Oppo R7s, Smartphone Android yang Gesit

Bagian yang paling sering membuat parno kalau bepergian adalah..takut baterai smartphone cepat habis.

Memang kalau smartphone di dalam saku itu terus-menerus dalam keadaan menyala, hati rasanya tetap plong. Smartphone yang low-batt itu ibarat bawa dompet cuma berisi recehan, atau bawa kartu debet tapi saldo rekening di bank tinggal nol. Sayangnya, di tahun 2015 kini susah banget cari-cari smartphone Android yang segesit kilat, punya tenaga kuda, dan tahan sehari saja tanpa di-charge ulang. Bukankah tidak enak kalau smartphone kita punya kamera bagus yang bermega-mega pixel, tapi begitu mau dipakai memotret baterainya malah habis? Mau bawa alat catu daya di tas supaya bisa charge smartphone setiap saat? Duh..berat.

Baca Selengkapnya

Memilih Smartphone Android, iPhone, BlackBerry, atau Windows Phone?


Bagi kalangan pengusaha, memilih sebuah smartphone itu hampir setali tiga uang dengan memilih pasangan hidup. Smartphone adalah alat untuk bekerja, sehingga setiap spesifikasi di dalamnya harus dipertimbangkan seefisien mungkin. Isu yang paling sering ditanyakan oleh para calon konsumen tentang smartphone saat ini ialah lama kerja baterai smartphone-nya, dan baterai lebih sering ditanyakan ketimbang kameranya. Isu lainnya yang juga mulai trending akhir-akhir ini ialah isu keamanan bertransaksi via smartphone, sering dengan makin banyaknya kejadian pembobolan rekening bank para nasabah melalui kartu kredit yang nomor CVC-nya diinputkan dalam transaksi online. Lucunya, menurut sebuah riset, 33% kemudahan menggunakan smartphone masih menjadi faktor kunci untuk membeli sebuah smartphone, dan 83% konsumen masih merasa kesulitan dalam menggunakan smartphone mereka sendiri. Nampaknya smartphone yang gampang masih jadi pilihan bagi banyak orang, saat ini.

Sekarang ini di pasaran kita bisa menemukan empat macam smartphone berdasar sistem operasinya, yaitu Windows Phone, BlackBerry, iPhone, dan Android. Masing-masing sistem ini punya kelebihan yang bisa membuat produktivitas penggunanya meningkat pesat, sehingga konsumen mesti jeli memilih sistem operasi smartphone mana yang paling cocok untuknya. Sebaliknya kekurangan pada masing-masing sistem justru bisa menjadi kelebihan yang unik untuk penggunanya, oleh karena itu tidak ada smartphone yang jelek, yang ada hanyalah penggunanya yang tidak cocok untuk smartphone tersebut.

Baca Selengkapnya