<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Simbol Natal dan Protes Lebay	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:34:04 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: m4nofsilence		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12725</link>

		<dc:creator><![CDATA[m4nofsilence]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 14:35:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12725</guid>

					<description><![CDATA[Libur lebaran seminggu? lho? sejak kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kerja di swasta saya cuma dapat libur pas tanggal merahnya doang (2 hari).&lt;br /&gt;Waktu kerja di pemerintahan saya dapat 4 hari (2 tanggal merah + 2 cuti nasional)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Libur lebaran seminggu? lho? sejak kapan?</p>
<p>Waktu kerja di swasta saya cuma dapat libur pas tanggal merahnya doang (2 hari).<br />Waktu kerja di pemerintahan saya dapat 4 hari (2 tanggal merah + 2 cuti nasional)</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: bayu probo		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12589</link>

		<dc:creator><![CDATA[bayu probo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 01:05:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12589</guid>

					<description><![CDATA[Terima kasih untuk tulisan yang mencerahkan. Sebagai orang Kristen, sering saya merasa sebagai waraga negara kelas dua karena tidak mendapat hak yang sama padahal dituntut menjalanai kewajiban yang sama. Dari tulisan mbak vicky dan tanggapan teman-teman ternyata masih banyak juga yang menerima orang Kristen Indonesia dengan lapang. Sekali lagi terima kasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih untuk tulisan yang mencerahkan. Sebagai orang Kristen, sering saya merasa sebagai waraga negara kelas dua karena tidak mendapat hak yang sama padahal dituntut menjalanai kewajiban yang sama. Dari tulisan mbak vicky dan tanggapan teman-teman ternyata masih banyak juga yang menerima orang Kristen Indonesia dengan lapang. Sekali lagi terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12587</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 11:14:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12587</guid>

					<description><![CDATA[Natal milik aku juga nggak ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*mikir-mikir*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, kalau Natal, itu jadi alasan buat toko-toko untuk bikin sale. Akibatnya toko-toko jadi balapan diskon dan akhirnya aku sebagai konsumen yang seneng. Jadi kayaknya, Natal milik aku juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Oh, andai saja Galungan n Waisak jadi alasan buat sale juga*]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Natal milik aku juga nggak ya?</p>
<p>*mikir-mikir*</p>
<p>Hm, kalau Natal, itu jadi alasan buat toko-toko untuk bikin sale. Akibatnya toko-toko jadi balapan diskon dan akhirnya aku sebagai konsumen yang seneng. Jadi kayaknya, Natal milik aku juga 🙂</p>
<p>*Oh, andai saja Galungan n Waisak jadi alasan buat sale juga*</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sri Riyati Sugiarto &#38; Kristina Melani Budiman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12585</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sri Riyati Sugiarto &#38; Kristina Melani Budiman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 06:23:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12585</guid>

					<description><![CDATA[Menurut saya Natal sudah bukan lagi milik umat Nasrani sepenuhnya, tapi sudah milik orang banyak. Seperti hari ibu. Atau hari peduli Aids sedunia. Kalau ini masih diprotes, beneran deh, klewatan banget fanatisme agamanya. Kalah deh suporter Persib. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya saya merayakan semua hari raya. Karena hari raya itu menyenangkan, seperti kesempatan untuk berpesta dan berkumpul sama teman dan keluarga. Lebaran saya ikut keliling kampung karna selalu dapet opor ketupat! Lagian suasananya meriah, kalo kata orang: happening banget gitu loh. Maknanya juga dalam: kembali ke fitri, memaafkan sesama. Agama saya nggak melarang itu, apa salahnya ikutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal adalah momen untuk mensyukuri anugerah cinta bersama orang2 terkasih. Menjelang tahun baru kita bisa lihat ke belakang dan berpikir &#034;Alangkah beruntungnya&#034; dan ini bikin damai di hati. Menurut saya, orang yang bisa menerima segala hari raya mendapat semua berkah terbesar: jiwa yang fitri, damai di hati. Kenapa harus repot dipilih2 kalo bisa dapat semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut postingannya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya Natal sudah bukan lagi milik umat Nasrani sepenuhnya, tapi sudah milik orang banyak. Seperti hari ibu. Atau hari peduli Aids sedunia. Kalau ini masih diprotes, beneran deh, klewatan banget fanatisme agamanya. Kalah deh suporter Persib. Hehe.</p>
<p>Pada dasarnya saya merayakan semua hari raya. Karena hari raya itu menyenangkan, seperti kesempatan untuk berpesta dan berkumpul sama teman dan keluarga. Lebaran saya ikut keliling kampung karna selalu dapet opor ketupat! Lagian suasananya meriah, kalo kata orang: happening banget gitu loh. Maknanya juga dalam: kembali ke fitri, memaafkan sesama. Agama saya nggak melarang itu, apa salahnya ikutan?</p>
<p>Natal adalah momen untuk mensyukuri anugerah cinta bersama orang2 terkasih. Menjelang tahun baru kita bisa lihat ke belakang dan berpikir &quot;Alangkah beruntungnya&quot; dan ini bikin damai di hati. Menurut saya, orang yang bisa menerima segala hari raya mendapat semua berkah terbesar: jiwa yang fitri, damai di hati. Kenapa harus repot dipilih2 kalo bisa dapat semua?</p>
<p>Salut postingannya!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12576</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 09:05:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12576</guid>

