itu bukan paranoid, karena mengambil pilihan walau tahu resikonya itu keberanian.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&quot;Mendadak, menolong orang menjadi terdengar seperti kegiatan yang menakutkan. &quot;</p>
<p>Lho..<br />Menolong orang itu memang menakutkan, memang punya resiko.</p>
<p>Apa selama ini anda menganggap enteng nyawa orang yang anda tolong?</p>
<p>Saya sendiri, kalau bawa anak ke dokter, setiap obat langsung kami cek dulu, kami pertimbangkan baik buruknya. Pasti kami cecar, ini obat untuk apa. Namanya memasukkan benda asing ke mulut anak kan pasti was-was.</p>
<p>Istri saya, sebelum melahirkan, sampai cari dokter yang benar-benar berani untuk memaksa pasiennya untuk lahir normal. Setiap rumah sakit yang gampang menyarankan caesar langsung dicoret dari daftar. Memang caesar tampaknya lebih aman, tetapi istri saya memilih untuk lebih baik mati saat melahirkan normal daripada kesakitan berbulan-bulan akibat caesar.</p>
<p>Profesi anda itu profesi mulia, penuh resiko. Kawan saya ada beberapa yang akhirnya keluar dari jalur dokter saat Ko-ass karena gak sanggup.</p>
<p>Saya justru malah suka pada dokter yang berani ngasih tahu setiap resiko yang dia ambil, yang akan diterima oleh pasiennya. Itu bukan paranoid, karena mengambil pilihan walau tahu resikonya itu keberanian.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: KKII		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/selamat-datang-paranoid/#comment-17715</link>

		<dc:creator><![CDATA[KKII]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2013 07:32:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2013/11/28/selamat-datang-paranoid/#comment-17715</guid>

					<description><![CDATA[informed consent itu termasuk semacam yang harus kita tanda tangan sebelum SC itu bukan sih Vic? Kalo iya, dulu sebelum SC aku juga tanda tangan itu. Lupa isinya sih, tapi seingetku ada nyebutin resikonya juga kan ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah baca, aku+suami tanda tangan trus jalani operasi. Kenapa tetep milih ditangani? Ya kalo ga di tangani dan ditangani sama-sama resikonya mati, mending kita berusaha dulu tho? sesimple itu sih aku mikirnya dulu..&lt;br /&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>informed consent itu termasuk semacam yang harus kita tanda tangan sebelum SC itu bukan sih Vic? Kalo iya, dulu sebelum SC aku juga tanda tangan itu. Lupa isinya sih, tapi seingetku ada nyebutin resikonya juga kan ya&#8230;</p>
<p>Dan setelah baca, aku+suami tanda tangan trus jalani operasi. Kenapa tetep milih ditangani? Ya kalo ga di tangani dan ditangani sama-sama resikonya mati, mending kita berusaha dulu tho? sesimple itu sih aku mikirnya dulu..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
