<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Standar-standaran Dodol	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:34:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Hoeda Manis		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12341</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hoeda Manis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 14:50:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12341</guid>

					<description><![CDATA[Benar-benar adek yang hebat! &lt;br /&gt;Dunia ini membutuhkan lebih banyak dokter seperti kalian.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benar-benar adek yang hebat! <br />Dunia ini membutuhkan lebih banyak dokter seperti kalian.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12310</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 08:21:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12310</guid>

					<description><![CDATA[Seringkali asuransi itu disalahgunakan. Mentang-mentang nanti dibayarin, pasiennya minta perawatan yang nggak perlu-perlu. Mulai dari yang minta obat yang banyak (katanya buat stok di rumah) sampek yang minta diinapkan di rumah sakit (mungkin dikiranya rumah sakit = hotel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaah bukannya saya pelit ya. Tapi kita kan nggak bisa menjamin pasien tidak akan minum obat berlebihan. Karena obat yang berlebihan tentu berbahaya juga badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya praktek di Eyckman :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali asuransi itu disalahgunakan. Mentang-mentang nanti dibayarin, pasiennya minta perawatan yang nggak perlu-perlu. Mulai dari yang minta obat yang banyak (katanya buat stok di rumah) sampek yang minta diinapkan di rumah sakit (mungkin dikiranya rumah sakit = hotel).</p>
<p>Yaah bukannya saya pelit ya. Tapi kita kan nggak bisa menjamin pasien tidak akan minum obat berlebihan. Karena obat yang berlebihan tentu berbahaya juga badan.</p>
<p>Saya praktek di Eyckman 🙂</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Joko Sutarto		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12309</link>

		<dc:creator><![CDATA[Joko Sutarto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 08:13:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12309</guid>

					<description><![CDATA[Saya bukan orang medis tapi praktek-praktek yang Mbak Vicky ceritakan di atas sebagai orang awam saya juga sudah pernah mendengarnya. Seorang Dokter kerjasama dengan detailer, apotek dan klinik tertentu demi alasan komisi agar dapat fee atau uang. Namun saya percaya tidak semua dokter seperti itu. Salah satunya Mbak Vicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ikut asuransi medicare, tepatnya diasuransikan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Dulu, setiap berobat ke RS saya selalu mengeluh karena begitu banyak dokumen yang diminta pihak asuransi saya untuk proses klaimnya. Ribet sekali pokoknya. Belum lagi antar RS satu dengan yang lainnya beda-beda standar pelayanannya menghadapi pasien yang pakai asuransi seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya jadi mengerti dan baru kepikiran sekarang mengapa perusahaan asuransi seperti terkesan tidak percaya dengan klaim saya dengan meminta banyak sekali dokumen medisnya. Mungkin salah satunya bisa jadi karena alasan ini. Apakah betul obat yang saya minum sudah sesuai dengan diagnosa sakit saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga punya pengalaman mengobatkan anak saya ke sebuah RS swasta di Jogja. Dokternya seorang Profesor dokter dan banyak sekali gelar di belakang namanya. Dokternya menolak (sedikit keberatan) waktu saya mintai diagnosa sakit anak saya. Alasannya dia tak mau dituntut kalau sampai terjadi salah mendiagnosa. Saya pernah menulisnya di &lt;a href=&quot;http://www.diptara.com/2009/11/5-pelajaran-dari-seorang-dokter.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;. Monggo kalau, Mbak Vicky berkenan untuk membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Maaf, Mbak Vicky kalau berbau sedikit nyepam. He...He...)&lt;/i&gt;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan orang medis tapi praktek-praktek yang Mbak Vicky ceritakan di atas sebagai orang awam saya juga sudah pernah mendengarnya. Seorang Dokter kerjasama dengan detailer, apotek dan klinik tertentu demi alasan komisi agar dapat fee atau uang. Namun saya percaya tidak semua dokter seperti itu. Salah satunya Mbak Vicky.</p>
<p>Saya ikut asuransi medicare, tepatnya diasuransikan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Dulu, setiap berobat ke RS saya selalu mengeluh karena begitu banyak dokumen yang diminta pihak asuransi saya untuk proses klaimnya. Ribet sekali pokoknya. Belum lagi antar RS satu dengan yang lainnya beda-beda standar pelayanannya menghadapi pasien yang pakai asuransi seperti saya.</p>
<p>Kini, saya jadi mengerti dan baru kepikiran sekarang mengapa perusahaan asuransi seperti terkesan tidak percaya dengan klaim saya dengan meminta banyak sekali dokumen medisnya. Mungkin salah satunya bisa jadi karena alasan ini. Apakah betul obat yang saya minum sudah sesuai dengan diagnosa sakit saya.</p>
<p>Saya juga punya pengalaman mengobatkan anak saya ke sebuah RS swasta di Jogja. Dokternya seorang Profesor dokter dan banyak sekali gelar di belakang namanya. Dokternya menolak (sedikit keberatan) waktu saya mintai diagnosa sakit anak saya. Alasannya dia tak mau dituntut kalau sampai terjadi salah mendiagnosa. Saya pernah menulisnya di <a href="http://www.diptara.com/2009/11/5-pelajaran-dari-seorang-dokter.html" rel="nofollow">sini</a>. Monggo kalau, Mbak Vicky berkenan untuk membacanya. </p>
<p><i>(Maaf, Mbak Vicky kalau berbau sedikit nyepam. He&#8230;He&#8230;)</i></p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: limmy mama radhika-rania		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12308</link>

