<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Versi Baru &#034;David&#034; vs &#034;Goliath&#034;	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2015 10:45:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2473</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 07:23:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2473</guid>

					<description><![CDATA[Nyari koran yang obyektif itu susah. Sampai sekarang saya belum menemukannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyari koran yang obyektif itu susah. Sampai sekarang saya belum menemukannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Bandit Batak		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2459</link>

		<dc:creator><![CDATA[Bandit Batak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 16:53:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2459</guid>

					<description><![CDATA[saya setuju dengan pendapat mbak yg bilg kalau media massa mem-blow up terlalu berlebihan kasus ini. bakan terkesan untuk membangun mindset masyarakat kalau bu prita yang paling benar. ini sebenarnya dikarenakan media massa sedang menyoroti kasus kebebasan berpendapat. makanya media massa lebih condong ke arah sana. soalnya dari kebebasan berbicaralah mereka bisa menggaungkan medianya. saya kalau dah baca koran yg terkesan subjektif bisa jadi malas baca koran itu besoknya utk kasus yg sama..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan pendapat mbak yg bilg kalau media massa mem-blow up terlalu berlebihan kasus ini. bakan terkesan untuk membangun mindset masyarakat kalau bu prita yang paling benar. ini sebenarnya dikarenakan media massa sedang menyoroti kasus kebebasan berpendapat. makanya media massa lebih condong ke arah sana. soalnya dari kebebasan berbicaralah mereka bisa menggaungkan medianya. saya kalau dah baca koran yg terkesan subjektif bisa jadi malas baca koran itu besoknya utk kasus yg sama..</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2291</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 10:09:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2291</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu alasan kenapa media massa kadang-kadang membuat gusar, adalah karena mereka bisa membuat masalah di ranah politik menjadi isu yang berbau infotainment. Sialnya tak ada unsur mendidik di situ selain menyulap suatu isu sedemikian rupa menjadi mirip opera sabun. Kok mau-maunya sih masyarakat dipengaruhi opini media massa macam begitu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu alasan kenapa media massa kadang-kadang membuat gusar, adalah karena mereka bisa membuat masalah di ranah politik menjadi isu yang berbau infotainment. Sialnya tak ada unsur mendidik di situ selain menyulap suatu isu sedemikian rupa menjadi mirip opera sabun. Kok mau-maunya sih masyarakat dipengaruhi opini media massa macam begitu?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: sukarnosuryatmojo		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2289</link>

		<dc:creator><![CDATA[sukarnosuryatmojo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 09:30:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2289</guid>

					<description><![CDATA[sekarang ini, media2 kita bisa menciptakan seseorang mau dijadikan david atau dijadikan goliath.. konyolnya sebagian besar masyarakat tergiring dengan opini tersebut...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sekarang ini, media2 kita bisa menciptakan seseorang mau dijadikan david atau dijadikan goliath.. konyolnya sebagian besar masyarakat tergiring dengan opini tersebut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2268</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 06:41:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2268</guid>

					<description><![CDATA[Hwahahahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hwahahahaha!</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Fanda		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2267</link>

		<dc:creator><![CDATA[Fanda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:49:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2267</guid>

					<description><![CDATA[Setuju Vick, maksudnya setuju mulai besok nulis ttg dirimu lagi. Kayaknya lbh asik drpada Mano ato Prita...Lagian aku psg blogmu di blogroll kan pengen tau ttg kamu, bkn para selebriti itu? hehehe...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju Vick, maksudnya setuju mulai besok nulis ttg dirimu lagi. Kayaknya lbh asik drpada Mano ato Prita&#8230;Lagian aku psg blogmu di blogroll kan pengen tau ttg kamu, bkn para selebriti itu? hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Seti@wan Dirgant@Ra		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2266</link>

		<dc:creator><![CDATA[Seti@wan Dirgant@Ra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:31:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2266</guid>

					<description><![CDATA[Aku manggut2 aja deh mbak, moga mbak vicky tidak masuk dalam David vs Goliath versi baru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku manggut2 aja deh mbak, moga mbak vicky tidak masuk dalam David vs Goliath versi baru.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2265</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 21:07:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2265</guid>

					<description><![CDATA[Gw pengen kasus ini selesai secepat mungkin. Sebelum publik makin membesar-besarkan masalah ini dan makin tidak terkendali. Gw sangat berharap yang terbaik buat Prita maupun Omni, dan pada akhirnya gw juga berharap publik mau bersikap lebih dewasa dalam menghakimi masalah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kayaknya untuk besok gw ngga akan nulis Manohara maupun Prita lagi deh. Cukuplah gw kembali nulis tentang diri gw lagi, hehehe...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gw pengen kasus ini selesai secepat mungkin. Sebelum publik makin membesar-besarkan masalah ini dan makin tidak terkendali. Gw sangat berharap yang terbaik buat Prita maupun Omni, dan pada akhirnya gw juga berharap publik mau bersikap lebih dewasa dalam menghakimi masalah orang lain.</p>
<p>Dan kayaknya untuk besok gw ngga akan nulis Manohara maupun Prita lagi deh. Cukuplah gw kembali nulis tentang diri gw lagi, hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Iwan		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2264</link>

