<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Susahnya Bikin Desa Jadi Keren	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:29:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19085</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 03:29:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19085</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19083&quot;&gt;profijo&lt;/a&gt;.

Memang ini sebenarnya akar permasalahannya: perbedaan nilai. Nilai yang dianut oleh orang desa adalah puas dengan apa yang mereka dapatkan. Nilai yang dianut orang di luar desa adalah mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kedua populasi yang berbeda ini baru bisa hidup tenteram jika mereka sudah mendapatkan nilai yang mereka anut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19083">profijo</a>.</p>
<p>Memang ini sebenarnya akar permasalahannya: perbedaan nilai. Nilai yang dianut oleh orang desa adalah puas dengan apa yang mereka dapatkan. Nilai yang dianut orang di luar desa adalah mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kedua populasi yang berbeda ini baru bisa hidup tenteram jika mereka sudah mendapatkan nilai yang mereka anut.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19084</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 03:23:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19084</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19075&quot;&gt;wihikan mawi wijna&lt;/a&gt;.

Eh, saya nulis ini bukan untuk mendiskreditkan orang Jogja ya. ^_^ Saya menulis ini untuk memaparkan salah satu kesulitan mengatasi kesenjangan antara kota dan desa. Setting Jogja adalah bahan ilustrasinya. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya saya lihat Jogja itu cukup maju. Punya TransJogja untuk mengatasi macet di ibukotanya. Jadi tujuan wisata paling ramai nomor 2 di Indonesia setelah Bali. Dan Universitas Gajah Mada selalu rajin menampilkan karya ilmiahnya di ResearchGate. Tidak semua kota di Jawa bisa seperti itu lho, bahkan Bandung dan Surabaya pun belum seperti itu. Dan prestasi-prestasi Jogja di atas sebenarnya cukup untuk membuat kualitas hidup di Jogja terjamin. Atau dalam bahasa awamnya: Jogja itu maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja mungkin masih senang dengan cara tradisional, tidak ada yang salah dengan itu. Persoalannya, sebagian rakyat Jogja mungkin belum sadar bahwa suatu saat cara tradisional ini tidak akan berhasil untuk mengatasi masalah yang akan muncul. Contoh masalahnya ya seperti yang saya sebutkan di atas: persoalan limbah peternakan, misalnya. Apakah cara tradisional cukup efektif untuk mengatasi limbah peternakan, atau bisakah digantikan dengan cara lain yang kira-kira lebih menghemat waktu dan tenaga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok nggak setuju dengan konsep menunggu Pemerintah menyuluhi orang Jogja dengan ilmu modern dan pengwmbangan fasilitas? Kan ada gubernur dan bupati, apa gunanya mereka? Mereka kan juga Pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang mungkin lebih cepat adalah masyarakat Jogja bergerak sendiri membangun fasilitas mereka sendiri dan memberi ilmu kepada diri mereka sendiri. Jalannya yang strategis adalah memanfaatkan sarjana-sarjana asal Jogja yang bermukim di Jogja, dan pasti jumlahnya banyak (ini termasuk Wijna juga kan? :)) Sarjana-sarjana inilah yang punya ilmu dan ilmu ini bisa dipakai untuk menyuluhi rakyat daerahnya sendiri. Dan mereka punya kelebihan karena mereka adalah putra daerahnya sendiri, sehingga mereka lebih paham karakteristik daerahnya sendiri. Lebih cocok kalau sarjana-sarjana Jogja sendiri yang menyuluhi dan mengembangkan daerahnya sendiri ketimbang menunggui Pemerintah melempar uang ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Jogja harus nunggu supaya bisa maju seperti orang kota? Lhoo.Jogja itu sudah kota...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19075">wihikan mawi wijna</a>.</p>
<p>Eh, saya nulis ini bukan untuk mendiskreditkan orang Jogja ya. ^_^ Saya menulis ini untuk memaparkan salah satu kesulitan mengatasi kesenjangan antara kota dan desa. Setting Jogja adalah bahan ilustrasinya. ^_^</p>
<p>Sebetulnya saya lihat Jogja itu cukup maju. Punya TransJogja untuk mengatasi macet di ibukotanya. Jadi tujuan wisata paling ramai nomor 2 di Indonesia setelah Bali. Dan Universitas Gajah Mada selalu rajin menampilkan karya ilmiahnya di ResearchGate. Tidak semua kota di Jawa bisa seperti itu lho, bahkan Bandung dan Surabaya pun belum seperti itu. Dan prestasi-prestasi Jogja di atas sebenarnya cukup untuk membuat kualitas hidup di Jogja terjamin. Atau dalam bahasa awamnya: Jogja itu maju.</p>
<p>Jogja mungkin masih senang dengan cara tradisional, tidak ada yang salah dengan itu. Persoalannya, sebagian rakyat Jogja mungkin belum sadar bahwa suatu saat cara tradisional ini tidak akan berhasil untuk mengatasi masalah yang akan muncul. Contoh masalahnya ya seperti yang saya sebutkan di atas: persoalan limbah peternakan, misalnya. Apakah cara tradisional cukup efektif untuk mengatasi limbah peternakan, atau bisakah digantikan dengan cara lain yang kira-kira lebih menghemat waktu dan tenaga?</p>
<p>Saya kok nggak setuju dengan konsep menunggu Pemerintah menyuluhi orang Jogja dengan ilmu modern dan pengwmbangan fasilitas? Kan ada gubernur dan bupati, apa gunanya mereka? Mereka kan juga Pemerintah?</p>
<p>Tapi yang mungkin lebih cepat adalah masyarakat Jogja bergerak sendiri membangun fasilitas mereka sendiri dan memberi ilmu kepada diri mereka sendiri. Jalannya yang strategis adalah memanfaatkan sarjana-sarjana asal Jogja yang bermukim di Jogja, dan pasti jumlahnya banyak (ini termasuk Wijna juga kan? :)) Sarjana-sarjana inilah yang punya ilmu dan ilmu ini bisa dipakai untuk menyuluhi rakyat daerahnya sendiri. Dan mereka punya kelebihan karena mereka adalah putra daerahnya sendiri, sehingga mereka lebih paham karakteristik daerahnya sendiri. Lebih cocok kalau sarjana-sarjana Jogja sendiri yang menyuluhi dan mengembangkan daerahnya sendiri ketimbang menunggui Pemerintah melempar uang ke sana.</p>
<p>Kenapa Jogja harus nunggu supaya bisa maju seperti orang kota? Lhoo.Jogja itu sudah kota&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: profijo		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19083</link>

