<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Surviving Zero Click Search as A Noodle Bar Owner	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/zero-click-search/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/zero-click-search/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2025 10:01:18 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/zero-click-search/#comment-64646</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 08:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=14081#comment-64646</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/zero-click-search/#comment-64644&quot;&gt;Avizena Zen&lt;/a&gt;.

Memang sekarang tren orang lebih sering cari jawaban cepat di AI. Tapi sebenarnya, kejadian zero click search sudah muncul dari dulu-dulu di Google sebelum AI nge-hype, terutama karena salah pemasangan metadescription.

Saya bukan stakeholder algoritma Google, jadi nggak bisa bongkar dapurnya :) , tapi yang bisa kita lihat: pola konsumsi informasi pada masa kini sudah makin pendek, dan makin instan. 
PR buat para pemilik website adalah menjaga orang-orang yang nyari-nyari informasi supaya terpapar nama brand website milik mereka dalam waktu pencarian yang pendek itu, sehingga mau bertransaksi dengan brand mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/zero-click-search/#comment-64644">Avizena Zen</a>.</p>
<p>Memang sekarang tren orang lebih sering cari jawaban cepat di AI. Tapi sebenarnya, kejadian zero click search sudah muncul dari dulu-dulu di Google sebelum AI nge-hype, terutama karena salah pemasangan metadescription.</p>
<p>Saya bukan stakeholder algoritma Google, jadi nggak bisa bongkar dapurnya 🙂 , tapi yang bisa kita lihat: pola konsumsi informasi pada masa kini sudah makin pendek, dan makin instan.<br />
PR buat para pemilik website adalah menjaga orang-orang yang nyari-nyari informasi supaya terpapar nama brand website milik mereka dalam waktu pencarian yang pendek itu, sehingga mau bertransaksi dengan brand mereka.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Avizena Zen		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/zero-click-search/#comment-64644</link>

		<dc:creator><![CDATA[Avizena Zen]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 02:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=14081#comment-64644</guid>

					<description><![CDATA[Nowadays, people tend to search in AI than in Google web. Does the algorithm change because of AI?

Mengenai zero klick ini pernah dialami oleh seorang kawan dan dia jadi bingung apa sebabnya. Sepertinya saya harus merekomendasikan tulisan ini ke beliau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nowadays, people tend to search in AI than in Google web. Does the algorithm change because of AI?</p>
<p>Mengenai zero klick ini pernah dialami oleh seorang kawan dan dia jadi bingung apa sebabnya. Sepertinya saya harus merekomendasikan tulisan ini ke beliau.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
