<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Why Current SEO Fails Without a GEO Framework	</title>
	<atom:link href="https://vickyfahmi.com/geo-strategy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vickyfahmi.com/geo-strategy/</link>
	<description>This blog loves discussing about content.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 00:24:29 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65368</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 02:02:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=15868#comment-65368</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65365&quot;&gt;Dian&lt;/a&gt;.

Wah, baru belajar ya? Banyak lho orang yang baru kenal GEO biasanya langsung menganggap GEO itu pengganti SEO. Padahal saya rasa sih malah sebaliknya.

Kalau dipikir-pikir, SEO dan GEO sama-sama bisa tetap diperlukan meskipun website-nya sudah bagus performanya di Google. Soalnya yang berubah sekarang itu cara orang mencari informasi, jadi pemilik website-nya ya mesti adaptasi juga.

Dulu orang cenderung membuka beberapa halaman lalu membandingkan sendiri. Sekarang semakin banyak yang meminta ringkasan dulu ke AI sebelum memutuskan mau membaca lebih lanjut atau tidak. Selama perilaku pencarian orang terus bergeser ke arah itu, GEO masih tetap diperlukan meskipun SEO sudah diterapkan dengan baik.

Kalau menurut Dian, ada nggak bedanya kelakuan orang-orang jaman now setelah buka ChatGPT/Copilot dengan kelakuan orang-orang waktu nyari-nyari info sebelum ada alat-alat itu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65365">Dian</a>.</p>
<p>Wah, baru belajar ya? Banyak lho orang yang baru kenal GEO biasanya langsung menganggap GEO itu pengganti SEO. Padahal saya rasa sih malah sebaliknya.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, SEO dan GEO sama-sama bisa tetap diperlukan meskipun website-nya sudah bagus performanya di Google. Soalnya yang berubah sekarang itu cara orang mencari informasi, jadi pemilik website-nya ya mesti adaptasi juga.</p>
<p>Dulu orang cenderung membuka beberapa halaman lalu membandingkan sendiri. Sekarang semakin banyak yang meminta ringkasan dulu ke AI sebelum memutuskan mau membaca lebih lanjut atau tidak. Selama perilaku pencarian orang terus bergeser ke arah itu, GEO masih tetap diperlukan meskipun SEO sudah diterapkan dengan baik.</p>
<p>Kalau menurut Dian, ada nggak bedanya kelakuan orang-orang jaman now setelah buka ChatGPT/Copilot dengan kelakuan orang-orang waktu nyari-nyari info sebelum ada alat-alat itu?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Vicky Laurentina		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65367</link>

		<dc:creator><![CDATA[Vicky Laurentina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 01:05:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=15868#comment-65367</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65364&quot;&gt;Yayat&lt;/a&gt;.

Banyak temen saya yang sekarang juga suka nanya-nanya AI sebelum ngafe dulu. Jadi memang tantangan sekarang buat pemilik usaha kafe itu ya, apakah AI-nya itu kenal sama kafe itu apa enggak.

Saya pernah lihat kafe yang udah nongol di mana-mana: di Google ada, di TikTok ada, di Instagram juga ada. Kelihatanlah di sana bahwa kafenya itu punya daya tarik ini, daya tarik itu.

Di AI, kafenya juga pernah disebut. Tapiii..AI-nya nggak tahu apa daya tarik kafenya kalau dibandingkan kafe-kafe lain yang mirip-mirip.