		<dc:creator><![CDATA[limmy mama radhika-rania]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 05:59:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12308</guid>

					<description><![CDATA[dokter begini nih yg gue cari2. &lt;br /&gt;Te O Pe Be Ge Te....&lt;br /&gt;praktek di mana vic? gue samperin kalo gue atau anak2 gue sakit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dokter begini nih yg gue cari2. <br />Te O Pe Be Ge Te&#8230;.<br />praktek di mana vic? gue samperin kalo gue atau anak2 gue sakit.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12307</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 03:06:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12307</guid>

					<description><![CDATA[Jika keterbatasan itu terjadi karena daya ekonomi pasien, itu normal.&lt;br /&gt;Tapi jika upaya kita terbatas hanya semata-mata karena kita matre, itu sama sekali tidak baik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika keterbatasan itu terjadi karena daya ekonomi pasien, itu normal.<br />Tapi jika upaya kita terbatas hanya semata-mata karena kita matre, itu sama sekali tidak baik.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: bavure		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12306</link>

		<dc:creator><![CDATA[bavure]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:29:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12306</guid>

					<description><![CDATA[really nice mbak, saya juga dokter baru, dan selama jaga di klinik milik orang lain memang rasanya sangat terbatas sekali yang bisa kita lakukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but, selalu akan ada jalan buat kita untuk berbuat baik, namun kita juga harus ingat akan pasien yang kita hadapi (apalagi ekonominya) dilema ohh dilema]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>really nice mbak, saya juga dokter baru, dan selama jaga di klinik milik orang lain memang rasanya sangat terbatas sekali yang bisa kita lakukan&#8230;.</p>
<p>but, selalu akan ada jalan buat kita untuk berbuat baik, namun kita juga harus ingat akan pasien yang kita hadapi (apalagi ekonominya) dilema ohh dilema</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: galihsatria		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12305</link>

		<dc:creator><![CDATA[galihsatria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:26:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12305</guid>

					<description><![CDATA[Ini di manajemen termasuk kasus yg dinamakan principle agent problem, sebuah dilema ethics yang dihadapi oleh suatu pihak. Tapi di dunia kedokteran jadi miris banget, karena urusannya sudah menyangkut hidup dan mati manusia, dan ilmu kedokteran tidak bisa dipelajari semua orang dengan mudah -- tidak seperti ilmu komputer yang setiap orang bisa mempelajarinya secara otodidak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini di manajemen termasuk kasus yg dinamakan principle agent problem, sebuah dilema ethics yang dihadapi oleh suatu pihak. Tapi di dunia kedokteran jadi miris banget, karena urusannya sudah menyangkut hidup dan mati manusia, dan ilmu kedokteran tidak bisa dipelajari semua orang dengan mudah &#8212; tidak seperti ilmu komputer yang setiap orang bisa mempelajarinya secara otodidak.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: the dream catcher		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12304</link>

		<dc:creator><![CDATA[the dream catcher]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:01:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12304</guid>

					<description><![CDATA[semoga tetap idealis selalu dalam melaksanakan tugasnya ya :)&lt;br /&gt;dan soal pasien ngeyel kalau cuman dikasih 1 obat, itu emang bener...kikikkik...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>semoga tetap idealis selalu dalam melaksanakan tugasnya ya 🙂<br />dan soal pasien ngeyel kalau cuman dikasih 1 obat, itu emang bener&#8230;kikikkik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: IbuDini		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12303</link>

		<dc:creator><![CDATA[IbuDini]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 01:43:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12303</guid>

					<description><![CDATA[Mungkin begini ya caranya orang berusaha untuk memajukan usahanya agar lebih cepat berkemang.&lt;br /&gt;Meskipun sedikit salah..., karna sedikit banyak telah membohongi pasien..&lt;br /&gt;semakin hari dan semakin lama semakin sulit aja mencari orang yang benar2 pintra dan iklas]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin begini ya caranya orang berusaha untuk memajukan usahanya agar lebih cepat berkemang.<br />Meskipun sedikit salah&#8230;, karna sedikit banyak telah membohongi pasien..<br />semakin hari dan semakin lama semakin sulit aja mencari orang yang benar2 pintra dan iklas</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/standar-standaran-dodol_27/#comment-12302</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 13:22:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2010/11/26/standar-standaran-dodol_27/#comment-12302</guid>

					<description><![CDATA[Oh, ada lho pasien kayak gitu. Mereka marah kalo cuman dikasih obat satu macem, dan cuman lima biji pula, dan diminumnya cukup sekali sehari. Sangkaan mereka tuh, orang sakit itu, harus minum obat yang banyak.. :D]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oh, ada lho pasien kayak gitu. Mereka marah kalo cuman dikasih obat satu macem, dan cuman lima biji pula, dan diminumnya cukup sekali sehari. Sangkaan mereka tuh, orang sakit itu, harus minum obat yang banyak.. 😀</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