					<description><![CDATA[Angki, padahal namamu kan Ainur Rifqi ya, apa ada orang Kristen dinamai begitu? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sering banget diselamatin Natal. Mungkin karena mereka pikir namaku Laurentina, hahaha.. Ya nggak pa-pa sih, asalkan aku kecipratan kadonya dari Sinterklas, hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldrik, dua tahun yang lalu saya pernah menulis di blog ini, bagaimana para pegawai bandara di Palangka Raya disuruh pakai topi Sinterklas pada hari Natal. Termasuk pegawai-pegawai yang pake jilbab. Saya tidak tahu apakah pegawai yang berjilbab itu keberatan atau tidak, tapi nyatanya mereka riang-riang saja waktu bertugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju, jika simbol Natal sudah mencapai urusan berpakaian di tempat kerja, mestinya hal itu bisa dimusyawarahkan. Mestinya serikat buruh sudah membicarakan ini. Tidak perlu dipelintir sebagai fenomena perayaan Natal yang berlebihan segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau ini nggak terjadi, mungkin kita nggak akan dapet topik buat ajang diskusi, ya nggak? :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Angki, padahal namamu kan Ainur Rifqi ya, apa ada orang Kristen dinamai begitu? 😀</p>
<p>Aku juga sering banget diselamatin Natal. Mungkin karena mereka pikir namaku Laurentina, hahaha.. Ya nggak pa-pa sih, asalkan aku kecipratan kadonya dari Sinterklas, hahaha..</p>
<p>Aldrik, dua tahun yang lalu saya pernah menulis di blog ini, bagaimana para pegawai bandara di Palangka Raya disuruh pakai topi Sinterklas pada hari Natal. Termasuk pegawai-pegawai yang pake jilbab. Saya tidak tahu apakah pegawai yang berjilbab itu keberatan atau tidak, tapi nyatanya mereka riang-riang saja waktu bertugas.</p>
<p>Saya setuju, jika simbol Natal sudah mencapai urusan berpakaian di tempat kerja, mestinya hal itu bisa dimusyawarahkan. Mestinya serikat buruh sudah membicarakan ini. Tidak perlu dipelintir sebagai fenomena perayaan Natal yang berlebihan segala.</p>
<p>Tapi kalau ini nggak terjadi, mungkin kita nggak akan dapet topik buat ajang diskusi, ya nggak? 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: aldrik		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12574</link>

		<dc:creator><![CDATA[aldrik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 07:13:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12574</guid>

					<description><![CDATA[Maaf sebelumnya, saya juga seorang muslim. Tapi saya setuju dengan pendapat anda. Menurut saya, walaupun di pasang simbol natal di mana-mana juga menurut saya tidak masalah. Karena itu hak kita sebagai WNI. Ya meski ada ketentuan-ketentuannya seh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah pegawai muslim di suruh memakai atribut natal, ya itu seh tergantung orangnya masing-masing. Tapi kalau saya pribadi, saya musyawarahkan dengan atasan saya, kalau penyampaian kita baik maka pasti hasilnya adalah yang terbaik. Untuk liburan, saya juga 2 hari raya Idul Fitri itu aja libur tapi menurut saya tidak ada masalah. Daripada tidak libur sama sekali, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap pemeluk agama lain]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sebelumnya, saya juga seorang muslim. Tapi saya setuju dengan pendapat anda. Menurut saya, walaupun di pasang simbol natal di mana-mana juga menurut saya tidak masalah. Karena itu hak kita sebagai WNI. Ya meski ada ketentuan-ketentuannya seh</p>
<p>Untuk masalah pegawai muslim di suruh memakai atribut natal, ya itu seh tergantung orangnya masing-masing. Tapi kalau saya pribadi, saya musyawarahkan dengan atasan saya, kalau penyampaian kita baik maka pasti hasilnya adalah yang terbaik. Untuk liburan, saya juga 2 hari raya Idul Fitri itu aja libur tapi menurut saya tidak ada masalah. Daripada tidak libur sama sekali, hehehe.</p>
<p>Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap pemeluk agama lain</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: angki		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12570</link>

