Memperkenalkan Cara SEO pada Blogger Pemula

RoadBlog10Cities RoadblogSurabaya

Kenapa saya bilang “memperkenalkan”, karena ternyata yang dateng ke acara ini mostly masih blogger ala-ala.

#RoadBlog10Cities akhirnya masuk Surabaya juga. Acara yang dihelat oleh perusahaan periklanan online Excite Indonesia ini memang sekarang sedang menyebar di 10 kota di Indonesia, terutama menyasar para blogger. Kota-kota yang kebagian jadi organizer antara lain Makassar, Banjarmasin, Bangkalan, Medan, Banda Aceh, Bojonegoro, Jogja, Bandung, Jakarta, dan tentu saja Surabaya. (Hm..sampai di sini sudah mulai kelihatan kota-kota mana di Indonesia yang banyak populasi blogger-nya.)

Read more

Bercak Merah Pertanda Alergi Protein Susu Sapi

Alergi menghambat tumbuh kembang

Seorang teman saya ketika kuliah, pada hari pertama Ospek, berterus terang kepada senior kami bahwa dia punya “alergi susu”. Itu jadi merepotkan, karena kemudian senior kami harus menyiapkan snack pengganti khusus untuk dia seorang diri, padahal sudah ditetapkan bahwa hari itu kami semua yang di-Ospek akan mendapat coklat.

Sepupu saya, panik karena bayinya yang baru berumur belum setahun sudah sering mengalami bercak merah pada kulitnya. Merasa bersalah karena ia tidak memberi anaknya ASI eksklusif, ia menyalahkan susu formula dan sampai hari ini ia belum mengijinkan anaknya itu makan wafer, coklat, dan snack lainnya. Ponakan saya itu kini berumur tiga tahun dan ia cuma melongo kalau melihat teman-temannya makan snack sepuasnya. Ia takut ikutan makan cokelat karena takut gatal pada kulit wajahnya.

Begitulah alergi susu dalam pandangan masyarakat, seolah-olah alergi adalah penyakit kejam yang membuat penderitanya tidak bisa makan yang enak-enak.

Read more

Liburan ke Ubud = Keliling Seluruh Indonesia

Kenapa turis-turis dari luar negeri bisa sampai betah berhari-hari di Bali, terutama di Ubud? Saya rasa, mungkin karena melihat Ubud berasa mirip tinggal di tanah aslinya Indonesia.

Maksud saya, kalau dibandingkan dengan Kuta saja, meskipun sebetulnya sama-sama masih di Bali, tetapi berada di pantai Kuta lebih terasa mirip berada di Hawaii, hang out di Kuta Square serasa lagi nongkrong di Singapore, dan macet di Jalan Legian serasa lagi macet di Jakarta, wkwkwk.. Tapi Ubud? Bangun pagi di Ubud masih mencium hawa yang segar, mungkin karena lokasinya yang masih di daerah persawahan. Adat dan budaya Bali masih dipertahankan oleh kebanyakan penduduk lokalnya, masih banyak penduduk yang mempertahankan bentuk rumah adat Bali-nya yang berupa wantilan-wantilan itu, dan ini yang membuat Ubud menjadi desa Bali kuno yang nampak eksotik bagi turis-turis dari luar negeri.

Wisata di Ubud nggak perlu lama-lama. Menginap dua malam aja sebetulnya udah cukup. Kecuali kalau kita memang fans berat kesenian dan kebudayaan Bali. Soalnya di Ubud, rasanya hampir di tiap gang ada aja penduduk yang menyulap rumahnya jadi tempat jualan lukisan atau patung bikinannya sendiri. Di tiap jalan pasti ada galeri, di tiap kilometer pasti ada museum yang isinya lukisan plus patung melulu. Plus lagi, kehidupan malam untuk acara seni budaya Bali ini jalan terus. Di pura-pura tertentu, saban malam mesti ada show tarian adat Bali, yang digilir mulai dari Barong, Legong, Pendet sampai Kecak. Saya sampai kepo, apa nggak capek ya penarinya tiap malam menari terus?
(Kalau lagi capek, apakah penarinya ngambil cuti? Kalau cuti, apakah penarinya pergi berlibur? Kalau penarinya liburan, liburan ke mana? Mosok liburannya ke Bali??)

Read more