Dodol Jangan Lulus

Seorang teman yang tinggal di Bandung nanya ke gw minggu lalu, “Vicky sekarang ada di mana?”Gw jawab, “Ada di Kalimantan.”“Kalimantannya di mana?”“Di Kalimantan Tengah.”“Di kota mana? Apa di desa?”“Tempatnya sih namanya Pulang Pisau. Orang-orang sini sebutnya kota, tapi gw sih lebih cocok nyebutnya dusun, hehehe..” gw menertawakan lelucon ironis gw yang sama sekali nggak lucu.Tapi … Read more

Anak Gadis Ayah

Bahwa untuk setiap ayah yang mendapat musibah, selalu ada anak perempuan yang harus menanggung akibat dari bencana itu. Tahun 1996, di tengahnya lagi upacara bendera di sekolah gw. Uyya, 14, nama aslinya dilindungi demi nama baiknya sendiri, jatuh semaput. Guru-guru ngira Uyya belum sarapan. Tapi teman-temannya nyangkal lain. Menurut mereka, Uyya emang sering lesu dan … Read more

Anaknya ke Dokter Apa?

Huehehe..gw tau kadang-kadang masyarakat begitu awam. Tapi gw pikir pers nggak boleh mengekspresikan kesotoyan mereka kalo mereka awam juga. Coz pers yang sotoy sangat berbahaya, karena bisa menyesatkan masyarakat.

Seperti yang ditulis di sebuah koran terbitan Kalimantan Tengah hari ini, “…dokter spesialis anak F mengatakan bahwa bayi J mengalami masalah dengan paru-parunya. Namun selama menderita paru-paru, tapi tidak ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.”

Gw sampai ngakak bacanya. Inilah akibatnya kalo orang nggak kompeten disuruh jadi wartawan. Nih orang nggak pernah gaul ya? Emang kenapa bayi sakit paru kalo nggak ditangani dokter penyakit dalam? Nggak ada hubungannya toh?

Lalu gw mikir barangkali ini bukan masalah wartawannya yang nggak tau, tapi mungkin orang awam umumnya juga nggak tau. Berkat ketidaktahuan masyarakat kita yang specialist-minded, orang sering ngira bahwa penyakitnya kudu langsung ditanganin dokter spesialis. Misalnya kasus bayi J yang sakit paru di atas, wartawan menyangka si bayi mestinya ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Padahal seharusnya bayi dalam usia berapa pun kudu ditangani dokter anak. Dokter umum juga boleh menolong, untuk kasus-kasus di mana dokter umum itu kompeten. Tapi yang jelas, bayi tidak boleh ditangani dokter penyakit dalam.

Read more