I am an SEO specialist with experience as a content strategist. I blog about planning and optimising content for marketing insights. See my profile page to find out more about me. Follow me on LinkedIn and Instagram.
Percaya deh, kalau sebuah brand mau nerima seorang individu untuk jadi anakbuahnya, berarti brand itu percaya kepada kemampuan anak itu buat mewakili brand tersebut. Tapi kadang-kadang dari sekian banyak pelamar yang kepingin sebuah posisi, pelamarnya nggak ada yang bagus-bagus amat, sehingga brand ini nggak punya pilihan lain selain nerima seorang mediocre.
Sekarang bayangin kalau sebuah brand menyewa seseorang untuk marketing produknya, tapi gegara salah implementasi, lalu strategi pemasaran yang udah tersusun rapi jali pun jadi keok.
Paling males itu ya kalau udah beli desain kaos keren-keren, pas dipake jalan-jalan tahu-tahu papasan dengan orang lain dan ternyata..orang itu pake kaos yang sama dengan kita! Whoaa.. padahal kita beli kaosnya udah di tempat eksklusif, harganya nguras dompet, kok masih ada aja yang nyamain? Eits..untungnya sekarang kita bisa bikin desain baju kaos sendiri lho, dengan desain karya kita sendiri, dan harganya pun nggak perlu bikin kita jadi puasa. Asyiknya lagi, bisa bikin kaos satuan! Caranya gimana?
Saya dan my hunk tahu-tahu dipusingkan gegara pelanggan minta beli beras basmati kami. Mestinya kami seneng karena berarti barang dagangan kami laku. Tapi buah simalakamanya, kami ini lagi kehabisan stok.
Kiat menjadi pengusaha: Usahakan agar penawaran selalu bisa menemui permintaan.
Kami nggak ngira penjualan beras kami bakalan melonjak segini tinggi. Baru bulan lalu my hunk masih menatap waswas ke stok beras kami yang masih ada di storage, lantaran sudah lama belinya kok belom laris juga. Tahu-tahu minggu ini, demand buat stok beras yang ini melonjak. Yang request pun bukan end user, alias pembelinya bukan beli ini untuk dimakan sendiri. Melainkan yang mau beli ini adalah pengusaha muda bidang kuliner, yang memakai beras ini buat dijual dalam bentuk nasi biryani atau nasi kebuli. Karena mau dijual lagi itulah, makanya mereka minta belinya banyak.
Tantangan nih. Persoalannya, saya dan my hunk takut kalau kami nggak bisa memenuhi permintaan pelanggan, mereka akan milih cari toko lain. Kehilangan kepercayaan pelanggan itu lebih mahal ketimbang jumlah biaya yang mesti kami keluarin untuk beli modal barang, menurut saya sih.