		<dc:creator><![CDATA[angki]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 05:56:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12570</guid>

					<description><![CDATA[Walau saya Islam, saya masih sering terima ucapan Selamat Natal dari rekanan di kantor dulu. Karena kantor saya dulu yang satu-satunya Islam ya saya ini. Masuk gereja untuk motret misa dan juga pernikahan Nasrani pernah. Sehingga mereka berpikir kalo saya ini Nasrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw Selamat Natal untuk semua.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau saya Islam, saya masih sering terima ucapan Selamat Natal dari rekanan di kantor dulu. Karena kantor saya dulu yang satu-satunya Islam ya saya ini. Masuk gereja untuk motret misa dan juga pernikahan Nasrani pernah. Sehingga mereka berpikir kalo saya ini Nasrani. </p>
<p>Btw Selamat Natal untuk semua.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12560</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 12:35:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12560</guid>

					<description><![CDATA[Kalau berdasarkan ajaran Islamnya, memang idul fitri itu dua hari. Tapi yang jelas tidak diajarkan sampek seminggu. Di Malaysia dan Saudi Arabia, lebaran cukup dua hari aja, setelah itu ya kerja lagi seperti biasa. Lebaran di Indonesia berhari-hari karena ada mudiknya. Cuma Indonesia, negara muslim yang punya tradisi mudik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau berdasarkan ajaran Islamnya, memang idul fitri itu dua hari. Tapi yang jelas tidak diajarkan sampek seminggu. Di Malaysia dan Saudi Arabia, lebaran cukup dua hari aja, setelah itu ya kerja lagi seperti biasa. Lebaran di Indonesia berhari-hari karena ada mudiknya. Cuma Indonesia, negara muslim yang punya tradisi mudik.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: DewiFatma		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12559</link>

		<dc:creator><![CDATA[DewiFatma]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 06:19:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12559</guid>

					<description><![CDATA[hahaha.. aku suka kata-kata: &#039;memakmurkan para penjual teh botol&#039;. Berarti niat mereka bagus dong.. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, di tempat kerjaku, biarpun kita mayoritas atau minoritas, libur hari besar agama hanya pas tanggal merah aja, Vick. Kalau mau nambah ya potong cuti. Tapi biarpun begitu, libur tanggal merah pas lebaran tetap lebih banyak yaitu 2 hari, sementara hari besar agama lain cuma 1 hari. Emang nggak adil ya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha.. aku suka kata-kata: &#39;memakmurkan para penjual teh botol&#39;. Berarti niat mereka bagus dong.. :p</p>
<p>Btw, di tempat kerjaku, biarpun kita mayoritas atau minoritas, libur hari besar agama hanya pas tanggal merah aja, Vick. Kalau mau nambah ya potong cuti. Tapi biarpun begitu, libur tanggal merah pas lebaran tetap lebih banyak yaitu 2 hari, sementara hari besar agama lain cuma 1 hari. Emang nggak adil ya?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12558</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 04:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/12/21/simbol-natal-dan-protes-lebay/#comment-12558</guid>

					<description><![CDATA[Tenanglah, Mbak. Memang ada beberapa orang yang perlu melakukan demo dan sweeping sebagai kebutuhan pribadi. Alasan pertama, adalah kepingin masuk tivi. Alasan kedua, adalah untuk memakmurkan para penjual teh botol.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tenanglah, Mbak. Memang ada beberapa orang yang perlu melakukan demo dan sweeping sebagai kebutuhan pribadi. Alasan pertama, adalah kepingin masuk tivi. Alasan kedua, adalah untuk memakmurkan para penjual teh botol.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