		<dc:creator><![CDATA[profijo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2014 15:20:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19083</guid>

					<description><![CDATA[&#034;alon-alon waton kelakon dan sudah cukup puas dengan apa yang Mereka dapatkan. Biarpun yang didapatkan itu ya cuman segitu-segitu aja.&#034; &#060;~ bisa jadi ini menjadi penghambat orang desa untuk maju. Tapi pola pikir seperti itu yg membuat hidup lebih tentrem. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&quot;alon-alon waton kelakon dan sudah cukup puas dengan apa yang Mereka dapatkan. Biarpun yang didapatkan itu ya cuman segitu-segitu aja.&quot; &lt;~ bisa jadi ini menjadi penghambat orang desa untuk maju. Tapi pola pikir seperti itu yg membuat hidup lebih tentrem. </p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19082</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 09:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19082</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19074&quot;&gt;Hoeda Manis&lt;/a&gt;.

Betul, Mas Hoeda. Makanya di alinea terakhir saya nulis bahwa mungkin pola pikir orang desa memang berbeda dengan orang-orang di luar mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19074">Hoeda Manis</a>.</p>
<p>Betul, Mas Hoeda. Makanya di alinea terakhir saya nulis bahwa mungkin pola pikir orang desa memang berbeda dengan orang-orang di luar mereka.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19081</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 09:45:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19081</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19073&quot;&gt;Asep Haryono&lt;/a&gt;.

Menurut saya sih, perubahan desa menjadi kota itu cuma masalah administratif. Kota punya pasar yang menjadi induk dari pasar-pasar desa, sedangkan pasar desa cuma menjual komoditas dari desanya sendiri. Kota menjadi pusat tujuan transportasi dari banyak desa, sedangkan desa paling banter hanya jadi tempat transit. Mungkin desa yang menjadi kota adalah pertanda bahwa desa tersebut sudah maju, karena jadi pusat tujuan perekonomian dari desa-desa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tidak membahas tentang desa yang menjadi kota di sini. Saya cuma ingin bicara tentang kendala untuk memberdayakan desa saja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19073">Asep Haryono</a>.</p>
<p>Menurut saya sih, perubahan desa menjadi kota itu cuma masalah administratif. Kota punya pasar yang menjadi induk dari pasar-pasar desa, sedangkan pasar desa cuma menjual komoditas dari desanya sendiri. Kota menjadi pusat tujuan transportasi dari banyak desa, sedangkan desa paling banter hanya jadi tempat transit. Mungkin desa yang menjadi kota adalah pertanda bahwa desa tersebut sudah maju, karena jadi pusat tujuan perekonomian dari desa-desa lainnya.</p>
<p>Tapi saya tidak membahas tentang desa yang menjadi kota di sini. Saya cuma ingin bicara tentang kendala untuk memberdayakan desa saja.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19080</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 09:39:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19080</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19072&quot;&gt;Lidya&lt;/a&gt;.