		<dc:creator><![CDATA[Iwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 18:01:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2264</guid>

					<description><![CDATA[Nasi sudah menjadi bubur.  Semua berawal dari kebutuhan seorang pasien untuk mendapat pertolongan atas atas apa yang dideritanya, bertemu dengan dokter sebagai sosok yang telah mengucapkan sumpah/janji dokter untuk berbakti demi kemanusiaan. Suatu urusan “membuka rahasia penderitaan pasien yang tidak perlu diketahui orang lain, diceritakan secara ikhlas kepada dokter, dan dokter berusaha dengan segala kemampuannya demi kebaikan pasien.” Tidak perlu diketahui yang lain.&lt;br /&gt;Tetapi karena suatu sebab, menjadi isu publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika publik sudah terlanjur mendengar, apakah memilih tetap diam tanpa ikut campur ataukah tergerak untuk  merasa memiliki permasalahan tersebut? Jika tergerak,  akan dibawa kemana permasalahan ini? Apakah akan dikembangkan sesuai selera dan tuntutan publik? Jika dikembangkan, apakah akan selalu selaras ataukah tumpang tindih pro-kontra? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keinginan untuk kembali ke zaman Hippocrates, suatu hubungan saling percaya antara kedua belah pihak saja, ketika pasien datang menceritakan apa yang tidak ingin dia ceritakan kepada orang lain, dan dokter, berbekal awal apa-apa yang diceritakan pasien tersebut, berusaha dengan segala kompetensinya hanya demi kebaikan pasien.  &lt;br /&gt;Dengan masuk pengadilan, kedua pihak yang seharusnya berada dalam sisi yang sama, berubah menjadi sisi yang berlawanan. Siapa yang senang?&lt;br /&gt;Semoga ini tetap ‘hanya’ sebagai kasus dan bukan tonggak perubahan “public heritage” tentang hubungan dokter-pasien.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasi sudah menjadi bubur.  Semua berawal dari kebutuhan seorang pasien untuk mendapat pertolongan atas atas apa yang dideritanya, bertemu dengan dokter sebagai sosok yang telah mengucapkan sumpah/janji dokter untuk berbakti demi kemanusiaan. Suatu urusan “membuka rahasia penderitaan pasien yang tidak perlu diketahui orang lain, diceritakan secara ikhlas kepada dokter, dan dokter berusaha dengan segala kemampuannya demi kebaikan pasien.” Tidak perlu diketahui yang lain.<br />Tetapi karena suatu sebab, menjadi isu publik. </p>
<p>Ketika publik sudah terlanjur mendengar, apakah memilih tetap diam tanpa ikut campur ataukah tergerak untuk  merasa memiliki permasalahan tersebut? Jika tergerak,  akan dibawa kemana permasalahan ini? Apakah akan dikembangkan sesuai selera dan tuntutan publik? Jika dikembangkan, apakah akan selalu selaras ataukah tumpang tindih pro-kontra? </p>
<p>Ada keinginan untuk kembali ke zaman Hippocrates, suatu hubungan saling percaya antara kedua belah pihak saja, ketika pasien datang menceritakan apa yang tidak ingin dia ceritakan kepada orang lain, dan dokter, berbekal awal apa-apa yang diceritakan pasien tersebut, berusaha dengan segala kompetensinya hanya demi kebaikan pasien.  <br />Dengan masuk pengadilan, kedua pihak yang seharusnya berada dalam sisi yang sama, berubah menjadi sisi yang berlawanan. Siapa yang senang?<br />Semoga ini tetap ‘hanya’ sebagai kasus dan bukan tonggak perubahan “public heritage” tentang hubungan dokter-pasien.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Arman		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/versi-baru-vs/#comment-2263</link>

		<dc:creator><![CDATA[Arman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 16:45:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vickyfahmi.com/2009/06/05/versi-baru-vs/#comment-2263</guid>

					<description><![CDATA[bener juga sih vick...&lt;br /&gt;yah kita liat aja lah kelanjutannya berita ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gua sendiri juga males mau ngebahas cerita prita (dan manohara) di blog. sementara berapa hari belakangan ini di google reader, hampir semua blog ceritanya prita dan manohara. ampun dah... :P]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bener juga sih vick&#8230;<br />yah kita liat aja lah kelanjutannya berita ini&#8230;</p>
<p>gua sendiri juga males mau ngebahas cerita prita (dan manohara) di blog. sementara berapa hari belakangan ini di google reader, hampir semua blog ceritanya prita dan manohara. ampun dah&#8230; 😛</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