Ternyata penyebabnya, AI-nya lebih sering ngambil informasi tentang kafe itu dari sumber yang bukan milik kafenya sendiri. Alhasil, daya tarik kafenya nggak tercantum ketika AI merekomendasikan kafe itu. Singkatnya, AI-nya itu seolah-olah cuma bilang, &quot;Ini cuma sebuah kafe yang lain lagi di kota X.&quot;

Makanya ya GEO itu tetep dibutuhin meskipun kafenya sudah nongol di Google. Karena ketika Google membantu kafenya ditemuin di Google, GEO bekerja dengan cara lain; bantu AI ngerti dan merekomendasikan kafe itu sesuai positioning yang diinginkan kafenya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65364">Yayat</a>.</p>
<p>Banyak temen saya yang sekarang juga suka nanya-nanya AI sebelum ngafe dulu. Jadi memang tantangan sekarang buat pemilik usaha kafe itu ya, apakah AI-nya itu kenal sama kafe itu apa enggak.</p>
<p>Saya pernah lihat kafe yang udah nongol di mana-mana: di Google ada, di TikTok ada, di Instagram juga ada. Kelihatanlah di sana bahwa kafenya itu punya daya tarik ini, daya tarik itu.</p>
<p>Di AI, kafenya juga pernah disebut. Tapiii..AI-nya nggak tahu apa daya tarik kafenya kalau dibandingkan kafe-kafe lain yang mirip-mirip.</p>
<p>Ternyata penyebabnya, AI-nya lebih sering ngambil informasi tentang kafe itu dari sumber yang bukan milik kafenya sendiri. Alhasil, daya tarik kafenya nggak tercantum ketika AI merekomendasikan kafe itu. Singkatnya, AI-nya itu seolah-olah cuma bilang, &#8220;Ini cuma sebuah kafe yang lain lagi di kota X.&#8221;</p>
<p>Makanya ya GEO itu tetep dibutuhin meskipun kafenya sudah nongol di Google. Karena ketika Google membantu kafenya ditemuin di Google, GEO bekerja dengan cara lain; bantu AI ngerti dan merekomendasikan kafe itu sesuai positioning yang diinginkan kafenya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Dian		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65365</link>

		<dc:creator><![CDATA[Dian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 22:08:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=15868#comment-65365</guid>

					<description><![CDATA[Ah iya ya, sekarang banyak orang klo mencari sesuatu di mesin pencari, seringkali pakai AI seperti chat gpt atau co-pilot. 
Itulah makanya SEO saja nggak cukup ya, sekarang ada yang namanya GEO
Kerangka kerja GEO membantu SEO lebih optimal ya
Aku baru belajar soal GEO ini mbak
Baca artikel ini jadi lebih tercerahkan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah iya ya, sekarang banyak orang klo mencari sesuatu di mesin pencari, seringkali pakai AI seperti chat gpt atau co-pilot.<br />
Itulah makanya SEO saja nggak cukup ya, sekarang ada yang namanya GEO<br />
Kerangka kerja GEO membantu SEO lebih optimal ya<br />
Aku baru belajar soal GEO ini mbak<br />
Baca artikel ini jadi lebih tercerahkan</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Yayat		</title>
		<link>https://vickyfahmi.com/geo-strategy/#comment-65364</link>

		<dc:creator><![CDATA[Yayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 19:12:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://vickyfahmi.com/?p=15868#comment-65364</guid>

					<description><![CDATA[Dulu kalo mau nongkrong di kafe aestetik atau ramah kantong, saya sering search google dan muncul itu web web yang memuat tempat nongkrong, sekarang cukup tanya AI. Ini bikin nulis di web atau promo lewat web jadi tantangan sik karena sekarang gak cukup cuman masuk halaman satu google. Makin banyak PR penulis web atau pemilik usaha yaaaa tapi emang kita kudu adaptasi sama jaman, suka atau gak suka ..  tp artikel mbak Vicky memberi solusi untuk ini, thank you]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu kalo mau nongkrong di kafe aestetik atau ramah kantong, saya sering search google dan muncul itu web web yang memuat tempat nongkrong, sekarang cukup tanya AI. Ini bikin nulis di web atau promo lewat web jadi tantangan sik karena sekarang gak cukup cuman masuk halaman satu google. Makin banyak PR penulis web atau pemilik usaha yaaaa tapi emang kita kudu adaptasi sama jaman, suka atau gak suka ..  tp artikel mbak Vicky memberi solusi untuk ini, thank you</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
