<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Hidup Rese Seorang Admin Sosmed	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Mar 2017 13:19:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/#comment-19909</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 09:01:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3694#comment-19909</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/#comment-19907&quot;&gt;@nurulrahma&lt;/a&gt;.

Aku dulu juga meremehkan mereka. Karena alasan itu. Sampai kemudian aku menginterview sendiri admin socmed-nya, dan mulai paham bahwa kerjaan admin socmed itu sangat repot.

Sebenarnya mau diremehkan atau enggak, tergantung kita sebagai pembawa dari pekerjaan itu. Kalau isi Twitter-nya ya cumak halo/selamat pagi/siang dan sebangsanya, ya bener sih sepele banget. Tapi kalau isi statusnya rada bermutu dan membuat brand itu naik, maka kerjaannya jadi penting.

Sayang juga aku belum bisa menyebut brand mana yang isi sosmed-nya bermutu. Mungkin kalau ada penghargaan terhadap engagement-nya brand melalui admin socmed, pekerjaan admin socmed akan dipandang lebih baik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/#comment-19907">@nurulrahma</a>.</p>
<p>Aku dulu juga meremehkan mereka. Karena alasan itu. Sampai kemudian aku menginterview sendiri admin socmed-nya, dan mulai paham bahwa kerjaan admin socmed itu sangat repot.</p>
<p>Sebenarnya mau diremehkan atau enggak, tergantung kita sebagai pembawa dari pekerjaan itu. Kalau isi Twitter-nya ya cumak halo/selamat pagi/siang dan sebangsanya, ya bener sih sepele banget. Tapi kalau isi statusnya rada bermutu dan membuat brand itu naik, maka kerjaannya jadi penting.</p>
<p>Sayang juga aku belum bisa menyebut brand mana yang isi sosmed-nya bermutu. Mungkin kalau ada penghargaan terhadap engagement-nya brand melalui admin socmed, pekerjaan admin socmed akan dipandang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: @nurulrahma		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/tantangan-admin-sosmed/#comment-19907</link>

		<dc:creator><![CDATA[@nurulrahma]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 06:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/?p=3694#comment-19907</guid>

					<description><![CDATA[Embyeeerrr mbak, aku juga pernah dicurhatin ama admin socmed. Kesannya sering diremehin orang, wong cuma FB-an twitter-an dll gitu, padahaaaaaaal engga segampang itu juga keleussss]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Embyeeerrr mbak, aku juga pernah dicurhatin ama admin socmed. Kesannya sering diremehin orang, wong cuma FB-an twitter-an dll gitu, padahaaaaaaal engga segampang itu juga keleussss</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