Ya, ini contohnya kendala kenapa sulit berkembang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19072">Lidya</a>.</p>
<p>Ya, ini contohnya kendala kenapa sulit berkembang.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: wihikan mawi wijna		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19075</link>

		<dc:creator><![CDATA[wihikan mawi wijna]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 07:46:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19075</guid>

					<description><![CDATA[Berhubung dirimu menyinggung-nyinggung Jogja bu Dokter, maka bolehlah kiranya saya ikut nimbrung. Ahay! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang bu Dokter Vicky pahami bahwa memang betul mayoritas orang Jogja itu punya sifat &#034;nrimo&#034;. Mungkin sifat inilah yang menyebabkan munculnya sifat2 lain macamnya &#034;alon-alon asal kelakon&#034; dan &#034;rejeki sing ngatur Gusti&#034;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya kami nggak mau maju kok bu Dokter (membahasakan diri serasa warga Jogja tulen ;p). Tapi, kalau soal mendapat rejeki, kalau dirasa sudah cukup ya sudah. Biarlah kelebihan rejeki yang lain jadi bagian orang yang belum dapat rejeki secukup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin menjadi kekurangan orang Jogja mungkin ya ilmunya bu Dokter. Kami ini rata-rata masih bergelut dengan cara-cara tradisional yang diwariskan turun-temurun. Makanya, mungkin Pemerintah bisa bantu kami untuk penyuluhan ilmu-ilmu modern dan juga pengembangan fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jogja ya bakal maju kok bu Dokter. Tapi ya majunya kami ini tidak bisa disejajarkan dengan majunya orang kota.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berhubung dirimu menyinggung-nyinggung Jogja bu Dokter, maka bolehlah kiranya saya ikut nimbrung. Ahay! 😀</p>
<p>Seperti yang bu Dokter Vicky pahami bahwa memang betul mayoritas orang Jogja itu punya sifat &quot;nrimo&quot;. Mungkin sifat inilah yang menyebabkan munculnya sifat2 lain macamnya &quot;alon-alon asal kelakon&quot; dan &quot;rejeki sing ngatur Gusti&quot;.</p>
<p>Bukannya kami nggak mau maju kok bu Dokter (membahasakan diri serasa warga Jogja tulen ;p). Tapi, kalau soal mendapat rejeki, kalau dirasa sudah cukup ya sudah. Biarlah kelebihan rejeki yang lain jadi bagian orang yang belum dapat rejeki secukup kami.</p>
<p>Yang mungkin menjadi kekurangan orang Jogja mungkin ya ilmunya bu Dokter. Kami ini rata-rata masih bergelut dengan cara-cara tradisional yang diwariskan turun-temurun. Makanya, mungkin Pemerintah bisa bantu kami untuk penyuluhan ilmu-ilmu modern dan juga pengembangan fasilitas.</p>
<p>Orang Jogja ya bakal maju kok bu Dokter. Tapi ya majunya kami ini tidak bisa disejajarkan dengan majunya orang kota.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Hoeda Manis		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19074</link>

		<dc:creator><![CDATA[Hoeda Manis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 07:02:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19074</guid>

					<description><![CDATA[Kalau nemu yang kayak gini, cuma bisa ngelus dada. Mengubah yang paling sulit memang mengubah pola pikir.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau nemu yang kayak gini, cuma bisa ngelus dada. Mengubah yang paling sulit memang mengubah pola pikir.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Asep Haryono		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19073</link>

		<dc:creator><![CDATA[Asep Haryono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 06:04:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19073</guid>

					<description><![CDATA[Sekarang sudah ada Kementrian pengentasan daerah tertinggal. saya lihat balehonya besar banged di Pontianak. Dalam baleho itu Kementerian tersebut sudah berhasil mengentaskan 70 desa tertinggal di Indonesia. Smoga Desa yang sudah berhasil di ENTASkan itu akan segera maju dan terus berkembang tanpa harus menjadi KOTA.  Itu pendapat saya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang sudah ada Kementrian pengentasan daerah tertinggal. saya lihat balehonya besar banged di Pontianak. Dalam baleho itu Kementerian tersebut sudah berhasil mengentaskan 70 desa tertinggal di Indonesia. Smoga Desa yang sudah berhasil di ENTASkan itu akan segera maju dan terus berkembang tanpa harus menjadi KOTA.  Itu pendapat saya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Lidya		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19072</link>

		<dc:creator><![CDATA[Lidya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2014 05:14:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2014/09/19/susahnya-bikin-desa-jadi-keren/#comment-19072</guid>

					<description><![CDATA[biasanya kalau di kaish tau yang  betul suka lebih galak gitu, dan jawab biasanya juga begini kok. Kebanyakan gak mau berubah ke hal yang baru walaupun itu demi kebaikan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>biasanya kalau di kaish tau yang  betul suka lebih galak gitu, dan jawab biasanya juga begini kok. Kebanyakan gak mau berubah ke hal yang baru walaupun itu demi kebaikan</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
